Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Sakitmu itu sakitku


__ADS_3

Tubuh Aisyah aman di dekapannya, tapi tangan Alex yang masih belum begitu sembuh sepertinya kembali retak karena membentur dashboard mobil.


"Mas ....!"


Alex segera melepaskan Aisyah, "Kamu tidak pa pa kan?" tanya Alex dan memastikan jika istrinya itu tidak terluka sedikitpun.


"Aku nggak pa pa mas, tangan mas Alex?"


"Tidak pa pa, nanti sembuh sendiri!"


Alex segera menelpon leon dan memintanya untuk menyusul mereka, mobil mereka rusak.


"Hallo, Leon!" ucap Alex saat ponsel itu menempel di daun telinganya sedangkan tangannya sibuk memegang tangannya yang terasa nyeri.


"Iya tuan!"


"Jemput kami di daerah xxx, jalan melati!"


"Baik tuan!"


Alex menyenderkan punggungnya ke senderan kursi mobilnya, sedangkan Aisyah masih terlihat begitu syok.


Alex menoleh pada istrinya itu, memastikan jika dia tidak pa pa.


"Katakan kalau ada yang terluka!" ucap Alex.


"Mas ...., nggak gitu cara nanyanya!" protes Aisyah.


Alex kembali menoleh pada Aisyah, ia mengerutkan keningnya.


"Gini mas tanyanya 'ada yang sakit nggak?' atau bisa juga 'kamu terluka nggak?' itu juga lebih bagus!" ucap Aisyah dengan entengnya, ia seperti tidak sedang dalam masalah.


"Aku serius, Aisyah Ratna!"


"Aku juga serius mas ....!"


Emang suamiku nggak bisa romantis ....


Tidak berapa lama, Leon datang dengan menumpangi sebuah mobil, ia dengan cepat menghampiri mereka saat melihat mobil Alex yang rusak di bagian depannya.


"Tuan ....., tuan tidak pa pa?" tanya Leon yang sudah membukakan pintu mobil untuk Alex.


"Hemmm!"


Alex pun segera turun sambil menggendong tangannya. Aisyah pun segera turun sebelum Leon membukakan pintu untuknya, tapi saat kakinya baru menjejak di tanah, tiba-tiba ia memekik kesakitan.


"Aughhhhh .....!"


Tenyata suara Aisyah di dengar oleh Alex dan Leon, membuat dua pria itu menoleh padanya bersamaan.


"Ay ....!"


"Tidak pa pa mas, Aku cuma mau jatuh tadi makanya pegangan!" ucap Aisyah sambil memegang pintu mobil.


Alasan sebenarnya bukan itu, ternyata kakinya berdarah karena terkena pecahan kaca yang berada di bawah mobil.


Alex berjalan lebih dulu ke mobil Leon.


"Berdarah lagi. ...!" gumam Aisyah lirih, ia berusaha senatural mungkin jalannya. Ia tidak mau sampai Alex tahu jika kakinya berdarah.


Dengan pelan ia menyusul suaminya itu setelah mencabut pecahan kaca yang mengenai kakinya. memang tidak dalam tapi cukup lebar.


Aisyah duduk di samping Alex. Setelah memastikan semuanya masuk, Leon pun ikut masuk, walaupun tidak jelas tapi Leon bisa melihat jejak darah di aspal.


Tapi sepertinya Leon memilih mengabaikannya saat Alex memintanya untuk cepat masuk.


Saat Leon sudah hampir menjalankan mobilnya, Leon menoleh ke belakang.


"Nona ...., apa anda terluka?" tanya Leon, Alex pun ikut menatap Aisyah.


“tangan mas Alex yang sakit!" ucap Aisyah, ia tidak mau berbohong tapi dia juga tidak mungkin mengatakannya sekarang. Ia takut kalau Alex semakin mengkhawatirkannya.


"Benar nggak pa pa ?" Tanya Alex lagi.


"Nggak pa pa, tangan mas Alex gimana?" Aisyah balik bertanya untuk mengalihkan pembicaraan. Sekarang Leon sudah mulai melajukan mobilnya. Leon juga sudah menghubungi bengkel untuk memperbaiki mobil Alex yang di tinggal.


Alex mengusap kepala Aisyah dan tersenyum, "Cuma sedikit nyeri saja! Jangan khawatir ya!”

__ADS_1


Aisyah pun mengangguk. Ia juga tersenyum tapi sambil menahan sakit di kakinya.


"Sini ...!" Alex pun meninta Aisyah untuk meletakkan kepalanya di pundak Alex, Aisyah begitu nyaman di sana, rasanya rasa sakit di kakinya perlahan menghilang saat Alex mengusap punggung dan mendekap tubuhnya hingga Aisyah memejamkan matanya.


“Leon!" ucap Alex lirih sambil menatap ke depan, Ia takut membangunkan Aisyah yang sudah tertidur.


“Iya tuan?” tanya Leon sambil menatap penghuni belakang dari kaca kecil di depannya.


“Kamu selidiki siapa yang melakukan penembakan, apakah ada hubungannya dengan Tito apa


tidak!” ucap Alex, tapi Aisyah mendengarkan pembicaraan mereka. Ia sedikit terbangun saat Alex menyebut nama Tito.


Tito ...., bukankah Tito pria itu? Apa mas Alex masih berhubungan dengan dunia gelap?


“baik tuan!”


Tidak ada pembicaraan lagi setelah itu, mereka akhirnya sampai juga di rumah, Aisyah masih tertidur di dalam pelukan suaminya.


Leon sudah membukakan pintu untuk mereka, tapi Aisyah masih belum bangun. Ia tidak mungkin menggendong Aisyah karena tangannya masih sakit.


"Sebentar!" ucap Alex pada Leon, Leon pun mengangguk dan meninggalkan mereka.


Alex menatap awah tenang Aisyah, tangannya beberapa kali mengusap pipi lembut Aisyah.


"Dia begitu cantik. ..., beruntungnya aku!" ucap Alex lirih sambil terus menikmati wajah Aisyah.


Setelah setengah jam di dalam mobil yang berhenti itu akhirnya Aisyah pun mulai menggerakkan tubuhnya, ia membuka matanya dan melihat sekeliling.


"Mas ...., sudah sampai?" ucap Aisyah dan segera berpindah dari dada bidang Alex.


"Iya ...., sepetinya dadaku terlalu nyaman!" ucap Alex sambil tersenyum.


"Aku lama ya mas tidurnya?"


"Lumayan!"


"Kenapa nggak di bangunin?"


"Sayang kalau di bangunin, kalau lama kayak tadi aku bisa menatap wajah kamu lebih lama lagi ....!"


"Mas Alex ini ya, kadang kaku kaya kanebo kering kadang romantis banget!"


"Turun lah mas ....!"


Alex pun kemudian turun lebih dulu tapi sebelum ia sampai di samping Aisyah, Aisyah sudah lebih dulu turun.


"Ayo mas ....!"


Aisyah menggandeng tangan Alex masuk ke dalam rumah.


“Kalian dari mana? Kenapa sampek malam gini? Leon sudah masuk dari tadi kalian ngapain aja di dalam mobil?" tanya nenek Widya yang sudah menyambutnya di ruang keluarga.


"Nek ...., tanyanya satu persatu ya ...! yang pertama kami baru saja jalan-jalan, trus soal lama di mobil, Aisyah tidur di sana nek!"


"Benar?" tanya nenek Widya pada Aisyah.


"Iya nek ....!"


"Lalu tangan kamu kenapa lagi?” tanya nenek Widya lagi saat melihat Alex menggendong tangannya.


“Nggak pa pa nek, tadi sedikit kesleo aja nek, nanti di pijet dikit juga sembuh!”


"Ya sudah kalau nggak pa pa, kalian istirahat! Sudah malam, nenek juga mau istirahat!"


"Baik nek ...!"


Alex dan Aisyah pun berjalan meninggalkan nenek Widya, tapi nenek Widya melihat hal yang aneh di sama.


"Tunggu!" ucap nenek Widya membuat langkah Alex dan Aisyah terhenti di ujung tangga.


Nenek Widya mendekati mereka dan berhenti tepat di belakang Aisyah.


"Darah ....!" pekik nenek Widya.


"Darah ...!" Alex ikut terkejut dan melihat arah tatapan nenek Widya.


"Aisyah ...., darah ?" Alex segera memastikannya, saat melihat jejak kaki Aisyah yang meninggalkan bercak darah, memang sudah tidak sebanyak tadi tapi masih terlihat di lantai.

__ADS_1


Alex segera berjongkok dan menyingkap rok panjang Aisyah dan ia mendapati luka yang menganga di kaki Aisyah.


“Nggak pa pa mas, ini tadi cuma terkena pecahan kaca!” ucap Aisyah berusaha menutup kembali kakinya.


“Nggak pa pa gimana, ini terluka, duduk ....!” perintah Alex, Aisyah pun duduk di salah satu anak tangga.


"Ambilkan kotak P3K, cepetan ....!" teriak Alex, ia seakan lupa dengan sakitnya sendiri. Ia segera membuka sendal Aisyah.


"Ambilkan air!" teriak Alex lagi dan tidak berapa lama beberapa asisten rumah tangga sudah datang dengan membawakan air dan kotak P3K.


Alex segera menyiram kami Aisyah dengan Air dan membersihkannya, memberikan alkohol dan antiseptik lalu membalut luka itu dengan kain kasa.


"Ya sudah Lex, kamu bawa istri kamu ke kamar, biarkan dia istirahat!" ucap nenek Widya.


Alex benar-benar sudah lupa dengan sakitnya, ia membopong tubuh Aisyah menuju ke kamarnya.


Di bawah, nenek Widya tersenyum dengan penuh kelegaan.


"Alhamdulillah ya Allah, Engkau benar-benar maha membolak-balik kan perasaan manusia, hatinya yang keras kini sudah kembali menjadi lembut, terimakasih ya Allah ...!"


Sesampai di dalam kamar, Alex segera mendudukkan Aisyah di tempat tidur.


"Mas Aku mau mandi dulu! Lengket banget soalnya badanku!"


"Tapi kakimu!"


"Nggak pa pa mas, aku masih bisa jalan!" ucap Aisyah dengan keras kepala.


"Aku antar ya!"


"Nggak usah mas!" Aisyah pun segera berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi, ia membersihkan diri mandi dan ganti baju.


Ceklek


Aisyah keluar dari kamar mandi dan Alex sudah berada di depan kamar mandi.


"Mas ngapain di sini?"


"Beneran nggak pa pa?"


"Nggak pa pa mas ..., nih aku bisa jalan dengan normal! Itu tadi cuma luka kecil!"


"Ya sudah ...., aku juga mau mandi, jangan kemana-mana!" ucap Alex lalu menyambar handuk yang ada di tangan Aisyah.


"Itu basah mas, mau aku jemur!"


"Nggak usah!" teriak Alex dari dalam kamar mandi. Aisyah pun segera mencarikan baju ganti untuk suaminya itu.


Tidak berapa lama Alex keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya, Aisyah sudah duduk di sofa. Bajunya juga sudah siap di atas tempat tidur, Alex menoleh sebentar pada istrinya yang sepertinya tidak memperhatikannya.


Alex mengambil bajunya dan memakainya di situ juga, Alex sudah terbiasa seperti itu walaupun Aisyah selalu saja protes, tapi entah kenapa kali ini Aisyah sama sekali tidak protes.


Alex terbiasa tidur tanpa kaos, itu juga menjadi masalah untuk Aisyah tapi mungkin mulai malam ini itu tidak akan jadi masalah.


Setelah memakai celana pendeknya, ia pun menghampiri Aisyah yang sedang duduk di sofa sambil menahan sakit di tangannya.


Ia melihat sesuatu di tangan Aisyah,


"Itu apa?" tanya Alex.


"Perban mas ..., ini buat lilit tangannya mas Alex agar nggak terlalu sakit!"


"Biar aku aja!" ucap Alex sambil mengambil kain perban itu dari tangan Aisyah.


“Mas …, aku bantuin ya!”


Aisyah pun meraih kain perban berwana coklat itu dan melingkarkan nya di lengan Alex.


...Tahu tidak jika Allah itu maha membolak balikkan perasaan manusia? Kalau dia memang di takdirkan untukmu, cintanya akan berlabuh di doamu~MAvsMS...


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰


__ADS_2