Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Harta berharga papa


__ADS_3

"Jadi mas Alex nggak marah?" tanya Aisyah.


"Kenapa harus marah?"


"Mas Alex nggak curiga jika itu bukan anaknya mas Alex?"


"Aku tahu siapa kamu, cuma ada dua kemungkin tentang Arsyi!"


"Apa?"


"Arsyi adalah anakku atau memang setelah kamu pergi dari aku kamu menikah lagi dan punya anak dan kemungkinan yang ke dua nyatanya tidak terjadi sayang, kamu masih istriku dan selamanya istriku!"


"Terimakasih ya mas sudah sangat percaya sama Aisyah!"


"Bagaimana aku tidak percaya sama hamba-Nya yang begitu taat ini, Allah yang sudah menjagamu! Kalau aku tidak percaya padamu berarti aku nggak percaya dong sama Allah!"


Alex kembali berdiri dan mengusap rambut Aisyah yang masih basah.


"Segeralah bersiap, kita harus menjemput Kia dan Arsyi mengaji kan?"


"Iya mas!"


Aisyah begitu senang, ia segera memakai kembali jilbabnya dan mengoleskan kame up tipis di wajahnya dan menyusul suaminya yang sudah lebih dulu di luar kamar. Pria itu sedang menyimpan makanan yang du bawa Aisyah ke dalam lemari pendingin.


"Ayo mas, aku sudah siap!"


Mendengar suara Aisyah, Alex pun menghentikan kegiatannya. Ia tersenyum, bisa melihat wanita di depannya adalah sebuah kebahagiaan.


"Baiklah, kita naik mobil ya, motornya di tinggal di sini aja!"


"Tapi Mas Alex nggak makan dulu?" tanyanya saat semua makanan sudah kembali di masukkan.


Alex mendekati Aisyah dan mengusap kepalanya yang tertutup jilbab lalu mencium keningnya istrinya itu,


"Nanti saja, aku sudah nggak sabar ketemu sama Kia dan Arsyi!"


"Baiklah!"


Aisyah mengambil tas kecilnya dan mengikuti suaminya keluar, Alex memasukkan sepeda motor Aisyah ke dalam rumah dan membukakan pintu mobil untuk Aisyah.


"Terimakasih mas!"


"Sama-sama sayang!"


Alex segera berlari mengitari mobilnya dan masuk melalui pintu samping.


Mobil berjalan pelan menuju ke tempat mengaji Kia dan Arsyi. Tidak begitu jauh itulah kenapa Kia dan Arsyi lebih suka berjalan dari pada di antar naik motor.


Mereka sampai di depan masjid,


"Kita turun ya sayang!" ucap Alex dan Aisyah pun mengangguk. Mereka turun dari mobil dan menunggu putra putrinya itu di depan mobil.


Hingga akhirnya satu persatu anak-anak keluar dari dalam masjid. Ada yang bergerombol dan ada juga yang sendiri.


Terlihat dari kejauhan Kia sedang berdiri menunggu Arsyi yang memakai sandalnya.


"Itu mereka mas!" ucap Aisyah, "Kia ....., Arsyi ....!" panggil Aisyah sambil meregangkan tangannya membuat Kia dan Arsyi menoleh padanya.


"Papa ....!"

__ADS_1


Tanpa sadar Kia melepaskan tangan adiknya dan berlari menghampiri mama Aisyah dan papa Alex.


"Papa ....!" peluk Kia pada papa Alex membuat Aisyah tercengang karena ia kira Kia akan memeluknya.


"Papa ...., Kia seneng bisa ketemu sama papa lagi!"


"Papa juga sayang!"


Arsyi yang tertinggal segera menghampiri mereka dan menarik baju gamis Aisyah.


"Ma ...., Kia ...., dia ciapa? Kenapa Kia memeyuknya?"


Arsyi terus menatap pria yang di peluk oleh kakak perempuannya itu.


"Arsyi sayang, Dia papa Arsyi!"


Alex pun menoleh pada Arsyi dan melepaskan pelukan Kia.


"Arsyi ...., ini papa sayang! Mau peluk papa nggak?"


"Ayo sayang peluk papa!" perintah Aisyah, setelah mendapat aba-aba dari Aisyah barulah Arsyi perlahan mendekati papa Alex.


"Kamu papa Aci ya?" tanya Arsyi dan Alex menganggukkan kepalanya, ia seperti melihat cermin di depan Arsyi.


"Aci cenang punya papa, tapi Aci mau tanya duyu cama mama!" Arsyi kembali menoleh pada mamanya.


"Ma!"


"Iya sayang, Arsyi mau tanya apa?"


"Apa mama cenang punya papa cepelti dia?"


"Iya sayang, mama senang! Dia papa Arsyi sayang!"


"Apa boyeh buyat, mama cenang punya papa jadi Aci juga cenang!"


"Berarti mau peluk papa dong?"


Alex meregangkan tangannya dan Kia pun memeluk papa nya itu tapi Arsyi masih terlihat ragu.


"Ayo sayang, dia papa!"


Arsyi pun akhirnya memeluk papa nya, walaupun masih terlihat aneh saat memeluk pria di depannya.


"Terimakasih sayang sudah mau menerima papa kalian harta berharga papa!"


"Beyati Aci bica sepelti teman-teman Aci, main cepeda cama papa dan main bola cama papa!"


"Iya sayang, papa pasti akan menemani Arsyi!"


Setelah pertemuan yang mengharukan itu, mereka pun kembali masuk ke dalam mobil dengan Arsyi dan Kia duduk di bangku belakang.


"Waw ...., mobil papa keren!" puji Kia.


"Terimakasih sayang, kita bisa jalan-jalan dengan mobil ini nanti tapi sekarang kita ketemu sama nenek dan paman Nino dulu!"


"Iya!"


Mobil pun mulai melaju meninggalkan masjid menuju ke rumah Aisyah.

__ADS_1


Melihat ada mobil yang berhenti di depan halamannya, bu Santi segera keluar dan memastikan tamu siapa yang datang.


"Nino, lihat siapa yang datang itu loh, mobilnya bagus banget!"


"Bentar bu, Nino sek ngerok jenggot ki lo ... ( Nino masih mencukur jenggot ini loh)!" sahut Nino dari ruang tv.


"Lawong jenggote ae sek ketel rambute jagung kok yo di kerok ( Lah jenggot aja masih tebal rambutnya jagung, kok ya di potong)!"


Bu Santi pun akhirnya memilih keluar sendiri, ia bertambah terkejut saat melihat yang keluar adalah putri dan cucu-cucunya.


"Assalamualaikum nek!"


"Waalaikum salam!"


Bu Santi semakin penasaran,


"Ay ...., Kia ...., Arsyi ...., ini mobil siapa?"


Belum sempat Aisyah menjawabnya, Alex sudah muncul dari balik mobil.


"Nak Alex!"


"Assalamualaikum bu!"


Alex menghampiri ibu mertuanya itu dan mencium punggung tangannya.


"Waalaikum salam, kok bisa ...? Kalian?" bu Santi sungguh-sungguh terkejut.


"Kita masuk dulu bu, nanti Aisyah sama mas Alex yang akan menjelaskan!"


Mereka pun sudah duduk di ruang tamu, Nino yang belum menyelesaikan mencukurnya pun ikut tertarik untuk menyambut kedatangan kakak iparnya itu.


"Sayang ...., Arsyi sama Kia di kamar dulu ya!"


"Iya ma!"


Setelah Arsyi dan Kia meninggalkan mereka, mereka pun mulai bicara serius.


"Nak Alex tidak kabur kan dari penjara?" tanya Bu Santi.


"Enggak bu, Alhamdulillah saya dapat keringanan hukuman bu!"


"Mas Alex kok bisa tahu kami di sini?" tanya Nino yang juga penasaran.


"Setelah saya keluar, saya pun mencari informasi tentang kalian dan saya bertanya pada Bianka dia mengatakan jika kalian di sini makanya saya langsung pergi ke sini dan kebetulan sekolah Kia adalah proyek pembangunan yang sudah kami siapkan bahkan sebelum saya masuk ke dalam penjara!"


"Itulah yang namanya takdir, kalian memang sudah di ditakdirkan berjodoh, jadi sudah pasti kalian di pertemukan kembali oleh Allah!"


"Alhamdulillah bu, Alex juga minta maaf karena sudah menciptakan kepedihan di hidup putri ibu selama ini!"


"Tidak ada kepedihan, biarkan yang lalu sudah berlalu! sudah saatnya kalian menata hidup kalian lagi, ibu cuma bisa mendoakan semoga kalian selalu bahagia dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah sampai kakek-kakek ninen-ninen!"


"Aminnnn!"


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2