
Aisyah dan bayinya masih harus menunggu dua belas jam baru di perbolehkan pulang setelah memastikan jika ibu dan bayinya sehat semua.
Nenek Widya sudah pulang bersama bu Santi untuk menggelar acara selamatan brokohan (Atau yang dalam bahasa indonesia di sebut syukuran, barokah) di rumah, acara selamatan brokohan biasa di lakukan oleh orang jawa ketika menyambut kelahiran bayi bersamaan dengan memendam ari-ari bayi atau yang di sebut bathur di depan rumah.
Alex juga ikut pulang bersama mereka, Ia meminta Leon untuk menunggu Aisyah dan bayinya selama ia pulang untuk mengubur bathur atau di sebut mendhem bathur.
Bathur yang sudah di bersihkan dan di bungkus dengan kain putih dan di masukkan ke dalam wadah dari tanah beserta beberapa batang seperti jarum, pensil, kertas yang sudah ada huruf arabnya kemudian di kuburkan di depan rumah dan di beri penerangan hingga tiga puluh enam hari atau yang di sebut selapan.
Walaupun Alex tinggal dan besar di luar negri tapi nenek Widya adalah orang jawa kental. Ia masih memegang teguh tradisi jawa.
Alex pun membaca sholawat dan basmallah sebelum menguburkannya.
Alex ingin melakukan semuanya sendiri termasuk tadi membersihkan ari-arinya.
"Alex kembali lagi ke rumah sakit ya nek, kasihan Aisyah sendiri, mungkin nanti Alex juga bermalam di sana!" ucap Alex pada nenek Widya.
Nenek Widya dan bu Santi terlihat membantu para pelayan menyiapkan selamatan.
"Ya sudah ...., kabari ibu kalau terjadi sesuatu ya!" ucap bu Santi juga
"Iya bu, Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
Alex pun tanpa menunggu acara selesai segera kembali ke rumah sakit.
Hanya butuh waktu dua puluh menit untuk sampai di rumah sakit, Alex langsung menuju ke ruangan Aisyah. Leon terlihat masih berdiri di depan ruangan Aisyah.
"Leon!"
"Iya tuan?"
"Kami boleh pulang sekarang, biar saya yang jaga Aisyah!"
"Baik tuan!"
Leon pun hendak berbalik tapi kembali menatap Alex.
"Maaf tuan!"
"Ada apa lagi?"
"Polisi sudah mulai melakukan pengejaran terhadap tuan Tito dan anak buahnya tuan!"
"Mereka kabur?"
"Iya tuan, tapi tuan!"
"Ada apa?"
"Jika tuan Tito tertangkap, bukankah posisi tuan juga dalam masalah?"
"Saya sudah mempersiapkan semuanya!"
"Apa tidak sebaiknya kita abaikan saja kasus ini tuan!"
__ADS_1
"Tidak bisa, sudah jangan khawatirkan saya, lakukan seperti apa yang saya katakan jika sampai terjadi sesuatu!" ucap Alex, ia tidak mau lagi mendengarkan pertimbangan dari Leon, ia memilih masuk meninggalkan Leon sendiri di luar.
"Tuan benar-benar keras kepala!" gumam Leon sambil menatap pintu yang sudah tertutup kembali.
Alex pun melihat Aisyah tertidur pulas, sedangkan bayi mungil yang ada di sampingnya terlihat terjaga.
Alex pun tersenyum dan berjalan begitu pelan agar tidak menimbulkan suara menghampiri bayi mungilnya.
"Sayangnya papa, bangun ya! Mama sedang tidur jadi jangan ganggu ya sayang ....!" ucap Alex dengan nada pelan sambil jari telunjuknya di genggam oleh tangan mungil itu, tangan itu begitu kecil hingga satu jarinya saja tidak tergenggam sempurna.
Bayi kecil itu seperti tahu apa yang di katakan oleh papanya, bayi perempuan itu tetap tenang dengan mata beningnya yang menatap Alex.
Aisyah yang merasakan ada seseorang di sampingnya, ia pun perlahan membuka matanya. Ternyata benar ada suaminya yang sedang bermain dengan bayinya.
"Mas ...., kamu sudah datang?" tanya Aisyah.
Dan Alex pun segera mendekati Aisyah dan mengecup keningnya.
"Assalamualaikum, Ay!
"Waalaikum salam, mas! Kamu cepat sekali datangnya?"
"Iya ...., sudah kangen banget sama kamu dan putri kecil kita!"
"Sudah sholat mas?" tanya Aisyah karena sudah jam empat sore, waktu Ashar sudah hampir berlalu.
"Sudah sayang tadi di rumah, sekalian mas bersih-bersih!"
"Dia pasti sudah lapar mas, bisa nggak angkatin dan taruh di pangkuan Aisyah?" tanya Aisyah sambil merubah posisinya menjadi duduk dengan di bantu Alex.
"Bisa ...., tunggu ya!" ucap Alex yang hendak berbalik tapi tangan Alex segera di tahan oleh Aisyah membuat Alex kembali menoleh padanya.
"Kalau nggak bisa jangan di paksain mas, minta bantuan perawat aja!"
"Bisa ...., kamu tenang saja!"
Setelah Aisyah melepaskan tangannya, Alex pun segera menghampiri bayinya. Dengan berhati-hati ia mulai mengangkat bayinya dan meletakkannya di atas bantal yang ada di pangkuan Aisyah.
"Bisa nggak sayang?" tanya Alex yang melihat istrinya begitu kesusahan karena tangan kanannya masih terhubung dengan slang infus.
"Susah mas!"
"Ya sudah biar aku bantu ya!"
Alex pun menyingkap jilbab instan Aisyah yang menutupi dadanya dan membukakan tiga kancing baju Aisyah,
"Sekarang biar Aisyah sendiri mas!" ucap Aisyah yang terlihat begitu malu saat tangan Alex hendak mengeluarkannya.
"Nggak pa pa, sama suami juga masak malu!"
Alex pun segera mengeluarkannya dan memasukkan ke dalam mulut mungil putrinya, ia bahkan ikut memegangi agar hidung putrinya tidak sampai tertutup.
"Dia benar-benar lapar, terlihat begitu menikmati! Untung kamu cewek sayang kalau cowok papa pasti cemburu kalau kayak gini!" ucap Alex membuat Aisyah tertawa.
Ha ha ha ....
__ADS_1
"Kenapa tertawa seperti itu!?" tanya Alex.
"Nggak kebayang aja mas, kalau mas Alex ngambek sama anak kita pas Aisyah menyusui!"
"Mau bagaimana lagi ...., dia mengambil jatahku!"
"Ada ada aja mas Alex ini ah ....! Oh iya mas ..., baby nya mau di kasih mana siapa?" tanya Aisyah saat sadar jika mereka belum punya nama untuk bayinya.
"Siapa ya?" Alex malah terlihat begitu bingung.
"Bagaimana kalai kumaira, pipinya kemerahan sekali mas!"
"Jangan deh ...., gimana kalau Fatimah saja?"
"Bagus sih mas, beliau adalah wanita yang sudah di jamin surganya oleh Allah, tapi lanjutannya apa?"
"Ehhh jangan itu sayang!"
"Kenapa?"
"Nggak kenapa-kenapa, bagaimana kalau Kiandra saja?" tanya Alex kemudian.
"Ada apa dengan nama Kiandra? Maksudnya artinya apa?"
"Kiandra dalam bahasa Inggris artinya keajaiban, dia itu seperti keajaiban dalam hidup saya, Ia percaya diri dan pandai mengendalikan situasi. Gemar melakukan sesuatu yang bermakna dalam hidup dan sangat penyayang kepada orang-orang dekatnya!"
"Nama yang bagus mas, gimana kalau Aisyah tambah Alexandra?"
"Iya, Kiandra Alexandra! Kia ....!"
"Kia ...., kia putrinya mama ...!" ucap Aisyah sambil mengusap pipi putrinya.
"Kia ...., kia ...., sudah kenyang ya?" tanya Alex saat melihat putrinya itu sudah melepaskan ASI-nya.
"Kia langsung tidur lagi mas kalau udah kenyang!" ucap Aisyah karena melihat putrinya itu kembali tertidur pulas.
"Dia manis sekali, biar aku abadikan dulu ya!" ucap Alex sambil membidik kan kamera ponselnya pada meraka bertiga.
"Bagus sekali ya ...., lihatlah ....!"
"Iya mas ....! Kita samaan loh mas sama Kak Nadin, kak Nadin juga baru melahirkan seorang putri, kata kak Dini namanya Keyra, Kia dan Key, semoga kelak mereka berteman!"
"Nggak mungkin!" ucap Alex dengan nada dinginnya.
"Kenapa mas? Mas masih kecewa karena_!" ucapan Aisyah menggantung saat jari Alex menempel di bibirnya.
"Husttttt ....! Bukan itu, jangan berpikiran macam-macam! Rendi sangat membenciku jadi tidak mungkin mereka akan berteman, dan lagian mereka di Jakarta dan kita di Surabaya!"
"Kita masih tinggal di Indonesia mas ...., nggak ada yang nggak mungkin kalau Allah berkehendak, Allah juga maha membolak-balikkan perasan seseorang, Mungkin pak Rendi sekarang sedang keras hatinya tapi nanti, semua tidak akan ada yang tahu mas!"
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰