Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part (Salah prediksi)


__ADS_3

Tepat di gerbang belakang, anak buah Leon melihat ada sebuah mobil yang sedari tadi mengintai sekolah, tapi kaca mobil itu tidak pernah sekalipun turun dan semenjak mobil itu berhenti, tidak ada satupun orang yang keluar dari dalam mobil itu.


Leon mendekati pria yang berpakaian penjaga sekolah, ia bicara dengan tanpa saling bertatap.


"Benar tidak ada yang keluar dari mobil itu?"


"Setahuku dari tadi tidak ada!"


"Baiklah, kira-kira berapa orang yang ada di dalam?"


"Sepertinya ada lebih dari empat, saat aku mendekat, kacanya tidak terlalu gelap. Aku juga mendengar percakapan dari mereka, walaupun tidak begitu jelas.


"Apa?"


"Mereka mengatakan umpan sudah mulai mendekat!"


"Umpan?"


Selagi mereka berpikir keras, Nisa yang berada di warung itu tiba-tiba mendapat sebuah pesan dari Asna.


"Asna? Tumben kirim pesan, biasanya juga telpon dia!" gumam ya saat melihat nama Asna di daftar pesan.


Nisa pun segera membuka pesan itu,


//Nisa, aku jatuh di daerah xxx, tolong ke sini ya, kakiku kayaknya patah//


"Asna jatuh?!" Nisa begitu terkejut dan dia pun segera menghubungi sahabatnya itu tapi ponselnya sudah tidak aktif lagi.


Hingga beberapa kali Nisa menghubunginya tapi tetap saja tidak aktif,


"Masak iya? Tapi kalau dia benar butuh pertolongan gimana? Atau aku telpon rumah sakit saja!"


Nisa pun segera mencari nomor rumah sakit, ia menghubungi bagian di mana Asna bekerja.


"Hari ini Asna ada jadwal kan?"


"Iya ada!"


"Sif apa?"


"Seharusnya sif pagi, tapi sampai sekarang dia belum datang juga, nggak hubungi juga jika nggak bisa masuk, untung suster Lilis belum pulang!"


Nisa pun mematikan sambungan telponnya, ia begitu panik sekarang. Ia menatap ke arah gerbang sekolah tapi suaminya tidak juga muncul dari situ,


"Bapak, aku titip pesan ya, nanti kalau suamiku datang bilang kalau saya harus tolong teman saya kecelakaan di daerah xxx ya pak!"


"Iya mbak, tapi yakin nggak nunggu suaminya kembali?"


"Nggak pa pa pak, nanti suami saya ngerti kok, terimakasih ya pak!"


Nisa pun segera keluar dari warung itu, tepat saat dia keluar sebuah taksi melintas di depannya, kebetulan sekali.


Nisa segera melambaikan tangannya, dan taksi pun berhenti.


"Mas, antar ke daerah xxx ya!"


"Iya mbak!"


Nisa pun segera masuk dan duduk di bangku belakang dan taksi kembali melaju.


Di gerbang belakang itu, Leon masih sibuk mengawasi mobil yang sama sekali tidak bergerak dari tempatnya sedangkan Leon masih sambil terus berpikir tentang umpan yang di maksud.

__ADS_1


"Mereka mengatakan jika umpannya sudah mendekat kapan?"


"Kalau nggak salah lima menit sebelum bos kemari, mungkin bos masih berada di jalan, saat itu aku sengaja pura-pura membeli sesuatu di toko itu!"


"Umpan sudah mendekat, umpan sudah mendekat!" tampak Leon berpikir keras.


Jika yang di maksud itu Kia dan Arsy, mereka tidak datang ke sini, mereka malah terlihat asik di dalam kelas, lalu umpan yang di maksud siapa?


Leon terus memutar otaknya, ia mencoba mengaitkan nya dengan sesuatu.


Yang mendekat ke sini hanya aku, apa yang mereka maksud umpan itu adalah aku, lalu siapa yang mereka incar sebenarnya?


Hingga Leon menemukan satu na tanpa pengawasan ketat sekarang,


"Nisa!"


Orang yang sedang memakai baju penjaga sekolah itu ikut terkejut saat Leon berkata begitu keras.


"Maksud bos?"


"Minta beberapa orang ikut denganku, sedangkan yang lainnya tetap berjaga di sini sampai tuan Alex dan istrinya datang!"


Setelah mengatakan itu, Leon berlari begitu cepat menuju ke gerbang depan sekolah karena jarak antara gerbang belakang dan gerbang depan sangatlah jauh, mungkin beberapa orang yang melihatnya juga heran karena berlari-lari di area sekolah.


Nafasnya tampak tersengal-sengal saat sampai di depan warung, dan benar saja ia tidak menemukan istrinya,


"Dimana istri saya? Dimana istri saya?" Leon begitu panik.


"Tadi katanya temannya kecelakaan, dia harus bantu temannya di daerah xxx kalau nggak salah mas!"


"Naik apa?"


"Taksi!"


"Ya enggak mas!"


Syyyttttt


Leon mengumpat, kini beberapa orang sudah menghampirinya dengan mobil juga, ada tiga orang bersamanya dan tiga lagi di mobil belakang dan sisanya lebih dari tujuh orang di tinggal di sekolah.


"Kita ke daerah xxx, kejar jika ada taksi yang mencurigakan!"


"Baik bos!"


Leon segera masuk, tapi dia tidak mengemudikan mobilnya, ia menghubungi Alex agar menjemput kita dan Arsy, juga mengingatkan untuk membawa Aisyah juga.


"Oh iya mas, nanti bawa polisi saat aku kembali menghubungi! Serahkan semua bukti pada polisi!"


"Baik aku mengerti!"


Leon sudah tahu semua akan seperti ini, tapi yang tidak ia sangka jika istrinya yang akan menjadi sasaran mereka.


"Nisa, kamu harus baik-baik saja!"


***


Nisa mulai curiga saat taksi yang ia tumpangi tidak melaju di arah yang benar.


"Mas, kalau nggak salah daerah xxx itu kan lewatnya pertigaan tadi ke kanan kenapa ini ke kiri ya?" walaupun curiga , Nisa tetap berbicara dengan tenang.


"Ini mbak, di sana tadi macet, ada iring-iringan pejabat, jadi mending lewat sini aja, memang agak jauh tapi di jamin lebih cepat sampai!"

__ADS_1


"Ohhh!"


Ada yang nggak beres nih, sabar sayang bunda akan jagain kalian, ayah juga pasti bakal nyusul , Nisa mengusap perut besarnya.


Nisa pun kembali merogoh ponselnya, ia mencari nomor suaminya. Dengan cepat membagikan lokasi terkininya pada sang suami. setelah itu ia mengaktifkan mode silent dan menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas, ia tidak mau membuat sopir itu curiga.


Leon yang mendapat pesan dari sang istri begitu senang, dengan cepat ia membuka pesan itu dan ternyata sang istri membagi lokasi padanya.


Ternyata istriku cukup cerdik, singa betinaku ...., senyum tipis terulas di bibirnya.


"Kita ikuti lokasi ini!" Leon menunjukkan layar ponselnya pada pria yang mengemudikan mobil, meletakkan ponselnya di atas dasboard dengan di beri penyanggah.


"Sepertinya ini jaraknya begitu dekat, berarti mereka di depan hanya berjarak sepuluh meter, mungkin di balik truk ini!"


Memang di depan mobil mereka ada truk besar yang mengangkut tebu.


"Bagus, kita tetap di belakang truk saja, percepat saat posisi sudah berhenti!"


"Baik bos!"


Selagi Leon mengejar Nisa, Alex dan Aisyah pun pergi ke kantor polisi dengan membawa beberapa bukti kejahatan yang di lakukan oleh pihak Extensio.


"Kami akan proses pak, kami akan membuat surat penangkapannya!"


"Baik! Tapi sebelum itu ada yang lebih penting, nanti saya akan tunjukkan. bukti kejahatan mereka lagi, tapi saat saya menghubungi pihak kalian, kalian harus stand by menuju ke lokasi yang saya tunjuk, bawa pasukan yang cukup karena di sana kalian akan melakukan penggerebekan, mungkin di sana juga kalian akan menemukan barang bukti baru!"


"Baik pak Alex, kami akan mempersiapkan semuanya, pasukan kami akan siap saat di butuhkan!"


"Terimakasih atas kerjasamanya pak polisi, kalau begitu kami permisi!"


Alex dan Aisyah segera meninggalkan kantor polisi, mereka harus segera menuju ke sekolah Kia dan Arsy lalu membawa mereka ke tempat yang aman agar Alex bisa membantu Leon.


Seperti yang di rencanakan, setelah menjemput anak-anak nya Alex pun membawa mereka ke pesantren Gus Fahmi , di sana cukup banyak orang jadi akan kesulitan untuk orang-orang itu masuk ke lokasi pesantren.


Kedatangan mereka tentu di sambut hangat oleh Gus Fahmi dan Bianka, anak-anak bisa langsung akrab dengan anak-anak dari Gus Fahmi.


"Mas, hati-hati ya! Selamatkan Nisa! Aku begitu khawatir sama dia, dia sedang hamil mas!"


"Insyaallah semua akan baik-baik saja, kamu terus doakan kami ya!"


"Pasti!"


"Mas pergi dulu, kamu jaga diri dan anak-anak juga ya, semoga setelah ini tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan lagi!"


"Amin!"


"Assalamualaikum, Aisyah!" ucap Alex sebelum melepas tangan sang istri.


"Waalaikum salam, mas!"


Alex mengusap kepala Aisyah yang tertutup jilbab segi empatnya dan berlari menuju mobilnya yang masih terparkir di depan.


Tapi Alex tidak menjalankan mobilnya sebelum Aisyah benar-benar kembali masuk, ia memberi isyarat dengan tangannya agar Aisyah masuk lebih dulu.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2