Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Penyerangan


__ADS_3

Aisyah dan alex melanjutkan perjalanannya. Kali ini Alex memilih menuju ke taman kota.


"Mau makan sesuatu?"


"Gimana kalau kita makan sempol saja mas, enak kayaknya kalau makan di pinggir jalan kayak mereka!" ucap Aisyah sambil menunjuk beberapa anak muda yang sedang makan sempol berdua di pinggir jalan.


"Baiklah ..., kita parkir kan dulu ya mobilnya!"


Aisyah pun mengangguk. Alex memilih memarkirkan mobilnya di pinggir jalan tidak jauh dari penjual sempol.


"Mas ...., sempol e rong porsi yo ...!" ucap Alex, ia memang tidak terlalu mahir berbahasa jawa karena terlalu lama tinggal di luar negri.


"Iyo mas ...., saos e pedes a mas?" tanya penjualnya.


"Gimana , Ay? mau yang pedas apa enggak?"


"Pedas ae mas ...!" ucap Aisyah, ia memilih duduk di depan meja kecil yang sudah di siapkan.


"Pedas mas! Saya di sana yo mas!"


"Iya mas!"


Alex meninggalkan penjualnya dan menyusul Aisyah.


"Mau minum sesuatu?"


"Nggak usah mas nanti aja!"


Tidak berapa lama simpel pesanannya pun datang.


"Ini untuk pertama kalinya aku makan ini loh ...!" ucap Alex.


"Beneran mas?"


Alex mengangguk, "demi kamu, apa sih yang enggak!"


"Serius mas ? Tapi ini enak loh mas ..., cobain deh!" ucap Aisyah sambil menyodorkan setusuk sempol ke depan mulut Alex.


Alex pun akhirnya membuka mulutnya dan menggigit sempol itu, mulai mengunyahnya, dan mengunyahnya.


"Mas ..., gimana? Enak kan?"


"Enakkk!" Alex pun segera memakan semua miliknya, Alex yang melihat suaminya begitu menyukai makanan itu akhirnya mengabadikannya di kamera ponselnya.


"Kenapa di foto?"


"Mas Alex lucu kalau makannya kayak gitu! Enak banget ya?"


"Iya ....! Aku mau nambah, kamu mau lagi nggak!"


"Nggak mas, mas Alex kalau mau nambah, nambah sendiri aja!"


Alex pun memesan kembali dua porsi sempol dan kembali melahapnya.


"Ahhhhh ...., akhirnya kenyang banget!" ucap Alex sambil mengusap perutnya.


"Kalau cilok, mas Alex pernah coba nggak?"


"Apa itu?"


"Beneran mas Alex nggak tahu?"


Alex pun menggeleng,


Ahhhh ...., kelamaan di luar negri sih ...., nggak tahu kan jadinya makanan nusantara, padahal enak-enak semua ....


"Lain kali kita harus berburu kuliner mas!"


"Itu ide bagus kayaknya!"

__ADS_1


Setelah puas mengisi perutnya, mereka pun memilih berkeliling kota


terlebih dulu sebelum pulang karena menurut mereka ini adalah awal untuk mereka, seperti sepasang kekasih yang baru saja proses jadian.


“kamu mau ke mana lagi?” tanya Alex sambil mengusap pipi Aisyah.


“terserah mas Alex aja deh ...!”


“Kalau terserah kita pulang aja deh!”


“Nggak mau? Jangan dong mas”


“terus maunya kemana?”


“Ya terserah mas Alex!”


“Mau ke taman lagi, atau ke alun-alun?”


“Jangan mas, dingin malam-malam!”


“Kalau gitu di mana dong? Ke pantai?”


"Terserah mas Alex!”


Alex hanya bisa garuk-garuk kepalanya, benar saja.kata orang jika wanita itu makluk yang sulit di mengerti. Terserah tapi tidak mau.


“Mas kenapa kita berhenti di sini?” tanya Aisya saat tiba-tiba mobil berhenti di sebuah restoran.


"kalau terserah aku ya suka-suka aku dong turunnya di mana!” ucap alex yang sudah di ubun-ubun batas kesabarannya.


"Kita kan sudah makan mas?!"


"Yang makan banyak aku, kamu cuma nonton tadi, jadi sekarang gantian aku yang nonton kamu makan!"


“ihhh …, mas Alex gitu sih …!”


Mereka memilih tempat duduk yang di rasa nyaman. Tidak berapa lama seorang waiters menghampiri mereka.


“malam mbak …, pak …! Mau pesan apa?” tanya waiters


Aisyah terus menahan tawanya sambil menunjuk sebuah menu.


Setelah waiters itu meninggalkan mereka tawa Aisyah pecah juga akhirnya.


“kenapa tertawa?" tanya Alex heran.


"Mas Alex nggak sadar, aku di panggil mbak, eh mas Alex di panggil pak!"


"Jangan menertawakan ku ya, mau aku cium di sini kamu!"


“om ganteng ini ya suka banget marah!”


“om ….! Aku nggak setua itu ya …!”


Waiters kembali dengan membawa makanan yang sudah di pesan oleh Aisyah.


"Mas Alex beneran nggak makan lagi?"


"Makanlah ...., dan aku akan menatapmu!"


"Mas ...., mana enak makan sambil di liatin kayak gitu!" keluh Aisyah saat Alex terus menatap Aisyah.


"Jangan protes, katanya menatap wajah istri itu ibadah!"


"Tapi akunya nggak enak makan, kalau mas Alex nya kayak gitu!"


"Kalau gitu biar aku suapi!"


Alex segera mengambil sendok di tangan Aisyah dan menyuapkan makanan ke mulut Aisyah.

__ADS_1


"Mas diliatin orang!" ucap Aisyah saat menyadari jika mereka jadi pusat perhatian.


"Biarkan, mereka pasti iri lihat kita, ayo makan yang banyak biar nanti kuat!"


"Kuat apanya?"


"Setelah ini kamu punya tugas yang sangat penting jadi makan yang banyak!"


Setelah menyelesaikan makannya, mereka memutuskan untuk langsung pulang karena sudah terlalu malam, tidak mungkin untuk melanjutkan jalan-jalan.


"Padahal tadi aku sudah seneng banget mas saat mas Alex mau mengajak Aisyah ke pantai!" ucap Aisyah pelan.


"Tadi katanya terserah, nggak mau milih!?"


"Itu kan bahasa perempuan mas!"


"Memang ya bahasa perempuan sulit dimengerti!"


Mereka kembali terdiam, Alex kembali fokus pada jalannya yang cukup lengang itu, "Lain waktu kita ke pantai ya!"


"Bener mas?" tanya Aisyah begitu senang.


"Iya ...!"


Alex seperti menyadari ada hal yang aneh, ada yang mengikuti mobilnya.


Sial .....


Umpat Alex dalam hati, ia tidak mau menunjukkan hal itu pada Aisyah, Aisyah masih sibuk bercerita tapi Alex fokus pada motor yang mengikuti mobil mereka.


Saat motor itu sudah sejajar dengan mobilnya, tiba-tiba si pengendara motor mengeluarkan senjata dan siap untuk menembakkannya pada Alex.


"Menunduk!?" teriak Alex dan segera meraih kepala Aisyah membekapnya dalam dadanya.


Ciiiiiiiiiittttttt


Tembakan melesat dan mengenai kaca mobil Alex, setelah meleset tembakannya, orang itu segera pergi dengan motornya.


“Aaaaaa …!” teriak Aisyah saat Alex melepas dekapannya dan melihat mobil mereka mulai kehilangan keseimbangannya.


Dengan cepat Alex berusaha mengendalikan mobilnya dengan beberapa kali memutar stang stirnya dan menginjak pedal rem hingga menimbulkan bunyi yang begitu keras.


Ciiiiitttttttt


Rodanya hingga meninggalkan jejak di aspal hitam itu dan akhirnya Alex membenturkan mobilnya ke pembatas jalan agar berhenti. Sebelum itu Alex lebih dulu kembali mendekap Aisyah agar tubuh Aisyah tidak membentur mobil.


Brakkkkk


Untung Alex dengan begitu heroiknya mengendalikan mobilnya lagi.


Tubuh Aisyah aman di dekapannya, tapi tangan Alex yang masih belum begitu sembuh sepertinya kembali retak karena membentur dashboard mobil.


"Mas ....!"


Alex segera melepaskan Aisyah, "Kamu tidak pa pa kan?" tanya Alex dan memastikan jika istrinya itu tidak terluka sedikitpun.


"Aku nggak pa pa mas, tangan mas Alex?"


"Tidak pa pa, nanti sembuh sendiri!"


Alex segera menelpon leon dan memintanya untuk menyusul mereka, mobil mereka rusak.


...Cinta itu adil, dalam cinta kita di ajarkan untuk bahagia, lalu di kuatkan dengan luka, di tempa dengan kecewa dan di bingkai dengan keikhlasan~MAvsMS...


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Happy Reading 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2