Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Menemui Bianka


__ADS_3

Pagi ini Aisyah sengaja sholat subuh berjamaah di masjid, ia ingin mendengarkan


tausiyah dari Kyai Hamid, karena biasanya jika subuh kyai hamid akan mengisi


kuliah subuh di masjid kampungnya.


Ada tausyiah Kyai Hamid yang paling melekat di benak Aisyah pagi ini,


"Bagaimana kita belajar ikhlas, ingatlah ucapan sahabat Rasulullah SAW, Ali bin abi thalib saat di tanya tentang doa, bagaimana doa yang tidak di kabulkan, makan beliau berkata ' Jika Allah mengabulkan doaku, maka saya bahagia, tapi jika Allah tidak mengabulkan doaku saya lebih bahagia, karena yang pertama adalah pilihanku dan yang ke dua adalah pilihan Allah' Jadi jangan khawatir jika doa kita tidak terkabul, berarti Allah tahu apa yang lebih baik untuk kita dan itu bukan yang kita sebut dalam doa kita"


Aisyah keluar paling akhir, ia begitu malas untuk melangkahkan kalinya keluar dari


masjid, menurutnya masjid adalah tempat ternyaman nya untuk menenangkan diri.


“Aisyah!”


tiba-tiba seseorang memanggilnya sebelum ia memakai sendalnya, ia hafal suara


siapa itu. Itu suara Kyai Hamid.


Aisyah segera memutar tubuhnya menghadap Kyai hamid, kyai Hamid berjalan


menghampirinya.


“Assalamualaikum, Aisyah!”


“Waalaikum salam, Kyai!”


“Kamu tidak terlalu terburu-buru kan?” tanya Kyai hamid.


“Tidak Kyai!”


“Kita bicara sebentar ya!”


Mereka pun memilih teras masjid untuk berbicara, mereka duduk di anak tangga itu


dengan berjarak satu meter di antara mereka.


“Kyai sudah mendengar tentang keputusanmu menerima khitbah dari nak Alex!” ucapan


Kyai hamid membuat Aisyah terkejut, ia tidak menyangka jika berita itu langsung


di dengar oleh Kyai Hamid.


“Kyai hanya bisa berdoa yang terbaik untuk kamu, semoga pernikahan yang akan kamu


jalani adalah pernikahan yang dilandasi karena Allah, bukan karena hal lain!”


Sekali lagi ucapan Kyai Hamid berhasil menggugah hati aisyah, ia seperti sedang mencuri dan ketahuan, rasa bersalah itu kini telah menumpuk di dadanya, ingin sekali


menangis dan memohon ampun.


“Itu saja yang ingin kyai katakan, oh iya apa kamu sudah tahu jika Fahmi sudah


kembali?”


Kali ini benar-benar berhasil membuat aisyah menoleh pada Kyai Hamid, ia ngin sekali


mendengar kabar pria itu, walaupun itu salah tapi perasaannya tidak bisa di


hindari.


Aisyah hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia takut jika suaranya keluar hanya akan ada getaran dari bibirnya saja, dengan rapat ia mengatupkan bibirnya.


"Insyaallah Fahmi akan menemuimu, selesaikan yang belum selesai agar tidak ada yang berat di kemudian hari!"


Lagi-lagi Aisyah tidak mampu menjawabnya. Ia terlalu takut jika air matanya tumpah saat ini juga.


“Semoga Allah memberikan keikhlasan untuk kalian berdua, jaga dirimu. Insyaallah kami


akan datang di pernikahan kalian, assalamualaikum!”


“Waalaikum salam!” aisyah menatap nanar punggung Kyai hamid, ucapan Kyai hamid seperti sebuah amunisi, ia seperti batu saja di sadarkan dari gelombang besar dosa yang


siap menyeretnya, tapi beliau juga sudah memberi jalan keluar untuk masalahnya,


IKHLAS. Sebuah kata ampuh yang harus ia dalami setelah ini.


***

__ADS_1


Setelah sarapan, Aisyah segera berpamitan pada ibunya. Bu santi sengaja tidak jualan


tiga hari ke depan karena harus mempersiapkan pernikahan Aisyah.


“Bu…, Aisyah ke rumah Bianka ya hari ini!”


“Iya tapi jangan sampek sore ya, soalnya ibu mau nemenin adik kamu ke rumah


gurunya!”


“Iya bu!”


Setelah berpamitan dnegan ibunya, aisyah segera mengambil tas rangselnya dan berjalan


ke gang depan rumahnya. Ia tidak lagi menggunakan angkot, ia memilih ojek


online untuk mengantarnya, ia memilih ojek online yang pengemudinya wanita.


“Mbak, antar ke alamat ini ya!” ucap Aisyah saat mbak ojek online nya sudah sampai sambil


menunjukkan alamat Bianka.


“Siap mbak!”


Mbak ojek online itu mengendarai motornya menyusuri jalanan kota Surabaya. Sesekali


mbak ojek online bertanya banyak hal pada Aisyah. perjalanan dari gang depan


rumahnya hingga rumah Bianka memakan waktu lebih dari seperempat jam.


Mereka akhirnya sampai juga di sebuah kompleks perumahan. Dan akhirnya mereka


berhenti tepat di depan rumah khas perumahan, kecil dengan halaman yang sedikit


luas.


Aisyah pun segera turun dari motor dan menyerahkan helmnya ke mbak ojek online. Tak


lupa ia juga menyerahkan uang senilai dengan yang di sebutkan oleh mbak ojek


online.


“Siap!”


Setelah mbak ojek online meninggalkannya, ia kembali mengamati rumah itu. Tapi matanya


terfokus pada mobil yang terparkir di seberang rumah Bianka.


‘Bukankah itu mobil tuan Alex!” gumam Aisyah. ia mengurungkan niatnya itu masuk ke rumah


Bianka. Ia lebih tertarik untuk memeriksa mobil itu.


Ia melihat mobil itu terparkir begitu saja di depan gang tanpa ada penghuninya,


Aisyah mengelilingi mobil itu memastikan jika tidak ada orang di dalamnya, tapi


langkahnya lagi-lagi terhenti saat ia melihat adri kaca sebelah kanan depan yang sedikit terbuka.


“Astagfirullah!”


Aisyah terpekik, ia segera menutup mulutnya. Ternyata pekikan Aisyah


membangunkan pemilik mobil itu.


Di dalam mobil itu Alex telanjang dada dengan seorang wanita dengan pakaian yang


tidak terpakai sempurna sedang tidur sambil berpelukan. Alex mengedipkan


matanya, ia menyesuaikan cahaya yang mauk ke dalam matanya.


Alex melihat Aisyah di luar mobilnya sambil membalik tubuhnya memunggunginya. Aisyah sudah memuntahkan semua isi perutnya di sana, ia menjadi sangat mual melihat semua itu.


Alex segera membangunkan gadis yang ada di sampingnya itu.


“Pagi Honey!” sapa gadis itu begitu manja saat matanya terbuka, membuat Aisyah begitu


merinding mendengarnya.


Ya allah orang seperti apa yang

__ADS_1


telah engkau kirimkan untukku ini ya Allah …


“Pakai bajumu dan keluar dari mobilku!” ucap Alex dengan arrogantnya.


“Tapi Honey!”


“saya sudah mentransferkan bayaran mu ke rekening!”


Gadis itu pun segera mengenakan kembali pakaiannya yang berserakan dan segera


meninggalkan mobil Alex. Aisyah masih diam di tempatnya dengan memegangi perutnya yang masih merasa mual. Ia begitu terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat.


Alex memakai kembali kemejanya tanpa mengancingkan nya, ia segera membuka pintu


mobilnya dan menghampiri Aisyah, ia meraih tangan Aisyah.


“Lepas!”


teriak Aisyah sebelum Alex berhasil menarik tangannya dengan benar.


“jangan menyentuhku dengan tangan kotormu itu!” teriak Aisyah dengan mata yang memerah


menatap Alex dengan penuh kebencian.


“Ok Fine ….!"


"Makluk seperti apa sebenarnya anda ini?" teriak Aisyah lagi dengan air mata yang sudah membendung di matanya.


"Kamu harus siap dengan ini semua setiap hari, nanti setelah kita menikah!”


“Kamu benar-benar menjijikkan!” ucap aisyah lagi dengan sedikit berteriak. “Rasanya


pengen muntah!”


“Pelankan suaramu, jangan sampai semua penghuni kompleks ini keluar gara-gara


teriakan mu!”


Benar saja, ternyata Bianka bisa mendengar teriakan Aisyah, ia segera keluar dari alam rumahnya dan menghampiri Aisyah.


‘Ada apa Sya?” tanya Bianka sambil memeluk tubuh sahabatnya yang bergetar itu.


“Dia siapa Sya?”


Tapi Aisyah sepertinya tidak sanggup lagi menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu, ia


terlalu syok dengan yang baru saja ia lihat.


“Kita ke rumah saja, Sya!”


Bianka tidak mau lagi berlama-lama, ia segera membawa Aisyah ke dalam rumahnya,


meniggalkan Alex di sama.


Bianka segera mendudukkan Aisyah di sofa rumahnya dan mengambilkannya segelas air. Ia


menunggu hingga sahabatnya itu siap untuk bercerita.


“Sekarang ceritakan padaku, Sya! Sebenarnya ada apa?”


Walaupun masih sedikit gemetar, Aisyah sedikit lebih tenang sekarang.


“Pria itu adalah tuan Alex, Bi. Dia yang akan menikah denganku!”


“Pria itu?” Bianka benar-benar terkejut mendengarkannya, menyayangkan sekali jika sahabatnya itu menikah dengan pria seperti itu.


“Iya, Bi!”


“Ya Allah, Sya …! Kenapa kau tidak menolaknya saja sih Sya, dia bukan pria baik-baik!”


“Seandainya bisa, Bi! Aku pasti akan menolaknya!”


Bianka hanya bisa memeluk sahabatnya itu, ia tidak bisa melakukan apapun selain hanya dukungan yang terbaik untuk sahabatnya.


Bersambung


Simpan dulu tisunya, bawangnya masih ada besok satu kilo sengaja aku rajang buat kalian


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰😘


__ADS_2