Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part (Menyandera)


__ADS_3

Sore ini seperti yang dijanjikan seorang gadis bernama Erna, ia sedang izin kepada asisten rumah tangga senior untuk keluar menemui seseorang.


"Perasaan kemarin sudah keluar, sekarang keluar lagi?" wanita dengan kisaran usia empat puluh tahun itu sedikit keberatan. Apalagi setelah kemarin majikannya menanyai perihal keluarnya mereka. "Aku nggak enak sama mas Raka loh kalau kamu sering keluar!"


"Maaf mbak, tapi ini penting sekali, saya janji akan kembali satu jam lagi, tidak lebih!"


"Sendiri?"


Gadis yang bernama Erna itu tampak menganggukkan kepalanya mantap.


"Baiklah, segeralah kembali! Jangan sampai mas Raka kembali lebih dulu dari kamu, untung mas Raka lagi jemput mbak Nisa!" wanita paruh baya itu terus mengomel seolah tidak rela anak buahnya pergi keluar. Apalagi gadis bernama Erna itu baru beberapa bulan saja kerja di rumah itu.


"Iya mbak!"


Setelah mendapatkan ijin, Erna segera memesan ojek. Bukan ojek online tapi ojek yang biasa mangkal di pertigaan ujung gang rumah Leon.


Ia tidak menaruh curiga pada orang yang sedang dia temui saat ini, gadis itu ternyata masih begitu polos.


"Ke mana mbak?" tanya tukang ojek saat Erna sudah naik ke atas motornya.


"Ke alamat ini ya mas!" Erna pun menyodorkan kertas kecil yang berisi sebuah alamat.


Dari sebuah alamat itu mengantarkan Erna ke sebuah tempat, yaitu rumah kecil yang jauh dari beberapa tetangga.


Sekitar tampak begitu sepi, walaupun begitu rumah itu tampak bersih dengan beberapa bunga yang menghiasi halaman yang tidak luas itu, di sisi kiri dan kanan jalan setapak menuju ke arah pintu di tumbuhi rumput jepang.


Sekilas tidak ada yang mencurigakan dari rumah itu,


"Mbak, bayar dulu!" tukang ojek itu mengingatkan Erna saat gadis itu mulai melangkah meninggalkannya.


Erna menoleh dengan sebal, "Iya! Nanti aku kan masih mau masuk dulu!"


"Ya nggak bisa, aku mau segera pergi mbak!"


"Jangan dong! Tunggu ya mas!"


"Maaf nggak bisa, soalnya tadi sudah ada janji sama orang lain!"


"Kenapa nggak bilang dari tadi sih! Kalau bilang kan aku bisa pesan ojek lainnya, kalau kayak gini aku kan jadi bingung pulangnya gimana!" walaupun tidak iklas tapi ia harus tetap membayarnya dengan dua lembar uang sepuluh ribuan.


"Ya nanti biar aku minta teman saya buat jemput!"


"Terserahlah, tapi jangan lama-lama, soalnya aku nggak lama!"


"Iya!" akhirnya tukang ojek itu benar-benar pergi meninggalkannya sekarang.


Erna pun kembali berjalan setelah menghela nafas kesalnya, ia melihat rumah yang masih sepi itu, tidak ada orang di depan rumah itu.


Perlahan masuk ke dalam pekarangan tanpa pagar di depannya itu, ia melihat ke arah kanan dan kiri, masih sama, sepi tanpa ada orang yang lalu lalang.


Sesampai di depan pintu, ia segera mengetuk pintu, lama tidak ada sahutan hingga terdengar langkah kaki dari dalam.


Ceklek


Pintu terbuka dan menampakkan seorang pria berdiri di balik pintu itu. Seorang yang sama seperti waktu kemarin orang yang bertugas memperbaiki pintu di rumah Leon.


"Masuklah!" perintah pemuda itu.


"Tidak perlu, saya di luar saja!" tolak gadis bernama Erna itu yang masih bergeming di tempatnya.


"Maaf, saya tidak bisa memberikan jika anda hanya di luar!"

__ADS_1


"Kenapa?" gadis itu tampak mulai curiga.


"Ya, soalnya ini masalah penting! Saya bisa kena pasal karena sudah memberikan cadangan kunci pada orang lain padahal pemilik rumah meminta untuk merahasiakan pada siapapun!"


"Baiklah kalau begitu, tapi ingat! sebentar saja!" gadis itu memberi peringatan.


Pria itu hanya menganggukkan kepalanya dan menggeser tubuhnya untuk memberi jalan pada Erna.


Gadis bernama Erna itu tampak kembali mengedarkan pandangannya ke sisi kiri dan kanannya, dan masih sana, tidak ada satu orang yang melintas di depan rumah itu.


Mungkin sedikit rasa khawatir yang mendera pada dirinya tapi segera ia tepis karena ia merasa tidak mengenal pria itu dan urusannya hanya mengenai kunci, setelah itu selesai.


Setelah gadis itu benar-benar masuk, pria itu segera mengunci pintu. Gadis itu langsung berbalik tapi terlambat karena pria itu sudah menarik kuncinya dan menyimpannya di dalam saku celananya.


"Kenapa dikunci?"


"Tidak apa, saya hanya takut ada yang mengikutimu!" pria itu tampak begitu santai dan berjalan mendekati gadis itu hingga membuat gadis itu memundurkan langkahnya.


"Jangan macam-macam ya, tidak ada yang mengikutiku!"


"Sungguh? kamu kan tidak bisa dipercaya!"


"Berhenti di situ, jangan sembarangan ngomong ya!"


"Ini rumahku, kenapa kamu yang ngatur!"


"Baiklah, sekarang serahkan kuncinya dan aku akan membayarnya dan aku akan pergi dari sini!"


"Tidak semudah itu!"


Pria itu terus maju hingga membuat tubuh gadis itu terjebak antara dinding dan pria di depannya.


"Kamu mau apa?"


"Apa yang kamu lakukan?"


"Mengamankan kamu, gadis bodoh!"


Pria itu segera membawa gadis itu ke ruangan, dan mengikatnya di kursi.


"Kenapa kamu melakukan ini? Siapa sebenarnya kamu?"


"Nanti kamu juga tahu!"


Pria itu segera merogoh saku jaketnya dan mengambil benda pipih, menghubungi seseorang.


"Hallo bos, semua sudah beres!"


"Baiklah aku akan ke situ!"


"Aku tunggu!"


Tidak ada jawaban lagi itu tandanya orang di seberang sana sudah mematikan sambungan telponnya.


Pria itu kembali mendekati gadis itu, menarik dagunya.


"Cantik, sayang antek mafia!"


"Kamu siapa?"


"Nanti kamu juga tahu, baik-baik di sini!" ucapnya sambil menepuk beberapa kali pipi gadis itu kemudian meninggalkan dirinya.

__ADS_1


...****...


Leon yang menyamar sebagai Gus Raka sudah duduk di sofa yang ada di rumah mertuanya. Rencananya ingin menjemput Nisa tapi ternyata ia masih ada urusan lain.


Nisa sudah siap untuk pulang, ia Sudja menghampiri Leon.


"Mas Raka, ayo!"


"Nisa, maaf ya bagaimana kalau kamu pulangnya besok saja?!"


Nisa langsung menunjukkan wajah kecewanya, ia Sudah tiga hari di rumah orang tuanya tanpa melakukan apapun, bahkan orang tuanya ketularan posesif seperti Leon.


"Ada apa?"


"Saya ada urusan sebentar!"


"Sebentar, berarti kan bisa ke sini lagi buat jemput aku kan, mas?"


"Bagaimana kalau aku jemputnya besok pagi saja sambil ngantar kamu ke rumah sakit?"


"Aku nggak bawa baju yang biasa aku pakek ke rumah sakit, mas!" tampak wajah Nisa sekarang sudah sangat kesal.


"Aku akan membawakannya besok, sekalian jemput kamu!"


"Terserah lah!" Nisa begitu kesal dan berbalik begitu saja dan kembali ke kamarnya, di rumah orang tuanya memang begitu banyak baju miliknya tapi semua baju itu bajunya yang masih biasa di pakai sebelum dia hamil, dan sekarang sudah tidak muat lagi dengan perut besarnya.


Hehhhhhh


Leon hanya bisa menghela nafas, ingin sekali menyusulnya tapi tidak bisa untuk saat ini.


Tepat saat Leon akan keluar, ia berpapasan dengan papa Nisa yang baru saja kembali dari bermain catur dengan tetangga depan rumah.


"Loh, Nisa mana? Katanya mau pulang?"


Ingin rasanya memanggil papa pada orang yang ada di depannya, tapi tidak mungkin untuk saat ini.


"Maaf paman, ternyata aku ada urusan lain, besok aku jemput sekalian antar ke rumah sakit!"


"Nisa belum mau cuti?"


Leon hanya bisa menggelengkan kepalanya, seandainya saja saat ini dia sudah menjadi Leon, sudah pasti akan meminta sang istri untuk cuti.


"Baiklah, hati-hati! Nisa pasti ngambek ya?" belum sampai Leon menjawabnya, papa Nisa sudah lebih dulu menjawab ucapannya sendiri, "Jangan khawatir, nanti biar saya yang bicara sama dia!"


"Terimakasih paman!"


Setelah berpamitan dan mengucapkan salam, akhirnya Leon benar-benar meninggalkan rumah itu tanpa mengajak Nisa.


Wanita yang tengah hamil itu rupanya mengintipnya dari jendela kamar,


"Kenapa sulit ya berpisah sama mas Raka, dia bukan suami aku tapi aku kenapa ngerasa nyaman dengannya!"


"Apakah ini yang di namakan bawaan bayi, anak-anak ini pasti ngerasa aman karena ada orang yang melindunginya, tapi dia bukan papa kalian sayang!" Nisa mengelus perutnya yang bertambah besar saja setiap harinya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2