Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Season 3 (79)


__ADS_3

Asna terus menggerutu sepanjang jalan karena suaminya ternyata tidak bisa romantis seperti dulu,


"Bisa nggak sih mas, manis dikit? Kesel tahu!?"


"Aku akan manis sama orang yang tepat!"


"Memang aku nggak tepat!?" Asna turun begitu saja setelah memarkir motornya di halaman toko, ia tidak mempedulikan pria yang tetap tidak mau kalah dengan pendiriannya itu.


"Assalamualaikum mbak Asna!" sapa salah satu karyawan yang ia lewati,


"Waalaikum salam!" tidak seperti biasanya, Asna tidak memberi embel-embel apapun pada jawabannya kemudian berlalu begitu saja.


"Mbak Asna kenapa ya?" pria dengan kaos sama dengan teman-teman nya itu terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal, belum juga selesai rasa herannya, pintu kaca itu kembali terbuka dan pria yang sudah hampir dua tahun tidak datang ke toko tiba-tiba muncul dengan tanpa rasa bersalah.


"Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam, mas Raka!?"


"Kamu gendutan ya sekarang?" Raka memperhatikan karyawannya yang terlihat lebih berisi di banding satu setengah tahun yang lalu.


"Ohhh ini, ini anu mas_!" pria itu kembali bingung harus menjawab apa,


"Itu efek habis nikah mas!" salah satu karyawan lain menyahut dari balik rak buku.


Raka terlihat terkejut, "Nikah? Kapan?"


"Sudah lama itu mas, jangan dengerin kata Seno, saya sudah nikah lima bulan yang lalu!"


"Kok bisa?"


"Ya bisa mas, kan memang sudah waktunya nikah!"


"Bukan itu maksudnya! Aku kok bisa nggak tahu sih?"


Pria itu tampak kembali menggaruk kepalanya yang memang sedari tadi tidak gatal, jika istrinya saja kesulitan menjelaskan lalu bagaimana dengan dirinya.


Dari pada pusing memikirkan jawabannya, pria itu memilih mencari alasan agar bisa menghindari dari Raka,

__ADS_1


"Ehhh itu mas, lupa tadi ada yang belum kebawa ke sini! Aku ke belakang dulu ya mas!?"


Pria itu mengeluarkan jurus langkah seribu demi terhindar dari banyak pertanyaan.


Raka hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju ke ruangannya. Di dalam ia sudah mendapati Asna duduk di kursinya, sebuah perangkat komputer sudah menyala di depannya. Wanita itu tampak begitu serius memperhatikan layar datar itu.


"Kenapa dia duduk di sana? Bukankah katanya hanya asisten?" gerutu Raka sambil berjalan mendekati wanita yang menurutnya selalu mengaku sebagai istrinya itu.


"Kamu kenapa duduk di situ?" yang di tanya terpaksa mendongakkan kepalanya sejenak lalu kembali fokus pada layar yang menyala di depannya.


Raka yang merasa di cuekin, hanya bisa menyusul duduk di kursi yang tersisa. Posisi mereka saling berhadapan dan di antara mereka ada meja besar dengan beberapa tumpukan berkas dan komputer yang sedang membuat Asna fokus.


"Baiklah, bicaralah setelah kamu selesai!" Raka menyerah dan memilih untuk merogoh ponselnya yang berada di saku jaketnya, ia mulai membuka kunci layar ponselnya. Walaupun ia merasa tidak kenal dengan tanggal yang menjadi kunci layar ponselnya tetap saja ia tidak berniat untuk menggantinya.


Perlahan ia membuka galeri ponselnya yang terlihat penuh dengan foto,


"Astaghfirullah!?" Raka sampai melempar ponselnya ke atas meja karena terkejut. Asna yang fokus pun ikut terkejut di buatnya.


"Ada apa sih mas?"


"Ini pasti kerjaan kamu ya?" Raka menuduhkan sesuatu yang Asna belum tahu apa maksudnya.


"Lihat, bisa-bisanya galeri ponselku penuh dengan foto kamu, dan lagi banyak yang nggak pakek hijab lagi!" Raka menajamkan matanya pada sang istri.


Pengen banget makan nih orang ...., Asna benar-benar kesal dengan tingkah suaminya itu, ia sampai berdiri dan berkacak pinggang.


"Mau ngajak gulat atau tinju?" Asna mengepalkan tangannya sambil meniup-niupnya seperti siap untuk berperang.


"Aku nggak suka lawan perempuan! Lain kali kalau mau Selfi pakek ponselnya sendiri!" Raka yang melihat Asna marah tidak berniat untuk melanjutkan perdebatan mereka.


Ia pun kembali duduk dan mengambil ponselnya lagi. Walaupun ngomel dan ngedumel tapi tetap saja jari-jarinya tidak berniat untuk menekan gambar keranjang sampah, ia memilih kembali menscroll layarnya ke bawah hingga lagi-lagi matanya melotot sempurna saat menemukan sebuah foto pernikahan.


"Ini rekayasa pasti!?" gumamnya membuat konsentrasi Asna yang sedang mengedit beberapa file yang masih berantakan itu terganggu.


"Sekarang apa lagi?"


Raka menyadari jika Asna ternyata mendengarkan gumamannya,

__ADS_1


"Tidak, aku tidak bicara ya sama kamu!"


"TERSERAH!"


Asna benar-benar di buat kesal, ia pun memilih untuk berdiri dan berlalu meninggalkan sang suami, meninggalkan layar komputer yang masih menyala.


Ia memilih pergi ke tempat pengepresan setelah sebelumnya melewati tahap percetakan.


"Memang cuma dia yang bisa marah, aku juga!" gerutu Asna sambil duduk di sela-sela buku yang setengah jadi.


"Mbak Asna kenapa? Suntuk banget?" tanya salah satu karyawan berhijab dengan wajah khas daerah timur, walaupun begitu dia begitu fasih berbahasa Jawa karena sejak kecil sudah tinggal di Jawa bersama dengan neneknya.


"Kesal aku, mas Raka benar-benar bikin emosi!" Asna meraih botol air mineral kecil yang masih tersegel di sampingnya dan meneguknya setelah berhasil membuka segelnya.


"Sabar mbak, ini ujian buat cinta mas Raka sama mbak Asna! Anggap aja mbak Asna sekarang sedang mengejar cinta mas Raka yang tertunda! Mas Raka aja dulu begitu semangat, masak sekarang mbak Asna mau nyerah!?"


"Iya, kamu benar! Aku harus kuat pokoknya!" Asna menyemangati dirinya sendiri.


Raka yang di tinggal sendiri di dalam ruangannya tampak kebingungan harus melakukan apa.


Ia pun memilih untuk berjalan dan duduk di tempat yang baru saja di tinggalkan oleh Asna,


"Ini kan memang bangku ku, enak saja dia mau menguasainya!"


Raka pun kemudian memperhatikan layar yang ada di depannya dan melihat apa yang baru di kerjanya oleh Asna.


"Ini proyek kapan ya? Kenapa aku tidak pernah tahu? Sebenarnya sudah berapa lama sih aku koma di rumah sakit?" raka memperhatikan dengan begitu jeli apa yang ada di dalam layar komputer.


Walaupun begitu tetap saja ia melanjutkan pekerjaan Asna yang tertunda itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya ya


Follow akun Ig aku ya


Ig @ tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2