Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Menemuinya


__ADS_3

Setelah selesai melakukan pemeriksaan Aisyah segera pulang bersama Leon.


"Mas Leon!"


"Iya nona?"


"Mas Leon tahu kan siapa wanita yang aku sapa tadi?" tanya Aisyah dan Leon hanya diam.


"Saya tahu mas Leon tahu, tapi saya mohon jangan katakan apapun sama mas Alex, aku mau mas Alex ketemu sendiri sama ibunya!" ucap Aisyah lagi tapi Leon masih diam.


"Saya melakukan semua ini demi kebaikan mas Alex, mas Leon tahu kan jika surga itu di bawah telapak kaki ibunya, aku ingin mas Alex mendapatkan surga nya dengan berbakti pada ibunya!"


"Tapi nona ....!"


"Saya tahu mas, tapi sebesar apapun kesalahan seorang ibu, seorang anak tidak pantas untuk menghakimi seorang ibu! Manusia tempatnya salah dan kita hanya punya hak untuk memaafkan bukan menghakimi!"


"Saya percaya sama nona Aisyah!"


"Terimakasih mas Leon, aku akan berusaha yang terbaik!"


Mereka pun akhirnya sampai juga di rumah, kedatangan nya langsung di sambut oleh nenek Widya.


"Assalamualaikum nek!"


"Waalaikum salam, nak!"


Aisyah segera mencium punggung tangan neneknya itu.


"Loh ..., kamu kok cuma sama Leon sih, mana Alex nya?" tanya nenek Widya.


"Mas Alex katanya tadi ada urusan sebentar nek, ya udah Aisyah ke kamar dulu ya nek, Aisyah belum sholat ashar!"


"Iya!"


Aisyah segera masuk ke dalam kamarnya, sudah hampir setengah lima. Aisyah segera mandi dan mengambil wudhu dan melaksanakan sholat Ashar.


Alex pulang setelah magrib, setelah membersihkan diri dan makan malam mereka segera sholat isya' berjamaah.


Alex tidak langsung ke kamarnya setelah sholat, ia memilih ke ruang kerjanya lebih dulu, akhir-akhir ini suaminya itu terlihat begitu sibuk.


Aisyah yang sudah berada di dalam kamar segera menselonjorkan kakinya yang terasa capek.


Aisyah kembali ingat pertemuannya dengan bu Nia, Aisyah jadi sangat kepikiran.


"Kenapa bu Nia begitu terkejut saat mendengar nama mas Alex? Ada apa sebenarnya?"


"Apa ada hal yang belum aku ketahui ....!"


"Aku harus mencari tahu bagaimana keadaan bu Nia!"


Aisyah sampai tidak menyadari jika suaminya sudah berada di dalam kamar dan memperhatikannya.


"Lagi mikirin apa sih sayang, kok serius banget?" tanya Alex yang tiba-tiba duduk di sampingnya membuat Aisyah begitu terkejut.


"Mas Alex ....!"

__ADS_1


"Sampai nggak sadar kan aku datang!"


"Bukan gitu mas, sudah selesai mas pekerjaannya?" tanya Aisyah dan Alex pun mengangguk.


"Sekarang aku mau minta jatahku!" ucap Alex sambil memainkan tangannya di pipi dan hidung Aisyah!"


"Jatah apa mas?" tanya Aisyah bingung.


"Jatah kerja malam dong, kan anak kita juga minta di kunjungi ayah nya!"


"Mas ....!" Aisyah tiba-tiba saja merasakan pipinya menjadi sangat panas.


Bibir Alex sudah menempel saja di bibir Aisyah membuat Aisyah terdiam. Alex menidurkan tubuh Aisyah dan mulai melakukan tugasnya.


Tangannya sudah mulai aktif dan Aisyah hanya bisa pasrah menerima sentuhan dari suaminya yang sangat ia rindukan.


...***...


  Semenjak pertemuan tidak sengaja dengan Nia beberapa waktu lalu, Aisyah menjadi begitu rajin ke rumah sakit untuk periksa kandungannya.


Ia berharap bisa bertemu kembali dan bertanya banyak hal pada wanita yang telah melahirkan suaminya, ia ingin sekali bertemu kembali dengan Nia.


"Kamu cari apa sih sayang?" tanya Alex yang melihat istrinya terus mengedarkan pandangannya.


"Tidak mas ...., cuma iseng aja siapa tahu ada yang kenal di sini!"


itu ...., itu Bu Nia ...., aku harus tahu kenapa bu Nia rutin ke rumah sakit ...., batin Aisyah, ia melihat suaminya tidak menyadari keberadaan bu Nia.


"Mas ...., mas Alex ke mobil dulu aja ya, aku masih mau ke toilet!"


"Nggak usah mas ..., nggak lama kok, aku cuma buang air kecil!"


"Baiklah ...., tapi jangan lama-lama ya!"


"Iya ....!"


Akhirnya Alex pun meninggalkan istrinya, ia menunggu Aisyah di depan mobilnya.


Sedangkan Aisyah menyusul bu Nia, ia ingin tahu apa yang di lakukan oleh bu Nia di rumah sakit.


Tapi kali ini Aisyah tidak langsung menemuinya, ia memilih menunggu bu Nia keluar dari ruang pemeriksaan.


Setelah memastikan bu Nia keluar, Aisyah pun segera masuk ke ruang pemeriksaan itu dan menemui dokter yang menangani bu Nia untuk


bertanya pada sang dokter yang memeriksa bu Nia.


"Permisi dok!" dokter yang mulai membersihkan tangan nya dengan hand sanitizer itu segera mendongakkan kepalanya dan mengerutkan keningnya, setahunya bu Nia adalah pasien terakhirnya hari ini.


"Anda siapa?" tanya dokter itu.


“Maaf dok, saya menggangu waktu dokter!”


"Silahkan duduk!" ucap dokter itu, Aisyah pun segera duduk.


"ada yang bisa saya bantu bu?" tanya dokter itu.

__ADS_1


“Saya mau tanya pasien atas nama bu Nia, sakit apa ya dok?” tanya Aisyah. Dokter tidak langsung menjawab pertanyaan Aisyah.


“Saya menantunya dok!” ucap Aisyah meyakinkannya.


Akhirnya dokter itu pun mau menjawab pertanyaan Aisyah.


“Bu Nia menderita kanker darah stadium empat!"


"Kanker darah?" tanya Aisyah tidak percaya.


"Iya bu! Usianya mungkin tidak akan lama lagi!"


"Kenapa dok?"


"Karena ibu Nia sudah tidak lagi melakukan cuci darah atau pun terapi, hidupnya sekarang hanya di bantu dengan obat penahan rasa sakit saja!” ucap dokter yang menangani bu Nia.


Kasihan sekali ibunya mas Alex ...., saya harus menemuinya ...


“Boleh saya tahu alamat rumahnya dok?"


Dokter itu kembali terlihat ragu, mungkin ia berpikir jika Aisyah sedang berbohong karena jika menantunya pastinya tahu tentang rumah mertua nya.


"Kami sudah lama tidak bertemu dok, kami terpisah mungkin karena itu ibu tidak mau menghubungi kami!” ucap Aisyah, ia hanya memberi alasan sebisanya, ia juga tidak mungkin berbohong.


"Baiklah ...., sebentar!" dokter itu mencatatkan sesuatu di kertas kecil, itu adalah sebuah alamat.


Akhirnya dokter menyerahkan alamat rumah bu Nia pada Aisyah.


"Terimakasih dok, kalau begitu saya permisi!"


Aisyah pun meninggalkan ruangan itu tapi ternyata Alex sudah menghampirinya di depan toilet wanita.


"Mas Alex ....!" panggil Aisyah, Alex pun segera menoleh pada pada Aisyah.


"Sayang ....!" Alex segera berjalan mendekati Aisyah, "Sayang ..., kamu kok dari situ, bukankah toiletnya di sana, dokter Herman? Kamu ngapain ke ruangan dokter Herman? Kamu nggak pa pa kan?" tanya Alex panjang lebar, ia terlihat begitu cemas.


"Mas aku nggak pa pa ..., aku tadi cuma nggak sengaja aja ketemu sama dokter Herman dan tanya-tanya sedikit!"


"Tanya tentang apa?"


"Bukan apa-apa mas!"


"Tapi kamu nggak pa pa kan?"


"Nggak pa pa mas!"


"Ya udah ..., kita pulang ya sekarang!" ucap Alex dan Aisyah mengangguk, mereka pun segera menuju ke mobil mereka yang sudah berada di depan rumah sakit.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2