Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part (Nisa & Leon 5)


__ADS_3

"Om Leon kayak pangeran!" celetup Kiandra yang juga senang dengan kebaya miliknya, Aisyah sengaja mengajak anak-anak nya kali ini karena beberapa rangkaian acara selalu mereka tinggal. Walaupun ikut, tapi aisyah berencana mengajak pulang lebih dulu sebelum acaranya selesai agar besok pagi tidak sampai kesiangan.


"Kia juga, seperti putri dari kerajaan!" Aisyah mengusap pipi putih Kiandra.


"Arsy juga kan ma?" Arsy kini sedang dalam gendongan papanya.


"Arsy kan memang pangerannya papa!" ucap Alex sambil tersenyum pada putranya.


"Boleh nggak pa, Arsy turun?"


Alex mengerutkan keningnya lalu menatap sang istri dan terlihat Aisyah menganggukkan kepalanya.


"Baiklah!" ucap Alex kemudian.


Aisyah dan Alex tampak serasih dengan warna baju yang senada,


Leon berjalan di depan bersama dengan Gus Fahmi dan Bianka sedangkan Alex dan Aisyah memilih berjalan di belakang mereka agar Kia dan Arsy tidak terlalu menggangu proses acara.


Midodareni adalah malam yang cukup panjang bagi kedua calon pengantin. Midodareni biasanya dilaksanakan antara jam 6 sore sampai jam 12 tengah malam. Selama itu, calon pengantin nggak boleh tidur. Tapi Leon memilih untuk memulai setelah sholat isha' agar waktunya tidak terlalu riweh.


Kedatangan mereka langsung di sambut oleh papa dan mama Nisa,


"Mari silahkan masuk!"


"Terimakasih!"


Dan sesuai adat, Leon hanya boleh sampai di teras rumahnya saja tidak boleh masuk ke dalam.


Aisyah, Nino dan ibunya menyerahkan seserahan untuk keluarga Nisa yang berisi barang keperluan sehari-hari seperti beras, segala macam bumbu, minyak, tepung, kelapa dan sebagainya dan semuanya dalam jumlah ganjil.


Kedatangan Leon dalam acara Midodareni ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa dirinya dalam keadaan sehat dan hatinya telah mantap untuk menikahi putri mereka.


Selama berada di rumah calon istrinya , Leon hanya boleh menunggu di beranda dan hanya disuguhi air putih oleh calon ibu mertuanya.


"Bagaimana nak Leon, sudah benar-benar siap menikah dengan putri saya?" tanya papa Nisa.


Dan Leon pun dengan cepat menganggukkan kepalanya, "Insyaallah saya sudah benar-benar siap!" Ia sudah menunggu terlalu lama untuk sampai di hari ini.


"Kamu yakin, kamu siap membimbing putri saya?"


"Insyaallah, atas restu bapak sama ibu saya akan menjadi suami yang baik untuk putri bapak sama ibu!"


"Alhamdulillah!"


Setelah Leon datang dan menunjukkan kemantapan hatinya, kini saatnya calon mempelai perempuan ditanyakan kembali apakah sudah mantap menerima pinangan dari Leon.

__ADS_1


Orang tua Nisa pun masuk dan menemui Nisa, kali ini giliran Nisa yang harus di tanya tentang kesiapannya untuk menjadi istri seorang Leon.


Pada malam midodareni, calon mempelai perempuan sudah mulai menjalani masa pingitan sehingga tidak diizinkan keluar kamar selama waktu yang ditentukan.


Karena itulah, kedua orang tua Nisa yang harus mendatanginya di dalam kamar dan menanyakan kemantapan hatinya untuk berumah tangga.


"Nisa putriku, apa kamu sudah benar-benar siap untuk membina rumah tangga dengan nak Leon?"


"Insyaallah Nisa siap pa, ma! Nisa ikhlas dan menyerahkan semua keputusan pada papa dan mama!"


Melihat kesiapan dua mempelai, kedua orang tua Nisa kembali keluar dan kini saatnya papa Nisa membacakan catur wedha ( empat wejangan) dalam pernikahan.


Seorang pemandu acara sudah menyerahkan mikrofon pada papa Nisa.


Kini Leon sudah berdiri di depan papa Nisa menunggu papa Nisa bicara.


"Putraku Leon kang sutresna, kanggo sangu ing madyaning bebrayan agung, kang Rama perlu ngaturi ular-ular kang diarani Catur wedha, sing unine kaya mangkene ( putraku Leon yang saya sayangi, untuk bekal kalian berumah tangga, papa perlu mengutarakan nasehat pernikahan yang di namakan catur Wedha, yang bunyinya):


Sepisan, Rehne slirahmu bakal dadi garwane putriku, tandang tandukmu kudu tansah dewasa, aja kaya nalika isih jaka. Semono uga sisihanmu dalah momonganmu, kudu ngerteni yen wis ana sing ngemong. (Pertama, Engkau sudah memantapkan diri untuk bisa hidup berkeluarga dengan putri kami. Oleh karena itu segala tingkah lakumu harus disikapi dengan dewasa. Jangan seperti ketika masih perjaka. Jadikan istrimu mengerti bahwa istrimu telah ada yang melindungi sekarang ini)


Kaping pindho, Lahir bathin kudu tansah sungkema marang maratuwamu kayadene wong tuwamu dhewe. (Kedua, Hormatilah mertua kamu seperti layaknya orang tua kamu sendiri. Karena kami orang tua istrimu juga telah menganggap engkau sebagai anak kami sendiri.)


Kaping telu, Urip bebrayan agung mono, wajib kudu netepi angger-angger paugering praja. Tansah hambeg mring sasama dimen sinuyudan temah anjalari gancar ing saluwiring pambudi daya. (Ketiga, Hiduplah dengan bermasyarakat, harus mematuhi hukum negara, harus menghormati dan mengasihi sesama makhluk agar bisa menemukan kebahagiaan dalam hidup.)


Papa Nisa mengakhiri bacaannya, setelah selesai membacakan catur Wedha acara pun di lanjutkan dengan ramah tamah, menyambut keluarga Leon dan memberikan oleh-oleh sebelum pulang. Yang di sebut dengan wilujeng majemukan, yakni silaturahmi antara keluarga calon pengantin laki-laki dan perempuan untuk merelakan anak mereka membangun rumah tangga.


Kemudian, keluarga calon mempelai perempuan menyerangkan angsul-angsulan atau oleh-oleh berupa makanan, kancing gelung atau pakaian, serta sebuah pusaka berbentuk dhuwung atau keris yang bermakna bahwa mempelai laki-laki diharapkan menjadi pelindung bagi keluarganya kelak.


Tepat tengah malam acara pun berakhir, leon dan seluruh kerabat pun meninggalkan kediaman Nisa.


Kali ini Alex dan Aisyah tidak pulang ke rumah mereka, mereka memilih menemani Leon di rumah yang di sewa Leon untuk beberapa hari itu.


Sedangkan Gus fahmi dan Bianka langsung pulang, tapi sebelum itu mereka berpamitan pada Leon dan alex.


Aisyah sudah pulang lebih dulu karena Arsy dan Kiandra sudah mengantuk.


"Kami pulang dulu ya mas Alex, mas Leon!" ucap Gus Fahmi yang hendak memasuki mobilnya.


"Nggak mampir dulu?" Leon menunjuk ke arah rumah yang cukup besar itu.


"Lain waktu saja, lagi pula besok pagi-pagi kan kesini lagi!"


"Terimakasih ya Gus!"


"Jangan sungkan, assalamualaikum!"

__ADS_1


"Waalaikum salam!"


Walaupun sempat ada pengalaman yang kurang menyenangkan di masa masa lalu mereka , tapi kini hubungan mereka tercipta dengan sangat baik. Bahkan seperti tidak pernah ada konflik sebelumnya.


Leon ingin seperti itu, ia ingin hubungannya kelak dengan Gus Raka juga seperti hubungan Alex dan gus Fahmi. Berbeda dengan hubungan Alex dengan Rendi, entah sampai kapan hubungan mereka masih seperti perang dingin, tidak saling menyapa walaupun mereka berdekatan dan tidak saling memberi kabar satu sama lain.


Konflik memang sudah hilang tapi seperti sebuah kertas putih yang terlanjur di coret, walaupun di hapus bekasnya masih terlihat.


Mereka masih berdiri menatap kepergian mobil Gus Fahmi, Tidak ada perbincangan di antara mereka berdua hingga Alex menepuk bahu Leon.


"Masuklah!"


Leon mengerutkan keningnya, bukankah seharusnya mereka masuk bersama-sama?


"Mas Alex mau ke mana?"


"Aku sedang ingin menikmati udara malam, aku duduk sebentar di teras, tidurlah besok kamu harus terlihat segar dan jangan lupa hafalkan ijab qabulnya, hafalkan nama calon istri dan papa mertuamu!"


"Mas yakin tidak ingin aku temani?"


"Lain kali saja, hari ini tidak usah!"


"Baiklah, kalau begitu saya masuk duluan ya mas!"


Leon pun meninggalkan Alex yang masih menikmati indahnya sinar bulan, empat tahun sudah cukup baginya untuk tidak bisa melihat pemandangan yang seperti ini.


"Nek, akhirnya Leon juga akan menikah, nenek pasti senang di sana karena aku dan Leon mempunyai kehidupan normal seperti orang-orang lainnya, punya keluarga dan hidup bahagia dengan konflik-konflik kecil di dalam pernikahan!"


Hehhhh


Alex menghela nafas, seperti merasakan kelegaan yang luar biasa karena bisa mengantarkan Leon ke pernikahannya.


Beberapa waktu lalu ada ketakutan saat Leon akan menikah ia tidak bisa menemani tapi ternyata Allah berkata lain, Dia mempercepat hukumannya.


Aku tahu ini pasti ulahmu ...., Ia tahu jika Leon lah di balik kebebasannya, tapi dia tidak mau Leon sampai tahu kalau dirinya sudah tahu.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2