Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Season 3 (95)


__ADS_3

"Mas, jadi ke toko?"


Pria itu sudah kembali dengan baju yang cukup rapi,


"Iya!"


"Nggak usah deh mas, sudah sore juga, besok aja!" Asna melihat jarum jam sudah menunjuk ke angka 2, dua jam lagi toko juga akan tutup.


"Aku ada urusan sebentar dengan Leon!" mereka sedang merencanakan kerja sama tentang sebuah booklet untuk beberapa restauran milik Leon dan Alex.


Asna segera tersenyum dan mengambil kertas yang tadi di berikan oleh Zaki,


"Kebetulan sekali mas, nitip ya!"


Raka menatap undangan itu, "Jadi kamu mau datang?"


"Kalau mas Raka ijinkan!"


Raka pun mengambilnya, "Aku pergi dulu!" dan mengulurkan tangannya pada Asna saat di depan sudah terdengar mobil Ridwan datang.


"Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Asna hanya menatap kesal pada suaminya, ia berharap hal lain dari suaminya,


"Seharusnya kan menawariku untuk ikut, sudah lama sekali nggak ketemu Nisa! Gimana kabar baby twins ya?"


Hehhhhhh


Lagi-lagi helaan nafas keluar dari bibirnya,


"Nggak peka!"


Raka yang sudah berlalu dengan mobilnya, ia pun segera menghubungi saudara kembarnya.


"Kita jadi ketemu di mana?"


"Kamu ke rumah aku aja ya, Ridwan sudah tahu kan rumah aku?"


"Aku juga sudah tahu!"


"Baguslah!"


"Kenapa tidak di toko atau kantor kamu? Kamu sakit?"

__ADS_1


"Enggak, hari ini lagi pengen di rumah nemenin baby twins, mamanya tadi ada urusan bentar!"


"Baiklah aku ke rumahmu!"


Raka pun segera mematikan sambungan telponnya setelah mengucapkan salam.


Kalau di ingat-ingat memang selama ia sadar ia belum pernah melihat anak Leon. Ia juga bahkan tidak tahu kalau saudara kembarnya itu sudah memiliki dua anak kembar. Seingatnya saat itu Meraka baru saja menikah.


"Lama juga!" gumamnya pelan membuat pria yang tengah fokus menyetir itu menoleh sejenak.


"Mas Raka bicara sama saya?"


"Enggak! Eh tapi saya mau tanya kamu jawab jujur ya!"


"Iya mas, mau tanya apa?"


"Sudah berapa lama saya menikah dengan istri saya?"


"Kalau tidak salah sudah hampir tiga tahun atau dua tahun setengah lah mas!"


"Lama juga!" gumamnya lagi pelan dan masih bisa di dengar oleh Ridwan.


"Ya memang mas, dulu tuh mbak Asna cuek banget pas baru nikah sama mas Raka, tapi atas kegigihan mas Raka menaklukkan hati mbak Asna akhirnya luluh juga, kalian merupakan keluarga yang sangat harmonis, sangat romantis di manapun berada, termasuk di toko!" Ridwan tersenyum sambil mengingat betapa lengketnya Raka saat itu pada Asna.


"Begitulah?"


"Jadi Leon sudah tinggal di sini?"


"Iya mas, setelah mbak Nisa melahirkan mbak Nisa memaksa mas Leon buat pindah lagi ke rumahnya, tapi ya gitu mas Leon mempunyai banyak syarat, takut kejadian itu terulang lagi mas Leon menempatkan banyak penjaga di rumah ini!"


"Memang ada kejadian apa sebelumnya?"


"Itu mas_!" sebenarnya Ridwan ingin menceritakan semuanya, tapi ia merasa itu bukan ranahnya untuk bercerita ada yang lebih berhak untuk menceritakan semuanya dan itu bukan dia orangnya,


"Sebaiknya mas Raka tanya langsung aja sama mas Leon! Saya rasa mas Leon lebih tahu detailnya!"


"Oh begitu ya!"


Para penjaga rumah itu sepertinya sudah punya kopian wajah Raka jadi mereka dapat dengan mudah masuk ke rumah itu, bahkan terlihat Leon sudah menunggunya di depan pintu.


"Oh iya mas, aku ke tempat cuci mobil dulu ya, kasihan mobilnya sudah lama nggak di mandikan!" Ridwan berpamitan sebelum Raka menghampiri saudara kembarnya.


"Baiklah, nanti kalau saya sudah selesai, saya telpon!"


"Iya mas, assalamualaikum!"

__ADS_1


"Waalaikum salam!"


Setelah Ridwan pergi dengan mobilnya, Raka pun kembali melanjutkan langkahnya untuk menghampiri saudara kembarnya.


"Akhirnya kamu sampai juga di sini!"


"Assalamualaikum, Lee!"


Leon tersenyum dan merangkul saudaranya itu, "Waalaikum salam, ayo masuk!"


Kedatangan mereka langsung di sambut dua malaikat kecil, Azlan dan Arkan. Dua bayi kembar berusia sekitar dua tahunan itu terlihat sudah sangat cepat berlarinya.


"Sapa om Raka!"


"Hai om laka!" sapa mereka berdua sambil melambaikan tangannya.


"Jadi mereka anak-anak kamu?" Raka yang baru melihat mereka begitu antusias, dan Leon pun menganggukkan kepalanya, "Mereka mirip seperti_!"


Terlihat Raka sejenak berpikir, ia menatap wajah Leon, tapi kemudian menggelengkan kepalanya.


"Mereka hampir mirip sepertiku, itu matanya seperti mataku!"


"Tapi hidungnya seperti hidungku!" Leon kesal karena Raka selalu menang banyak. Memang putranya seperti mereka, Azlan lebih mirip dengannya sedangkan Arkan mirip dengan Raka.


"Nisa tidak di rumah?"


"Nisa lagi pergi sama mamanya!"


"Tanpa membawa anak-anak nya!"


"Aku sengaja memberi waktu buat Nisa untuk dirinya sendiri, hari ini dia sengaja aku suruh pergi untuk ke salon dan lain-lainnya sama mama mertua!"


"Begitu ya! Nih_!" Raka menyerahkan undangan yang di titipkan Asna kepadanya.


"Ini apa?"


"Undangan reoni, titipan dari Asna!"


Setelah bermain sebentar dengan kedua putra saudara kembarnya itu, mereka pun akhirnya duduk di teras belakang, menikmati suasana sore di halaman Leon yang luas, anak-anak sedang asik bermain di halaman dengan pengasuhnya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @ tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2