Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Donor ginjal


__ADS_3

Pagi ini, sesuai janjinya pada Nadin sebelum berangkat kerja Alex mengantar Nadin


dan baby El untuk pulang ke rumahnya. Walaupun berat tapi dia harus


melakukannya.


“Hubungi aku jika ada sesuatu!” ucap Alex sebelum Nadin dan baby El turun dari mobilnya.


Sangat berat melepasnya.


“Kami akan baik-baik saja!”


“Baiklah …, aku akan ke sini nanti sepulang kerja!”


‘jangan …!” ucap Nadin pasti membuat hati Alex mencelus, sakit rasanya di tolak oleh


wanita itu.


“Nad …!”


 “Aku mohon! Jangan buat keributan, biar aku


yang menyelesaikan sendiri masalahku!”


“Tapi …!”


“Aku mohon …, datanglah saat semuanya sudah baik-baik saja!’


“Aku akan sangat merindukan baby El!”


“Bersabarlah …., kami turun dulu! Selamat bekerja!” nadin memberi semangat dengan senyumnya, hati Alex menghangat ia tidak tahu bagaimana cara melupakan mereka.


Akhirnya Nadin dan baby El turun juga dari mobil Alex, sebenarnya Alex begitu berat


meninggalkan Nadin dan baby El. Ini akan berat, hari-harinya tanpa baby El,


akan sangat hampa. Ia sudah terbiasa dengan baby El, tapi Nadin malah memintanya berjanji untuk tidak menemuinya beberapa saat sampai urusannya selesai.


Alex kembali melajukan mobilnya, ia ingin segera bertemu dengan pria dingin itu,


rasanya ingin sekali memukulnya dan memintanya untuk tidak kembali mencari


Nadin. Tapi pendiriannya selalu terpatahkan oleh janjinya pada Nadin. Janji itu


telah berhasil membuatnya untuk tetap diam.


***


Hari ini Alex tidak bisa berfikir dengan jernih, otaknya sedang ingin direfresh. Ia bahkan tidak fokus dengan pekerjaannya apalagi setiap kali melihat wajah pria


dingin itu.


“Alex fokus dong!” hardik teman satu timnya saat beberapa kali Alex melakukan


kesalahan, tidak biasanya ia seperti itu, bahkan dialah yang biasanya paling


teliti.


“Maafkan aku, aku akan mencuci wajahku dulu!” Alex pun memilih meninggalkan pekerjaannya dan menuju ke kamar mandi mencuci wajahnya dan melihat pantulan wajah kusutnya di cermin.


“Kamu tidak pa pa?” Tanya Rendi saat melihat rekan satu timnya itu tidak fokus dengan


pekerjaannya. Pertanyaan Rendi berhasil membuat Alex menoleh padanya,


menatapnya begitu dalam.


Saat dua pria dewasa berada dalam satu tempat dan menginginkan satu hal yang sama, ada dua jalan yang harus mereka pilih, bersatu atau bersaing.


‘Tidak…!” jawab Alex ragu.


“Jawabanmu akan tepat untuk anak SD, tapi bukan untukku!” jawaban Alex tidak sesuatu


dengan matanya.


Alex menghentikan memilih mengusap wajahnya yang masih basah dan meninggalkan Rendi sendiri.

__ADS_1


Alex kembali ke pekerjaannya, ia mengoperasikan sebuah jaringan mungkin rumit, tapi hidupnya sekarang lebih rumit dari sebuah jaringan.


Hingga hampir sore mereka masih berkutat dengan benda itu, Alex meregangkan


otot-ototnya, memutar kursinya hingga berhadapan dengan rekannya itu. Ia sampai


tidak sadar bahkan tempat duduk mereka pun bersebelahan, menyedihkan…


“Banyak sekali beban hidupmu ya, hingga wajahmu lebih kusut dari benang kusut?’ tanya


pria dingin di depannya itu.


“Sebenarnya seseorang sudah membuatku berjanji hingga saat ini aku tidak bisa berbuat


apa-apa! Seandainya saja aku punya hak itu, apa boleh aku memintanya untuk


tetap bersamaku atau setidaknya biarkan mereka tetap menjadikanku bagian dari


hidupnya!”


“Hak seperti apa yang kamu maksud?”


“Hak untuk melindunginya, hak untuk menjadi bagian dari hidupnya!”


“Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kau maksud, tapi aku merasa hak yang kau maksud


mungkin sama dengan hak yang ingin aku miliki saat ini, hak yang belum bisa aku


dapatkan saat ini dan mungkin akan segera aku dapatkan!”


Perkataan Rendi semakin membuat Alex bergemuruh, rasanya sudah di ambang batas kesempatan untuk bisa terus berada di sisi orang-orang yang akhir-akhir ini sudah menjadi


bagian dari hidupnya.


Ia sadar, keinginannya tak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan hak memiliki, dan Nadin selama ini tidak pernah memberi


kesempatan itu padanya dan putranya.


***


pemeriksaan, tapi dokter yang menangani Nino menelponnya dan memberitahukan


jika ada pendonor ginjal yang pas untuk Nino.


Nenek Widya segera menemui dokter itu dan mendiskusikan semuanya tentang biaya dan jadwal operasinya.


Nenek Widya benar-benar tidak sabar untuk segera melakukan operasi, sebelum itu ia


juga harus menyusun sebuah rencana. Pertama-tama ia harus menemui pak Kyai dulu


ke pesantren sebelum menemui keluarga Aisyah.


Ia punya janji dengan pak Kyai. Ia harus ke sana untuk memastikan sesuatu, memastikan jika Aisyah belum di khitbah oleh pria lain.


Setelah memastikan semuanya di rumah sakit, nenek widya segera meminta Burham untuk


mengantarnya ke pesantren. Ia tidak sabar untuk menemui pak kyai.


Kedatangan nenek Widya segera di sambut hangat oleh pak kyai dan bu Nyai.


“Ada apa sepertinya sangat penting sehingga bu Wid ke sini mendadak seperti ini?’


tanya pak Kyai hamid.


“Memang ini sangat penting pak Kyai, ini masalah hidup cucu saya!”


“Ada apa dnegan cucu bu Wid?”


“Saya berencana menikahkan nya dengan seorang gadis!”


“Siapa? Apa kami mengenalnya?”


“Iya…Pak Kyai mengenalnya, dia murid pak Kyai!”


Nyai Sarah dan Kyai hamid tampak terkejut, ia tidak menyangka bisa secepat itu nenek Widya menemukan calon untuk cucunya, apalagi dia muridnya juga.

__ADS_1


“kenapa sepi sekali, kemana putra pak Kyai?” tanya nenek Widya karena biasanya gus


Fahmi akan segera menyambut kedatangannya.


“Fahmi sedang ada tausiyah di luar kota, rencananya hanya satu minggu tapi ternyata ada jadwal dadakan ke luar pulau jadi bisa satu bulan baru pulang!”


“Barakallah…, beruntung sekali pak Kyai mendapatkan putra seperti nak Fahmi, sudah


ganteng, pandai mengaji lagi!” puji nenek Widya.


“Alhamdulillah, bu …, Allah mempercayakan kami putra yang seperti itu!”


“lalu siapa gadis yang sudah membuat bu Wid ini tertarik, insyaallah kami akan berusaha untuk membantunya!”


“Aisyah!”


Kyai Hamid dan Nyai Sarah saling berpandangan. Ia sebenarnya ingin Aisyah berjodoh dengan putranya, tapi ternyata ada orang lain yang lebih dulu melamar untuk


cucunya. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, mungkin memang belum jodohnya.


“Kenapa pak Kyai?” tanya nenek widya setelah tidak mendapat respon dari mereka.


“Kami senang jika bu Wid memilih Aisyah, dia memang gadis yang baik dan bekerja


keras, gigih, pantang menyerah, agamanya juga bagus, santun!”


“Saya tahu …, anak didik pak Kyai pasti tidak di ragukan lagi!”


Sebelum berangkat gus Fahmi juga belum sempat mengutarakan niatnya untuk melamar


Aisyah, sehingga Kyai hamid pun tidak mengetahuinya. Sebenarnya mereka berminat untuk menjodohkan putranya itu dengan Aisyah, tapi takdir berkata lain, ada yang lebih dulu memintanya. Keputusan tinggal di tangan Aisyah.


“Lalu kapan rencananya?”


“secepatnya, kyai! Nanti akan saya hubungi pak Kyai lagi untuk menemani saya melamar


Aisyah!”


Setelah urusannya dnegan pak Kyai dan bu Nyai selesai, nenek widya segera meninggalkan


pesantren. ia tinggal mencari persetujuan dari cucunya, ia harus membujuknya dengan segala macam bujukan.


Bersambung


Aku akan menjawab sedikit pertanyaan dari kalian ya, tapi maaf nggak bisa nih satu-satu.


R : Kenapa sih thor ada yang di ulang?


A : Ya karena di kisah Nadin dan Rendi kan langsung di ceritakan mereka tiba-tiba nikah aja, nah ternyata di sini author menuliskan jawabannya.


R : Aku lebih suka kalau nggak ngulang loh thor!


A :Author pun juga gitu, tapi kan nanti kalian jadi penasaran kok nggak nyambung ya thor, tiba-tiba nikah aja.


R : Thor sebenarnya di sini pemeran utamanya siapa sih, aku jadi bingung?


A : ya tetap lah Alex sama Aisyah


R : Ih kecewa atuh thor kalau banyak yang ngulang!


A : Seperti yang sudah saya jelaskan di bab awal, selama ada cuplikan kisah Rendi dan Nadin, author berbaik hati nih ngasih up dua bab perhari


R : Jadi nanti kalau sudah nggak ngulang kisah Nadin dan Rendi bakal balik satu bab lagi dong thor?


A : Doakan saja authornya khilaf trus tiba-tiba ada notif dua bab atau lima bab 😂😂😂😂😂


R : Jahat banget author ketawanya


A : Suka-suka author donk, sudah ah mak mau istirahat dulu, jangan ganggu ya


Eits eits ...., jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Jangan pelit-pelit, authornya baik loh


Happy Reading 🥰🥰😘❤️

__ADS_1


__ADS_2