
Malam ini Alex sudah bersiap di atas tempat tidur, ia menunggu Aisyah yang harus mengurus nenek Widya terlebih dulu.
Jika malam hari, nenek Widya harus meminum obatnya.
Tidak berapa lama, Aisyah pun kembali ke kamarnya, ia melihat suaminya sedang asik membaca buku di atas tempat tidur.
Saat melihat Aisyah masuk, Alex pun segera meletakkan buku nya di atas nakas.
"Sudah selesai?" tanyanya.
"Sudah mas ...., Aisyah bersih-bersih dulu ya ....!"
Aisyah pun segera menuju ke kamar mandi.
Alex kembali fokus pada buku bacaannya, ternyata ia sedang membaca buku kiat-kiat hubungan yang harmonis antara suami dan istri.
"Ahhhh ...., kenapa jadi deg degan gini ya ....?!" ucap Alex sambil memegangi dadanya.
"Gimana ya nanti ngomongnya?"
"Maukah kita melakukannya?"Ucapnya, "Ahhh ...., nggak itu terlalu fulgar!"
"Gimana kalau, bagaimana kalau kita lanjutkan yang tadi sore?" ucapnya lagi sambil mempraktekannya.
"Tapi kalau dia nanya banyak hal gimana? kenapa aku jadi bingung gini sih ....!"
Ceklek
Aisyah keluar dengan baju tidurnya tanpa jilbab di kepalanya. Wajahnya yang bersih setelah cuci muka membuatnya bertambah bersinar.
Alex segera mengembalikan bukunya di atas meja.
"Mas Alex tadi ngomong sama siapa?" tanya Aisyah yang mendengarkan samar-samar dari dalam kamar mandi.
"Enggak ..., oh itu tadi aku cuma baca bukunya keras!"
"Aku kira ada yang kesini mas ...!" ucap Aisyah sambil merangkak naik ke atas tempat tidur.
"Mas ...!"
"Ay ....!"
Ucap aisyah dan Alex bersamaan hingga mereka saling pandang.
Ha ha ha ....
Mereka akhirnya memilih tertawa, karena tanpa sadar mereka saling salah tingkah.
"Kamu dulu yang bicara!" ucap Alex kemudian setelah menyelesaikan tawanya.
"Mas Alex dulu aja deh!" ucap Aisyah yang juga ikut mengalah.
"Baiklah ....!"
Alex terdiam, ia menatap Aisyah dan menatap jantungnya agar tidak terlihat jika ia begitu grogi.
"Apa mas?" tanya Aisyah yang tidak sabar.
"Sebenarnya ...., sebenarnya ...!"
"Iya ...! Sebenarnya apa?"
__ADS_1
Alex pun akhirnya memilih memejamkan matanya, "Bagaimana kalau kita melanjutkan yang tadi sore!" ucap Alex begitu cepat.
Aisyah tersenyum melihat Alex yang seperti itu, padahal sebelumnya, Alex yang ia kenal adalah Alex yang sombong dan arrogant, tapi saat ini pria itu begitu manis saat menyatakan sesuatu yang di sifatnya pribadi.
Alex membuka mata nya dan melihat Aisyah yang tersenyum, ia jadi merasa takut jika Aisyah akan menolaknya.
"Ya sudah lupakan, anggap aku tidak mengatakan apapun!" ucap Alex lalu menarik selimutnya tapi Aisyah segera menahan tangannya.
"Aku mau mas ....!" ucap Aisyah pelan membuat mata Alex terbelalak sempurna.
"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Alex memastikannya lagi.
"Enggak mas ..., aku mau!"
"Benarkah?"
"Iya ....!"
Alex tersenyum senang, tapi ia bingung bagaimana cara memulainya, ia mendekatkan dirinya pada Aisyah, menggeser tubuhnya perlahan. Tapi ternyata Aisyah lebih peka, ia segera menggeser tubuhnya cepat kepada suaminya itu.
Aisyah mendekatkan pipinya.
"Ada apa?" tanya Alex saat Aisyah menunjukkan pipinya.
"Cium di sini mas ...!" ucap Aisyah.
"Nggak mau!"
"Nggak mau?" tanya Aisyah kecewa.
"Maunya di sini!" ucap Alex sabil menunjuk bibir Aisyah.
Alex pun segera mendaratkan bibirnya di atas bibir Aisyah, hampir saja Aisyah menjauhkan kepalanya tapi Alex segera menahan tengkuknya.
Setelah cukup lama Alex melepaskan tautannya. Aisyah belum mau melepasnya tapi ia tidak mungkin mengatakannya pada suaminya itu, ia sudah terlalu nyaman dengan bibir hangat itu.
“Maaf jika nanti aku akan mengecewakanmu!” ucap Alex yang masih belum yakin jika dirinya benar-benar sembuh, ia takut jika nanti saat sudah siap juniornya malah tidak bekerja dengan baik.
“Aku iklhas mas, kita coba sama-sama, nanti jika belum bisa kita bisa mencobanya lain waktu!”
"Terimakasih ya ...!"
Aisyah pun menganggukkan kepalanya, Alex kembali mendekatkan wajahnya pada Aisyah, Aisyah sudah mulai paham,
Alex kembali menempelkan bibirnya di atas bibir Aisyah, mencium dan ******* bibir Aisyah, ciuman yang mulainya biasa saja kini semakin lama semakin panas, bahkan tangan Alex sudah mulai mengabsen setiap jengkal tubuh Aisyah, menyingkap baju tidur aisyah, melepas satu persatu kancing bajunya hingga kini tubuh atas Aisyah terlihat dan hanya tertutup bra warna merah itu.
Tangan Alex mulai meremasnya dan bibirnya ikut turun bersama tangannya, Aisyah hanya bisa mengerang menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh suaminya.
Alex merasakan sekarang juniornya sudah bisa berdiri tegak di dalam sana, Alex tersenyum. Ia mengecup kembali wajah Aisyah. Aisyah hanya bisa memejamkan matanya menahan tubuhnya agar tidak terlalu bergetar, ia sendiri saat ini merasa begitu takut.
Kini baju mereka sudah terlepas semua, Alex kembali berbisik pada Aisyah. Hanya ada selimut yang menutup tubuh mereka.
“Aku akan mencobanya dengan pelan, tahan ya …! Mungkin akan sedikit sakit!” bisik Alex sambil mengusap rambut Aisyah.
“Iya mas …, aku siap!” ucap aisyah sedikit terdengar seperti desahan, tangannya juga sudah mencengkeram erat seprei yang ada di sampingnya.
“aaaa ….!” Teriak Aisyah saat junior Alex memasukinya, ini untuk pertama kalinya. Alex segera menutup bibir Aisyah dengan bibirnya. Ia mengecup air mata yang keluar dari sudut mata Aisyah.
“Sakit ya …!” bisik Alex lagi, ia membiarkan juniornya tetap di dalam sana.
“Iya ....!"
__ADS_1
"Apa sudah saja ya?" tanya Alex yang merasa tidak tega saat melihat air mata Aisyah keluar bercampur dengan keringat yang bercucuran, tampak sekali jika saat ini Aisyah sedang menahan sakit.
"Jangan mas ..., lanjutkan saja!" ucap Aisyah sambil membuka matanya.
"Kamu kesakitan!"
" Nggak pa pa mas ..!” ucap Aisyah memaksa. Alex pun mulai bergerak.
“aku lanjutkan ya?” tanya Alex lagi sambil bersiap-siap mencabutnya lagi.
Aisyah pun mengangguk, dengan pelan Alex melakukan gerakan itu hingga beberapa kali. Hingga Alex mencapai puncaknya.
Peluh mereka saling bercucuran. Alex segera mencium wajah Aisyah menghapus peluh di wajah Aisyah dan menutup tubuhnya dengan selimut. Alex kembali tersenyum
"terimakasih sayang!” bisik Alex.
Ia pun memeluk tubuh aisyah yang terkulai lemah itu. Hingga mereka sama-sama tertidur tanpa sehelai benangpun kecuali selimut yang menutup tubuh mereka.
...***...
Pagi ini tidak biasanya, Alex yang bangun lebih dulu. ia menatap jam masih jam setengah tiga, tapi ia tahu jika istrinya biasanya jam seperti ini ia selalu bangun.
Cup
Alex mengecup kening Aisyah, tapi mungkin karena Aisyah terlalu capek, ia sama sekali bergeming dari tempatnya.
Cup
Alex kembali mengecup tapi kali ini bibir aisyah. ia kali ini ia membuka matanya dengan begitu cepat.
“Mas …!”
“Bangun Ay, sudah hampir jam tiga!”
“sudah pagi?”
"Iya ...!"
Aisyah berusaha bangun, tapi ia terlihat sekali jika kesusahan.
“Aaaa …!” teriak Aisyah saat tiba-tiba Alex mengangkat tubuhnya.
“Mas …!”
“Jangan jalan, kamu kayak bebek kalau jalan kayak gitu!”
“sakit mas …!”
Kini Aisyah sudah berada di kamar mandi, Alex memandikan Aisyah dan dan dirinya sendiri.
“Sekarang biar aku jalan sendiri mas, aku mau ambil wudhu sekalian!”
“Baiklah…!”
...Jika aku di tanya apa yang paling sulit aku lakukan, maka aku akan menjawab, tidak akan merasa ragu, tidak akan merasa kecewa, tidak akan merasa sakit, tidak akan merasa di abaikan. Aku ini hanya orang yang merindukan hujan tapi aku selalu berteduh saat dia datang, aku menyukai senja tapi begitu mendambakan gelapnya malam~MAvsMs...
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰