Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Season 3 (42)


__ADS_3

Saat ini Asna dan Raka sudah memasuki gedung pertemuan yang cukup besar, gedung ini memang biasa di gunakan untuk tempat diadakannya acara-acara besar. event ini termasuk juga event besar karena mengumpulkan para siswa berprestasi dari berbagai provinsi dan pemenangnya sudah pasti akan go internasional.


Tangan Asna terus menggandeng tangan Raka sepanjang menuju ke ruang acara, Raka sama sekali tidak keberatan. Ia malah semakin mengeratkan genggaman tangan Asna.


"Kita terlambat ya mas? Sepi sekali!"


"Mungkin!"


Hingga langkah mereka terhenti saat melihat jauh di depan sana Abizar dengan baju rapinya sedang melambaikan tangan.


Abizar dengan langkah sedikit berlari menghampiri Asna dan Raka.


"Kak, aku kira kakak nggak jadi datang!?" nafasnya terlihat sedikit tersengal karena berlari, "Aku tadi sudah sangat cemas!"


"Kami pasti datang Bizar!" Raka mengusap kepala Bizar. Di lehernya mengalung sebuah kartu identitas.


"Kak Asna, terimakasih ya!" setelah mengucapkan hal itu, Abizar kembali berlari meninggalkan mereka saat di tempat dimana dia keluar tadi ada teman-temannya yang sedang memanggilnya.


Raka dan Asna terus tersenyum melihat betapa bahagianya Abizar dengan kedatangan mereka.


"Ayo!" ajak Raka setelah Bizar tidak terlihat lagi. Asna pun mengangguk dan mereka kembali berjalan menuju ke lokasi.


Terlihat di dalam sudah sangat ramai, Raka mengedarkan pandangannya mencari tempat yang akan sangat nyaman untuk sang istri.


"Kita di sana ya!" Raka menunjuk tempat yang kosong yang berada di ujung tapi masih bisa di lihat oleh Bizar, mereka juga bisa melihat dengan jelas Bizar dari sana.


"Iya!" lagi Raka pun menggandeng tangan Asna melewati beberapa orang, dan beberapa kali mengungkung tubuh Asna agar tidak bersentuhan dengan orang lain. Ia tahu Asna masih merasa tertekan saat bersentuhan dengan orang lain.


Hingga akhirnya mereka sampai juga di tempat yang di tuju, beberapa orang beberapa kali memperhatikan Asna dan Raka menyadarinya setiap kali Asna mengeratkan pegangannya.


"Mas, bisa tutupi Asna kan?" Asna menyembunyikan dirinya di balik jaket Raka.


"Ada apa?"


"Tidak!"


"Bukankah itu Asna?" terdengar samar-samar seseorang yang duduk di depan mereka.


"Iya itu Asna, apa itu suaminya? Atau jangan-jangan Asna hamil ya hingga butuh suami untuk menutupi kehamilannya?"


Raka yang mendengar bisik-bisik orang di depannya segera menowelnya hingga membuat dua orang itu menoleh ke belakang.


"Maaf bu, saya cuma mau menjelaskan kebenarannya. Saya menikah dengan Asna karena memang mencintai istri saya, jadi untuk lain kesempatan jangan pernah mengatakan hal itu lagi. Siapapun orangnya itu, semua berhak untuk kembali bahagia, termasuk istri saya!"

__ADS_1


Wajah mereka berubah pucat karena malu, "Iya mas, maaf, maaf, lain kali kami akan jaga bicara kami!"


"Terimakasih atas pengertiannya! Silahkan nikmati kunjungan anda!"


Dua wanita itu kembali menghadap ke depan dan tidak berani menggunjing lagi, walaupun mereka kerap saling bertatapan hanya untuk memastikan satu sama lain.


"Mas kenapa lakukan hal itu?" bisik Asna.


"Aku bukan mau menjelaskan, hanya ingin membela istriku saja! Mau di jelaskan seperti apapun kalau seseorang tidak menyukai kita jadinya tetap sama, dan orang yang benar-benar menghargai kita, menyayangi kita, tidak perlu penjelasan itu! Mengerti!"


Asna kembali menganggukkan kepalanya. Ia jadi teringat dengan Nisa, mau dia menolak seperti apapun tapi sahabatnya itu tidak pernah berhenti untuk bisa menemuinya.


Hingga acara di mulai penonton terlihat diam, mereka seperti ikut tegang dengan pertandingan anak-anak di depan sana.


Terlihat sesekali Abizar menatap ke arah Raka dan Asna, seperti sedang meminta dukungannya. Tim Abizar sudah mampu menyisihkan beberapa pesaingnya hingga kini mereka sampai di babak final, memperebutkan juara satu dan juara dua.


Terlihat di jajaran paling depan ada papa Tedi dan mama Ayu, begitu juga dengan Aslan. Sepertinya Aslan sengaja ijin tidak masuk sekolah untuk melihat adik laki-lakinya bertanding.


Hingga akhirnya tim Abizar kalah satu nilai dengan lawannya, walau bagaimanapun tetap saja itu prestasi yang membanggakan karena telah menyisihkan beberapa tim.


"Ayo kita temui Bizar dan papa mama!" ajak Raka dan Asna hanya mengikuti suaminya di belakang.


Mereka menuruni beberapa tangga hingga sampai di lantai paling bawah di tempat pertandingan.


"Ya Allah Asna, mama kangen deh!" mama Ayu segera memeluk putrinya karena memang sudah beberapa hari tidak datang ke rumah orang tuanya. "Kamu baik-baik saja kan sayang?"


Papa Asna juga segera memeluk putrinya itu setelah memberi dukungan pada putranya.


Hingga terakhir Bizar yang mendekati Asna,


"Kak_, maafin Bizar ya! Bizar nggak bisa jadi juara satu!"


Asna diam lalu dengan cepat menarik tubuh adiknya ke dalam pelukan, "Tidak pa pa dek, kamu sudah sangat luar biasa!"


Pelukan itu memberikan air mata haru pada semua keluarga, terlihat papa Tedi dan mama Ayu mengusap sudut matanya. Ini suasana hangat yang sudah lama mereka nantikan.


"Aku juga mau di peluk!" Aslan yang tiba-tiba jadi melankolis itu segera ikut berhambur di dalam pelukan Asna dan Abizar.


Papa Tedi menatap menantunya, dan terlihat bibirnya mengucapkan terimakasih. Raka hanya bisa mengangukkan kepalanya walaupun dia tidak perlu ucapan terimakasih itu, kesembuhan Asna adalah kebahagiaannya.


"Baiklah sekarang pelukannya sudah, kita foto bersama ya, sama pialanya!" ajak papa Tedi yang sudah membawa piala milik tim Bizar.


Mereka pun akhirnya berpose, layaknya keluarga yang bahagia dengan di bantu fotografer untuk mengabadikan moment bahagia ini.

__ADS_1


Setelah acara selesai, mereka pun meninggalkan ruangan menuju ke tempat parkir.


"Kita mau ke tempat makan, bagaimana Asna sama Raka , ikut ya!" mama Ayu mengajak putri dan menantunya.


"Lain waktu saja ma, Raka hari ini sengaja mau mengajak Asna ke suatu tempat!"


"Yah padahal mama berharap sekali, ya sudah deh tapi lain kali beneran ya!"


"Iya ma, insyaallah! Kalau begitu Ki permisi dulu ya ma, pa!"


Setelah berpamitan, Raka pun mengajak Asna menaiki motornya meninggalkan lapangan parkir.


"Memang kita mau kemana mas?"


"Pumpung mas libur dek, kita habiskan waktunya buat jalan-jalan berdua!"


"Aku kira ada yang penting!?"


"Itu penting banget dek biar mas, menghabiskan waktu berdua saja dengan kamu, adalah hal yang penting dalam hidup mas!"


"Mulai deh gombalnya, mau aku nanti terbang!"


Raka tersenyum mendengarkan ucapan Asna, secara tidak sadar Asna mulai menunjukkan perasaannya.


"Kita ke mana sih mas? Ini kan bukan jalan ke rumah?" tanya Asna saat menyadari jika mereka bukan berada di jalan menuju ke rumah mereka tapi berlawanan arah.


"Kan memang nggak pulang ke rumah!"


"Ke mana?"


"Nanti kamu juga tahu, pokoknya pegangan yang erat!"


"Jalannya kan nggak cepet, ngapain pegangan?"


"Biar bisa semakin cinta sama mas!"


Asna mencebirkan bibirnya tapi tetap saja tangannya melingkar di pinggang suaminya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰 ...


__ADS_2