Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Flashback yang berkesan


__ADS_3

Ajun melihat siapa yang turun dari mobil yang berhenti itu, dan ternyata Alex, Alex terlihat begitu terkejut saat melihat Ajun di depan rumah nya.


"Kamu ....!?"


Alex mulai berjalan mendekati Ajun, mereka pun berdiri hanya berjarak sekitar satu meter, mata mereka saling bertemu. Alex menatap begitu tajam, begitu penasaran kenapa Ajun bisa berdiri di depan rumahnya.


Terakhir kali mereka bertemu Ajun mengeluarkan kata-kata pedas kepada Alex karena ulah Alex yang meninggalkan Aisyah di jalanan,


Jangan suka menarik ulur perasaan seseorang, karena di luar sana banyak orang yang sedang menunggu layang-layang itu putus ....


Benar-benar jlebb dan ngena banget,


dan kata-kata itu berhasil membuat hati Alex tergerak untuk memandang Aisyah dari sudut pandang yang berbeda bukan hanya soal kemarahan dan egonya saja.


"Apa yang kau lakukan di rumah saya?" tanya Alex.


"Istrimu yang mengundangku ke sini!" ucap Ajun dengan sengaja, ia ingin tahu apa pria di depannya ini sudah berubah karena terakhir kali, dia tidak benar-benar mencintai istrinya.


"Aisyah?" tanya Alex kaget dan sebelum Ajun kembali membubuhkan kata-kata pedasnya, Dini lebih dulu menghampiri mereka.


"Sayang ...., lama sekali?!" ucap Dini tapi kemudian matanya tertuju pada pria yang berdiri di depan suaminya dengan tangan yang mengepal sempurna.


"Pak Alex!?"


Alex yang mendengar Dini memanggil Ajun dengan kata 'sayang' membuatnya perlahan-lahan merenggangkan kepalannya.


Sayang ......


"Pak Alex, apa kabar?" tanya Dini lalu berjalan menghampiri Ajun dan melingkarkan lengannya di lengan Ajun.


"Kenalkan, ini suami saya pak Alex! Sayang sekali anda dan Aisyah tidak datang di pernikahan saya!" ucap Dini.


Alex pun sekarang bisa merasa lega, sedetik yang lalu ia hampir saja terbakar cemburu gara-gara kata kata orang yang ada di depannya itu.


"Selamat atas pernikahan kalian, saya dan Aisyah minta maaf karena tidak bisa hadir, mengingat keadaan Aisyah tidak memungkinkan untuk melakukan perjalan jauh!"


"Di maafkan kok pak, iya kan sayang?" tanya Dini sambil menggelayut manja dengan tersenyum semanis mungkin di tujukan pada suami dinginnya itu.


"Iya!" jawab Ajun singkat padat dan jelas, dengan mengangkat tipis garis bibirnya menatap Alex.


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah, Aisyah dan baby Kia juga semua keluarga sudah duduk di ruang tamu dengan baby Kia yang sedang berada di pangkuan mamanya Dini.


"Assalamualaikum!" salam Alex membuat pria dingin di belakangnya cukup terkejut.


Sejak kapan dia mengenal ucapan salam, si arrogant ini benar-benar membuatku terkejut, batin Ajun.

__ADS_1


"Waalaikum salam ....!" jawab semua yang ada di sana.


"Selamat datang om ..., tante ....!" sapa Alex pada papa dan mamanya Dini.


"Terimakasih, nak Alex!"


Alex pun segera duduk di samping Aisyah dan Aisyah segera mencium punggung tangannya dan seperti biasa Alex akan mencium kening Aisyah.


"Ya Allah ....., kalian mesra sekali ....!" ucap mama Dini, "Iya kan pa?"


Hal itu tentu membuat Dini melotot pada suaminya karena suaminya tidak bisa semanis itu, dia benar-benar seperti kanebo kering butuh di basahin dulu biar lumer.


"Iya ...., om senang lihat kalian mesra seperti ini, om jadi pengen muda lagi!"


"Jangan om ...., nanti kalau om muda lagi kasihan baby Kia!" ucap Aisyah sambil tersenyum.


"Kenapa?"


"Baby Kia nggak besar-besar gara gara kakeknya nggak mau tua!"


Ha ha ha ....


Semua tertawa mendengarkan candaan dari Aisyah.


"Sudah sore ...., om, tante, Dini sama Ajun permisi dulu ya, kami akan datang di acara sepasaran nanti!" ucap papa Dini.


"Maaf nak Alex, kami punya rumah lama di sini sekalian mau melihat-lihat, sudah lama tidak di kunjungi!"


"Padahal kami senang kalau om sama tante mau tinggal di sini!" ucap Aisyah juga.


"Lain kali saja, kami juga berencana untuk mampir di rumah Santi beberapa hari!" ucap mama Dini. Aisyah pun segera melihat ke arah ibunya.


"Ibu mau pulang? Kok nggak bilang sama Aisyah?" tanya Aisyah.


"Iya maaf, ibu kan juga sudah dua hari di sini, besok waktunya adik kamu pulang kasihan kalau ibu nggak di rumah!"


"Tapi ibu ke sini lagi kan?" tanya Aisyah yang masih belum rela di tinggal pulang oleh ibunya.


"Tentu Ay ...., mana bisa ibu jauh jauh dari cucu ibu!"


"Padahal ki sudah berharap kalian bisa menginap di sini!" ucap nenek Widya.


"Lain hari saja bu, insyaallah!"


Setelah berpamitan mereka pun akhirnya meninggalkan rumah Aisyah dan Alex.

__ADS_1


Ajun sudah meminta seseorang untuk mengantarkan mobil ke rumah Alex, selama di surabaya mereka bisa memakai mobil itu.


"Kamu sama pak Alex tadi ngomongin apa?" tanya Dini setelah berada di dalam mobil.


"Kenapa?" tapi seperti biasa Ajun malah balik bertanya.


"Ya bukan apa apa ...., cuma kayak serius banget!"


"Emang saya pernah becanda?"


"Jangankan becanda, wajah kamu aja hanya dalam mode serius!" ucap Dini kesal dengan sikap dingin suaminya itu.


Untung cinta ...., coba kalau enggak udah aku tendang nih orang ke antartika biar tambah beku ...., batin Dini sambil beralih menatap jalanan.


Di belakang para orang tua itu hanya bisa saling senyum melihat tingkah pengantin baru itu.


"Kita ke rumah tante Santi aja langsung ya Jun!" ucap papa Dini.


"Baik pa!"


Ini untuk kedua kalinya bagi Ajun datang ke Surabaya setelah saat menyusul Nadin bersama Rendi waktu itu. Ajun sudah terlalu faham dengan seluk beluk rumah Aisyah karena dulu mereka tetanggaan.


Akhirnya mobil yang di kendarai Ajun sampai juga di depan rumah Aisyah.


Bu Santi dan orang tua Dini pun turun dari mobil.


"Maaf ma , pa ..., Dini dan Ajun sudah memutuskan untuk tinggal di rumah pak Rendi selama di Surabaya, kalian tidak keberatan kan?" tanya Ajun membuat Dini segera menoleh ke pada suaminya itu karena perasaan ia sama sekali belum di ajak bicara tentang ini oleh suaminya itu.


"Kapan? Apa kamu_?" tanya Dini dengan kata-kata yang menggantung dan Ajun dengan cepat menarik pinggang Dini dalam pelukannya.


"Kemarin sayang, kamu kan sudah janji sama bu Nadin!" ucap Ajun dengan mengeratkan giginya memberi isyarat pada istrinya agar tidak banyak bicara.


"I- iya ma ..., pa ....! Dini lupa!"


"Memang di mana sih rumahnya?" tanya mamanya Dini.


"Itu ....!" tunjuk Ajun dan Dini bersama pada rumah dengan model minimalis itu yang hanya berjarak dua rumah dari rumah bu Santi.


"Oh ....., ituuuuuu ....!" ucap papa dan mama Dini bersamaan dan saling tersenyum, mang semenjak menikah mereka belum pernah bulan madu mungkin mereka ingin menghabiskan waktunya berdua saja.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


Tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2