
Aisyah kembali melanjutkan langkahnya, tapi sepertinya ia sedikit lupa jalan keluar ke
jalan raya yang tadi, ia sudah muter tujuh kali tapi masih juga belum ketemu ujungnya.
“Kok tiba-tiba jadi pikun gini sih …!” keluh aisyah, ia sudah duduk di tepi jalan
sambil menunggu keenceran otaknya kembali lagi.
“mau pesan taksi juga percuma, aku nggak tahu ini daerah mana!” aisyah mengeluarkan
ponselnya, tidak ada notif pesan atau panggilan.
Hehhhhh ….
“Pria arrogant itu benar-benar tidak mencemaskan ku!”
Aisyah pun memutuskan kembali berjalan, ia sudah mengingat semua jalan yang ia lewati
tadi, jadi ia tidak mungkin mengulang ke delapan kalinya melewati jalan yang
sama.
Hingga sebuah mobil tiba-tiba melambatkan lajunya ketika melewati Aisyah, aisyah hanya
memicingkan matanya, berjaga-jaga saja jika itu orang jahat maka ia akan segera
berlari.
Kaca mobil pun turun, menampakkan siapa orang yang menjadi pengemudi mobil. Aisyah
mengeryitkan keningnya, sepertinya ia mengenal pria itu tapi di mana? Aisyah
masih mencoba mengingatnya.
Sebelum ia benar-benar ingat, pintu mobil itu lebih dulu terbuka tapi Aisyah segera
memundurkan langkahnya, mencari jarak aman jika sewaktu-waktu pria itu
menariknya masuk dan membiusnya.
“Aisyah???!” pria itu mengenali namanya membuat Aisyah mengerutkan keningnya. Ia kembali mencoba mengingat pria yang sepertinya memang tidak asing.
“Anda siapa?”
“Aku Ajun!”
Setelah pria itu menyebutkan namanya barulah Aisyah ingat siapa pria yang berada di
depannya itu, dia adalah pengawal suaminya nadin. Ia sudah bertemu dengan pria
itu beberapa kali di Surabaya.
“Alhamdulillah…, syukurlah aku ketemu sama mas Ajun!”
“ada apa?”
“Aku tersesat, mas!”
“lalu?”
“Bisa memesankan ku taksi atau apa yang bisa mengantarku ke rumah?”
“Maksudnya ke Surabaya?”
“Bukan mas, aku sekarang tinggal di Jakarta. Mas Alex mengajakku ke Jakarta!”
“Jadi Alex ke sini?”
Kenapa dia malah mengintrogasi ku bukannya menawari bantuan …., batin aisyah kesal.
“lalu apa yang kau lakukan di sini?”
‘sudah ku bilang, aku tersesat tadi baru dari rumahnya kak nadin!”
“Baiklah …, aku akan mengantarmu, berikan alamat mu!”
“terimakasih!”
‘Ayu masuklah! Ajun sudah membukakan pintu mobil depan. Tapi Aisyah kembali
__ADS_1
menghentikan langkahnya.
‘Mas …!”
“Ada apa lagi?”
“Biarkan aku duduk di belakang saja ya!”
“Aku bukan sopir mu ya!”
“Tapi aku bukan mahram mu, mas! Jadi aku duduk di belakang ya!”
‘Ya sudahlah …, terserah kau saja!”
Akhirnya Ajun mengijinkan Aisyah untuk duduk di belakang. Ajun menanyakan alamat mereka.
Untung saja Aisyah tidak membuang kertas yangs empat di berikan oleh Alex
kemarin.
***
Alex melakukan beberapa transaksi gelap. Sebenarnya sudah lama sekali ia ingin
menghentikan kegiatan ilegal milik ayahnya ini, tapi ada beberapa pihak yang
rela menghancurkan namanya jika sampai Alex mengundurkan diri, membuatnya
mengurungkan niatnya untuk keluar dari dunia gelap.
Nenek Widya sudah beberapa kali mengingatkannya untuk berhenti saja dan mengelola bisnis neneknya dengan benar, tapi Alex belum punya solusi untuk menghentikan
semuanya.
Leon tahu apa yang di lakukan Alex, tapi alex berusaha keras untuk tidak melibatkan
leon di dalamnya. Karena leon punya tugas lain selain menjaganya, ia juga harus
menjaga nenek Widya jika terjadi sesuatu dengannya.
“hallo tuan!”
“Maksud tuan?”
“Aisyah? apa dia sudah pulang?”
“Bukankah bu Aisyah bersama tuan?”
“Aku meninggalkannya di jalan! Kabari aku jika dia sudah pulang!”
“Baik tuan!”
Alex segera mematikan sambungan telponnya, ia kembali melepas aerophone nya dan
memacu mobilnya lebih cepat. Ia kembali ke tempat di mana dia meninggalkan
Aisyah.
“Dimana sebenarnya dia? Suka sekali cari masalah!”
Alex mengelilingi tempat itu beberapa kali dan tempat-tempat umum yang mungkin di
kunjungi oleh Aisyah, tapi hasilnya nol, ia tidak bisa menemukan Aisyah.
Akhirnya Alex memutuskan untuk pulang sambil menyusuri jalan yang mungkin di lalui oleh Aisyah. hingga mobilnya terhenti di depan rumahnya tepat saat sebuah mobil juga
berhenti di sana.
Ia bisa melihat jika Aisyah turun bersama seseorang, membuat Alex kesal. Alex pun
segera turun dari mobilnya dan menghampiri mereka.
“Aisyah!”
Suaranya berhasil membuat dua orang itu menoleh padanya. “mas Alex …!”
“Alex!”
Alex pun berjalan mendekat, “Assalamualaikum, mas!”
__ADS_1
“Bagaimana kalian bisa bersama?” tanya Alex sambil menatap tajam pada Ajun.
“Maaf, saya menemukan istri anda tersesat di jalan!”
“Tersesat?”
“Iya …! Lain kali jangan tinggalkan istri anda di jalan! Ya sudah saya permisi!”
Ajun pun tidak mau berdebat dengan pria arrogant itu, ia pun memilih segera masuk ke
dalam mobilnya.
“terimakasih ya mas!” ucap Aisyah sambil melambaikan tangannya.
Mobil Ajun meninggalkan mereka berdua, “Masuk!” perintah Alex kemudian.
Aisyah pun tidak mau berdebat dengan suaminya, ia memilih berlalu dan meninggalkan
Alex tanpa mendebatnya. Ia segera menuju ke kamar dan melepaskan hijabnya. Ia
mengambil handuk hendak ke kamar mandi tapi tangannya di tahan oleh Alex yang
tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar.
“Apa sih mas?”
“Kenapa bisa dengan Ajun?”
“Tadi kan mas Ajun sudah menjelaskannya, jadi sudah lah mas jangan di bikin ribet!”
“Sudah berani ngelawan ya kamu!” ucap Alex sambil mengeratkan tangannya hingga tubuh
Aisyah begitu dekat dengannya,
“Mas sakit …., jangan kasar gini dong mas …!”
“kamu yang sudah membuatku berbuat kasar kayak gini!”
“Tapi mas, apa salahku? mas Alex sendiri yang meninggalkanku di jalan, sedangkan aku
belum tahu seluk beluk kota Jakarta, lalu salahku di mana?”
Alex pun melepaskan lengan Aisyah, memang benar apa yang di katakana istrinya itu.
Seandainya saja ia tidak meninggalkan Aisyah di pinggir jalan dan lebih dulu
mengantarnya pulang tidak mungkin ia bisa pulang di antar oleh Ajun.
Seharusnya ia juga tidak meminta Leon untuk pulang dulu jika memang ia masih ada urusan
dan meminta Leon untuk pulang dengan Aisyah.
“Lain kali hubungi aku jika tersesat!” ucap Alex lalu meninggalkan Aisyah begitu
saja.
Hehhhh ….
Aisyah hanya bisa menghela nafas, ia mungkin butuh cara untuk meluluhkan hati yang
sekeras batu itu. Memang tidak mudah tapi ia kana mencoba sebisanya. Jika
memang Alex adalah orang yang di takdirkan Allah untuk mene,maninya seumur
hidup mungkin ia harus mulai bersama dengan keadaan.
Aisyah mengambil kembali handuknya yang terjatuh gara-gara Alex dan langsung ke kamar
mandi, ia sudah sangat terlambat sholat Ashar.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰😘❤️❤️
__ADS_1