Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Nenek menemuinya


__ADS_3

Nenek Widya segera menghampiri bu Nia dan berdiri tepat di samping tempat tidurnya.


“Bagaimana kabarmu?”


“Seperti yang ibu lihat!”


“Bagaimana hidupmu tanpa putraku?”


“Bu maafkan saya ibu …, maafkan saya …! Kesalahan saya memang terlalu besar ibu hingga tidak pantas untuk di maafkan! Tapi di sisa umur saya ini saya mohon biarkan saya tenang dengan membawa maaf dari ibu!”


"kamu memang benar! Tidak sepantasnya saya menyalahkan kamu atas semuanya, saya juga turut andil dalam kesalahan yang kamu buat, Istri Kevin sudah menyadarkan saya bahwa apa yang kita anggap baik belum tentu itu keputusan yang paling benar!”


“bu …, Kevin sudah bertemu dengan ku, aku tahu dia tidak bisa semudah itu memaafkan saya karena kesalahan saya terlalu besar pada anak itu, tapi saya mohon ibu, sampaikan maaf ku pada David dan davin bu …, di sisa umurku yang singkat ini aku ingin pergi dengan tenang, mereka belum menemui ku!”


“bagaimana aku bisa menyampaikan permintaan maaf mu pada mereka, jika mereka saja sekarang sudah tidak di dunia lagi!”


“Bu …!”


“David dan putra sulung mu sudah meninggal dan kini hanya menyisakan luka yang besar pada putra bungsu mu …!”


Mendengar perkataan nenek Widya, bu Nia menangis tersedu-sedu, ia tidak tahu jika akibat dari keegoisannya itu membuat semuanya hancur.


Nenek Widya pun menceritakan semuanya, bagaimana Alex menjalani hidupnya selama ini setelah kejadian itu.


“Davin ….., maafkan ibu ….!” gumam bu Nia di sela tangisnya itu. Ia benar-benar tidak tahu jika kesalahannya akan berakibat fatal pada hidup putranya.


“Semua sudah terlambat, penyesalanmu sudah terlambat …!” ucap nenek Widya, ia tahu bagaimana perjuangan cucunya untuk melawan semuanya, bagaimana cucunya itu tidka bisa tidur setiap malam, bagaimana ia membenci wanita dan masih banyak lagi.


“Maafkan saya ibu …, maafkan saya ibu …!” ucap bu Nia penuh dengan penyesalan dengan air mata yang terus membasahi pipinya. Ingin rasanya segera memeluk putranya itu dan mengatakan kalau dia sangat menyesal.


“Aku ikut andil dalam kesalahan itu, dan allah sudah menghukum ku dengan mengambil putraku dan cucuku. Menjadikan cucuku depresi, itu sudah cukup! Di  usia tuaku, sudah tidak pantas lagi menyimpan dendam, aku sudah di karunia cucu menantu yang begitu baik, itu sudah cukup


untuk mengobati kepahitan dalam hidupku!”


“Gadis itu?” tanya bu Nia, mereka merang sudah dua kali di pertemukan, tapi mereka belum pernah bicara banyak.


“Iya …!” ucap nenek Widya.


“Dia memang terlihat begitu baik.., dia juga lembut! Putraku masti beruntung


mendapatkannya!” ucap bu Nia sambil membayangkan bagaimana Aisyah menurut pandangannya.


Aisyah yang sudah mendapat ijin dati suaminya pun akhirnya pergi ke rumah sakit bersama Leon,

__ADS_1


Ia tidak mengeluh karena ini sudah cukup baginya, setidaknya suaminya masih memperbolehkannya bertemu dengan ibu mertuanya itu.


Aisyah begitu terkejut saat memasuki ruangan itu karena melihat ada nenek Widya di sana.


“Nenek …!” gumam Aisyah dan nenek Widya pun menoleh padanya.


“Aisyah!” nenek Widya tidak kalah terkejutnya, Aisyah pun tersenyum dan menghampiri mereka. Aisyah segera mencium punggung tangan nenek Widya dan bu Nia bergantian.


“Nenek di sini?” tanya Aisyah kemudian, nenek Widya pun segera meminta Leon untuk mendekat dan menggeser kursi agar Aisyah bisa duduk.


“Duduklah ….!” ucap nenek Widya.


"Nenek saja yang duduk nek!"


"Tidak pa pa sayang, nenek sudah mau pulang!"


Akhirnya Aisyah pun duduk di kursi kecil itu.


"Nek ...., nenek di sini?" tanya Aisyah lagi. Kali ini nenek Widya tidak bisa mengelak, ia sudah terlanjur bertemu dengan Aisyah di sini.


"Nenek menyadari kesalahan nenek sayang, memang kadang kita orang tua butuh anak-anak untuk membuat kita mengerti, banyak sekali kesalahan yang kadang tidak di sadari oleh orang tua yang bisa membuat anak-anak nya terluka, maafkan nenek ya!"


"Aisyah nek yang seharusnya minta maaf karena Aisyah sudah berbicara lancang sama nenek!"


"Umur tidak ada yang tahu nek ...!"


"Ya sudah karena urusan nenek sudah selesai, nenek pulang dulu ya, jangan capek-capek ya, segera pulang!" ucap nenek Widya sambil mengusap tangan Aisyah.


"Iya nek, insyaallah ...!"


"Kamu semoga cepat sembuh ya!" ucap nenek Widya sambil mengusap bahu bu Nia.


"Terimakasih ibu!"


"Sama-sama!"


Nenek Widya pun segera mengambil tongkat dan tasnya, ia tidak sendiri ke rumah sakit. Alex sudah menyiapkan pengawal khusus untuk neneknya.


"Nenek pulang ya, Assalamualaikum!" ucap nenek Widya, Aisyah pun kembali meraih tangan neneknya dan mencuimnya.


"Waalaikum salam, hati-hati ya nek!"


Setelah nenek Widya meninggalkan ruangan itu kini di dalam tinggal tiga orang. Aisyah, bu Nia dan Leon, Leon masih tetap berdiri dengan jarak aman, ia tidak mau mengambil resiko dengan menjaga Aisyah di luar ruangan.

__ADS_1


"Bu ...., bagaimana kabar ibu?" tanya Aisyah sambil memegang tangan yang hanya sisa tulang dan kulit itu.


"Ibu baik!"


"Oh iya, saya kenalkan nama Aisyah dulu ya bu, nama saya Aisyah Ratna, saya sudah menikah dengan mas Alex sudah hampir satu setengah tahun!"


"Kamu terlihat masih sangat muda nak!" ucap bu Nia sambil mengusap pipi Aisyah.


"Terimakasih bu, tapi memang usia saya masih belum genap dua puluh satu!"


"Kalau ibu hitung-hitung usia Kevin sekarang sekitar tiga puluh dua, benar kan?" tanya bu Nia.


"Iya ...., ibu benar!"


"Usia kalian berjarak sepuluh tahun, bagaimana bisa?" tanya bu Nia.


"Karena jodoh bu, Allah yang menjodohkan kami!"


"Usia mu memang masih muda, tapi umur tidak bisa menentukan kedewasaan seseorang, ibu jadi malu karena kamu yang masih seusia ini bisa berpikir dewasa, sangat dewasa, sedangkan dulu ibu usianya lebih tua dari kamu masih melakukan kesalahan itu!"


"Tidak pa pa bu, manusia memang tempatnya salah dan lupa bu, tapi Allah akan memaafkan hamba-Nya yang mau bertaubat!"


"Apa Allah masih mau memaafkan kasalahan ku yang begitu besar ini?"


"Allah maha pemaaf bu ...!"


"Alex pasti sangat beruntung mendapatkan mu sebagai istrinya!"


"Tidak hanya mas Alex, Aisyah pun juga beruntung mendapatkan mas Alex bu, banyak kekurangan Aisyah yang di tutupi dengan kelebihan mas Alex begitupun sebaliknya! Tidak ada manusia yang sempurna tapi kami akan berusaha menjadi manusia yang lebih baik dengan saling menguatkan!"


"Ajari aku mengenal Tuhan!" ucap bu Nia.


"Tentu bu, tentu ...!"


Aisyah begitu senang, ia meminta Leon untuk mengambilkan mukena yang ia tinggal di mobil. Dengan begitu telaten Aisyah mengajari ibu mertuanya itu sholat, mengenalkan islam dengan cerita-cerita tentang perjuangan nabi Muhammad Saw.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2