Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Sudah merencanakan!


__ADS_3

Alex berada di dalam sebuah ruangan dengan ukuran tiga kali tiga, ia hanya bisa duduk di pojok ruangan itu dengan beralaskan tikar seadanya.


Kakinya di tekuk, menjadikan lututnya sebagai sandaran tangannya. Air matanya terlihat membeku di pelupuk mata, bayangan tangis Aisyah selalu membuatnya sesak. Ia tidak pernah membayangkan jika dirinya lah alasan wanita itu menangis.


"Apa yang sudah aku lakukan, aku benar-benar pria bodoh yang sudah membuat wanita yang aku cintai menangis ....!" gumam Alex sambil beberapa kali memukul dadanya.


Ia memang tidak menyesali apa yang terjadi saat ini, ia memang berencana untuk membebaskan hidup nya dari perasaan bersalah karena kesalahannya di masa lalu, tapi ia lupa jika itu pasti juga akan menyisakan luka yang akan terus membekas dan ia sandang seumur hidupnya sebagai seorang istri dari seorang narapidana.


Putri kecilnya pasti juga akan merasakan hal yang sama.


...***...


Hari ini Aisyah yang sudah terlihat lebih baik memutuskan untuk menemui nenek Widya di rumah sakit.


"Bu ...., Aisyah titip baby Kia dulu ya, Aisyah juga sudah menyetok asi di lemari pendingin!"


"Iya nak, hati-hati ya!"


"Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Leon sudah menunggu Aisyah di samping mobil dan membukakan pintu mobil saat Aisyah datang.


"Terimakasih mas!" ucap Aisyah sambil memasuki mobil.


Mobil pun mulai melaju meninggalkan rumah besar itu menuju ke rumah sakit tempat nenek Widya di rawat.


Aisyah hanya di ijinkan melihat dari luar ruangan, dari balik kaca besar itu. Nenek Widya di tempatkan di ruang perawatan intensif dengan berbagai alat penunjang kehidupan melekat fi tubuhnya.


"Mas Leon ...., kenapa nenek seperti itu?" tanya Aisyah.


"Nyonya Widya mengalai serangan jantung yang cukup parah hingga membuat beliau mengalami koma!"


"Kenapa bisa separah itu?"


"Sebenarnya hal ini terjadi beberapa bulan yang lalu nona saat tuan Alex mengatakan rencananya pada nyonya Widya! Sejak saat itu kesehatan nyonya Widya semakin hari semakin menurun!"


"Jadi mas Alex sudah merencanakan hal ini jauh-jauh hari, bahkan nenek pun tahu dan apa yang akan terjadi?"


"Iya nona!"


"Kenapa?"


"Karena tuan Alex tidak mau hidup dalam bayang-bayang masa lalu, ia ingin mempertanggung jawabkan semua kesalahannya dan kembali dengan kehidupan yang lebih baik!"

__ADS_1


Hehhhhhh


Aisyah menghela nafasnya begitu dalam, ia mencoba mencerna semuanya. Menilai semuanya dari sudah pandang suaminya bukan dari kesedihan yang di rasakan olehnya.


"Apa mas Alex bisa di kunjungi?" tanya Aisyah.


Leon bingung harus menjawab apa, ia tahu maksud dari pertanyaan Aisyah. Tapi Alex belum memberinya perintah untuk mengijinkan Aisyah menemuinya.


"Kamu ijinkan atau tidak tapi ini hak saya untuk menemui suamiku!" ucap Aisyah sambil berjalan meninggalkan ruangan nenek Widya.


Leon pun tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa mengikuti Aisyah.


Leon terpaksa mengantarkan Aisyah ke kantor polisi untuk menemui suaminya.


Mobil mereka sudah kembali berhenti di depan kantor polisi.


Aisyah dengan rok plisket warna hijau botol dan jilbab bergo dengan warna yang sama dengan atasan kemeja berwarna putih nampak begitu cantik di tubuh Aisyah mulai turun dari mobil.


Terlihat Ajun keluar dari dalam sama saat Aisyah dan Leon hendak masuk membuat langkah Aisyah dan Leon terhenti.


"Mas Ajun ...!"


"Aisyah!"


"Assalamualaikum mas Ajun!"


"Waalaikum salam, kamu kenapa di sini?"


"Saya harus menemui mas Alex!"


"Tapi polisi sedang melakukan menyelidikan jadi sebaiknya kamu kembali saja!"


"Tidak mas, Aku harus menemui mas Alex, aku akan menunggunya sampai penyelidikan selesai!"


Melihat Aisyah yang berkeras hati, Ajun pun hanya bisa menatap Leon dan Leon pun menganggukkan kepalanya. Ajun datang ke kantor polisi karena ia membawa pengacara yang akan membantu proses hukum Alex.


"Baiklah ...., tapi jangan melakukan hal-hal yang bisa membuat hukuman Alex di perpanjang ya!" ucap ajun dan Aisyah pun mengangguk.


Aisyah dan leon pun masuk ke dalam kantor polisi, sedangkan Ajun memilih untuk pergi karena ia ada pekerjaan yang harus ia selesaikan selama masih di Surabaya.


Dan benar seperti yang di katakan oleh Ajun, Alex masih dalam penyelidikan. Aisyah dan Leon harus menunggu hingga satu jam dan akhirnya bisa bertemu dengan Alex.


Alex muncul dari balik ruangan yang ada di samping tempat mereka menunggu, melihat suaminya keluar Aisyah pun dengan cepat menghampiri suaminya itu dan memeluknya dengan begitu erat.


"Assalamualaikum, Ay!" ucap Alex sambil mengusap punggung Aisyah yang sudah terlihat bergetar. Aisyah tidak mampu menahan air matanya saat melihat suaminya.

__ADS_1


"Waalaikum salam, mas!" jawab Aisyah dengan suara bergetar dan tertahan.


"Kita duduk ya!" ucap Alex lagi berusaha tegar dan mencoba terlihat baik-baik saja walaupun hatinya sekarang sedang meronta. Ia juga ingin menangis, tapi tidak mau membuat istrinya semakin khawatir terhadapnya.


Alex pun menggiring tubuh Aisyah ke tempat di mana Aisya duduk tadi, Leon sudah berdiri di ujung bangku.


"Sayang jangan sembunyikan wajahmu seperti itu!" ucap Alex sambil menjauhkan wajah Aisyah dari dadanya.


"Mas ....!"


"Sayang ...., biarkan aku melihat wajah mu ini sepuasnya, jangan terus menyembunyikan wajahmu di dalam dadaku!"


"Mas ...., Aisyah sedih mas, jangan becanda!" protes Aisyah sambil menghapus air matanya.


"Aku serius sayang! Lihatlah aku tersenyum sayang ...., lihatlah ...!"


"Tapi mas ...., Aisyah takut dengan senyum mas yang ini, apa kesalahan mas Alex begitu serius?"


"Apapun kesalahan yang sudah aku buat, percayalah aku tidak menyesal berada di sini! Aku merasa kan kelegaan di dalam sini!" ucap Alex sambil menunjuk dadanya.


"Jadi aku mohon sayang ...., jangan menangis lagi ya, anggap saja ini sebagai penebusan atas segara dosa-dosa suamimu di dunia dan aku akan berusaha sebaik mungkin melakukan penebusan untuk akhiratku!"


"Mas .....! Aisyah nggak nyangka mas sudah sesiap itu?!"


"Apapun itu kita harus siap, percayalah aku baik-baik saja di sini sayang, jadi aku mohon tersenyumlah setiap kali bertemu dengan ku agar aku yakin kamu dan baby Kia baik-baik saja!"


"Ayo ...., sekarang tersenyumlah ....!"


"Mana bisa Aisyah tersenyum di saat seperti ini!"


"Tersenyumlah demi aku!"


Walaupun begitu berat, tapi Aisyah tetap berusaha keras untuk menunjukkan senyumnya itu pada suaminya.


Bersambung


...Kita mungkin sedih karena sesuatu, tapi yang luar biasa kita bisa tersenyum dalam kesedihan itu...


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2