Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Sisi kelam Alex


__ADS_3

Malam hari adalah musuh bagi seorang Alex, ia bahkan begitu takut jika tiba waktu malam, bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan selalu datang di malam hari dan mengganggu tidurnya, itulah kenapa Alex tidak pernah bisa tidur.


Aisyah sudah mondar-mandir di kamarnya sedari sore, ia menunggu hingga Alex kembali.


Tapi suaminya itu tidak juga kembali.


“Kenapa dia belum kembali? Apa dia tidak tidur di kamar lagi gara-gara kejadian semalam!” Aisyah memegangi ponselnya ingin menghubungi pria itu tapi dia sangat


ragu.


Aisyah pun kembali menyambar jilbabnya dan keluar kamar, ia mencari seseorang di


setiap sudut ruangan, walaupun rumah ini tidak sebesar rumah Alex di Surabaya tapi tetap saja butuh waktu lama untuk bisa memeriksa semua ruangan.


“Apa yang nona lakukan?’ tanya seseorang ketika melihat Aisyah berjalan ke sana


kemari, seseorang itu adalah Leon.


“Mas Leon? Kamu di rumah?”


“Tuan meminta saya untuk menjaga anda, nona!”


“Dimana mas Alex?”


“Tuan baik-baik saja, nona!”


“Antarkan aku kepadanya!”


“Tapi nona …!”


“Dia suamiku, jadi menjadi tanggung jawabku membawanya pulang!”


Karena Aisyah terus memaksa akhirnya Leon pun menyerah, ia meminta Aisyah untuk


memakai jaket karena belum tahu apa yang akan terjadi nanti.


“Saya harap nona tidak akan melakukan apapun nanti di sana, jangan memisahkan diri


dari saya nona, ini tidak seperti yang nona bayangkan nanti!” Leon terus saja


memperingatkan Aisyah, tapak sekali wajahnya sedang cemas sekarang.


‘Jika keadaannya tidak baik, kenapa mas Leon tidak ikut sama mas Alex!?”


“Maafkan saya nona! Tapi tuan Alex meminta saya untuk tetap di rumah menjaga anda!”


Aisyah terus saja beristigfar sepanjang perjalanan, ia tidak tahu keadaan seperti apa


yang akan ia hadapi nantinya. Ia mencoba untuk pasrah dengan keadaan dan selalu


meminta perlindungan Allah.


Hingga akhirnya mobil berhenti di depan sebuah gedung dengan lampu kelap-kelip di


depannya.


“Ini tempat apa mas?” Aisyah begitu asing dengan tempat itu, banyak lalu lalang


orang yang datang dan pergi dengan membawa pasangannya.


“Tetaplah di belakang saya, nona!” Leon lagi-lagi memperingatkan Aisyah saat mereka akan masuk.


“Iya …!”


Aisyah terus mengikuti langkah Leon, Aisyah begitu terkejut saat masuk. Matanya

__ADS_1


langsung di suguhi pemandangan yang luar biasa hingga Aisyah harus menutut


matanya. Muda mudi itu bercumbu di tempat umum, tempat terbuka, bahkan mereka


tidak peduli dengan orang-orang yang melihatnya.


Suara music yang begitu keras seakan-akan menggetarkan jantung karena terlalu


kerasnya, telinga seakan tidak bisa mendengar suara apapun selain suara music.


Lampu yang di buat suram dengan lampu lampu yang bergerak-gerak seakan bisa menari


sendiri menambah keruwetan di tempat itu.


 Aisyah merasakan kepalanya begitu pusing, bau menyengat keluar dari orang-orang yang sedang asik menggoyangkan badannya


begitu lincah di lantai dansa. Aisyah menutup hidungnya dengan jilbabnya yang


menjuntai panjang.


Kedatangannya sudah menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung tempat itu, mungkin karena penampilan Aisyah yang berbeda dengan orang-orang di tempat itu. Kebanyakan


dari mereka memakai pakaian kurang bahan.


Sambil sesekali memperhatikan sekitar, memperhatikan setiap pengunjung di sana, ia


berharap tidak bisa menemukan suaminya di tempat itu. Hingga seseorang menghampiri mereka.


“Leon …, apa yang kau lakukan dengan datang bersama wanita dengan pakaian seperti


ini?” tanya seorang pria yang terlihat akrab dengan Leon.


“Tuan Alex di mana?”


“Kenapa? Baiklah pergilah ke lantai tiga tapi tinggalkan wanita ini untukku!” ucap pria


“jangan ganggu dia!” ucap Leon dengan mata tajamnya.


“Kenapa? Apa dia wanita mu malam ini?”


“jaga bicaramu, atau tuan Alex akan membunuhmu!”


‘memang dia siapanya tuan Alex?”


Belum sempat Leon menjawab, Aisyah segera memotong perdebatan mereka. Yang terpenting baginya sekarang adalah menemukan suaminya.


“Sudah mas, kita harus segera menyusul mas Alex!”


“Baik nona …!”


Leon pun segera mengajak Aisyah untuk menyusuri lorong dan menaiki tangga, aisyah


yang memakai gamis cukup menyulitkannya untuk berlari lebih cepat. Mereka


menaiki tangga yang ke dua yang berartinya mereka sudah berada di lantai tiga


persis seperti yang pria itu katakan.


Mereka harus memeriksa seluruh ruangan, banyak kamar di sana. Berkali-kali mereka


mengetuk kamar yang salah hingga mereka berada di depan ruangan terakhir, tapi


sepertinya itu bukan sebuah kamar.


Leon segera membuka pintu itu, dan benar saja mereka bisa melihat Alex di sana.

__ADS_1


Bukan seperti yang Aisyah duga, suaminya tidak hanya bersama seorang wanita tapi


bersama banyak pria berjas dan wanita seksi yang mengelilingi mereka. Mereka


mengelilingi sebuah meja dengan Alex sendiri sedangkan lawannya bergerombol di


sana.


“Mas Alex …!” Aisyah segera memanggil suami arrogantnya itu.


“Sittthhh …, kenapa di ke sini?” umpat Alex saat melihat Aisyah berada di depan pintu, seperti


sebelumnya kedatangan Aisyah menjadi pusat perhatian.


“Wahhh …, wahhhh …, wahhh …, siapa ini? Apa dia mangsa barumu, Alex?” tanya pria


dengan wajah tegas dengan kubu banyak pendukung itu.


“Jangan ganggu dia!” ucap Alex dengan begitu tegas.


Ha ha ha ….


Pria yang duduk berhadapan dengan Alex itu malah tertawa dan di sambut tawa juga


oleh pria-pria di belakangnya.


“kenapa kau marah sekali?” ucap pria yang seumuran dengan Alex itu sambil berdiri dari


duduknya  dan menghampiri Aisyah membuat


Aisyah memundurkan langkahnya. Leon segera berdiri di depan Aisyah dan menghadang pria itu agar tidak menyentuh Aisyah.


“Minggir atau anak buah ku akan membunuh tuan mu itu!” ancam pria itu dan menoleh pada


anak buahnya dan dengan sigap anak buahnya yang berdiri di belakang tadi segera


mengelilingi Alex.


“jangan melebihi batas, atau aku akan membunuhmu!” teriak Alex hendak berdiri dari


duduknya tapi tubuhnya langsung di tahan oleh mereka. “Sial …!” umpat Alex karena tidak bisa berpindah dari tempatnya.


Leon pun tidak bisa berbuat apa-apa, ia tidak bisa membahayakan nyawa tuannya. Leon


pun hampir menyingkir tapi Alex segera berteriak, “Tetap di tempatmu, Leon!”


“Waw …, istimewa sekali gadis ini, siapa dia? Bagaimana kalau kita membuat


kesepakatan saja?’ tanya pria itu pada Alex, “Tunggu sebentar cantik!” pria itu


kembali menghampiri Alex.


“Apa mau mu?”


“Kita bermain satu kali lagi dan gadis itu jadi taruhannya, bagaimana?”


“Jangan mas …, aku mohon, hentikan permainan itu!” teriak Aisyah yang hendak mendekati Alex tapi segera di halangi oleh Leon.


Alex masih terdiam, ia bingung bagaimana memutuskannya. Lawannya itu sangatlah licik.


Tapi jika ia tidak menuruti mustahil bisa keluar dari tempat itu hidup-hidup.



Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Happy Reading 🥰😘😘


__ADS_2