Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Season 3 (89)


__ADS_3

Sepanjang malam Raka hanya sibuk menatap istrinya yang benar-benar terlelap. Awalnya Asna sempat melirik sang suami hanya untuk memastikan apakah dia sudah tidur atau belum, tapi ternyata hingga tengah malam suaminya tak kunjung tidur membuat rasa kantuk yang mendera mengalahkan rasa penasarannya.


Raka yang belum bisa mengerti sepenuhnya tentang hubungan mereka, ia hanya bisa bersikap yang terbaik untuk dirinya sendiri.


Hehhhh ...., dia tidak pernah ada di masalaluku, atau aku yang melupakan awal yang indah itu, tapi aku tahu ada masa yang indah bersamanya yang sempat aku lupakan dan aku ingin suatu saat nanti jika aku ingat semuanya, aku ingin dia yang pertama aku abadikan di setiap saat agar saat aku kembali kehilangan ingatanku aku akan dengan cepat mengingatnya lagi dan tidak lama membuatnya terluka


Walaupun ingin menyentuh tapi tangannya seakan masih begitu berat,


"Jika dia benar istriku, menyentuhnya pun sudah menjadi hakku, tapi kenapa tidak bisa!" gumamnya lirih hampir berbisik hingga tidak sampai membuat wanita yang tengah terlelap itu kembali terbangun.


"Maaf, tapi aku hanya ingin memastikan rasaku ini benar datang dari hati bukan karena sekedar ingin memilikimu!" gumamnya lagi dengan mata masih tidak beralih dari menatap sang istri.


Ia memahami jika pernikahan mereka terlalu cepat dulu, ia takut pernikahannya hanya di dasari rasa iba atau hal lain. Jika yang dia rasa itu benar, maka sudah pasti dia tidak akan merasa kehilangan saat berada jauh dari istrinya. Tapi sayang Raka tidak menyadari jika rasa ingin melindungi, ingin memiliki, ingin membuatnya bahagia itu terangkum dalam satu kata yang namanya 'Cinta'.


...***...


Pagi sekali Raka sudah lebih dulu bangun, ia pergi ke masjid bersama ayah mertua dan kedua adik iparnya.


Asna yang mulai terbangun begitu terkejut karena tidak mendapati suaminya berada di samping putrinya yang masih terlelap.


"Mas Raka?" gumamnya pelan dan depan cepat bangun, mengikat rambutnya yang terurai dan menyambar jilbab instannya yang ia letakkan begitu saja di atas nakas.


Dengan perlahan ia turun dari tempat tidur dan meletakkan bantal miliknya di samping kanan Shahia agar bayi kecil itu tidak terbangun selagi ia tinggal sholat shubuh.


Sebelum mengambil wudhu, ia terlebih dulu memastikan sesuatu. Ia pun segera keluar dari kamar dan menuju ke kamar orang tuanya.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Asna!" sebuah suara muncul dari belakang Asna, ternyata mama Ayu sudah tidak berada di dalam kamarnya.


Asna pun segera menoleh, "Ma, dari mana?"


"Abis sholat shubuh, ada apa? Cari mama apa cari papa?"


"Papa kemana ma?"


"Papa pergi ke masjid sama suami kamu dan adik -adik!"


"Ohhhh!"


Ada rasa tenang setelah mengetahui keberadaan suaminya.


"Ya udah ma, Asna sholat dulu ya. Nanti Asna bantu memasaknya!"


"Iya ma!"


Asna pun segera kembali ke kamarnya, beruntung Shahia belum bangun. Asna pun segera masuk ke kamar mandi, ia sekalian mandi dan berwudhu.


Asna sudah melipat mukena dan sajadahnya saat pintu kamar di ketuk, Asna dengan cepat meletakan mukenanya di atas meja dan meng hampiri pintu.


"Assalamualaikum!" sapa Raka saat pintu terbuka.


"Waalaikum salam!" sahut Asna lalu memberi jalan untuk Raka masuk. Pria itu selalu terlihat sempurna dengan peci dan kemeja putihnya, entah dapat sarung dari mana karena sepertinya kemarin suaminya itu tidak membawa baju ganti.


Tapi Raka masih bergeming di tempatnya, ia mendapati pemandangan yang cukup indah. Asna terlihat cantik dengan rambut yang di ikat asal, wajahnya juga tampak lebih segar, aroma sabun mandi masih menyeruak dari tubuh Asna membuat naluri lelaki Raka seakan kembali bangkit.

__ADS_1


"Mas, ada yang aneh sama Asna?"


Seketika. suara Asna membuyarkan imajinasi Raka, ia pun dengan cepat menutup kembali pintunya dan mengindari tatapan Asna.


"Nggak, tadi nggak sengaja lihat!" ucapnya sambil berlalu meninggalkan sang istri tapi dengan cepat Asna memeluk Raka dari belakang.


"Kalau Asna peluk begini bagaimana mas?"


Raka kembali terdiam, Asna ternyata tidak mampu menahan diri untuk tidak bersikap manis pada suaminya. Baginya mendiamkan suaminya cukup menyiksa untuk dirinya sendiri.


"Mas, ini sudah lama sekali, Asna kangen mas sama pelukan mas Raka, tidak pa pa, Asna meminta yang lain. Tapi biarkan Asna memeluk mas Raka seperti ini sebentar saja!"


Raka diam, dia juga merasakan kehangatan yang sama tapi yang membuatnya tidak tahan jantungnya seakan berpacu lebih cepat saat tubuh mereka saling bersentuhan seperti ini, ia terus memperhatikan tangan Asna yang melingkar di perutnya dan lagi melihat dadanya yang terlihat mulai naik turun karena merasa sesak seperti kehabisan oksigen.


"Asna, Shahia bangun!" beruntung Shahia bangun tepat waktu sebelum ia kehilangan jantungnya. Ia merasakan jantungnya seakan sudah menggantung di udara dan siap jatuh ke tanah.


Asna pun dengan cepat melepaskan pelukannya dan berlari menghampiri Shahia yang hampir menangis. Asna pun segera merebahkan tubuhnya di samping Shahia sedangkan Raka masih terpaku di tempatnya, bahkan kakinya seakan semakin berat untuk di langkahkan. Ia seperti kehilangan tenaga.


Kekuatan apa yang di miliki Asna ini hingga tubuhku seperti tidak bertulang hanya di peluk olehnya saja ..., tapi dia kenapa santai begitu


Raka menatap Asna yang bisa dengan cepat berpindah tempat sedangkan dirinya masih mengembalikan deru jantungnya yang tidak normal.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2