
Setelah menyelesaikan memasaknya Aisyah memilih kembali lagi ke kamarnya, tapi ia masih tidak mendapati suaminya di sana, sepertinya memang Alex juga belum
kembali. Mungkin ia begitu marah padanya.
Aisyah mengambil handuk yang ada di salah satu lemarinya yang ada di ruang pakaian dan segera masuk ke dalam kamar mandi.
Ia memang belum punya rencana apapun di tempat yang asing baginya ini. Tapi mungkin ia harus menemui sepupunya lagi. Ia belum sempat meminta maaf karena tiba-tiba saja pergi.
Setelah selesai mandi dan menganti bajunya, Aisyah hendak kembali ke ruang makan tapi
langkahnya terhenti tepat di depan pintu, karena bersamaan dia membuka pintu
dari dalam, ada yang juga membuka pintu nya dari luar.
Ceklek
Mereka terhenti di tempatnya masing-masing, dengan mata yang saling bertemu, Aisyah segera menundukkan pandangannya
“Mas Alex! Assalamualaikum mas .....!"
Dia mengeluarkan kata saktinya lagi .....
Gerutu Alex dalam hati lalu menghela nafas kesal.
“Minggir, aku mau masuk!” ucap Alex ketus seperti biasanya karena Aisyah tidak juga beranjak dari tempatnya.
Aisyah pun segera minggir dan memberi jalan pada Alex, tapi ia juga mengurungkan niatnya untuk keluar kamar. Ia lebih memilih mengikuti suami arrogant nya itu.
Alex sepertinya baru saja selesai olah raga seperti biasa, tampak dari keringat yang masih menempel di kaos tipisnya dengan handuk kecil yang mengalung di lehernya.
“Mas Alex dari mana?” tanya Aisyah yang masih mengikuti di belakang Alex, entah
kenapa semenjak kejadian semalam membuatnya berpikir ulang tentang pandangannya terhadap pria yang sudah menjadi suaminya itu. Mungkin memang benar apa yang di katakan Leon jika pria yang sudah menjadi suaminya itu memiliki sisi baik yang ia belum ketahui, mungkin saja.
“Nggak liat aku masih keringatan gini!” ucap Alex sambil melemparkan begitu saja
handuk kecil yang menggantung di lehernya ke atas tempat tidur.
Tuh kan muncul lagi sifat jeleknya ....., bagaimana aku bisa yakin jika dia orang baik, gerutu Aisyah dalam hati, Aisyah pun
segera mengambil handuk kecil yang di lempar oleh Alex tadi dan meletakkannya di keranjang baju kotor.
"Kenapa masih bengong di situ?" tanya Alex yang melihat Aisyah masih mengikutinya di belakang.
“Mas …, aku cuma mau minta maaf!” ucapan Aisyah segera menghentikan langkah Alex yang sudah hampir mencapai pintu kamar mandi. Alex kembali menoleh pada Aisyah.
“Aku heran ya sama kamu, suka sekali minta maaf! Jangan gampang minta maaf kalau
nggak mau di remehin sama orang!”
Ucapan Alex berhasil membuat Aisyah tercengang sedangkan Alex sudah masuk ke dalam kamar mandi.
“Emang apa salahnya minta maaf? Keras
banget hatinya!” gumam Aisyah, ia pun memilih menunggu Alex hingga keluar dari
kamar mandi, ia juga sudah menyiapkan baju untuk Alex.
Ia tahu sebelumnya yang melakukan ini adalah asisten rumah tangga tapi saat ini sudah menjadi kewajibannya menyiapkan semua keperluan suaminya itu.
__ADS_1
Jika dulu Alex sering menghabiskan paginya untuk tidur sekarang ia tidak bisa
melakukan hal itu karena aisyah ada di kamarnya.
Masih terdengar gemericik air di dalam kamar mandi yang menandakan jika pria yang sudah menjadi suaminya itu belum selesai mandi, Aisyah pun memilih turun sebentar untuk membuatkan kopi untuk suaminya itu.
Tepat saat Aisyah keluar kamar, Alex yang sudah menyelesaikan mandinya, ia segera keluar dari kamar mandi dengan handuk
yang melilit di pinggang, ia tidak peduli jika ada Aisyah di kamar. Jika pun nanti Aisyah marah juga bukan urusannya, pikir Alex.
Saat hendak mengambil baju gantinya, matanya menangkap sesuatu yang tertata rapi di atas tempat tidur.
“Siapa yang menyiapkan semua ini? Apa Leon tadi masuk ke kamar? Apa gadis itu?”
Tapi Alex tidak peduli seperti biasanya, ia segera mengambil baju itu dan memakainya di situ juga.
Ceklek
Tiba-tiba pintu terbuka saat ia belum sempurna memakai celananya dan masih telanjang dada, Aisyah masuk ke dalam kamar dengan membawa secangkir kopi.
Karena begitu terkejut, Aisyah pun segera memutar tubuhnya kembali, ia belum terbiasa dengan pemandangan yang seperti itu. Walaupun semalam lebih parah.
“Kenapa begitu?” tanya Alex dengan santainya sambil melanjutkan memakai celananya.
“Maaf mas, tadi aku lupa ketuk pintu!”
"kalau mau masuk, ya masuk aja. Kamar kamu juga!” ucap Alex tetap dengan mode
santainya sambil melanjutkan memakai kemejanya.
“Sudah …! Balik badanmu!” ucap Alex lagi setelah selesai memakai kemejanya walaupun belum terkancing sempurna.
langkahnya menuju ke samping Alex. Meletakkan secangkir kopi itu di atas meja yang ada di depan sofa kamar.
“Kopinya mas! Maaf aku nggak tahu biasanya apa yang mas Alex minum di pagi hari, jadi
aku buatkan kopi! Tapi aku bisa menggantinya lagi kalau mas nggak mau!”
Alex pun melanjutkan mengancingkan kemejanya sambil berjalan mendekati meja itu,
tanpa menjawab ucapan Aisyah ia langsung duduk di dekat Aisyah dan mengambil
cangkir itu dan menyeruputnya begitu saja.
"Kenapa rasanya manis sekali seperti ini? Ingin aku kena penyakit gula apa!" gerutu Alex tapi ia tetap melanjutkan menyeruput kopinya
Hahhhhh …, sabar Ais, dia itu memang arrogant, jadi jangan ambil pusing ….
"Atau biar aku ganti aja ya mas!?" tawar Aisyah.
"Nggak perlu, sudah keminum juga lagian! Besok lagi jangan berlalu manis!"
Aisyah hanya bisa menghela nafas kesal sambil menatap suaminya itu.
"Kenapa masih berdiri di situ?" tanya Alex sambil mengerutkan keningnya.
"Maaf ....!" Aisyah pun memutar tubuhnya, ia hendak ke meja rias tapi langkahnya terhenti saat ia melihat handuk yang baru di kenakan oleh Alex tergeletak kembali di atas
tempat tidur.
__ADS_1
Hehhhhh ….
Aisyah menghela nafas kesal, ia segera menyambar handuk itu dan menjemurnya di balkon kamar.
Setelah itu kembali lagi menghampiri Alex. Alex sedang menikmati kopinya sambil membaca surat kabar bisnis.
“Mas …, sarapan dulu!” ucap Aisyah lagi,
“Sarapan saja sendiri!”
“Tapi mas …, aku sudah memasak buat mas Alex!”
“aku nggak nyuruh kan!” ucap Alex begitu arrogantnya sambil berdiri dari duduknya
dan meninggalkan Aisyah begitu saja, tapi langkahnya segera terhenti di depan
pintu.
“Setelah sarapan bersiap-siaplah …!”
“Kemana?”
“Jangan banyak tanya!” ucap Alex begitu saja meninggalkan Aisyah yang begitu kesal
karena ulahnya. Sungguh suaminya itu suka sekali seenaknya sendiri.
***
Akhirnya Aisyah sarapan seorang diri, entah kemana pria arrogant itu Aisyah sudah tidak
peduli. Ia hanya ingin menikmati sarapannya tanpa di ganggu oleh siapapun.
Setelah menyelesaikan sarapannya, Alex datang lagi dengan membawa beberapa paper bag di tangannya. Aisyah sebenarnya penasaran dengan isi paper bag itu tapi ia masih sangat malas untuk bertanya.
“Kita berangkat sekarang!” ucap Alex lagi dengan Leon di belakangnya.
“kenapa harus aku juga mas? Aku nggak usah ikut ya?”
'‘jangan membuatku marah dengan menolak perintahku!”
Oh …, jadi ini perintah, begitu kah dia memandangku ….
Ia hampir lupa jika pernikahan mereka hanya karena sebuah perjanjian, tapi setelah mendengar perkataan Alex yang terakhir ia kembali sadar bahwa ia bukan siapa-siapa di
mata pria arrogant ini selain sebagai istri di atas perjanjian.
Spesial visual Alex
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰😘😘
__ADS_1