
Di tempat lain Nino sedang melakukan berbagai pemerikasaan, setelah di pastikan
semuanya baik, dokter menyarankan Nino untuk mulai puasa karena operasi akan di
lakukan besok jam delapan pagi.
Bu Santi terus saja menguatkan Nino agar tidak mengalami penurunan,
“Bu!”
“Iya sayang …, kenapa?” tanya bu Santi yang tidak pernah melepaskan genggaman
tangannya pada putranya itu.
“Apa mbak Aisyah baik-baik saja? Apa dia akan bahagia? Nino ingin melihat senyum
mbak Aisyah nanti saat Nino bangun dari operasi!”
Mendapat pertanyaan itu membuat bu Santi hanya bisa menahan air matanya yang seakan
sudah menguap di pelupuk mata, ia sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi
dengan putrinya, demi menyelamatkan nyawa putranya ia harus mengorbankan masa
muda putrinya.
Ia masih ingat jelas bagaimana kehidupannya dulu, bu Santi termasuk wanita yang
terpaksa menikah muda karena di jodohkan orang tuanya, bahkan dulu ia harus
menikah di usiannya yang masih tujuh belas tahun. Ia harus berjuang keras untuk
menjadi dewasa di usia muda, titik terendahnya saat suaminya meninggalkannya
untuk selamanya karena penyakit yang di deritanya.
“Mbak mu pasti bahagia, ibu selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian!” ucap bu Santi
sambil memeluk putranya itu.
Tok tok tok
Percakapan mereka terhenti saat seseorang mengetuk pintu,
“bibi …!” seorang wanita muda menghampirinya, dia adalah Dini. setelah mendapat undangan pernikahan dari Aisyah, Dini segera meluncur ke Surabaya. Ayah Dini
adalah kakak kandung dari ayah Aisyah.
“Dini …, kapan kamu datang?”
“Baru saja bi, langsung ke rumah trus kata tetangga bibi, bibi di rumah sakit,
makanya Dini langsung ke sini! Ada apa dengan Nino bi?”
“Nino besok harus operasi!”
“lalu Aisyah?”
“Bibi minta tolong sama kamu, tolong temani Aisyah ya, kasihan dia!”
“Kenapa?”
Dini yang belum terlalu faham dengan situasinya menjadi sangat bingung, di sisi
lain ada Nino tapi di temat lain Aisyah malah melangsungkan pernikahannya.
“Bibi mohon!”
“baiklah bi!”
***
Setelah memastikan semua baik-baik saja, Dini segera menuju ke hotel tempat Aisyah akan
melangsungkan pernikahan.
“Kak …!”
“Aisyah!”
Dini segera memeluk Aisyah, ia tidak menyangka sepupunya itu akan menikah begitu
cepat.
__ADS_1
“Sya …, ini Alex siapa?” tanya Dini, ia seperti tidak asing dengan nama itu.
“Kak Dini sudah mengenalnya!”
“Siapa?”
“Kevin alexander!”
“Kevin Alexander, Alex yang selalu dengan Nadin?”
“Iya kak!”
“kok bisa?”
Dini benar-benar tidak percaya orang seperti alex yang akan menikahi sepupunya itu.
Ia memang tidak terlalu mengenal alex, ia hanya bertemu dengan Alex beberapa
kali saat menemui Nadin di persembunyiannya dulu. Alex jelas bukan tipe Aisyah
banget, begitupun dengan Alex, ia sedikit tahu jika Alex bukan orang yang religius.
“Mungkin Allah punya rencana yang luar biasa untuk Aisyah kak dan aisyah harus belajar
sabar.
***
Pagi ini matahari bersinar cerah, tapi tidak secerah hati Aisyah, semenjak subuh ia sudah berkali-kali beristigfar, ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua akan baik-baik saja. Seorang MUA sudah meriasnya dengan begitu anggun dengan balutan gaun yang di padukan dengan hijab yang menutup kepalanya.
Dini sudah tidak lagi di kamarnya, nenek Widya mengajak Dini untuk membantu
mengurusi persiapan semuanya, dekorasi yang megah dan pernikahan yang mewah
tidak membuat hati Aisyah terobati.
Di kamar lain Alex pun melakukan hal yang sama, dengan di bantu Leon, ia
mengenakan kemeja dan jas pengantinnya.
Setelah pukul delapan, Aisyah di bawa keluar dari kamar nya begitu juga dengan Alex.
Terdengar samar-samar MC sudah mulai membuka acara. Pak penghulu sudah datang
Tamu sudah mulai berdatangan, Alex dan Aisyah di pertemukan di aula pernikahan di depan penghulu dan saksi. Banyak kamera yang siap mengabadikan moment itu. Aisyah di temani Bianka melaksanakan prosesi ijab Qabul.
Pak penghulu sudah duduk di hadapan alex dan Aisyah. pria yang selalu tampil
arrogant itu kini tampil dengan stelan jas putih khas pengantin dan juga peci
putihnya. Ketampanannya semakin terpancar dengan yang di kenakan.
“Sudah siap?” tanya pak penghulu.
“Sudah!”
Pak penghulu mengulurkan tangannya, tanpa ragu alex menjabatnya. Walaupun
pernikahan yang ia rencanakan adalah pernikahan yang ia anggap hanya perjanjian
di atas kertas, tapi entah kenapa ia merasakan jantungnya terus berdegup
kencang walaupun ia sudah berulang kali menenangkannya, wajah arrogantnya
seakan lenyap begitu saja.
Dengan microphone yang sudah berada di tangannya, suaranya mampu didengar oleh semua tamu yang datang. Pak penghulu melafalkan beberapa doa sebelum memulai ijab qabul.
“Kevin Alexander!”
Suara nyaring keluar dari pengeras suara yang menggema di seluruh ruang yang luas
itu. Jantung Aisyah semakin berpacu begitupun dengan Alex.
“saya!”
“Saya nikah dan kawinkan engkau dengan Aisyah Ratna binti Husein dengan mas kawin
uang tunai sebesar lima puluh juta di bayar tunai!”
“saya terima nikah dan kawinnya Aisyah ratna binti Husein dengan maskawin tersebut
dibayar tunai.” Dengan sekali tarikan nafas Alex menyelesaikan Qobulnya.
__ADS_1
“Saaaahhhhhh …!”
Seruan tamu yang hadir menjadikan Aisyah sah menjadi istri Alex, nenek widya yang
paling bersemangat di antara semua yang hadir. Nenek Widya segera memeluk
aisyah, tangisannya terurai, ia benar-benar bersyukur dengan hadirnya Aisyah di
hidup cucunya, mungkin harta sudah terlalu biasa untuk cucunya tapi istri yang
salihah akan sangat berarti untuk cucunya yang tidak begitu mengenal tuhan.
Setelah acara ijab qabul, acara langsung di lanjutkan dengan resepsi, ada banyak tamu
yang di undang oleh alex. Terutama Rendi dan Nadin, tujuannya hanya ingin
menunjukkan pada Rendi bahwa ia sudah menikah, berarti peluang untuk bertemu
dengan Elan akan terbuka. Sudah satu bulan dan ia tidak bisa menemui bayi
mungil itu.
Kedatangan Rendi adalah yang paling di tunggu oleh Alex. Dan benar saja pria dingin itu
datang dengan Nadin. Di sebuah ballroom yang sangat luas itu, ruang pesta itu
di hias sedemikian indah, bunga-bunga menghiasi seluruh ruangan. Rendi dan
Nadin berjalan memasuki gedung, Rendi menggendong Elan.
Semua mata tertuju pada mereka. Sebagian besar dari mereka pasti juga mengenal Rendi.
Tamu yang hadir di pernikahan itu sebagian besar adalah para pengusaha, Rendi
adalah salah satu pengusaha yang namanya patut di perhitungkan.
Mereka ternyata datang terlambat, akad nikahnya sudah selesai sekarang tinggal
resepsinya. Nadin mengajak Rendi menghampiri pengantinnya.
“Kak Nadin!”
“Aisyah!”
Dua wanita itu saling berpelukan. Kesedihan aisyah seakan terobati dengan
kedatangan Elan dan Nadin, ia sudah begitu apik menyembunyikan kesedihannya, ia
terus tersenyum sepanjang acara, seolah-olah kesedihan bukan miliknya.
“Kak, kakak berhijab?” Aisyah senang melihat penampilan baru Nadin.
“Iya …, tapi aku masih belum bisa sepertimu …., doakan agar bisa istiqomah dengan
hijab ini!”
“Iya.kak, pasti. Ais suka dengan penampilan baru kakak!”
Nadin menatap Alex yang berdiri di samping Aisyah. pria arogan itu tersenyum pada
nadin.
“Hai Lex …, selamat ya atas pernikahan kalian!”
“Sama-sama …, bagaimana kabarmu dan baby El?” mata Alex tidak pernah beralih dari menatap baby El yang berada dalam gendongan Rendi.
“Kami baik, mas Rendi sudah menjelaskan semuanya padaku dan semuanya hanya salah
paham!”
“Syukurlah kalau begitu!” saat Nadin mengatakan itu, ada rasa tidak rela dalam hatinya, ia masih merasa jika tidak seharusnya Nadin kembali pada Rendi.
Pernikahan Alex dan Aisyah begitu megah, tamu yang di undang adalah orang-orang besar.
Aisyah begitu cantik dengan gaun pengantinnya begitu serasih saat bersanding
dengan Kevin Alexander.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak
Happy Reading 🥰😘😘
__ADS_1