Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part (Nisa 8)


__ADS_3

...Keyakinanku bertambah saat kau mengujiku dengan permintaan indahmu 'Halalkan aku bagimu'...


...🌺Selamat membaca🌺...


Di tempat lain, setelah mengantar Alex. Leon pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya sendiri.


Sepanjang perjalanannya di mobil, matanya berkali-kali melihat ponselnya, tapi jawaban atas pesannya tidak juga ada.


"Pak Azan, kita berhenti sebentar di sini atau langsung pulang!" tanya sopir yang mengantarnya, ia sengaja memakai jasa sopir karena mobil yang ia pakai adalah mobil Alex, ia akan mengambil mobilnya sendiri di rumah.


Leon pun mengangkat tangannya, melihat jarum jam yang melingkar di pergelangan tangannya,


"Sudah dekat, kita langsung pulang saja!" ucap Leon.


"Baik pak!"


Bahkan sopir pun sekarang tahu dengan kebiasaan baru Leon dan Alex, mereka selalu meminta berhenti setiap kali mendengarkan azan dan menyempatkan untuk sholat di masjid atau mushola terdekat.


Mungkin karena seharian ini Leon sama sekali tidak istirahat, ia ingi segera pulang. Jaraknya saat ini dengan rumah hanya sekitar satu kilo meter, jadi tidak sampai sepuluh menit mereka sudah sampai.


...🌺🌺🌺...


Leon yang baru saja mandi dan sholat magrib pun tertarik untuk memeriksa ponselnya yang ia letakkan begitu saja di atas meja kerjanya.


Ia berharap pesannya sudah di balas, dengan cepat ia menyambar benda pipih itu, dengan masih berbalut sarung dan songkok yang menghiasi kepalanya ia pun berjalan ke arah balkon rumahnya, ia duduk di sana untuk menikmati pemandangan kota Surabaya di malam hari.


Memang rumahnya tidak terletak di pusat kota, tapi dari tempatnya duduk sekarang ia bisa melihat gemerlapnya lampu kota yang baru saja di nyalakan menggantikan indahnya langit senja.


Dan benar saja segera saat ia membuka layar ponselnya, ternyata pesan sedari tadi ia tunggu akhirnya muncul juga, bukan hanya satu tapi ada tiga pesan dari nomor yang sama.


Leon pun membaca dengan seksama satu per satu pesan yang di kirim oleh Nisa.


Wajah Leon seketika berubah muram saat membaca pesan terakhir dari Nisa.


Ia sadar siapa dirinya di banding pria yang mungkin akan menjadi saingannya. Pria itu kriteria setiap orang tua yang mempunyai putri.


Hehhh ....


Beberapa kali hanya helaan nafas itu yang terdengar keluar dari mulutnya, seperti sedang mengumpulkan buih-buih keberaniannya. Membayangkan menghadapi orang tua Nisa saja sudah membuat jantungnya bergetar apalagi sekarang ia harus menghadapi pria pilihan orang tua Nisa.


Sebenarnya ingin membalas pesan dari Nisa, tapi rasanya bahkan jarinya tidak mampu untuk mengetikan sesuatu.


Leon pun menghabiskan waktunya di balkon rumah yang sudah empat tahun ini dia tinggalkan demi menjaga rumah Alex.


Leon meletakkan ponselnya di meja kecil yang ada di balkon, ia pun berdiri dan menyandarkan tangannya di pembatas balkon. Matanya melayang menatap langit yang semakin gelap, tidak ada satu pun bintang yang menghiasinya, sepertinya nanti malam akan turun hujan.


Ya Allah ...., jika memang Engkau jadikan takdirku, permudahlah usaha mas Alex untuk menemukan keluarganya, hingga aku bisa memenuhi janjiku pada Nisa!


...🌺🌺🌺...

__ADS_1


Pagi ini Leon sudah siap untuk pergi ke kantor, tapi tampak sekali wajahnya masih sama dengan yang semalam. Tidak bersemangat sekali.


Mobilnya melaju pelan sambil membunuh waktu, dia semalaman hampir tidak bisa tidur dan pagi-pagi sekali sengaja berangkat.


Mobilnya semakin melambat saat melihat ada kedai bubur ayam yang berada tidak jauh dari kantornya. Kebetulan sekali perutnya bahkan belum di isi sedari semalam.


Leon pun segera turun dari mobilnya dan menghampiri penjual bubur ayam, ia memesan satu porsi bubur ayam.


"Buk, bubur ayamnya satu!" ucapnya dengan sedikit menunduk agar kepalanya tidak terbentur penutup gerobak bubur.


"Baik mas, tunggu sebentar ya mas!"


Leon mengedarkan pandangannya, mencari tempat yang nyaman untuk makan hingga pilihannya jatuh pada sebuah bangku yang berada di bawah pohon.


"Saya di sana ya, buk!" ucapnya sambil menunjuk sebuah bangku dan penjual bubur pun menganggukkan kepalanya.


Leon pun segera duduk di tempat yang ada di bawah pohon, masih sedikit basah karena semalam benar-benar hujan, Leon harus mengelapnya lebih dulu dengan tangannya.


"Buk saya bubur ayamnya satu ya!"


Seseorang yang suaranya tidak begitu asing di telinga Leon juga memesan yang sama.


Baru beberapa detik ia duduk, seseorang itu tiba-tiba ikut duduk di sampingnya, hal itu membuat Leon seketika menoleh pada orang itu.


"Permisi, saya ikut duduk tidak pa pa ya mas!" ucap pria itu dan sepertinya masih sibuk dengan barang bawaannya yang cukup banyak.


Gus Fahmi ....


Leon pun memutuskan untuk menyapa Gus Fahmi.


"Assalamu'alaikum, Gus Fahmi!"


Mengetahui ternyata yang duduk di sampingnya adalah Leon, Gus Fahmi tersenyum,


"Waalaikum salam! Masyaallah, saya sampai tidak mengenali mas Leon tadi!"


"Saya maklum, Gus Fahmi terlihat repot sekali!"


Gus Fahmi tersenyum, "Iya, ada beberapa undangan yang harus saya antarkan kepada pemesannya, dan Alhamdulillah nya orang yang pesan minta bertemu di sini saja, bisa sekalian sarapan!"


Leon mengerutkan keningnya, seingatnya Gus Fahmi adalah suami Bianca, bukankan jika sudah punya istri lebih baik memakan masakan istrinya, pikir Leon.


"Bukankah masakan istri lebih enak dari masakan siapapun?" tanya Leon, Leon memang bukan orang yang suka berbasa-basi.


Gus Fahmi tersenyum, "Mas Leon benar, bahkan air putih yang di hidangkan seorang istri nikmatnya melebihi air susu yang di hidangkan oleh pejabat sekalipun!"


"Tapi kenapa bisa beli sarapan di luar? Apa istri Gus Fahmi tidak masak?"


"Ada saatnya kita memanjakan istri kita, apalagi sekarang putra kami sedang aktif-aktifnya bergerak!"

__ADS_1


Mereka pun mengobrol banyak hingga bubur pesanan mereka datang, sambil makan mereka masih melanjutkan obrolannya walaupun hanya obrolan ringan.


Hingga Leon pun akhirnya punya alasan untuk membicarakan tentang masalahnya pada Gus Fahmi.


"Boleh saya meminta pendapat Gus Fahmi?"


"Insyaallah kalau saya bisa, saya akan bantu!"


"Jika wanita yang kita inginkan begitu jauh lebih baik dari kita, walaupun kita tahu jika wanita itu mengungkap hubungan yang lebih, tapi ada laki-laki lain yang lebih pantas untuk mendampinginya, egoiskan kita kalau terus memaksa untuk bisa bersama?"


Gus Fahmi pun tersenyum, sebenarnya kisah itu hampir sama dengan kisahnya di masa lalu, walaupun tidak patut untuk di sesali karena Allah sudah memberikan jodoh yang lebih baik untuknya.


"Segalanya akan sama jika tidak bergerak dari tempat kita berdiri saat ini. Tapi ada satu hal yang tidak dapat di putar kembali!"


Leon mengerutkan keningnya dan Gus Fahmi pun melanjutkan ucapannya,


"Waktu! Waktu tidak akan pernah kembali jika seseorang sudah mengambilnya dan penyesalan tidak akan mengubah apapun, iya atau tidak itu keputusan Allah, yang wajib kita lakukan saat ini adalah berusaha!"


"Jadi menurut Gus Fahmi, berusaha akan lebih baik dari pada berdiam diri, walaupun mungkin ada yang lebih baik yang siap menjadi saingan kita?"


Gus Fahmi pun menganggukkan kepalanya, "Iya! Jika Allah memang menakdirkan berjodoh, bahkan pangeran pun tidak mampu mengalahkan pesona mu!" ucap Gus Fahmi yang tahu jika yang sedang di bicarakan oleh Leon itu adalah dirinya sendiri.


Mendengar perkataan Gus Fahmi, Leon pun tersenyum, akhirnya ketahuan juga.


"Terimakasih atas sarannya!"


"Sama-sama, semoga dia benar-benar jodoh kamu!"


"Amin!"


Setelah percakapan panjang itu mereka pun memutuskan untuk berpisah. Leon harus segera pergi ke kantor karena sudah hampir jam delapan.


Dan Gus Fahmi dengan urusannya sendiri.


Leon bersyukur karena di pertemukan dengan orang yang tepat, setidaknya sekarang dia yakin untuk bertemu dengan orang tua Nisa, apapun nanti keputusannya dia siap untuk menerimanya.


Bersambung


...Aku memang bukan orang yang baik, aku juga bukan orang yang begitu pantas untuk bersanding denganmu, tapi aku yakin jika nanti kamu jodohku, kamu akan jadi bidadari dalam hidupku...


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Jangan lupa baca karya baru aku juga yang judulnya :


...Wilson &Tisya dan...


... Jodoh untuk Sanaya...


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


Happy reading 🥰🥰🥰


__ADS_2