
...Pacaran itu adalah sebuah pilihan, tapi aku memilih untuk pacaran setelah menikah, ~ Nisa...
...🌺Selamat membaca🌺...
Setelah menyelesaikan makannya, mereka pun segera kembali ke mobil.
"Apa ada yang masih ingin di kunjungi lagi?"
Leon yang mendapatkan pertanyaan itu segera menoleh pada sang istri. Ia melihat istrinya masih begitu semangat hari ini, waktunya juga pas karena sebentar untuk ke pantai.
"Bagaimana kalau masnya antar kami ke pantai dulu?" Leon meminta saran pada sopir, bukan apa ia hanya tidak mau jika ternyata sopirnya keberatan karena harus kerja lembur.
"Tidak malahan mas, mari saya antar, saya tahu pantai paling dekat dari sini dan pemandangannya juga bagus!"
"Terimakasih ya!"
"Sama-sama, saya juga terimakasih, makanannya enak!"
Leon tersenyum lalu benar-benar masuk menyusul sang istri yang sudah masuk lebih dulu.
"Mas bicara apa tadi?" Nisa hanya bisa melihat kalau tadi suaminya sedang berbicara dengan sang sopir tapi tidak mendengar apa yang di bicarakan.
"Bukan apa-apa, kamu belum capek kan?" Nisa menggelengkan kepalanya dan menatap sang suami.
"Ada apa mas?"
"Kita ke pantai dulu ya?"
"Beneran mas?!" Nisa begitu senang mendengar kata pantai, ia sampai berhambur memeluk Leon tapi yang di peluk malah diam seperti patung karena terlalu syokkk.
Jantungku ....
Nisa tersadar sudah memeluk suaminya, ia tersenyum lalu melepas pelukannya, ia menatap sang suami yang masih terdiam,
"Kamu nggak pa pa mas?"
Leon segera mengalihkan tatapannya, ia mengendalikan perasannya yang sedang seperti naik roller coaster, rasanya naik turun tidak karuan.
"Mas, kamu nggak pa pa?" Nisa kembali mengulang pertanyaannya.
"Tidak pa pa, aku hanya merasa jantungku sedikit sakit, seperti kekurangan oksigen!" Leon memegangi letak jantungnya saat ini.
Mendengar hal itu, wajah Nisa yang bahagia berubah khawatir, "Mas, mas Leon sakit ya?"
Leon menggelengkan kepalanya, "Nggak pa pa, sepertinya tekanan darahku sedikit naik!"
"Yakin mas nggak pa pa, bagaimana kalau nggak usah jadi ke pantai, kita ke klinik terdekat saja!"
"Nggak pa pa, jangan khawatir! Mungkin sebentar lagi akan baik-baik saja! Memang akhir-akhir ini aku sering merasakan seperti ini!"
"Sejak kapan?" Nisa seorang perawat, setidaknya sedikit-sedikit ia tahu tentang masalah medis.
"Tepatnya lupa, entahlah! Hanya di waktu-waktu tertentu saja kok, tidak pa pa!"
"Yakin mas?"
"Iya!"
__ADS_1
"Tapi janji ya sama Nisa, kalau nanti kerasa lagi kayak gitu, mas Leon mau aku aja ke klinik untuk di periksa!"
"Pasti!"
Akhirnya mereka pun benar-benar memutuskan untuk ke pantai melihat matahari tenggelam (sunset). Mereka sekarang berjalan menyusuri hamparan pasir pantai dengan bertelanjang kaki, sepatu mereka sudah di lepas dan di tinggal di mobil.
"Mas Leon yakin sudah baik-baik saja?"
"Hmm!"
Nisa masih sesekali memperhatikan suaminya, memang benar tidak ada yang berbeda, Leon tidak terlihat pucat atau terlihat sakit.
"Mau aku foto?" Leon menawarkan diri untuk mengambil foto Nisa. Nisa pun menganggukkan kepalanya dan menyerahkan ponselnya. Ia berlari menjauh dari Leon dan bergaya bersiap untuk di foto.
Beberapa kali fose Nisa hingga akhirnya Nisa mengambil kembali ponselnya,
"Bagus mas, tapi kurang lengkap!"
Nisa pun mengubah kameranya menjadi kamera Selfi dan mengarahkan ke wajah mereka. Beberapa kali jepretan dan yang terakhir tiba-tiba Nisa berpose mencium pipi Leon.
"Nah begini bagus! Iya kan mas?"
Leon mengangukkan kepalanya, "Iya!"
Jantungku berdetak kencang lagi ...., Leon merasakan hal yang sama setiap kali dekat dengan sang istri.
"Kamu punya sesuatu nggak?" Leon bertanya pada Nisa dan Nisa pun mengerutkan keningnya.
"Sesuatu, semacam apa?"
"Apa aja, yang bisa menenangkan jantung ku!" Leon mengarahkan tangan Nisa ke letak jantungnya dan benar Nisa bisa merasakan jika jantung suaminya itu berdetak lebih kencang.
"Masak sih mas? Coba pegang punyaku!" Nisa pun mengarahkan tangan Leon ke letak jantung Nisa. Belum juga menempel Leon sudah lebih dulu menarik kembali tangannya dan berbalik meninggalkan Nisa.
"Sudah lupakan, kita jalan lagi saja!" Leon berjalan lebih dulu meninggalkan Nisa, dengan cepat Nisa mengikuti langkah suaminya dengan sedikit berlari.
"Sepertinya tidak ada masalah mas, hanya saja_!" Nisa mengehentikan ucapannya, sepertinya dia masih kurang yakin dengan apa yang ingin ia utarakan.
Leon menoleh, "Apa?"
"Boleh Nisa cium mas Leon?" Nisa menunjuk pada pipinya sendiri.
"Cium ya?" Nisa kembali mengangukkan kepalanya.
"Baiklah!" Leon pun sedikit membungkuk agar bisa bisa menggapai pipinya.
Nisa begitu ragu untuk mencium, tidak seperti tadi yang reflek langsung mencium pipi suaminya, tapi saat di rencanakan malah jantungnya seperti sedang disko.
Perlahan bibir Nisa mendekati pipi Leon. Karena terlalu lama, Leon pikir Nisa tidak jadi menciumnya, ia pun berbalik menatap Nisa dan_.
Cup
Bibir mereka malah bertemu, Nisa dan Leon membulatkan matanya, mereka sepertinya sama-sama terkejut dan saling terdiam. Mata mereka saling bertemu, cukup lama bibir itu saling menempel tanpa melakukan pergerakan apapun.
Hingga akhirnya Leon memilih menjauhkan bibirnya dan berdiri tegak kembali menatap ke lautan yang langitnya semakin menunjukkan warna senja.
HH**mm ...
__ADS_1
Hanya suara itu yang muncul dari bibir Leon saat ini, ia pun memilih untuk duduk di hamparan pasir dan Nisa pun menyusulnya. Tidak ada percakapan lagi di antara mereka, mereka seperti sedang berdialog dalam hatinya masing-masing.
Hingga setelah beberapa lama terdiam, mereka begitu kompak saling menoleh.
"Mas!"
"Nisa!"
"Mas Leon dulu deh yang bicara!" Nisa meminta Leon untuk berbicara lebih dulu karena sebenarnya ia bingung apa yang ingin ia katakan.
"Kamu saja yang bicara lebih dulu!" sepertinya Leon pun mengalami hal yang sama.
"Nggak mas, mas Leon dulu yang bicara!"
"Akan lebih baik kalau kamu dulu yang bicara!"
"Begini saja, supaya adil, bicaranya barengan aja deh mas!"
"Baiklah, kita hitung ya!"
Leon pun menunjukan jarinya, "Satu_, dua_, ti_, ga_!"
Mereka memejamkan mata dan ...
"Aku mencintaimu!"
Ternyata yang ingin mereka katakan sama, dan seluruh dunia juga sudah tahu kalau mereka saling cinta.
Ha ha ha. ....
Entah kenapa mereka jadi ingin tertawa, menertawakan kebodohan mereka.
"Ini untuk pertama kalinya aku jatuh cinta!" ucap Leon dengan jujurnya dan Nisa malah terbengong di buatnya.
"Yakin mas?" kalau di lihat dari penampilan Leon yang begitu tampan sudah pasti banyak sekali wanita yang ingin mendekatinya, Nisa benar-benar tidak percaya.
"Iya, kalau kamu?"
Nisa sebenarnya tidak ingin jujur tapi ya memang sama, "Sama mas!"
Leon pun memiliki ekspresi yang sama, jika melihat bagaimana Nisa menghadapi orang, bahkan saat pertama kali orang mendengarkan bagaimana Nisa bicara dan mampu menarik perhatian orang, sudah pasti Nisa punya banyak mantan tapi ternyata kenyataannya sebaliknya, "Yakin?"
"Iya!"
"Kenapa?"
"Pacaran itu pilihan mas, dan aku memilih pacaran setelah menikah!"
...Jatuh cinta setelah menikah, makan cintanya semakin hari akan semakin terpupuk karena kita akan tahu bagaimana baiknya dia bukan karena kepura-puraan, atau buruknya dia bukan karena dia dulu terlihat baik....
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy reading 🥰🥰🥰...