Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Season 3 (10)


__ADS_3

Gus Raka, hanya dengan sekali tatap saja ia bisa tahu siapa tamunya itu.


"Ini masih sisa dua kan? Aku ambil ya?"


"Nggak kasih tukang parkir mas?"


"Hari ini tidak dulu ya, nanti biar aku kasih sendiri tukang parkirnya!"


"Iya mas!"


Gus Raka pun segera mengambil dua kotak nasi dan berjalan menghampiri Aslan.


"Assalamualaikum Aslan, sudah lama!"


"Waalaikum salam kak, baru saja! Baru setengah jam!"


"Duduklah, kamu pasti belum makan, kita makan bersama ya!" Gus Raka menyerahkan satu kotak nasi pada Aslan.


"Nggak perlu kak!"


"Nggak pa pa jangan sungkan, pasti ada hal penting yang ingin Aslan bicarakan kan sama kakak, jadi syaratnya harus makan dulu, soalnya kakak juga sangat lapar!" Gus Raka bicara sambil memegangi perutnya, sebenarnya tadi pagi ia sudah berniat untuk puasa Senin Kamis tapi ia batalkan karena tidak ingin membuat Aslan merasa canggung harus makan sendiri.


Aslan tidak bisa menolak lagi, ia pun akhirnya setuju untuk makan dengan Gus Raka.


Tidak ada perbincangan yang berarti selama mereka makan, sesekali Gus Raka hanya menanyakan tentang sekolah Aslan dan sama sekali tidak menyinggung tentang Asna.


Walaupun ia tahu pasti kedatangan Aslan kali ini ke tempatnya pasti ada hubungannya dengan sang kakak tapi tetap saja Gus Raka tidak mau menanyakan terlebih dulu sebelum Aslan sendiri yang bertanya padanya.


Hingga akhirnya makanan mereka pun habis,


"Terimakasih makan siangnya kak, lain kali aku akan menggantinya, nanti aku traktir kak Raka makan siang!"


"Semoga, pasti ada lain kali!"


Aslan segera terdiam, sepertinya dia sadar jika sudah memberi peluang pada pria di depannya jika ada kesempatan ke dua, ke tiga dan seterusnya untuk mereka bertemu,


"Maaf bukan itu maksud saya!"


"Kalaupun itu, aku sungguh tidak keberatan! Aku selalu berdoa semoga setelah ini ada lain kali, lain kali lainnya, insyaallah!"


"Apa tujuan kakak melamar kakak saya?" tiba-tiba Aslan memberi pertanyaan yang menohok seperti itu pada Gus Raka.


Dan seperti biasa, pria itu akan selalu menanggapi semuanya dengan wajah tenang ya, lesung pipi selalu menghiasi pipinya saat ia tersenyum.


"Menurutmu apa?"


"Apa kakak ingin memanfaatkan kakak saya?" Aslan masih bertanya dengan nada yang menggebu.


"Apa di wajah saya ada gambaran seseorang yang suka memanfaatkan orang lain?"


"Sekarang banyak orang berwajah baik ternyata hatinya busuk!"


Lagi dan lagi Gus Raka hanya tersenyum, ia pernah di fase seperti Aslan. Rasa ingin tahu dan rasa ingin melindungi orang-orang yang ia cintai bercampur menjadi satu. Gus Raka juga tidak bisa menyalahkan sikap Aslan yang seperti itu mengingat apa yang terjadi pada kakak perempuannya pasti sebuah pukulan yang berat baginya.


"Kakak kamu tahu tentang saya, kamu boleh bertanya tentang saya pada kakak kamu!"


Kali ini Aslan tercengang, ia bahkan tidak percaya jika sebenarnya pria di depannya dan sang kakak saling kenal,


"Kakak kenal kakak saya?"


Gus Raka pun mengangukkan kepalanya,


"Kakak tahu apa yang menimpa kakak saya?"


Lagi dan lagi Gus Raka menganggukkan kepalanya,


"Kenapa kakak ingin menikahi kakak saya?"


Aslan kembali ke pertanyaan awalnya tapi kali ini bertambah dengan dugaannya, "Apa kakak ingin mempermalukan kakak saya? Jelas latar belakang kakak dengan kakak saya jauh berbeda!"


Aslan menarik nafasnya dan melanjutkan lagi ucapannya sebelum Gus Raka sempat menjawabnya,


"Atau kakak hanya kasihan dengan keadaan kakak saya?"


Gus Raka menggelengkan kepalanya, "Tidak ada satupun yang benar dari opini kamu!"


"Lalu?"

__ADS_1


"Aku bukan orang suci seperti yang kamu pikir, aku tidak sebaik yang kamu pikir juga, aku tahu kakak kamu adalah gadis yang baik terlepas dari musibah apa yang menimpanya, jikapun lantaran hal ini Allah ingin mempersatukan kita, maka aku ikhlas, aku ingin kakak kamu juga bisa membuka hatinya untuk ikhlas menerima cobaan ini, aku ingin kita belajar bersama, berjalan bersama sebagia hamba yang sama-sama berada di titik terendah dalam hidup!"


"Memang apa yang terjadi pada kakak?" Aslan tidak pernah melihat apa yang aneh pada pria di depannya, bahkan menurutnya pria di depannya itu terlihat sempurna dengan wajah tampan, pintar, dan ilmu agama yang baik.


"Biarlah itu menjadi rahasi aku dengan Allah!"


"Atau jangan-jangan kakak gay ya?"


Gus Raka benar-benar tidak bisa menahan tawanya mendengar penuturan Aslan yang menurutnya begitu polos.


"Kenapa kakak tertawa, bisa jadi kan apa yang aku pikirkan itu benar, kakak seorang Gay yang mencari status dengan menikahi kakak saya!"


"Saya normal, saya pengagum wanita, saya juga mencintai wanita!"


"Benar seperti itu?" Aslan masih melihat Gus Raka dengan mata yang penuh selidik.


"Menurut kamu?" Gus Raka mengangkat kedua bahunya.


"Iya sih, kayaknya normal!"


Mereka terus mengobrol hingga tanpa sadar sampai sore, Aslan pun segera berpamitan pulang karena bisa jadi sekarang mamanya pasti sedang cemas memikirkannya.


Tidak bisa di pungkiri, setelah mengobrol panjang lebar dengan Gus Raka, Aslan pun mulai mengagumi pria itu.


...***...


Di tempat lain, saat anak-anak mengobrol. Para orang tua pun juga sama.


Ustadz Arif berjanji bertemu dengan pak Tedi di tempat yang sama.


Pak Tedi lebih dulu sampai karena rumahnya dengan warung kopi langganan mereka tidak terlalu jauh dengan tempat kerjanya sedangkan ustadz Arif butuh waktu setengah jam untuk sampai di lokasi.


"Bagaimana Rif? Kamu sudah membicarakan semuanya pada anak dan istri kamu?"


"Kalau anak sudah, insyaallah kalau istri ngikut!"


"Bagaimana?"


"Raka ingin lamarannya tetap di lanjutkan!"


Pak Tedi tampak terkejut sekaligus gembira bercampur bingung.


"Benar, itu biarlah menjadi rahasia anak saya tapi sungguh saya yakin jika alasannya pasti untuk kebaikan! Saya sangat mengenalnya! Jadi sebaiknya ini kami bawa lagi dan serahkan pada putrimu!" ustadz Arif menyerahkan kembali map yang sudah sempat ia bawa pulang kembali kemarin.


"Ini sudah di pikirkan baik-baik Rif? Masalahnya putriku sudah tidak sempurna lagi, bahkan karena kejadian itu sedikit banyak menyerang psikisnya!"


"Raka sudah mengatakan apapun konsekwensinya, dia setuju!"


"Baiklah kalau begitu, CV ini aku bawa ya Rif!"


"Harus, dan kami menunggu kabar baiknya dari kalian!"


"Insyaallah!"


Pertemuan kali ini mereka hanya sebentar, karena mereka hanya ingin membicarakan hal itu. Dan mereka pun kembali pulang ke rumahnya masing-masing untuk memberitakan apa yang mereka dapat hari ini.


...***...


Pak Tedi datang lebih dulu dari pada Aslan. Ia segera menemui istrinya dan menyerahkan CV milik Gus Raka.


"Ini beneran pa, anaknya mas Arif mau tetap melanjutkan lamarannya?"


"Iya ma, aku bingung bagaimana cara ngomongnya sama Asna!"


"Mama juga pa, Asna nggak mau keluar kamar selain makan sama sholat pa, mama bingung! Setiap kali mama cek, Asna lebih memilih untuk duduk di sofa nonton tv atau membaca buku, selebihnya tiduran, dia nggak pernah lagi tersenyum seperti dulu, dokter bilang Asna butuh temen ngobrol tapi tiap kali mama deketin dan ajak ngobrol dia selalu bilang ngantuk buat nyuruh mama keluar dari kamarnya!"


"Berdua aja ya ma, papa juga bingung kalau sendiri!"


"Itu lebih baik pa!"


Pak Tedi melihat rumah yang terlihat begitu sepi,


"Anak-anak kemana ma? Kok sepi?"


"Abizar baru saja keluar, katanya mau main bola di lapangan!"


"Aslan?"

__ADS_1


"Tadi Bizar pulang sendiri pa, katanya Aslan pulang telat karena ada tugas kelompok!"


"Sampai jam segini?"


"Mama juga khawatir, nggak biasanya anak itu!"


Baru saja di bicarakan, anak itu akhirnya muncul juga.


"Assalamualaikum, pa, ma!"


"Dari mana aja Lan, baru pulang?"


"Belajar kelompok ma, sama temen! Aslan masuk kamar dulu ya pa, ma, capek banget!"


Aslan pun segera meninggalkan kedua orang tuanya dan masuk ke dalam kamar.


Seperti yang di rencanakan, setelah makan malam pak Tedi dan istrinya pun mendatangi kamar Asna.


"Asna, papa sama Mama boleh masuk nggak?" ucap pak Tedi sambil mengetuk pintu kamar putrinya itu.


"Masuk pa!"


Pak Tedi dan istrinya pun segera membuka pintu yang tertutup rapat itu dan melihat putrinya baru saja melepas mukenanya, sepertinya putrinya baru saja membaca Alqur'an.


"Duduk pa, ma!"


Mereka pun memilih duduk di sofa kecil yang ada di kamar itu, Asna pun memilih mengambil kursi plastik kecil yang ada di depan meja rias dan di buatnya duduk di depan kedua orang tuanya, mereka hanya berbatasan sebuah meja kecil yang berbahan kayu.


"Ada apa pa, ma? Kenapa serius sekali?"


"Papa aja yang ngomong!" kedua orang tuanya malah terlibat saling lempat map untuk bicara.


"Kamu saja!"


"Kamu!"


"Kamu saja lah ma!"


"Papa saja!"


Asna menatap mereka bergantian, "Biar Asna lihat isi map nya!" tanpa permisi Asna pun mengambil map yang sedari tadi menjadi pusat perdebatan kedua orang tuanya.


Mas Raka ....


Asna begitu terkejut karena saat pertama kali membuka map, yang langsung terlihat adalah foto Gus Raka dan di bawahnya adalah segala hal yang menyangkut Gus Raka. Bahkan statusnya sebagai anak angkat pun juga di cantumkan.


Kedua orang tuanya terlihat terdiam menatap Asna. Mereka benar-benar penasaran dengan reaksi Asna saat ini.


"Ini apa pa?"


"Itu semua hal tentang Raka, putra temen papa kamu yang kemarin!"


"Iya, Asna tahu ma, tapi ini maksudnya apa? Kanapa ada di kalian?"


"Biar papa jelasin ya, sebenarnya putranya Arif yang bernama Raka itu mengajukan lamaran pada kami, untuk kamu!"


Brakkkk


Asna melempar map itu ke meja dengan begitu keras hingga kertas-kertas nya berhamburan keluar membuat kedua orang tuanya terdiam seribu bahasa. Ia tidak menyangka jika putrinya akan sekasar ini sekarang, dulu jangankan berkata kasar, membentak saja tidak pernah.


"Ini lelucon apa lagi sih pa, ma? Kurang puas dengan apa yang menimpa Asna hingga kalian masih ingin di permalukan lagi!"


"Na, dengarkan mama dulu!"


"Nggak ada yang perlu di bicarakan lagi ma, kalian boleh keluar dari kamar Asna jika masih mau membahas soal ini!"


Pak Tedi pun akhirnya mengajak istrinya keluar dari kamar dan Asna pun segera menutup pintu kamarnya dengan begitu kasar hingga membuat kedua orang tuanya kembali terkejut.


Visual Leon dan Raka



Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2