
Dengan cepat Alex masuk ke dalam rumah, sudah waktunya sholat dhuhur. Sebelum membuka laptopnya ia memilih mandi dan melaksanakan sholat lebih dulu.
Setelah selesai, ia segera ke dapur untuk membuat kopi lalu membawanya ke meja makan dengan laptop yang sudah berada di atas meja.
Ia mulai membuka email dari orang suruhannya, sebuah data yang orang itu ambil dari data rumah sakit tempat di mana Aisyah melahirkan untuk yang ke dua.
......Surat keterangan kelahiran......
Telah lahir dengan selamat di rumah sakit Kasih Bunda, seorang anak laki-laki dari :
Nama ibu : Aisyah Ratna
Nama Ayah : Kevin Alexander
Pekerjaan/Pangkat : Pengusaha
Alamat. : Perumahan permata indah
Berat badan : 3200 gram
Panjang : 45 cm
Pada hari/ tanggal/ tahun : Selasa , 10 April 2019
Jam : 08.24 pagi
Alex terus menscroll data itu ke bawah, ia mulai mengingat kembali pertama kali masuk penjara, jika di hitung-hitung semenjak kepergian Aisyah, sampai hari Aisyah melahirkan itu hanya berselang tujuh bulan.
Mata Alex seketika berkaca-kaca, ia memegangi dadanya yang begitu sesak. Air matanya luluh begitu saja.
"Dia menyembunyikan semuanya ...., ya Allah ... dosa besar apa yang sudah hamba Mu ini lakukan ya Allah, bahkan sampai aku punya anak lagi pun tidak tahu ....!"
"Aisyah ...., kenapa kau menyimpan semuanya ....!"
Alex memukul dadanya berkali-kali, rasa sesak di dalam dadanya itu tak mampu ia sembuhkan.
Ia menjatuhkan tubuhnya di lantai, menangis sejadi-jadinya. Ingin rasanya segera memeluk putranya.
"Papa macam apa aku ini ...., ya Allah ...., sesakit ini ya Allah ...., dia pasti sangat menderita tanpa aku ya Allah ....!"
...***""""***...
Hari semakin sore, Aisyah memang buka warungnya sampai malam tapi buka dia yang melayani. Ada karyawan yang memang di jatah sama Aisyah untuk buka malam dengan menu yang berbeda.
__ADS_1
"Sudah sore, Aisyah mau pulang aja ya mbak, kasihan Arsyi aku tinggal seharian!" ucap Aisyah sambil mencuci tangannya, ia baru saja mencuci peralatan masaknya sebelum di masukkan ke dalam lemari.
Mbak Wiwin juga terlihat mulai membersihkan wadah-wadah yang sudah kosong.
"Iya mbak!" Tapi kemudian mbak Wiwin teringat sesuatu,
"Oh iya hampir lupa! Ini kemarin ada pelanggan yang minta di anter pesanannya langsung ke rumah!" ucap mbak Wiwin sambil menghampiri Aisyah membuat Aisyah menghentikan kegiatannya dan membalik badannya menatap mbak Wiwin.
"Jauh nggak mbak rumahnya?" Ia sangat malas kalau masih harus muter-muter, apa lagi ia harus mengurus Arsyi dan Kia untuk berangkat mengaji juga.
"Nggak mbak, tetangga baru mbak Aisyah, ini alamatnya!" ucap mbak Wiwin memberikan selembar kertas berisi alamat orang itu.
Aisyah pun mengambil kertas itu dan mengamatinya, dan benar saja rumahnya berada di gang yang sama dengan rumahnya, hanya beda beberapa nomor saja. Dan yang paling membuatnya hafal karena pagi tadi ia juga ke rumah itu.
"Ohhh ini deket banget mbak, aku malah kerja di situ mbak!" ucap Aisyah bersemangat, kalau begitu ia nggak perlu muter-muter lagi dan bisa langsung pulang.
Melihat ekspresi Aisyah yang senang, mbak Wiwin sampai memiringkan wajahnya menatap Aisyah, "Udah ketemu orangnya mbak?"
"Belum!" jawab Aisyah datar. Hal itu membuat mbak Wiwin mengeryitkan keningnya, ia tidak percaya kalau Aisyah belum kenal karena pria yang pesan itu sepertinya sangat mengenal Aisyah.
"Tapi dia kenal sama mbak Aisyah loh!"
Ternyata Aisyah juga tidak kalah terkejut, pasalnya ia sama sekali belum bertemu dengan pria yang rumahnya tadi pagi sempat ia bersihkan.
"Benarkah?"
"Iya mbak ..., orangnya ganteng banget pokoknya!" Mbak Wiwin terlihat membayangkan kembali bagaimana orang yang menemuinya kemarin, tampan dan gagah dengan kumis dan jenggot tipis menghiasi wajahnya.
"Memang dia pesen apa?"
"Apa aja asal yang masak mbak Aisyah, katanya dia cocok sama masakan mbak Aisyah!"
Sungguh pelanggan baru yang aneh, dari mana dia bisa tahu kalau itu yang masak dia atau bukan.
"Benarkah?"
"Iya mbak, dia udah ngasih DP lima ratus ribu juga untuk satu minggu!"
Ada-ada aja pelanggan baru ini ...., jadi penasaran seperti apa orangnya ....
"Baiklah kalau gitu mbak Wiwin bungkusin dulu ntar sekalian mampir sebelum pulang!"
"Iya mbak!"
__ADS_1
Selama mbak Wiwin membungkus makanan, Aisyah pun membereskan peralatannya sebelum berganti dengan peralatan baru untuk memasak.
Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, mereka tidak perlu menutup rumah makan itu karena orang yang akan menggantikan mereka sudah datang.
"Mbak Wiwin bareng sama aku aja mbak!"
"Iya mbak!"
Aisyah pun mengantar mbak Wiwin pulang ke rumahnya dulu, jalan pulang mereka memang searah jadi mbak Wiwin selalu nebeng sama Aisyah kalau Aisyah pulang sore seperti ini.
Motor Aisyah berhenti di depan rumah sederhana, ia tidak berniat untuk turun dari motornya, mbak Wiwin tinggal bersama suami dan dua putrinya.
"Makasih ya mbak, nggak mampir dulu?"
"Nggak usah mbak, kasihan nanti makanannya keburu dingin!"
"Ya udah sekali lagi makasih ya!"
"Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
Aisyah kembali menjalankan motor matic nya, ia cukup tahu jalan tikus untuk sampai di perumahannya. Tidak begitu jauh, hanya cukup sepuluh menit dia sudah memarkir motornya di depan rumah tetangga barunya.
Aisyah menghentikan motornya dan segera turun, melepas helm dan mengambil kantong kresek yang berada di gantungan motornya. Ia merapikan penampilannya lebih dulu, sudah ada mobil di depan rumah itu berarti pemilik rumah sudah berada di dalam.
Aisyah mencabut kunci motornya dan memasukkannya ke dalam tas kecilnya.
Perlahan kakinya melangkah masuk ke dalam rumah yang terlihat sepi dari luar itu.
Tok tok tok
Tangannya mengetuk daun pintu yang berada di depannya.
"Assalamualaikum!"
Bersambung
...Untuk berada di titik ini, aku butuhkan banyak waktu. Tapi percayalah saat aku menemukanmu, aku akan menjadi orang yang paling egois dan tidak akan melepasmu...
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku
__ADS_1
IG @tri.ani5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰