Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Kepulangan Alex


__ADS_3

Kini sudah satu minggu Alex di rawat di rumah sakit, aisyah dengan setia menemani


Alex. Ia bahkan sama sekali tidak meninggalkan Alex, kecuali pas sholat.


Setelah melewati banyak pemeriksaan akhirnya Alex di ijinkan untuk melakukan rawat


jalan dengan berbagai syarat, ia tidak boleh melakukan aktifitas yang berat dan


setiap dua hari sekali dokter akan datang ke rumah atau alex yang harus ke


rumah sakit. Dan dia memilih dokter yang datang ke rumah.


“Biar aku bantu mas!” ucap Aisyah, ia segera membantu Alex berjalan di bantu dengan


tongkat itu, kakinya tidak separah tangannya, kakinya hanya retak sedikit dan


dokter menyarankan untuk banyak belajar menggerakkan kakinya agar tidak kaku.


Alex mengalungkan lengan kiri nya ke pundak Aisyah, tapi benar-benar kalah besar dengan tubuh Alex. Tubuh Aisyah terlalu kecil. Melihat Aisyah yang kesusahan membuatnya tidak tega.


Alex pun menghentikan langkahnya, "Kenapa berhenti mas?" tanya Aisyah.


“Biar Leon aja yang bantu aku!” ucap Alex membuat Aisyah mendongakkan kepalanya saat merasakan Alex melepaskan tangannya dari pundaknya.


"Kenapa?" tanya Aisyah, tapi Alex memilih tidak menjawab pertanyaan Aisyah.


“Leon …, batu saya!” ucap Alex membuat Leon yang berjalan di belakang mereka segera menghampiri mereka.


Segitunya mas Alex nggak mau dekat sama aku .....


“Baik tuan!”


Dengan wajah kecewanya Aisyah segera menjauhkan diri dari suaminya itu.


"Tasnya biar aku aja yang bawa mas!" ucap Aisyah pada Leon yang sudah bersiap memapah Alex.


"Tidak usah nona!" tolak Leon.


"Aku memaksa!" ucap Aisyah dan segera mengambil tas begitu saja, Leon tidak bisa lagi menahan tas itu.


Leon pun segera mengantikan Aisyah untuk memapah Alex,  mereka berjalan meninggalkan kamar inapnya yang sudah ia tinggali selama satu minggu ini.


Aisyah mengikuti langkah Alex di belakangnya sambil membawa tas yang berisi baju ganti dan beberapa peralatan pribadi.


Tangan kanan Leon meraih pintu mobil saat sampai di samping mobil yang sudah siap


terparkir di depan rumah sakit.

__ADS_1


“Saya duduk di depan saja!” ucap Alex, ia sedang berusaha menghindari Aisyah. entah


kenapa setiap kali dekat dengan gadis itu jantungnya rasanya semakin parah


saja, ia merasakan sesak.


“Maaf tuan! Tapi di depan ada sopir!” ucap leon.


Kenapa bawa sopir sih …., biasanya juga nggak pernah bawa sopir …! Masak aku biarin leon duduk berdua di belakang sama Aisyah, batin Alex sambil menatap Leon kesal.


“Baiklah …, saya di belakang!” ucap Alex, ia pun segera masuk ke dalam mobil dan tanpa disadarinya ternyata Aisyah mendengar pembicaraan mereka berdua.


Mas Alex menghindar banget sih dari Aisyah …., batin Aisyah. ia pun segera menyusul masuk


ke dalam mobil.


Leon segera membuka pintu depan setelah memastikan semuanya masuk dan dia duduk di samping sopir.


Terlihat di bangku belakang dua manusia itu hanya saling diam, Leon hanya bisa menghela nafas panjang nya.


Tuan Alex benar-benar keras kepala .....


Mobil sudah meninggalkan rumah sakit, masih cukup siang jadi jalanan cukup ramai, beberapa kali Aisyah melirik pria yang duduk di sampingnya itu tapi sepertinya pria arrogant itu lebih memilih menatap ke luar jendela.


Hingga akhirnya mereka sampai juga di rumah nenek Widya. Ia tidak mungkin tinggal di rumahnya sendiri, karena kalau kelamaan meninggalkan neneknya, neneknya bisa curiga.


“Alex…!” wanita yang sudah cukup sepuh itu berjalan dengan tongkatnya dan menghampiri Alex dan Aisyah. Ia terlihat begitu terkejut melihat keadaan Alex yang tangannya di gendong dan berjalan di bantu tongkat.


Tapi Alex juga tidak kalah terkejutnya, “Nenek! Nenek sudah sembuh?” tanya Alex karena sebelum ia masuk rumah sakit neneknya masih belum bisa turun dari kursi roda.


“Nenek sudah sembuh, tapi kenapa bisa begini? Kenapa kaki dan tanganmu?” tanya nenek Widya. "Aisyah sayang ...., ada apa?"


"Assalamualaikum nek!" sapa Aisyah dan segera mencium tangannya, "Sebenarnya_!"


Hampir saja Aisyah berbicara pada neneknya, tapi Alex segera memotong ucapan Aisyah.


“panjang nek ceritanya, tapi Alex sudah nggak pa pa!” ucap Alex sebelum Aisyah menyelesaikan ucapannya. Ia tahu bagaimana Aisyah, istrinya itu pasti akan mengatakan yang sebenarnya pada neneknya dan pasti neneknya akan sangat cemas apalagi mengingat pesan yang di terimanya sebelum ia kecelakaan.


“Aisyah, kamu baik-baik saja?” tanya nenek ya tetap mencerca pertanyaan pada Aisyah karena jika bertanya pada Alex, ia tidak akan mendapatkan jawaban yang sebenarnya.


"Aisyah juga baik nek!" jawab Aisyah sambil melirik pada Alex dan pria arrogant itu memilih menggelengkan kepalanya memberi kode pada Aisyah untuk tidak menceritakan semuanya.


“Nenek baik-baik aja kan di rumah?” tanya Aisyah segera untuk mengalihkan perhatian sang nenek.


“Iya …, nenek baik-baik saja karena semua menjaga nenek dengan baik!” ucap nenek Widya.


Mereka sudah berada di ruang keluarga, nenek terus saja bertanya ini itu mengenai keadaan Alex, Aisyah pun menceritakan semua tentang perawatan Alex.

__ADS_1


“Ya udah Alex istirahat dulu ya nek, masih sakit banget!” ucap Alex yang sedari tadi memang sudah merasa bosan karena sedari tadi yang bicara hanya Aisyah dan neneknya. Saat seperti itu Aisyah berubah menjadi wanita yang sangat ceria dan banyak bicara.


Alex memilih berdiri dari duduknya dan hendak berjalan meninggalkan mereka. Aisyah bingung harus menemani sang nenek atau mengikuti suaminya. Nenek Widya bisa membaca wajah bingung Aisyah, ia pun tersenyum.


"Sayang ....., kamu ikuti gih suami kamu, siapa tahu butuh sesuatu! Nenek juga sudah capek mau istirahat!" ucap nenek Widya.


"Baik nek!"


Aisyah pun segera menyusul Alex yang sudah hampir menaiki tangga. Aisyah segera memegang tangan Alex.


"Aku bantu ya mas!" ucap Aisyah membuat Alex menoleh padanya.


"Nggak usah!" tolak Alex tapi kali ini Aisyah tidak mau mengalah.


"Kalau Ay, memaksa memang mas Alex mau apa!" ucap Aisyah sambil terus memapah Alex.


"Dasar keras kepala!" gumam Alex.


Akhirnya Alex tidak lagi menolak bantuan Aisyah. Alex sebenarnya hanya bisa menatap Aisyah hingga mereka sampai di pangkal tangga dan Aisyah pun segera melepaskan tubuh Alex dan membuka pintu kamar.


"Silahkan masuk mas!" ucap Aisyah sambil mengayunkan tangannya seperti menyambut pangeran.


"Nggak gitu juga kali!" ucap Alex sambil berjalan melewati Aisyah.


"Assalamualaikum .....!" ucap Aisyah membuat Alex menghentikan langkahnya dan menatap Aisyah dengan penuh tanya.


"Jangan bingung mas, walaupun di dalam rumah atau kamar kita nggak ada orang! Kalau dari mana-mana alangkah baiknya kita mengucapkan salah, apalagi kan kita juga sudah lama ninggalin kamar ini!"


"Buat apa?"


"Ya karena kita hidup di dunia ini berdampingan, bukan cuma kita saja sebagai manusia yang hidup di sini tapi ada makluk yang lainnya juga yang kita nggak bisa lihat tapi patut di imani keberadaannya karena dalam Al-Qur'an pun juga di jelaskan!"


"Baiklah ....., aku mengerti!" ucap Alex dan berlalu meninggalkan Aisyah, tapi jawaban Alex yang singkat tanpa bantahan itu membuat Aisyah terbengong di tempatnya.


Hahhhhh .....


Dan pastinya Aisyah senang.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2