
Setelah acara makan malam itu, mereka pun berpindah ke ruang keluarga.
Alex dan Leon sudah lebih dulu berpindah ke sana bersama anak-anak sedangkan Nisa dan Aisyah terlebih dulu membereskan meja makan di bantu beberapa pelayan, setelah semuanya bersih mereka pun menyiapkan camilan yang akan di bawa ke ruang keluarga.
"Mbak Ais!" panggilan Nisa membuyarkan suasana yang sedang hening itu, mungkin Nisa masih kepikiran dengan ucapan Alex tadi.
"Hmm?" Aisyah menghentikan kegiatannya yang sedang mengupas buah semangka. Ia mendongakkan kepalanya dan menatap Nisa.
"Mbak Ais bagaimana ketemunya sama pak Alex?" Nisa sebenarnya begitu ragu, tapi rasa penasarannya tidak bisa di bendung apalagi jika melihat jarak usia mereka yang lebih dari sepuluh tahun, "Nggak pa pa sih mbak, kalau mbak Ais nggak jawab, Nisa juga cuma iseng aja tadi."
Aisyah tersenyum, "Nggak pa pa, aku seneng kalau kamu mau bertanya begitu, itu tandanya kan kamu peduli sama aku dan mas Alex!"
Aisyah pun menceritakan bagaimana pertemuan mereka dulu, Nisa merasa tertarik dengan kisah cinta mereka, berharap bisa menuliskan kisah cintanya, yang ia tulis selama ini hanya kisah perjuangannya, ia tidak pernah tahu bagaiman mereka bertemu dan sekarang barulah dia tahu bagaimana panjangnya perjalanan cinta mereka yang penuh dengan air mata.
"Tentang Elan? Jadi ada hubungannya dengan kisah cinta kalian?" rasa penasaran Nisa berhasil mengalahkan keinginannya untuk hanya tahu sekedarnya.
Hehhhhh
Aisyah terdengar menghela nafas begitu dalam, ada luka yang masih di bungkus begitu rapi di sana.
"Iya! Tapi aku bersyukur karena cinta buta mas Alex pada sosok Elan membuatku menemukan cinta sebesar cinta mas Alex! Allah selalu tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan, mungkin jika saat itu aku tidak memilih mas Alex sebagai suamiku, mungkin Nino sampai sekarang belum mendapatkan donor ginjal, mungkin jika saat itu aku tidak memilih mas Alex aku tidak akan mempunya makluk menggemaskan seperti kiandra dan Arsy."
Nisa menganggukkan kepalanya beberapa kali, dia yang baru menemukan Leon dan mendapatkan pasangan yang sempurna seperti Leon merasa bersyukur karena dia tidak perlu mengalami hal yang begitu menyakitkan seperti yang di alami Aisyah di awal pernikahannya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya hidup dengan pria yang tidak pernah ia cintai selama hampir satu tahun, pasti rasanya sangat berat.
"Kalian sebenarnya membicarakan apa sih, kenapa begitu lama di dapur?" suara Barito itu menyadarkan mereka, Alex ternyata sudah berdiri di ambang pintu yang menghubungkan dapur dengan ruang makan.
"Mas ngapain ke sini?" protes Aisyah yang sebenarnya sedang mengalihkan pembicaraan saja.
"Ya nyusulin kamu, lagian lama banget di dapur!"
"Mas aku ngupas semangkanya belum selesai, sudah sana ah, sama Leon sana, aku masih pengen ngobrol berdua sama Nisa, jangan ganggu!"
"Iya deh, iya!" Alex menyerah dan dia pun kembali ke ruang keluarga.
Leon yang melihat Alex kembali sendiri terlihat mengerutkan keningnya,
"Sendiri?" tanyanya.
"Mereka sedang bergosip!"
"Bergosip apa?"
"Biarkan aku duduk dulu kenapa sih!?" protes Alex dan Leon hanya tertawa lirih, melihat wajah kesal Alex, Leon jadi tahu kalau mungkin terjadi sesuatu tadi di dapur.
"Ada apa?" tanya Leon lagi setelah Alex benar-benar duduk.
"Menurut kamu?"
"Ya mana aku tahu mas, kamu yang ke sana! Apa perlu aku tanyakan sama mereka?"
__ADS_1
"Jangan aneh-aneh!"
Tidak berapa lama Aisyah dan Nisa pun kembali dengan buah-buahan yang sudah di potong bersamaan dengan camilan.
"Kakak ipar!" panggil Leon membuat Aisyah dan Alex menatap kearahnya bersamaan.
"Hmm, ada apa?"
Tapi belum sampai Leon bertanya sudah langsung mendapat tatapan protes dari Alex,
Awas ya kamu Leon!!
Leon menelan Saliva ya sebelum sempat bertanya, "Tidak pa pa kakak ipar, hanya mau tanya bagaimana Nisa menurut kakak ipar?"
"Memang aku kenapa?" ucapan Leon langsung mendapat protes dari Nisa yang sudah duduk di sampingnya,
"Nggak pa pa, hanya pengen tahu saja pendapat kakak ipar!" Leon mencari alibi agar tidak kena mata Alex maupun Nisa.
"Nisa baik, kamu beruntung sekali mendapatkannya!" ucap Aisyah sambil tersenyum pada sang suami.
"Benar sekali, kakak ipar! Dia memang keberuntunganku!" ucap Leon sambil menatap Nisa dengan tatapan menggoda membuat Nisa lagi-lagi salah tingkah.
"Gini enak kali ya kalau ngundang Bianka juga!" ucap Aisyah kemudian tapi langsung mendapat tatapan tajam dari sang suami.
"Jangan aneh-aneh ya!" Alex masih saja cemburu pada suami sahabat istrinya itu, mau bagaimanakah dulu mereka sudah hampir menikah kalau dia tidak berbuat curang dan mengambil Aisyah lebih dulu.
"Jangan cemburuan gitu ah!" goda Aisyah dan langsung mendapat sambutan tawa dari Leon dan Nisa.
"Tasnya bagus banget, gantungannya juga!" ucap Aisyah sambil mencoba tas dan hampir memasang gantungnya di tas itu juga.
"Tunggu, aku lihat gantungannya!" Aisyah pun urung memasang gantungannya dan Alex pun mengambilnya dari tangan sang istri.
Alex terlihat seperti sedang mengamati,
"Kayak nggak asing ya, aku pernah lihat di mana ya?" Alex seperti sedang mengingat sesuatu cukup lama tapi tidak bisa menemukannya.
"Itu salah satu gantungan yang di jajakan di Bali, pengrajinnya adalah kakek dari orang yang aku kenal, mungkin tidak asing di sana, mas Alex pasti melihatnya di Bali!" Leon mencoba membantu Alex untuk menjawab pemikirannya.
"Mungkin saja, tapi entahlah!" Alex pun mengembalikan gantungan itu pada sang istri dan membantu memakaikannya pada tas Aisyah.
Benda yang menggantung itu memang seperti tidak asing, Leon pun merasakan hal yang sama. Tapi ia tidak mau kecurigaannya ini membuat orang-orang di sekelilingnya jadi ikut berpikir jauh.
Hingga jam sepuluh malam, Nisa dan Leon pun berpamitan untuk pulang, sebenarnya Aisyah dan Alex memaksanya untuk menginap saja di sana tapi Leon beralasan jika beberapa pekerjaannya masih ia tinggal di rumah dan dari pada besok pagi-pagi sekali pulang ia pun memutuskan untuk pulang.
Jika dari rumah Alex ke rumah Leon tidak membutuhkan banyak waktu hanya sepuluh menit pun mereka sudah sampai.
"Kamu masuk dulu ya, ini kuncinya. Aku parkir mobilnya dulu!"
Leon menyerahkan kunci rumah pada sang istri saat sang istri sudah turun,
__ADS_1
"Jangan lama-lama ya mas!"
Sebenarnya Nisa sedikit takut jika harus masuk sendiri, ini rumah yang baru ia datangi dua kali ini, ada rasa takut yang membayangi.
"Iya!"
Nisa pun segera membuka pintu dan memasuki rumah itu dengan mengucapkan salam, tangannya meraba dinding mencari sakelar lampu, ruangan masih begitu gelap hingga ia butuh penerangan untuk berjalan.
Akhirnya setelah cukup lama, ia pun menemukannya, saat lampu sudah menyala ia mendapati rumah itu terlihat begitu berantakan.
"Aaaaaa!" Nisa berteriak karena terlalu terkejut.
Nisa hanya bisa menutup mulutnya tidak percaya dengan rumah yang barang-barang nya sudah tidak berada di tempatnya lagi,
Leon yang baru saja keluar dari garasi segera berlari menghampiri istrinya,
"Nisa ada apa?"
Melihat istrinya begitu terkejut, Leon pun segera menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya,
"Tidak pa pa, mungkin hanya orang iseng!"
"Mas aku takut!"
"Ada apa, tidak pa pa, kita ke kamar ya!"
Leon pun menunjuk tubuh istrinya yang masih berada dalam pelukan itu menuju ke kamarnya melewati puing-puing benda pecah belah yang berserakan di lantai.
Beruntung di kamar tidak terjadi masakan, sepertinya seseorang itu baru saja melakukan di rumah tahu dan ruang keluarga saja.
"Kamu ganti baju gih, trus tidur!"
"Temani ya mas, Nisa takut, sungguh!"
"Ada Allah, Nisa!"
Akhirnya Nisa pun tidur tanpa mengganti bajunya, begitupun dengan Leon.
Setelah memastikan Nisa tidur, Leon pun mengubungi seseorang untuk merapikan rumahnya kembali, sepertinya orang yang menyusup kerumahnya tahu jika malam hari rumah itu tidak di jaga oleh siapapun.
...Seberat apapun nanti, sebisa aku akan membuatmu nyaman untuk tetap bersamaku. Aku pastikan jika tidak akan ada yang bisa menyakitimu meskipun aku harus berkorban demi itu...
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy Reading 🥰🥰🥰...