Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part (Leon dan Nisa 1)


__ADS_3

...Kalaulah cinta itu kata yang harus ditulis, pastilah penaku tidak akan cukup meskipun berkali-kali aku menggantinya dengan yang baru. Tapi untunglah cintaku ini adalah udara yang terus berembus dan tidak akan pernah habis meskipun setiap hari aku bernafas olehnya...


...🌺Selamat membaca🌺...


Pengawal itu pun kembali meninggalkan mereka.


"Maaf saya keluar sebentar, kalian lanjutkan saja obrolannya!" ucap Leon kemudian yang sudah berdiri.


Alex mengerutkan keningnya, "Ada apa?"


"Bukan sesuatu yang serius, tenang saja!"


Leon pun meninggalkan mereka, terlihat Alex menatap ke arah Leon dengan penuh pertanyaan.


Kini Leon sudah berada di luar rumah besar itu, ia melihat seorang gadis berdiri di samping mobil, senyumnya terlihat lebar saat melihat Leon.


"Assalamualaikum, mas!"


Leon pun berjalan cepat menghampiri gadis itu, "Waalaikum salam!"


"Terimakasih ya sudah mau datang!"


"Sama-sama mas, maaf Nisa telat!"


Tadi Nisa harus menyelesaikan beberapa data yang harus di setorkan kepada dokter yang kebetulan datang.


Sopir wanita yang sudah di siapkan Leon bahkan sudah menjemputnya sebelum jam dua dan Nisa baru keluar dari rumah sakit jam tiga. Karena sudah masuk waktu ashar, Nisa pun berpamitan untuk sholat dulu baru pergi ke rumah Alex.


"Ini sudah lebih dari cukup, mari masuk!"


Nisa terlihat ragu, "Nggak pa pa mas, Nisa datang?"


Leon menggelengkan kepalanya, "Insyaallah tidak pa pa! Ayo!" Leon pun mempersilahkan Nisa untuk berjalan.


"Mas Leon saja yang di depan, Nisa di belakang!" Nisa tidak terbiasa berjalan di depan seorang pria.


"Baiklah!"


Mereka pun memasuki rumah dengan Nisa yang berjalan di belakang Leon. Leon menghentikan langkahnya saat sampai di ruang keluarga.


"Mas Alex!" panggi Leon dan Alex yang merasa di panggil oleh Leon segera menoleh.


Alex mengerutkan keningnya,


"Lee! Ada apa?" tanya Alex, ia masih cemas dengan keluarnya Leo tiba-tiba tanpa memberitahukan alasannya.


Leon tersenyum, "Saya ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian!"


Aisyah juga tidak kalah penasaran, Leon terlihat serius.


"Siapa?"


"Iya, siapa?" tanya Alex lagi.


Bianka hanya tersenyum, ia sudah tahu siapa yang akan di perkenalkan Leon pada keluarganya. Ia bahkan yang menemani Leon untuk melamar. Ia sengaja tidak memberitahukan hal ini pada Aisyah sampai Leon sendiri yang akan memberitahukan.


Seorang wanita cantik muncul dari belakang Alex, wanita yang berhijab itu tersenyum lalu menundukkan pandangannya.


"Assalamualaikum!" sapa Nisa tanpa berani menatap satu persatu orang Yanga ada di sana.

__ADS_1


"Waalaikum salam!" sahut semuanya.


"Dia siapa?" tanya Alex curiga.


Leon menoleh ke belakang, melihat Nisa sejenak lalu kembali menatap ke arah orang-orang yang ada di depannya.


"Perkenalkan, namanya Nisa, seorang perawat di salah salah satu rumah sakit swasta, dia juga penulis! Beberapa buku sudah berhasil ia terbitkan salah satunya berjudul Menanti jodoh dari Tuhan'!" ucap Leon. seperti sedang memperkenalkan seorang karyawan baru pada atasannya.


Leon juga baru tahu saat membaca buku itu, buku pemberian dari Gus Raka. Ternyata buku itu di tulis oleh Nisa dengan nama pena 'Nais_Sea'.


"Iya, tapi dia ini siapa kamu?" tanya Alex lagi. Ia tidak puas dengan jawaban Leon meskipun begitu panjang tapi bukan itu inti dari pertanyaannya saat ini.


"Insyaallah, kami akan menikah minggu depan!" ucap Leon.


Mendengar hal itu, Alex tersenyum lebar. Begitu tampan dengan kumis dan jenggot tipis yang menghiasi wajahnya.


"Syukurlah...!" ucapnya kemudian sambil mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajah. Ia bersyukur sekali akhirnya Leon menemukan tambatan hati seperti Nisa. Dua puluh delapan tahun bukan usia yang muda lagi, sudah waktunya untuk berumah tangga tapi ia tahu jika Leon bukan orang yang mudah untuk menjalin hubungan baru dengan seseorang. Dan ternyata gadis cantik berhijab menjadi pilihan Leon.


"Aku ikut senang!" ucap Aisyah menanggapi, ia pun segera berdiri dan menghampiri Nisa,


"Kemarilah!" ucapnya dan segera memeluk Nisa.


"Saya Aisyah, istrinya mas Alex dan ini sahabat saya bianka!" ucap Aisyah saat sudah melepaskan pelukan Nisa.


Nisa pun menatap ke arah Bianka dan mengatupkan kedua tangannya di depan dada,


"Salam mbak Bianka, kita bertemu kembali!"


Bianka pun tersenyum dan mengatupkan tangannya juga tampa beranjak dari tempatnya,


"Waalaikum salam!"


"Beberapa kali kami bertemu, kebetulan suami kakaknya Nisa temennya mas Fahmi, muridnya Abi juga!" ucap Bianka mencoba untuk menjelaskan pada Aisyah.


"Allahuakbar, dunia begitu sempit ya ternyata! Ya sudah, ayo duduk dulu!"


Aisyah pun mengajak Nisa untuk duduk di sofa yang sama yang ia duduki, ia berpindah dari sisis suaminya dan membiarkan suaminya duduk di dekat Leon.


Mereka seperti membentuk dua kubu, kubu laki-laki dan kubu perempuan dengan percakapan yang berbeda.


"Mbak Aisyah terlihat sangat muda!" puji Nisa. Sedari tadi yang di amati oleh Nisa ternyata wajah Aisyah yang terlihat begitu muda di bandingkan dengan wajah Alex yang terlihat lebih tua.


Aisyah tersenyum,


"Sepetinya kita memang seumuran!" ucapnya kemudian.


Nisa tidak percaya, ia menatap Aisyah dan Bianka bergantian, "Benarkah?"


"Saya menikah pas masih usia dua puluh tahun dan mas Alex tiga puluh tahun!"


"Jauh ya jaraknya?" tanya Nisa lagi, Nisa adalah sosok yang humble, jadi sangat mudah baginya untuk bisa akrab dengan orang-orang baru! Mungkin itu salah satunya yang membuat Leon tertarik untuk mengenal lebih jauh sosok Nisa.


"Iya! Tapi alhamdulillah nya, mas Alex sangat ngemong!" ucap Aisyah sambil menatap suaminya dan tersenyum.


"Saya sedikit banyak mendengar cerita perjalanan cinta mbak Aisyah! Salut sama mbak Aisyah!" puji Nisa membuat Aisyah mengerutkan keningnya. Ia penasaran apakah mungkin Leon yang bercerita padanya.


"Nisa tahu dari mana?"


Nisa tersenyum, "Mbak Bianka!"

__ADS_1


Aisyah lagi-lagi menoleh pada Bianka dan Bianka pun tersenyum,


"Kisah cinta kalian menginspirasi banyak orang, Ais! Cinta kalian itu luar biasa!"


Saat para wanita itu saling bertukar pendapat dan bercerita. Leon dan Alex hanya saling mengamati, sesekali mereka terlihat tersenyum saat beberapa wanita itu menceritakan hal yang lucu atau menurut mereka itu sesuatu yang patut untuk di banggakan.


"Kamu pinter Lee cari calon istri!" puji Alex sambil mengusap pundak Leon membuat pria itu menoleh kearahnya.


"Terimakasih, semua ini karena mas Alex juga!"


Alex pun menunjuk pada dirinya sendiri,


"Aku?"


Ia seolah tidak percaya jika Leon menjadikannya inspirasi untuk menemukan calon istri.


"Iya, aku belajar banyak dengan pernikahan mas Alex, cantik itu bukan rupanya tapi yang penting hatinya. Kalau ternyata cantik pula rupanya, itu bonus dari Allah!" ucap Leon memberi penjelasan dan lagi-lagi membuat Alex semakin tercengang.


Sudah berapa lama?


Ia hanya pergi selama empat tahun dan ternyata empat tahun itu mampu mengubah Leon menjadi sosok yang lebih fleksibel. Bukan Leon yang kaku dengan segala aturan yang tetap dan tidak bisa di rubah lagi.


"Kamu sudah banyak kemajuan!" hanya itu yang mampu Alex ungkapkan. Ia tidak tahu siapa yang membuat pria itu begitu tenang dan dan adem.


Leon terlihat seperti sedang mengingat seseorang.


"Akhir-akhir ini saya oleh Allah di pertemukan dengan orang-orang yang luar biasa, orang-orang yang dicintai dan mencintai Allah dengan segala kuasanya, hingga aku mengenal seseorang yang mampu merubah prinsip hidup saya!"


"Siapa?"


"Namanya Gus Raka, walaupun dia rival saya untuk mendapatkan Nisa, tapi dia mengajarkan saya bahwa persaingan tidak harus di selesaikan dengan kekerasan tapi dengan kebijaksanaan!"


"Siapa Gus Raka?"


"Mas Alex ingat? Kita punya proyek bagi buku untuk beberapa sekolah dan Gus Raka ini adalah penyuplai buku itu, tokonya menjadi toko penyuplai semua buku yang kita butuhkan, dan luar biasanya ternyata ini kali kedua kita melakukan kerja sama dengan toko bukunya!"


"Saya jadi penasaran dengan yang namanya Gus Raka!"


"Mungkin lain waktu kita bisa berkunjung ke sana!"


"Insyaallah!"


Mereka kembali fokus menatap wanita-wanita syurga itu. Wanita yang dengan tingkahnya bisa membuat seorang pria segan untuk memandangnya.


...Kamu adalah penjagaku untuk selalu dekat dengan Allah dan aku juga akan menjagamu demikian. Semoga kelak bersama-sama masuk surga dan kita tidak akan di pisahkan karena kematian...



Nisa suka nutup wajahnya sih, nggak tau apa banyak yang penasaran sama wajahnya🤭🤭🤭


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Maaf ya, untuk kisah Wilson dan Tisya serta Jodoh untuk sanaya Andi jarang up, soalnya masih kejar yang ini dulu, kalau untuk bang Div insyaallah selalu di usahakan untuk up


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


Happy reading 🥰🥰🥰


__ADS_2