Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Mama Nia


__ADS_3

Pagi ini Alex sudah bersiap-siap dengan kemeja dan jasnya, ia melihat Aisyah masih duduk di atas tempat tidurnya.


"Sayang ayo ...., kita berangkat ya ....!"


"Mas ...., memang Aisyah harus ikut ya?" tanya Aisyah.


Alex pun segera menghampiri istrinya itu dan berjongkok di depan istrinya, ia memegang tangan istrinya, mencium punggung tangan itu.


"Kamu percaya kan sama mas?" tanya Alex dan Aisyah pun menganggukkan kepalanya.


"Ya udah ...., percaya sama mas, nanti kamu tinggal duduk di samping mas sambil mendengarkan apa yang mereka bicarakan!"


"Iya mas ...!"


"Ya udah ayo ....!"


Alex segera menggandeng tangan Aisyah dan mengajaknya keluar dari kamar.


Nenek Widya yang sedang duduk di ruang keluarga sambil membaca surat kabarnya, segera meletakkan surat kabarnya.


"Kalian mau ke mana? Kenapa rapi sekali?"


"Nek ...., Alex mau mengajak Aisyah ke kantor!"


"Ke kantor? Tapi ada apa?"


"Oh iya nek, Alex belum sempat cerita ya sama nenek!"


"Apa?"


Alex pun melepaskan tangan Aisyah, ia segera menghampiri neneknya dan duduk di sampingnya, meraih tangan neneknya.


"Nek ...., hari ini ada pertemuan para pemegang saham, makanya Alex ajak Aisyah!"


"Lalu apa hubungannya dengan Aisyah!"


"Maaf nek, Alex nggak bilang sama nenek, sebenarnya Alex sudah mengalihkan seluruh property milik Alex atas nama Aisyah nek, nenek tidak masalah kan?"


"Tidak, tapi kenapa?"


"Buat jaga-jaga saja nek, nenek percaya kan sama Alex?"


"Iya ...., nenek percaya sama kamu! Nenek tahu kamu pasti melakukan semuanya bukan tanpa alasan!"


"Terimakasih ya nek, kalau begitu aku sama Aisyah berangkat dulu ya!"


"Iya ...., hati-hati ya ....!"


"Assalamualaikum nek!"


"Waalaikum salam!"


Alex pun segera mengajak Aisyah untuk berangkat, Leon sudah menunggu mereka di luar. Ia berdiri di samping mobil dan membukakan pintu mobil untuk Alex dan Aisyah.


Setelah memastikan Alex dan Aisyah masuk, Leon pun ikut masuk dan duduk di samping sopir.


"Lee ...., bagaimana tidak ada masalah kan?" tanya Alex.


"Semua berjalan lancar tuan!"

__ADS_1


"Bagus, tetap jaga agar tidak ada masalah!"


"Baik tuan!"


Mobil pun mulai melaju meninggalkan rumah itu dan menuju ke perusahaan.


Kedatangan mereka langsung di sambut oleh para pemegang saham yang lainnya.


Aisyah melakukan seperti yang di katakan oleh Alex, ia hanya duduk di samping suaminya itu dan menyaksikan jalannya rapat.


Alex juga mengenalkan Aisyah sebagai pemilik saham yang baru menggantikannya,


Setelah mengikuti meeting kepemilikan saham, Alex mengajak Aisyah ke ruangannya.


"Mas ....!"


"Kamu haus ya sayang, aku ambilkan minum dulu!"


Alex pun segera menuangkan air putih ke dalam gelas dan memberikannya pada Aisyah. Setelah mengucap bismillah, Aisyah segera meminumnya.


"Maaf ya, kamu pasti capek!" ucap Alex sambil mengecup kening Aisyah yang sebagiannya tertutup jilbab.


"Nggak pa pa mas, oh iya mas hari ini Aisyah harus ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin!"


"Ahhh ...., benarkah? Bagaimana kalai besok saja!"


"Kenapa mas?"


"Setelah ini aku ada urusan penting, besok aja ya aku antar!"


"Nggak pa pa mas, kan rumah sakitnya juga kalau pulang melewati, sekalian pulang, Aisyah sekalian mampir aja mas, nggak pa pa!"


"Nggak pa pa mas ..., Aisyah bisa pergi sendiri, nggak lama mas!"


"Ya udah kalau begitu biar Leon yang akan mengantarkan mu!"


Aisyah tersenyum, "Iya ....!"


"Maaf ya sayang ...., mas pasti nyesel banget nggak bisa antar kamu!"


"Kan satu minggu lagi Aisyah bakal periksa lagi, jadi nggak pa pa!"


Karena Alex tidak bisa ikut dengan Aisyah. Akhirnya ia meminta Leon untuk mengantar Aisyah.


"Mas Leon nunggu di sini aja, aku masuk sendiri aja mas!"


"Tapi tuan meminta saya untuk menjaga anda nona!"


"Di dalam pasti kamu akan bosan, lagi pula nanti aku juga nggak ngijinin mas Leon buat masuk!"


"Baik nona, kalau begitu saya akan menunggu di sini! Hubungi saya kalau terjadi sesuatu!"


"Baik mas!"


Aisyah pun segera masuk ke dalam, Aisyah pun harus daftar dulu dan menunggu giliran.


Aisyah duduk di salah satu kursi tunggu itu, sesekali ia membalas pesan dari suaminya, sudah berpuluh-puluh pesan yang suaminya kirim untuknya, ia bahkan harus mengirimkan foto untuk suaminya itu.


Saat sedang menunggu giliran, ia melihat disudut lain seorang wanita cantik dengan tubuh kurusnya juga sedang duduk menunggu giliran.

__ADS_1


"Bukankah itu ....?!" gumam Aisyah.


Aisyah masih mengingat wajah itu walaupun kurus dan pucat.


Aisyah pun mengambil buku kecil yang ada di tasnya dan mengambil foto yang terselip di sana, ia memastikan jika yang dilihatnya itu adalah benar.


Saat hendak berdiri, tiba-tiba saja Leon datang menghampiri Aisyah.


"Nona ....!"


"Mas Leon kenapa ke sini?" tanya Aisyah.


"Tuan bilang anda tidak membalas pesannya, makanya saya ke sini!"


"Tapi saya tidak pa pa, saya belum sempat!" ucap Aisyah. Aisyah kembali menatap wanita itu, dia masih berada di tempatnya.


"Mas Leon tunggu di sini sebentar!” ucap Aisyah sambil berdiri dan meninggalkan Leon.


"Nona mau ke mana?” tanya Leon dan


Aisyah tidak menjawabnya, ia memilih tetap berjalan mendekati wanita itu dengan tangan yang masih membawa foto itu.


Aisyah berhenti tepat di depan wanita itu. Wanita itu tampak mengerutkan keningnya.


"Kamu siapa?" tanya wanita itu.


“Bu Nia?" tanya Aisyah yang sudah berdiri di depan wanita yang sedang menunduk dengan syal yang melilit di lehernya.


Sepertinya wanita itu berusaha keras untuk mencari tahu siapa yang menyapanya dan tahu namanya.


"Iya itu namaku …? Apa saya mengenal anda?” tanya wanita kurus itu. Aisyah pun tersenyum dengan penuh kelegaan.


“Mungkin nyonya tidak mengenal saya, tapi saya mengenal anda!” ucap Aisyah dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Leon sudah berdiri di belakang Aisyah, ia mengenali siapa wanita yang di sapa oleh Aisyah itu.


"Apa maksudmu?” tanya Nia. Apa lagi saat melihat Aisyah berkaca-kaca membuatnya semakin heran.


“Saya menantu anda nyonya!” ucap Aisyah dengan suara yang sudah bergetar menahan agar air matanya itu tidak sampai jatuh.


“Menantu?” tanya Nia tidak percaya, ia mengerutkan keningnya mengamati wajah Aisyah, ia juga mengintip pria yang sedang berdiri di belakang Aisyah. Apa pria itu putranya? Tapi wajahnya begitu asing.


“Davin?” tanya Nia kemudian, ia mengingat putra pertamanya. Mungkin sekarang putranya itu sudah punya istri, pikirnya.


“Bukan .....! saya istri dari putra bungsu anda nyonya!” ucap Aisyah membuat Nia benar-benar terkejut. Ia segera berdiri dan menatap Aisyah dengan penuh kemarahan.


“jangan temui saya lagi! Anggap kita tidak pernah bertemu, permisi …!” ucap Nia, dia segera meninggalkan Aisyah membuat Aisyah hendak mengejarnya.


"Bu …, tunggu!” teriak Aisyah.


"Tolong nona, kembalilah ke tempat nona!" ucap Leon membuat Aisyah tersadar jika ada Leon di sana, Aisyah pun segera mengusap air matanya dan kembali duduk.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2