
Untuk pertama kalinya aku merasa begitu berat untuk berangkat ke kantor. Ini lebih berat dari saat pertama kali aku baru menikah.
Apa yang aku lakukan semalam dengan Nisa seperti tidak mau lepas dari ingatanku, bibir ini benar-benar tidak mau berhenti tersenyum.
Ah pikiranku benar-benar mesum hari ini, suara Nisa semalam selalu terngiang dalam telingaku. Dia menjelma menjadi seperti bukan Nisa tapi aku menyukainya dan aku, aku rasa itu benar-benar bukan aku.
Hehhh
Aku pun memilih meminggirkan mobilku dari pada terus ngelantur, aku harus mencari air mineral untuk membuat pikiranku kembali waras.
Aku melihat ada sebuah ruko tidak jauh dari tempatku menghentikan mobil, ku ambil dompet dan keluar dari mobil, berjalan cepat menghampiri ruko kecil itu.
Dari arah lain aku melihat orang yang juga dengan menghampiri ruko yang sama, awalnya aku tidak terlalu memperhatikan siapa orang itu,
"Mas Leon." sapa orang itu membuatku tersenyum dan berbalik. Pria berpakaian rapi dengan kemeja dan celana kain berwarna hitam dan peci yang bertengger di kepalanya.
"Gus Raka!" entah kenapa pertemuan dengan pria yang selalu berhasil membuatku minder itu menambah daftar kebahagiaanku hari ini.
Setelah mengucap salam, dia kembali berbasa-basi denganku,
"Ngapain mas Leon di sini? Belanja juga?"
Aku tersenyum dan mengambil satu botol kemasan air mineral,
"Tadi haus kebetulan lihat ruko jadi mampir dulu buat beli, Gus Raka sendiri?"
"Aku_, ini!" dia menunjukkan kantong plastik di tangannya sepertinya berisi makanan.
"Itu untuk apa?" tanyaku tidak mengerti, pria seumuran denganku itu membawa satu kantong besar makanan.
"Ini hari Jum'at, jadi aku biasa membagikan ini untuk beberapa pejalan kaki di sini!"
Lagi dan lagi, aku merasa begitu rendah berada di samping pria ini. Dia punya banyak sisi mulia yang orang lain mungkin tidak tahu.
Kemudian aku menatap ruko yang ada di depanku, apa urusannya dengan ruko yang aku ambil air mineralnya,
"Lalu ruko ini?"
Belum sempat Gus Raka menjawab pertanyaanku, seorang wanita dengan jilbab lebarnya keluar dari dalam dan menghampiri kami,
"Eh Gus Raka sudah datang!" sapanya.
"Iya, ini Bu, nitip ya!" ucap Gus Raka sambil menyerahkan dua kantong besar berisi kotak makan itu. "Sama sekalian, air meneral teman saya!" Gus Raka mengeluarkan uang lima ribuan.
__ADS_1
"Tidak perlu, saya akan membayarnya sendiri!"
"Tidak pa pa, anggap ini barokah dari pertemuan kita pagi ini!" Gus Raka terus memaksa, aku pun tidak mampu untuk menolaknya. "Bagaimana kalau kita mengobrol sebentar sebelum berangkat, itu kalau mas Leon tidak keberatan!"
Aku pikir tidak masalah, lagi pula masih pagi. Mas Alex juga tidak masalah jika aku terlambat sebentar.
"Baiklah, kita di sana!" aku menunjuk sebuah halte yang belum ada penghuninya, atau memang semua orang sudah menaiki bus dan berangkat ke tempat kerjanya masing-masing.
Kami pun sudah duduk di halte yang sepi itu, hanya ada kami berdua.
"Maaf tadi aku hanya mengambil satu!" ucapku sambil menyodorkan botol yang baru aku buka segelnya.
"Minumlah!"
Aku pun terpaksa meneguknya sendiri karena memang tenggorokanku kering.
"Mas Lee!"
Aku menoleh setelah menutup kembali botolku, aku tahu pasti Gus Raka ada sesuatu yang sedang ia ingin bicarakan hal yang penting hingga menahanku.
"Hmm?"
"Maaf jika aku merepotkan, soal yang kemarin, aku benar-benar meminta bantuan mas Leon!"
"Aku sudah meminta orangku untuk mencari tahu, nanti jika ada kabar aku akan menghubungi Gus Raka!"
"Terimakasih, aku tidak tahu meminta bantuan sama siapa lagi!"
"Jangan sungkan!"
*
PoV Alex
Dua hari tinggal di hotel benar-benar menjadikan aku pengantin baru kembali. Sebenarnya pengen lebih lama lagi tapi ternyata ibu mertuaku dan adik iparku sudah sip untuk pulang kembali ke Blitar, aku pun terpaksa untuk pulang.
"Mas, jangan gitu ah, nggak enak sama sopir!" aku paling suka dengan Aisyah yang salah tingkah saat aku memeluknya seperti ini.
"Pak, pak sopir nggak lihat kan?" tanyaku pada pria yang sedang mengemudikan kendaraan.
"Tidak tuan!"
"Tuh kan, pak sopir aja nggak liat!" aku tahu Aisyah sekarang sedang jengkel padaku tapi wajah jengkelnya malah semakin membuatku gemas.
__ADS_1
"Terserahlah!" akhirnya Aisyah menyerah membiarkan aku memeluk pinggangnya dan sesekali ku daratkan ciuman pada pipi dan tengkuknya yang tertutup jilbabnya.
Saat kami sampai di rumah langsung di sambut oleh kedua buah hati kami, Kiandra dan Arsy.
"Papa_, mama_!" sabut mereka sambil berlari menghampiri kami.
Tangan kecil mereka langsung memeluk tubuh kami berdua.
"Adek, kakak, bagaimana liburannya sama Mbah dan om Nino?" tanyaku.
"Iya, liburan nggak ngajak mam sama papa!" protes Aisyah pada kedua buah hati kami itu.
"Kata Mbah, papa sama mama ada urusan penting!" ucap Kiandra dengan polosnya, aku pun menatap wanita yang sebenarnya belum terlalu tua sedang berdiri tidak jauh dari kami.
"Mbah memang paling bisa!" jawabku sambil tersenyum ke arah ibu mertuaku yang usianya denganku hanya berjarak sepuluh tahunan itu.
Tepat satu hari setelah kami pulang, ibu mertua dan Nino pun berpamitan. Mereka tidak enak jika harus meninggalkan warung dan bengkel. Walaupun sudah punya karyawan tetap saja tidak bisa meninggalkan. terlalu lama.
"Ibu kalau sudah sampai hubungi Ais ya!"
"Iya, kalian juga baik-baik di sini, kabari ibu kalau ada apa-apa!"
Setelah mengucapkan salam ibu segera masuk ke dalam mobil. Sedangkan Nino terlebih dulu menggoda keponakan-keponakannya, pasti berat meninggalkan mereka, apalagi Nino begitu dekat dengan mereka berdua.
"Padahal om masih pengen dekat sama Bu guru Kinan, Kia nggak ada di sekolah, gimana dong om?" ia menunjuk wajah melasnya pada putri sulung kami.
"Memang Bu guru Kinan mau sama om, pede banget!" ucap kiandra sambil berkacak pinggang di depan pamannya itu.
"Doanya itu yang bagus-bagus, jangan malah doain yang jelek!"
"Bukan doa om, tapi kenyataan!" ingin sekali tertawa mendengarkan ucapan polos putriku, lagian Nino juga aneh bisa-bisanya menyukai bu guru kinan yang jelas bed usianya cukup jauh.
"Sudah sudah, jangan goda om terus!" ucapku meminta mereka untuk berhenti menggoda.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰🥰...
__ADS_1