Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Season 3 (90)


__ADS_3

"Sayang, lapar ya?" tanya Asna, ia tampak dengan santai memberi asi pada Shahia meskipun di sana ada Raka. Tidak seperti sebelumnya, kali ini Raka tampak malah menikmati pemandangan itu, ia juga tidak protes pada Asna jika ada dirinya di dalam kamar.


Setelah Asna selesai menyusui Shahia, Raka pun akhirnya memberanikan mendekati mereka berdua.


"Shahia, main sama papa ya!" Raka mulai mengambil Bonek yang berada di atas bantal Shahia. Boneka gajah kecil berwarna merah jambu dan langsung di minta oleh putrinya itu, tampak Shahia begitu senang memainkannya karena mainan itu masih baru.


Asna kembali merapikan bajunya yang berantakan,


"Mas, kalau mas Raka mau pergi ke toko pagi, nggak pa pa pergi saja, biar Asna sama Shahia nanti papa yang antar!"


"Nggak, hari ini aku mau mengajak kamu dan Shahia jalan-jalan ke tempat bermain anak, bagaimana? Apa kamu setuju?"


"Mas Raka serius?" Asna benar-benar senang mendengar hal itu, ini benar-benar kemajuan.


"Memang aku pernah berbohong sama kamu? Atau aku melupakan sesuatu hingga kamu anggap itu sebuah kebohongan, kalau iya katakan biar aku tebus dengan menepatinya sekarang!"


"Enggak, enggak pernah! Sungguh!"


"Baguslah! Jika aku lupa, tolong ingatkan aku, tapi sungguh kali ini aku ingin mengajak kalian, walaupun aku belum ingat siapa kalian, status kita, tapi seperti yang kamu katakan dan orang-orang lain katakan, aku hanya ingin melakukan tugasku sebagai seorang suami dan seorang ayah yang baik!"


Asna terharu mendengarkan ucapan suaminya, ia tahu suaminya adalah pria yang sangat baik. Ia juga tahu kenapa suaminya begitu dingin padanya meskipun dia mengatakan berulangkali jika dia istrinya. Hal yang terbaik yang ingin suaminya lakukan, sudah suaminya lakukan hanya saja dia yang kurang sabar.


"Asna dan Shahia akan segera bersiap-siap!"


"Baiklah, aku akan ke bawah dan mengobrol dengan papa!"


Setelah sarapan, Ridwan datang untuk menjemput mereka.


Kali ini Ridwan sengaja di sewa untuk mengantar mereka jalan-jalan, walaupun keadaan tubuh fisik Raka sudah lumayan baik saat ini, tapi dia tidak mau membahayakan Asna dan Shahia karena ingin menyetir sendiri.


Setelah mereka berpamitan, mereka pun langsung menuju ke tempat bermain anak, di sama banyak sekali permainan anak, benar-benar surganya anak-anak. Asna memilih permainan yang cocok untuk anak usia Shahia.


Tampak Shahia begitu menikmati bermain, Raka dan Asna memilih menunggu Shahia bermain tidak jauh darinya. Mereka duduk di karpet yang bergambar macam-macam binatang,


"Kamu haus?" Asna yang fokus memperhatikan Shahia sampai lupa memperhatikan suaminya yang sedari tadi memperhatikan wajah cantiknya. Ia pun segera menoleh ke samping.


"Iya, tapi nanti aja mas!" Asna tidak mau merepotkan suaminya dengan memintanya membeli minuman.

__ADS_1


"Biar aku belikan, kamu tunggu sebentar ya!" Raka pun dengan cepat berdiri dan meninggalkan Asna.


Tidak berapa lama Raka kembali dengan sekantong plastik yang isinya bukan hanya minuman tapi juga camilan untuk Asna,


"Mas belinya banyak banget?"


"Nggak pa pa, kamu kan menyusui pasti gampang lapar!" Raka pun membuka kantong plastik itu dan mengambil sebuah minuman dingin, sebelum memberikan pada Asna tidak lupa ia membuka segelnya terlebih dulu.


"Minumlah!"


"Terimakasih ya mas!" Asna pun segera menerimanya dan meneguk minuman itu hingga tersisa setengahnya dan ternyata Raka sudah membukakan sebungkus camilan untuk Asna dan menyerahkannya,


"Terimakasih!"


"Sama-sama!"


Asna yang memang mudah lapar itu mengisi perutnya dengan camilan sambil memperhatikan Shahia yang asik bermain, sesekali Shahia menghampiri mereka hanya untuk menunjukkan mainan yang di bawanya, walaupun sudah sedikit-sedikit bisa jalan tapi sesekali Shahia lebih suka merangkak agar lebih cepat sampai. Hanya sebentar dan kembali asik bermain dengan teman-teman sebayanya. Walaupun tidak saling kenal, anak-anak kecil itu terlihat cukup akrab.


"Kemarin pemilik rumah datang!" Asna segera menghentikan mulutnya yang mengunyah dan berbalik menatap suaminya.


"Maksudnya pak haji?"


"Iya mas, aku lupa! Sebenarnya saat itu sudah sempat mau Asna ambil tapi mendengar berita kalau mas Raka sadar Asna jadi lupa!" Asna tersenyum menyadari kelalaiannya.


"Kamu pasti sangat bekerja keras ya saat aku sakit?"


"Sedikit!" lagi-lagi Asna hanya nyengir, seperti tanpa beban dan kembali melanjutkan ngemilnya.


"Terimakasih ya!"


"Iya!"


"Kamu tidak tanya untuk apa aku mengucapkan terimakasih?"


Mendengar pertanyaan Raka, Asna mengerutkan keningnya,


"Buat apa?"

__ADS_1


"Karena kamu sudah sangat sabar denganku!"


Kayaknya kadar keromantisan mas Raka mulai kembali deh ....


Asna mengamati wajah suaminya, ia memastikan tidak ada yang aneh pada pria yang duduk di depannya itu.


"Mas Raka nggak habis kejedot apa gitu kan?"


"Kok nanyanya gitu?"


"Ya aneh aja, tiba-tiba bicara kayak gitu! Beda banget sama yang kemarin -kemarin!"


"Suka yang kemarin atau yang sekarang?"


"Kalau boleh jujur suka yang sekarang. Tapi ....!"


"Tapi apa?"


"Tapi aku mau mas Raka jadi diri mas Raka sendiri aja, kalau sikap mas Raka sekarang adalah beban lebih baik jangan di lakukan!"


"Baiklah, bagaimana kalau aku ganti pertanyaannya!"


"Ganti apa?"


"Atas bagaimana pernikahan kita terjadi, apa kamu benar mencintaiku atau hanya karena paksaan dariku?"


Asna terdiam mendengar pertanyaan suaminya, ia kembali mengamati wajah suaminya, menatap matanya.


"Apa mas Raka sudah ingat?"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2