Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Berdamai dengan masa lalu


__ADS_3

“Saya tidak tahu takdir apa yang sudah Allah berikan untuk saya hingga saya dipertemukan


dengan Kyai beberapa kali, menjodohkan saya dengan wanita salehah seperti


Aisyah! saya bukan orang baik yang pantas berkenalan dengan orang-orang


seperti pak Kyai, bu Nyai atau Aisyah!”


“Nak Alex …, bukan manusia yang bisa menentukan seseorang itu pantas atau tidak,


tapi Allah! Di hadapan Allah semua manusia itu sama, yang membedakan itu


ketakwaannya!”


Alex menghembuskan nafasnya kasar seperti mengeluarkan semua masalahnya yang menggantung di dalam hidupnya, matanya menerawang. Ia seperti kembali


mengumpulkan puing-puing kenangan masa lalunya yang ingin sekali ia buang jauh


dengan menceritakannya pada orang yang tepat.


Alex pun mulai bercerita tentang kehidupannya kelamnya, kehidupan yang penuh dengan


kegelapan tidak ada kasih sayang dan agama. Yang ia tahu sejak kecil hanya


bagaimana cara bertahan hidup, membunuh atau mati, menyakiti atau disakiti,


hatinya sangat hampa tidak ada yang memperlakukan nya selayaknya manusia.


Hingga kepulangannya ke Indonesia mempertemukannya kembali dengan neneknya yang mengantarnya pada orang-orang baik seperti Kyai Hamid dan juga pernikahannya


dengan Aisyah yang walaupun memang caranya salah.


“Tidak ada yang sia-sia di dunia ini, Allah menciptakan masalah lengkap dengan


penyelesaiannya!


Jangan khawatir, jika kita bisa duduk tenang di dalam pesawat sedangkan kita tidak tahu siapa pilotnya, kita bisa merasa berlayar di dalam


kapal walaupun kita tidak tahu nahkodanya, lalu kenapa kita khawatir dengan kehidupanmu, sedangkan engkau tahu jika Allah yang maha mengendalikan semuanya!”


Alex hanya bisa diam mencerna ucapan Kyai Hamid. Memang benar, ia mencemaskan


hal-hal tanpa alasan, ia takut jika ia bertobat dan berubah menjadi baik, Allah akan menolak taubatnya.


***


Kini Alex dan Kyai Hamid sudah berada di halaman depan, Alex sudah bersiap-siap


untuk pergi.


“Terimakasih ya atas nasehat pak Kyai!”


“Saya senang jika nak Alex mau belajar, ingat satu hal mas Alex jadikan masa lalu


yang kelam jadi pelajaran saja untuk tidak kembali ke masa itu, lepaskan dan


mulai dengan yang baru!”


“Insyaallah saya akan berusaha…, saya pergi dulu pak Kyai, assalamualaikum!”


“Waalaikum salam warahmatullah ..!”


Kyai Hamid terus tersenyum menatap kepergian mobil Alex, bahkan senyumnya itu tidak pudar sampai mobil Alex benar-benar hilang di telan jarak.


“Abi …, kenapa abi seneng banget?” tanya Nyai Sarah saat melihat suaminya masih saja


tersenyum sampai kembali masuk ke dalam rumah.


“Abi senang umi!”


“Iya .., umi tahu! Tapi senangnya kenapa?”

__ADS_1


“Abi seperti merasa jika sahabat abi itu kembali lagi dalam wujud nak Alex, lihat


wajahnya sekarang sudah lebih tenang, jauh sekali dengan pertama kali kita


bertemu! Semoga Allah menjaga taubatnya!”


“amin!”


***


Baru saja Aisyah keluar dari kampusnya tiba-tiba mobil Alex sudah berhenti saja di


depannya, padahal rencananya ia akan naik angkot untuk pulang karena masih


sangat siang dan tidak mungkin menyusahkan suaminya itu.


“Mas …!” ucap Aisyah saat Alex menurunkan kaca mobilnya.


“Masuk!” perintah Alex, Aisyah pun segera membuka pintu mobil dan duduk di samping


suaminya.


Alex segera menjalankan mobilnya kembali, tapi mobil itu berjalan berlawanan arah


untuk pulang ke rumah.


“Mas …, kita mau ke mana?”


Bukannya menjawab pertanyaan Aisyah, Alex malah mengambil sebuah undangan di dasbor


mobilnya dan menyerahkannya pada Aisyah.


“Ini undangan apa mas?”


‘Bisa baca kan?”


“Bisa …!”


“Undangan makan malam? Dalam rangka apa?”


“Kan bisa baca! Kalau gitu baca sampai selesai!”


Hehhhh …


Walaupun mendengus kesal, Aisyah pun melanjutkan membaca undangan itu, ternyata undangan peresmian sebuah restaurant yang di dalamnya ada ikut campur perusahaan Alex


dalam pembangunannya.


“Wahhh …, ini restaurant yang di gadang-gadang bakal jadi salah satu restaurant yang rekomended di Surabaya mas …!”


“Tahu …!”


“Gitu aja jawabnya!”


Aisyah hanya bisa mendengus, karena mau bagaimanapun itulah pria yang sudah ia nikahi,


tapi semenjak ia tahu bagaimana masa lalu suaminya itu, ia menjadi lebih


maklum. Tapi yang masih ada pertanyaan di benaknya sampai saat ini, apa benar


suaminya itu tidak bereaksi terhadap wanita, lalu wanita-wanita itu ngapain saja?


“Sudah sampai!” ucap Alex saat mobil mereka berhenti di depan sebuah butik, Alex


keluar dari mobil.


Dari dalam mobil, Aisyah memperhatikan pria yang menjadi suaminya itu berlari kecil


mengitari mobil dan berhenti di sebelahnya dan membuka pintu mobil untuknya.


Mas Alex bukain pintu buat aku …, beneran …?

__ADS_1


“Ayo …!”


“Tapi …!”


“Kenapa?”


“Kenapa ke sini?”


“Kita butuh baju buat kamu untuk nanti malam!”


 Akhirnya Aisyah pun keluar dari dalam mobil,


mereka berjalan bersama menuju ke butik baju-baju muslimah. Alex memilihkan


baju untuk aisyah, ini untuk pertama kalinya Alex dan Aisyah pergi bersama


tanpa terpaksa.


“Gimana mas?” tanya Aisyah setelah keluar dari ruang ganti dnegan gaun yang sudah di


pilih oleh Alex.


“Itu bagus!”


Akhirnya Alex menjatuhkan pilihannya juga setelah sekian banyak baju yang sudah di coba


Aisyah.pilihannya jatuh pada dress warna merah maron yang senada dengan jas


yang akan dikenakan oleh Alex. Aisyah tampak lebih dewasa dari usianya.


***


Aisyah dan Alex sudah berada di depan restaurant dengan diantar Leon. Seorang bellboy sudah menyambut mereka di pintu lobby utama dan menunjukkan arah jalan


masuknya. Memang restaurant itu terbagi menjadi beberapa wilayah utama bukan


hanya menjadi tempat makan tapi juga bisa menghabiskan waktu dengan menikmati


pemandangan di taman yang begitu luas, selain itu juga di sediakan ballroom juga meeting room.


Aisyah merasa tidak percaya diri melihat tamu undangan yang terlihat seperti orang-orang penting semua.


“Kenapa banyak banget mas tamu undangannya, aku nggak kenal semua lagi!” bisik Aisyah dan semakin menyembunyikan dirinya di belakang Alex.


"Ya jelas banyak lah, ini restoran besar, emang mau kamu aja yang di undang!" ucap Alex dengan nada arrogant nya


"Kita pulang aja ya mas!"


Alex yang menyadari jika Aisyah sangat tidak nyaman, ia segera menghentikan


langkahnya dan berbalik menatap Aisyah, “jangan khawatir, ada aku!”


Alex segera melingkarkan lengannya di pinggang Aisyah membuat Aisyah begitu


terkejut,


“Mas …!”


“Sudah diam saja, begini lebih nyaman!” bisik Alex dan kembali tersenyum menyambut


sapaan orang-orang yang melintas di hadapan mereka.


Mereka langsung menuju ke hall tempat di laksanakan makan malam. Beberapa orang


menyambut kedatangan mereka, bahkan ada yang memberi selamat pada Alex dan


Aisyah atas pernikahannya mereka dan juga atas suksesnya pembangunan restaurant itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2