Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Apa haknya?


__ADS_3

Alex segera masuk ke dalam mobilnya, ia duduk di belakang dengan sopir yang duduk di


balik kemudi, sopir yang dengan setia menunggunya tadi.  Mobil mulai melaju, memecah keheningan tengah


malam. Ini adalah hari berat untuk pria itu, rasanya separuh nyawanya telah


hilang, segala pencapaiannya seakan tak berarti lagi.


Banyak pertanyaan sedang melayang-layang di benaknya, ia berpikir jika kebahagiaan itu


ada, di mana dan dengan siapa?


Cittttttt


Tiba-tiba mobil mengerem mendadak membuat tubuhnya terpental, Alex tersadar dari


lamunannya. Ia begitu kesal pada sopirnya.


“Ada apa?” hardik Alex pada sopirnya dengan wajah kesalnya.


“Maaf tuan, tapi gadis itu menyeberang mendadak!” ucap sopir itu dnegan wajah


takutnya.


Seorang gadis berhijab sedang berdiri di depan mobilnya dengan menutup wajahnya. Alex


hanya bisa mendengus kesal, ia pun segera membuka pintu mobilnya saat melihat


gadis itu tak juga beranjak dari depan mobilnya, sepertinya dia begitu


ketakutan.


Alex menarik lengan gadis itu, hingga membuat wajahnya terlihat, pemilik wajah teduh


dan mata sendu itu menatapnya dengan penuh rasa ragu.


“Apa kau sudah tidak ingin hidup lagi dengan menabrakkan tubuhmu ke mobilku!” teriak


Alex geram sambil menarik tangan yang menutupi wajahnya. Matanya menajam


sempurna.


“Tu-tuan Alex!”ucap gadis itu setelah melihat siapa yang marah-marah padanya dan menarik


tangannya.


“Aisyah!”


Walaupun tidak terlalu mengenali wajah gadis itu tapi ia begitu mengenali suaranya. Dia


adalah gadis yang beberapa kali ia temui bersama Nadin dan baby El.


“kenapa malam-malam berkeliaran di jalan?” tanya Alex sambil melepaskan genggaman


tangannya, mengingat beberapa kesempatan gadis itu selalu tidak suka tangannya


di pegang seperti itu.


“Tadi hanya …, aku pulang kerja!” jawab gadis itu dengan terus menunduk.


Alex masih dengan nada tingginya, “Semalam ini?”


“Saya dapat sift malam!”


Lagian pulang ku juga selalu malam


….


“Ikutlah denganku, aku akan mengantarmu pulang!” ucap Alex lagi.


“Tidak usah, terimakasih …, biar saya pulang sendiri!”


“Aku tidak suka di tolak! Masuk sendiri atau aku akan memaksamu masuk!”

__ADS_1


Akhirnya Aisyah tidak punya pilihan lain selain mengikuti kemauan pria arogan itu. Alex


membukakan pintu mobil untuk Aisyah, dan ia pun berniat untuk ikut masuk duduk


di samping gadis itu, tapi sepertinya gadis itu keberatan.


“Tuan!”


ucap Aisyah membuta langkah alex untuk masuk terhenti.


“Iya?”


“Bisakah tuan duduk di depan saja?”


Mendengar permintaan gadis itu, Alex hanya bisa mendengus tapi ia juga tak mampu menolak, sepertinya duduk berdekatan dengan Alex membuatnya tidak nyaman. Akhirnya alex


mengurungkan niatnya untuk duduk di samping Aisyah, ia kembali keluar dan masuk


dan duduk di depan di samping kemudi.


Setelah semuanya masuk, sang sopir pun segera menjalankan mobilnya tanpa menunggu


perintah. Tidak ada pembicaraan lagi selama dalam mobil hingga mobil berhenti


lagi saat lampu lalu lintas itu menyala merah.


“Kita ke mana dulu tuan?” tanya sopir pribadi alex.


“Antar dia dulu!” ucap Alex sambil mengamati gadis yang sedari tadi tertunduk melalui


kaca depan.


Gadis yang aneh …..


“Hemmm….!” Alex berusaha mencuri perhatian gadis yang sedari tadi tertunduk dan


memilin hijabnya yang menjuntai panjang hingga ke perut. Tapi sepertinya dehemannya


tidak berpengaruh pada gadis itu.


panggil Alex, ternyata hal itu berhasil membuat gadis itu mendongakkan


kepalanya.


“Iya?”


“Lebih baik kamu berhenti kerja saja!”


“Hah?”


Apa-apaan tuan Alex ini , apa


haknya coba…, kenapa tiba-tiba nyuruh berhenti kerja …., astagfirullah …..


“Tidak baik pulang malam untuk anak perempuan!”


Gadis itu hanya terdiam, ia cukup mengerti dengan resiko bekerja pulang malam, tapi


bukan urusan Alex juga, lagi pula dia punya tanggungan membayar biaya


kuliahnya. Merasa tidak ada tanggapan dari gadis itu, Alex pun menyerah, bukan


urusannya juga.


Terserah lah bukan urusanku juga,


ngapain aku mikirin dia …., nggak penting juga ….


Akhirnya Alex menurunkan gadis yang bernama Aisyah itu tepat di depan rumahnya, tapi mata pria itu lagi-lagi fokus pada rumah yang hanya berjarak satu rumah dengan


rumah gadis itu, lampunya sudah padam, sepertinya pemilik rumah sudah tidur.


“Tuan, terimakasih atas tumpangannya!” gadis yang bernama aisyah itu turun dari mobil,

__ADS_1


tapi sebelum menutup pintu mobil, Aisyah menghentikan langkahnya.


“Assalamualaikum!”


kata sacral yang selalu gadis itu ucapkan setiap kali bertemu atau berpisah.


Walaupun tak akan mendapatkan jawaban atas salamnya, tapi gadis itu tetap


dengan pendiriannya dengan memberikan salam.


Mobil pun kembali berjalan meninggalkan rumah Aisyah. saat melewati depan rumah Nadin rasanya pengen sekali berhenti dan menyapa mereka.


“Tuan apa perlu kita berhenti sebentar?” tanya sopir pribadinya seperti mengerti


masksud dari hati tuannya.


“Tidak perlu!” alex kembali menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, membuang semua kenangan itu.


“Leon, kamu tahu apa arti ucapan gadis itu tadi?” tanya Alex pada Leon sopirnya.


“Yang mana tuan?”


“Yang terakhir kali ia ucapkan, salam yang terakhir kali ia ucapkan!”


“kalau tidak salah artinya mendoakan selamat pada orang yang di beri salam tuan,


seingat saya dulu waktu belajar ngaji!”


Jadi dia selalu memberikan doa


keselamatan untukku ….


 Akhirnya mobil pun berhenti tepat di depan


rumah Alex, Alex pun segera turun meninggalkan sopirnya sendiri. Kedatangannya


langsung di sambut oleh nenek Widya.


“nenek…, kenapa nenek belum tidur semalam ini?” tanya alex khawatir, ia segera


menuntun neneknya masuk ke dalam rumah. Jarang-jarang neneknya menginap di


rumahnya.


“nenek menunggumu!”


“kenapa harus menunggu? Kan bisa bicara besok pagi nek!”


“nenek menunggu jawabanmu!”


Mendengar ucapan neneknya, Alex jadi teringat sama persyaratan yang di berikan oleh


rendi untuk bisa bertemu dengan Elan.


“Alex setuju nek!” jawab Alex dengan mantap.


“benar? Nggak mau tahu nenek mau nikahin kamu sama siapa?”


“Nggak penting nek, yang penting alex bisa nikah secepatnya!”


“Alhamdulillah nenek seneng, kalau begitu lusa kita ke rumahnya untuk melamar!”


“jangan lusa nek, soalnya kalau lusa Alex harus menghadiri peresmian proyek kami!”


“baiklah nenek setuju, ya udah nenek mau istirahat sekarang!”


Alex bernafas lega, setidaknya ide nenek Widya untuk menikahkannya dnegan seseorang


akan menjadi jalan untuknya bisa tetap bertemu dengan Elan.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

__ADS_1


Minal aidzin wal Faizin mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2