
Aisyah sudah berdiri di depan kampus bersama dengan Bianka.
“Ay…, kamu nggak pulang?” tanya Bianka sambil menatap sahabatnya itu.
“Aku masih nunggu mas Alex, Bi! Dia janji mau jemput, kamu pulang dulu aja nggak pa pa!” ucap Aisyah karena merasa kasih dengan sahabatnya itu terus menunggunya.
“Beneran nggak pa pa aku tinggal?” tanya Bianka memastikan.
“Nggak pa pa? kamu kan juga harus kerja!”
“Iya kamu benar, ya sudah aku kerja dulu ya, sampai jumpa besok!”
Bianka segera berjalan meninggalkan Aisyah, tapi Aisyah kembali teriak padanya.
"Assalamualaikum, Bia ...!"
Bianka kembali menoleh dan tersenyum, "Waalaikum salam, Ay ....!"
Bianka pun meninggalkan aisyah. ia segera menuju ke tempat kerjanya. Memeng tidak lama bekerjanya hanya sampai kampus tutup saja.
Selain itu ia juga bisa berjualan
on-line memanfaatkan waktu sebaik-baiknya karena ia harus menghidupi hidupnya sendiri.
Ibunya sudah sibuk dengan keluarga barunya sedang kan sang Ayah malah sibuk menjadikannya alat bayar hutang.
Kali ini ia bisa pulang lebih cepat karena toko tutup lebih cepat. Ia buru-buru untuk pulang ke pesantren karena ia mendapat tugas untuk menjadi pengisi di salah satu materi untuk santri yang kelasnya di bawah Bianka. Bukan tentang agama, Bianka cukup mahir dalam bahasa inggris.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ba'dha magrib toko sudah tutup, sebenarnya toko itu cukup lengkap, karena di dalam juga ada mesin percetakan yang sepertinya sudah lama tidak di pakai.
Ia menggunakan angkot seperti biasa dan akan turun di tempat biasa di mana Aisyah biasa turun.
Cukup berjalan lima menit saja ia sudah sampai di pesantren.
Langkah Bianka terhenti di depan gerbang pesantren itu saat melihat ada seseorang yang sedang berbicara dengan pak Kyai dan gus Fahmi di sana, ia sangat mengenal pria itu.
“Ayah!” suara Bianka terpekik, ia mengenali pria itu.
“Nah itu anaknya!” ucap pria itu saat melihat kedatangan Bianka. Bianka terlihat begitu cemas, ia berjalan dengan ragu mendekat ke arah ketiga pria itu.
“Sebaiknya kita masuk pak, kita bicarakan di dalam!” ucap Kyai Hamid dengan begitu tenang.
"Baiklah ...!" ucap pria yang mengaku ayah Bianka itu.
Kini mereka pun sudah berada di dalam rumah pak Kyai Hamid, Bianka pun ikut masuk bersama mereka. Bu Nyai Sarah pun menemani Bianka di sama.
“Ayah …, apa yang ayah lakukan di sini?” tanya Bianka setelah semuanya terdiam.
“Seharusnya ayah yang bertanya, apa yang kamu lakukan di sini? Bukannya menerima lamaran anaknya Herman, malah keluyuran di sini!” ucap ayah Bianka.
“Sebentar, jadi anda ini orang tua Bianka?” tanya Nyai Hamid.
__ADS_1
“Iya, saya ke sini mau bawa di pulang anak saya!” ucap ayah Bianka.
“tapi Bia nggak mau, Ayah! Bia tetap mau di sini, Bia nggak mau nikah sama pria itu ....!” ucap Bianka sambil memeluk bu Nyai Sarah.
“kamu harus mau …, kamu harus menikah dengan anak pak Herman, ayah bisa di bunuh sama mereka kalau kamu nggak mau menikah sama dia!”
“Bianka nggak mau menikah sama dia yah, Bia nggak mau ....!” Bianka sudah tidak mampu menahan air matanya, mungkin jika di luar pesantren saat ini ia lebih memilih berlari saja, tapi berbeda sekarang ia sedang berada di pesantren.
“Umi …, tolong Bia, umi! Bia nggak mau menikah dengan pria kejam itu umi ....!” ucap Bianka sambil menggenggam begitu erat tangan bu Nyai Sarah.
Melihat hal itu, ayah Bianka begitu marah. Ia segera berdiri dan menarik tangan Bianka hingga Bianka berdiri dari duduknya.
“Kamu harus mau, ayo …!” ucap ayah Bianka dan menariknya dengan begitu kasar.
"Bia nggak mau ayah ...., lepaskan Bia ....!" ucap Bianka dengan memohon, air matanya sudah membasahi tepian jilbabnya.
Gus Fahmi segera berdiri dan menahan tangan ayah Bianka.
"Maaf pak, saya mau bicara!" ucap Gus Fahmi dengan begitu tenangnya membuat ayah bianka menghentikan langkahnya.
"Ada apa?" tanya ayah Bianka.
“Sebentar pak, kita bisa selesaikan ini dengan baik-baik!” ucap gus Fahmi lagi.
“Apa lagi? Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, Bianka harus ikut saya, dia harus nurut sama orang tuanya!” ucap ayah Bianka dengan masih ngototnya.
“Nggak mau ayah …, Bia nggak mau ayah nikahkan sama pria itu. Pria itu kasar, suka main perempuan! Bia nggak mau!”
Di tempat lain, Alex ternyata tidak bisa menjemput Aisyah. Aisyah terpaksa pulang naik taksi.
"Assalamualaikum nek ....!"
"Waalaikum salam, Aisyah! Mana Alex?"
"Nggak tahu nek, mas Alex katanya mau jemput Aisyah tapi ternyata nggak datang-datang nek!"
"Kemana sebenarnya anak itu!"
"Aisyah ke kamar dulu ya nek!"
"Iya ....!"
Hingga malam pun Alex masih belum pulang juga. Aisyah semakin khawatir saja, apa lagi mengingat penyerangan kemarin.
"Gimana, apa Alex sudah menghubungimu?"
"Belum nek!"
"nenek juga semakin cemas saja!"
"Nenek istirahat saja ya, nanti kalau mas Alex pulang Aisyah kasih tahu!"
__ADS_1
"Ya udah ...., nenek istirahat ya!"
Nenek Widya pun meninggalkan Aisyah sendiri, Aisyah menunggu di ruang tamu hingga tertidur di sofa.
Sudah pukul dua belas malam, Alex baru saja pulang. Ia begitu terkejut saat melihat Aisyah masih menunggunya dan tertidur di sofa.
Alex meletakkan tasnya begitu saja dan berjongkok di depan Aisyah. Ia menatap wajah lembut Aisyah yang tertidur itu.
"Kamu menungguku sampai selarut ini! Kasihan sekali sih kamu Ay ...., maafkan aku ya ...!"
Cup
Alex mengecup kening Aisyah begitu lama hingga membuat Aisyah terbangun.
"Mas ...., kamu sudah pulang?" ucap Aisyah sambil mengucek matanya yang masih begitu berat untuk di buka.
"Ngantuk banget ya, udah tidur aja!"
"Hahhhh ....!"
Srekkkk
Tiba-tiba saja Alex mengangkat tubuh Aisyah dan membawanya ke kamar.
"Mas. ..., kamu udah kerja capek masih ngangkat tubuh aku, apa lagi tangan kamu masih sakit mas ....!"
"Nggak ada yang sakit sekarang!"
Alex segera menidurkan Aisyah di atas tempat tidur.
"Tidurlah, aku akan mandi dulu!"
"Biar aku siapkan air hangatnya mas!"
"Nggak usah, kamu tidur saja .....!"
Cup
Lagi-lagi Alex meninggalkan kecupan di kening Aisyah dan berlalu ke kamar mandi.
...Saat kau menjadi tulang rusukku, tulang punggungku ini akan sangat kuat untuk menopang hidupmu dan anak-anak kita kelak....
...Mungkin bukan seperti cinta Romeo dan Juliet, tapi cinta ini cukup kuat untuk mengalahkan egoku~Alex...
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰