Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Mempertemukan mereka


__ADS_3

"Ya udah ..., kita pulang ya sekarang!" ucap Alex dan Aisyah mengangguk, mereka pun segera menuju ke mobil mereka yang sudah berada di depan rumah sakit.


"Hati-hati sayang ...!" ucap Alex sambil membantu Aisyah masuk ke dalam mobil.


Setelah memastikan Aisyah masuk ke dalam mobil, Alex pun segera berjalan mengitari mobil dan masuk melalui pintu yang lainnya dan duduk di balik kemudi, ia segera memakaikan seltbelt pada Aisyah kemudian untuk dirinya sendiri.


"Pengen makan sesuatu?" tanya Alex dan Aisyah menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana kalau kita ke tempat Kyai Hamid!?" ucap Aisyah kemudian.


"Ada apa?" tanya Alex.


"Tidak pa pa, ada sesuatu yang ingin Aisyah tanyakan  sama umi Sarah!"


"Baiklah, kita ke sana!"


Alex pun melajukan mobilnya menuju ke pesantren. Jarak rumah sakit ke pesantren tidak terlalu jauh, mereka hanya membutuhkan waktu lima belas menit.


Mobil mereka akhirnya sampai juga di halaman pesantren. Masih jam tiga, Kyai Hamid pasti masih di rumah di jam-jam seperti ini, beliau akan mengajar di pesantren sehabis ashar.


"Assalamualaikum!" sapa Alex di depan pintu yang terbuka itu, kemudian terdengar sahutan dari dalam.


"Waalaikum salam!" itu suara Bu Nyai Sarah. Bu Nyai Sarah muncul dari dalam. Beliau tersenyum saat melihat siapa yang datang.


"Aisyah ...., nak Alex! Mari masuk ...!"


Mereka pun kini sudah duduk di ruang tamu, Aisyah duduk berdampingan dengan suaminya. Kyai Hamid juga sudah bersama mereka, Bu Nyai Sarah juga sudah menyiapkan teh hangat di atas meja.


"Umi repot-repot sekali ...!" ucap Aisyah saat melihat umi Sarah keluar dari dalam dengan membawa baki berisi tiga gelas teh hangat.


"Tidak merepotkan, hanya air! Kalian dari mana?" tanya umi Sarah setelah duduk di samping Kyai Hamid.


"Kami dari rumah sakit untuk periksa kandungan Aisyah, bu Nyai!" ucap Alex membantu menjawab.


"Bagaimana sehat kan?"


"Alhamdulillah sehat umi!" jawab Aisyah. "Oh iya umi, Bianka?"


"Alhamdulillah Fahmi dan Bianka sekarang sudah tinggal di rumah mereka sendiri!" ucap Kyai Hamid.


"Alhamdulillah kami ikut senang!"


Setelah saling menanyakan kabar, Aisyah pun meminta ijin untuk bicara berdua dengan umi Sarah. Mereka pun memutuskan untuk berbicara di halaman belakang meninggalkan Alex bersama Kyai Hamid.


"Ada apa nak?" tanya Bu Nyai Sarah.


"Aisyah bingung umi!" ucap Aisyah sambil memilin jilbabnya yang menjuntai menutupi perutnya yang sudah besar. 


"Katakan! Insyaallah kalau umi bisa membantu, umi pasti akan membantu!"


"Aisyah menemukan ibunya mas Alex, umi!"


"Itu bagus kan, nak! Berarti kamu bisa dekat dengan ibu suami kamu!"


"Tapi tidak semudah itu umi, masalahnya mas Alex sangat membenci ibunya, hubungan mereka sangat tidak baik di masa lalu! Aisyah juga belum mengatakan hal ini sama mas Alex, Umi!"


Aisyah pun menceritakan semuanya pada bu Nyai Sarah, ia juga menceritakan tentang keadaan ibu mertuanya itu sekarang.


"Nak kalau boleh umi ingin memberi saran!"


"Memang itu yang Aisyah tunggu umi, Aisyah tidak bisa memutuskannya sendiri!"


"Akan lebih baik jika kamu mengatakan semuanya pada suami kamu, terlepas ia bisa memaafkan atau tidak! Jangan sampai nanti suami kamu menemukan penyesalan yang besar saat tidak bisa berada di sini ibunya di saat-saat terakhirnya. Mungkin akan sulit, tapi seburuk apapun seorang ibu, dia tetap wanita yang telah melahirkan suamimu ke dunia ini ..., buat suami mu mengerti jika menjadi ibu bukan hal yang mudah, jika ibu mempunyai kesalahan maka sudah menjadi kewajiban seorang anak untuk memaafkan!"

__ADS_1


"Terimakasih umi atas semua nasehatnya, Aisyah akan berusaha sebaik mungkin untuk memperbaiki semuanya!"


"Iya ...., umi selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan keluarga mu!"


...****...


Setelah berbicara dengan bu Nyai Sarah, akhirnya sekarang Aisyah akan mengatakan semuanya pada Alex dengan caranya.


Ia tahu bagaimana sifat suaminya, suaminya itu sangat keras kepala dan tinggi gengsi.


Aisyah pun akhirnya menemukan cara untuk mempertemukan mereka. Ia akan sedikit berbohong pada suaminya.


“mas …, aku pengen jalan-jalan!” ucap aisyah sambil memasangkan dasi suaminya itu, Alex terlihat sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


"tunggu hingga aku pulang kerja ya!” ucap Alex sambil mengusap pipi Aisyah, ia tidak mau membiarkan istrinya pergi sendiri tapi dia juga harus bekerja.


“Nggak mas, aku akan pergi sama Leon!"


"Lama-lama kamu jadi lebih dekat ya sama Leon!" keluh Alex.


"Mau gimana lagi mas, mas Alex juga sibuk! Soalnya ini Aisyah mau nyariin rumah orang mas. Nanti kemalaman kalau nunggu mas Alex pulang!” ucap Aisyah hal itu tentu membuat Alex begitu penasaran. Tidak biasanya istrinya itu begitu ngotot untuk pergi hanya untuk mencari rumah orang.


“Memang rumah siapa?” tanya Alex penasaran.


"Ada deh mas, pokoknya ada yang harus Aisyah lakukan!” ucap Aisyah yang semakin membuat Alex penasaran.


“Baiklah …, sebentar!” ucap Alex, ia melepaskan tangannya dari pipi Aisyah dan berbalik mencari sesuatu.


“Ada apa mas, nyari apa?” tanya Aisyah yang melihat suaminya sedang mencari-cari sesuatu dan akhirnya yang di cari ketemu juga.


Alex mengambil ponselnya yang ternyata tersembunyi di balik bantalnya. Alex pun segera melakukan panggilan kepada seseorang.


“Hallo!”


"Batalkan semua jadwal meeting hari ini!” ucap Alex membuat Aisyah tersenyum senang, ia tahu suaminya pasti akan melakukan hal itu.


"Tapi pak, hari ini ada klien dari luar negri yang ingin bertemu!"


"Katakan padanya aku akan menghubungi ya secara pribadi nanti!"


“baik pak!”


Alex pun segera menutup telponnya dan kembali menghampiri Aisyah.


"Ayo kita pergi, aku akan menemanimu!" ucap Alex.


"Tapi mas kenapa di batalkan semuanya? Katanya tadi ada yang penting loh mas!" tanya Aisyah. Ia jadi merasa bersalah dengan suaminya itu, tidak seharusnya ia membuat jadwal suaminya berantakan.


“Tidak ada yang lebih penting dari pada menemani kamu!” ucap Alex.


Mereka pun kini sudah berada di dalam mobil, Aisyah menyerahkan selembar kertas yang berisikan alamat yang akan di cari pada Alex.


"Ini sedikit jauh sayang, kamu kalau capek sambil tiduran saja!" ucap Alex sambil mengusap perut Aisyah.


"Iya mas ...!"


Alex pun segera merubah posisi kursi Aisyah agar sedikit tiduran. Setelah memastikan posisi Aisyah senyaman mungkin Alex pun kembali fokus pada alamat yang tertera di kertas itu.


Hingga akhirnya mobil mereka pun berhenti di depan sebuah rumah kecil, kira-kira hanya berukuran lima kali delapan meter itu.


Rumahnya terlihat begitu kumuh dengan pintu yang berbahan tripleks yang sudah mengelupas, ada beberapa lubang di sana.


Alex menoleh pada istrinya itu, terlihat istrinya sedang tertidur pulas. Ia menjadi tidak tega untuk membangunkan istrinya itu, Alex pun memutuskan untuk turun sendiri dari mobil.

__ADS_1


Alex mengamati rumah yang sudah reyot itu, pintunya bahkan berlubang dengan triplek yang sudah mengelupas.


"Ini rumah siapa? Kenapa Aisyah begitu keras kepala ingin ke rumah ini?!" gumam Alex, Alex pun memutuskan untuk mengetuk pintu itu.


Tok tok tok


Aisyah yang merasakan mobilnya sudah berhenti, ia pun terbangun, ia tidak menemukan suaminya di sampingnya lagi, kemudian ia melihat ke luar ke rumah yang tepat berada di depan mobilnya itu, ternyata suaminya sudah berdiri di depan rumah itu sambil mengetuk pintu.


Aisyah pun segera turun dari mobil, ia tidak mau semuanya menjadi kacau. Setelah ketukan beberapa kali akhirnya terdengar sahutan dari dalam.


“Iya sebentar!” terdengar sahutan lemah dari dalam.


Ceklek


Seorang wanita yang beberapa hari lalu di temui oleh Aisyah, wanita yang terlihat kurus dan pucat dengan jaket rajut berwarna abu-abu yang sudah terlihat kusam melekat melekat di tubuhnya.


“kalian siapa?" tanya wanita itu. Tapi terlihat begitu terkejut saat mengingat wajah Aisyah yang ia temui beberapa waktu lalu.


"Kevin ....!" ucap wanita tua itu dengan bibir yang bergetar penuh penyesalan, air matanya luluh seketika membanjiri pipinya tanpa aba-aba.


Hal yang berbeda terjadi pada Alex, ia terlihat begitu terkejut, wajahnya seketika penuh dengan kemarahan, rahangnya mengeras, matanya memerah. Tangannya pun


mengepal sempurna, Aisyah menyadari hal itu. Aisyah segera menggenggam tangan suaminya itu.


"Mas ....!" ucap Aisyah lembut.


"Jika ini alasanmu mengajakku ke sini, sebaiknya kita pergi!" ucap Alex.


Alex berbalik badan hendak meninggalkan tempat itu tapi Aisyah segera menahan tangannya.


“tunggu mas!” ucap Aisyah sambil menahan tangannya.


“Tindakanmu salah Aisyah!” ucap Alex.


“Enggak mas!” Aisyah ternyata lebih keras.


Wanita tua itu pun masih terdiam dalam tangisnya serta keterkejutannya, ia terus menatap wajah Alex, ia mengenali wajah itu, wajahnya begitu mirip dengan ayahnya.


“Kevin ....!!!!”


"Kevin ...., ini mama sayang! Maafkan mama!" ucap bu Nia sambil menyentuh tangan putra bungsunya itu tapi segera dihempaskan oleh Alex hingga membuat tubuh lemah itu terpelanting ke belakang untuk Aisyah dengan cepat menahannya agar bu Nia tidak sampai terjatuh.


“Jangan menyentuh saya dengan tangan kotor anda!” ucap Alex dengan wajah yang mengeras.


“Maafkan saya!” ucap bu Nia dengan air mata penyesalannya.


“Mas …, mas Alex jangan kasar, ini ibu mas Alex! Ibu yang sudah melahirkan mas Alex!” ucap Aisyah dengan masih menahan tubuh bu Nia yang semakin bergetar menahan tangisnya.


Alex pun kembali berbalik dan menatap istrinya.


“Hal yang paling membuat saya menyesal adalah dilahirkan dari seorang wanita seperti dia!” ucap Alex sambil menunjuk wanita yang telah melahirkannya itu.


"Astagfirullahalazim mas


…, istighfar mas …!” ucap Aisyah, ia benar-benar tidak tahu jika suaminya akan sekeras ini.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰


__ADS_2