Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Datang bantuan


__ADS_3

Aisyah kembali melanjutkan langkahnya, tapi sepertinya ia sedikit lupa jalan keluar ke


jalan raya yang tadi, ia sudah muter tujuh kali tapi masih juga belum ketemu ujungnya.


“Kok tiba-tiba jadi pikun gini sih …!” keluh aisyah, ia sudah duduk di tepi jalan


sambil menunggu keenceran otaknya kembali lagi.


“mau pesan taksi juga percuma, aku nggak tahu ini daerah mana!” aisyah mengeluarkan


ponselnya, tidak ada notif pesan atau panggilan.


Hehhhhh ….


“Pria arrogant itu benar-benar tidak mencemaskan ku!”


Aisyah pun memutuskan kembali berjalan, ia sudah mengingat semua jalan yang ia lewati


tadi, jadi ia tidak mungkin mengulang ke delapan kalinya melewati jalan yang


sama.


Hingga sebuah mobil tiba-tiba melambatkan lajunya ketika melewati Aisyah, aisyah hanya


memicingkan matanya, berjaga-jaga saja jika itu orang jahat maka ia akan segera


berlari.


Kaca mobil pun turun, menampakkan siapa orang yang menjadi pengemudi mobil. Aisyah


mengeryitkan keningnya, sepertinya ia mengenal pria itu tapi di mana? Aisyah


masih mencoba mengingatnya.


Sebelum ia benar-benar ingat, pintu mobil itu lebih dulu terbuka tapi Aisyah segera


memundurkan langkahnya, mencari jarak aman jika sewaktu-waktu pria itu


menariknya masuk dan membiusnya.


“Aisyah???!” pria itu mengenali namanya membuat Aisyah mengerutkan keningnya. Ia kembali mencoba mengingat pria yang sepertinya memang tidak asing.


“Anda siapa?”


“Aku Ajun!”


Setelah pria itu menyebutkan namanya barulah Aisyah ingat siapa pria yang berada di


depannya itu, dia adalah pengawal suaminya nadin. Ia sudah bertemu dengan pria


itu beberapa kali di Surabaya.


“Alhamdulillah…, syukurlah aku ketemu sama mas Ajun!”


“ada apa?”


“Aku tersesat, mas!”


“lalu?”


“Bisa memesankan ku taksi atau apa yang bisa mengantarku ke rumah?”


“Maksudnya ke Surabaya?”


“Bukan mas, aku sekarang tinggal di Jakarta. Mas Alex mengajakku ke Jakarta!”


“Jadi Alex ke sini?”


Kenapa dia malah mengintrogasi ku bukannya menawari bantuan …., batin aisyah kesal.


“lalu apa yang kau lakukan di sini?”


‘sudah ku bilang, aku tersesat tadi baru dari rumahnya kak nadin!”


“Baiklah …, aku akan mengantarmu, berikan alamat mu!”


“terimakasih!”


‘Ayu masuklah! Ajun sudah membukakan pintu mobil depan. Tapi Aisyah kembali

__ADS_1


menghentikan langkahnya.


‘Mas …!”


“Ada apa lagi?”


“Biarkan aku duduk di belakang saja ya!”


“Aku bukan sopir mu ya!”


“Tapi aku bukan mahram mu, mas! Jadi aku duduk di belakang ya!”


‘Ya sudahlah …, terserah kau saja!”


Akhirnya Ajun mengijinkan Aisyah untuk duduk di belakang. Ajun menanyakan alamat mereka.


Untung saja Aisyah tidak membuang kertas yangs empat di berikan oleh Alex


kemarin.


***


Alex melakukan beberapa transaksi gelap. Sebenarnya sudah lama sekali ia ingin


menghentikan kegiatan ilegal milik ayahnya ini, tapi ada beberapa pihak yang


rela menghancurkan namanya jika sampai Alex mengundurkan diri, membuatnya


mengurungkan niatnya untuk keluar dari  dunia gelap.


Nenek Widya sudah beberapa kali mengingatkannya untuk berhenti saja dan mengelola bisnis neneknya dengan benar, tapi Alex belum punya solusi untuk menghentikan


semuanya.


Leon tahu apa yang di lakukan Alex, tapi alex berusaha keras untuk tidak melibatkan


leon di dalamnya. Karena leon punya tugas lain selain menjaganya, ia juga harus


menjaga nenek Widya jika terjadi sesuatu dengannya.


“hallo tuan!”


“Maksud tuan?”


“Aisyah? apa dia sudah pulang?”


“Bukankah bu Aisyah bersama tuan?”


“Aku meninggalkannya di jalan! Kabari aku jika dia sudah pulang!”


“Baik tuan!”


Alex segera mematikan sambungan telponnya, ia kembali melepas aerophone nya dan


memacu mobilnya lebih cepat. Ia kembali ke tempat di mana dia meninggalkan


Aisyah.


“Dimana sebenarnya dia? Suka sekali cari masalah!”


Alex mengelilingi tempat itu beberapa kali dan tempat-tempat umum yang mungkin di


kunjungi oleh Aisyah, tapi hasilnya nol, ia tidak bisa menemukan Aisyah.


Akhirnya Alex memutuskan untuk pulang sambil menyusuri jalan yang mungkin di lalui oleh Aisyah. hingga mobilnya terhenti di depan rumahnya tepat saat sebuah mobil juga


berhenti di sana.


Ia bisa melihat jika Aisyah turun bersama seseorang, membuat Alex kesal. Alex pun


segera turun dari mobilnya dan menghampiri mereka.


“Aisyah!”


Suaranya berhasil membuat dua orang itu menoleh padanya. “mas Alex …!”


“Alex!”


Alex pun berjalan mendekat, “Assalamualaikum, mas!”

__ADS_1


“Bagaimana kalian bisa bersama?” tanya Alex sambil menatap tajam pada Ajun.


“Maaf, saya menemukan istri anda tersesat di jalan!”


“Tersesat?”


“Iya …! Lain kali jangan tinggalkan istri anda di jalan! Ya sudah saya permisi!”


Ajun pun tidak mau berdebat dengan pria arrogant itu, ia pun memilih segera masuk ke


dalam mobilnya.


“terimakasih ya mas!” ucap Aisyah sambil melambaikan tangannya.


Mobil Ajun meninggalkan mereka berdua, “Masuk!” perintah Alex kemudian.


Aisyah pun tidak mau berdebat dengan suaminya, ia memilih berlalu dan meninggalkan


Alex tanpa mendebatnya. Ia segera menuju ke kamar dan melepaskan hijabnya. Ia


mengambil handuk hendak ke kamar mandi tapi tangannya di tahan oleh Alex yang


tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar.


“Apa sih mas?”


“Kenapa bisa dengan Ajun?”


“Tadi kan mas Ajun sudah menjelaskannya, jadi sudah lah mas jangan di bikin ribet!”


“Sudah berani ngelawan ya kamu!” ucap Alex sambil mengeratkan tangannya hingga tubuh


Aisyah begitu dekat dengannya,


“Mas sakit …., jangan kasar gini dong mas …!”


“kamu yang sudah membuatku berbuat kasar kayak gini!”


“Tapi mas, apa salahku? mas Alex sendiri yang meninggalkanku di jalan, sedangkan aku


belum tahu seluk beluk kota Jakarta, lalu salahku di mana?”


Alex pun melepaskan lengan Aisyah, memang benar apa yang di katakana istrinya itu.


Seandainya saja ia tidak meninggalkan Aisyah di pinggir jalan dan lebih dulu


mengantarnya pulang tidak mungkin ia bisa pulang di antar oleh Ajun.


Seharusnya ia juga tidak meminta Leon untuk pulang dulu jika memang ia masih ada urusan


dan meminta Leon untuk pulang dengan Aisyah.


“Lain kali hubungi aku jika tersesat!” ucap Alex lalu meninggalkan Aisyah begitu


saja.


Hehhhh ….


Aisyah hanya bisa menghela nafas, ia mungkin butuh cara untuk meluluhkan hati yang


sekeras batu itu. Memang tidak mudah tapi ia kana mencoba sebisanya. Jika


memang Alex adalah orang yang di takdirkan Allah untuk mene,maninya seumur


hidup mungkin ia harus mulai bersama dengan keadaan.


Aisyah mengambil kembali handuknya yang terjatuh gara-gara Alex dan langsung ke kamar


mandi, ia sudah sangat terlambat sholat Ashar.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰😘❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2