Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Kevin Alexander


__ADS_3

Kevin Alexander adalah pria arrogant dengan sejuta kemampuan, melakukan segalanya dengan kekuasaannya. Kehidupannya berkecampung di dunia gelap. Ayahnya sudah meninggal sedangkan ibunya entah kemana, mereka menikah tanpa cinta hingga membuat ibunya memilih untuk pergi dari kehidupan


ayah dan Alex.


Ketika kecil ia di rawat oleh neneknya, tapi setelah besar ayahnya yang mengambil alih


perawatannya. Jadi selain ayahnya orang paling Alex sayangi adalah neneknya.


Mereka tinggal terpisah karena neneknya tidak suka dengan kehidupan keras cucunya itu,


hanya sesekali waktu Alex akan mengunjungi neneknya. Ia selalu berubah menjadi


pria penyayang saat bersama neneknya.


Kehidupannya begitu sepi, ia kehilangan kasih sayang semua orang, termasuk ibunya.bahkan


saat ia mulai mengenal cinta, tunangannya memilih pria lain dan memilih


mengakhiri hidupnya setelah cintanya yang tidak kesampaian.


Rasa kehilangannya semakin besar saat orang yang ia sayangi memilih bersama


keluarganya. Ia sempat berharap memiliki keluarga kecil bersama Nadin dan baby


El. Tapi apapun jika itu bukan menjadi haknya maka akan hilang dari genggamannya.


Kehidupan keras yang di pilih oleh Alex membuatnya sulit untuk menemukan teman ataupun sahabat yang benar-benar tulus padanya.


Bretttt bretttt bretttt


Suara getaran dari ponselnya yang berbenturan dengan meja membuat tidur pria arrogant


itu terganggu. Pria arrogant itu masih berselancar di dunia mimpi. Tubuhnya


yang polos terbuka karena selimut yang menutupinya entah pergi ke mana, pria


itu hanya mengenakan celana boxer pendeknya tanpa menutup tubuh atasnya dengan


apapun. Ia tidak terbiasa tidur dengan mengenakan kaos atau baju tidur.


Brettttt breettttt breettttt


Getaran kedua kalinya membuat pria arrogant itu akhirnya membuka matanya. Ia baru saja


mengikuti acara peresmian semalam dan pulang begitu pagi, ia barus saj tidur


tiga jam dan sekarang sudah ada yang menggangunya.


“Siapa sih yang berani menggangu tidurku?” gumam alex kesal, ia menekan tombol di


mejanya yang langsung terhubung dengan pengawal utamanya.


Tidak berapa lama pintu pun terbuka, menampakkan seorang pria dengan penampilan yang sudah sangat rapi dengan jas dan kemeja juga sepatunya. Rambut yang sudah di sisir rapi.


“Selamat pagi tuan!” sapa nya sambil menunduk, sedangkan Alex masih dengan gaya


arrogantnya tidak ingin bergerak dari tempat tidur.


“lihat siapa yang menggangguku pagi-pagi!” ucapnya sambil menunjuk pada ponselnya yang terus bergetar sedangkan matanya masih enggan terbuka.


Pengawal itu pun segera mengambil ponsel Alex dan melihat siapa yang sedang melakukan


panggilan.


“Ini dari nyonya besar tuan!”


“Katakan jika aku sedang tidur, nanti aku akan menelponnya kembali!”


“Baik tuan!”


Pengawal itu segera mengangkat telponnya, dengan suara pelan menyapa penelpon yang di


sebut nyonya besar.


“Selamat pagi nyonya!”


“Dimana cucuku?”

__ADS_1


“Maaf nyonya, tuan Alex masih tidur, tuan alex akan menghubungi nyonya lagi nanti!”


“Tidak bisa …, serahkan sekarang juga, ini penting!”


“Tapi nyonya!”


“Serahkan sekarang, atau aku akan ke sana dan menghancurkan rumah itu!”


Alex yang tidak bisa tidur kembali, mendengar pembicaraan neneknya yang memaksa, ia


pun terpaksa bangun dan mengambil ponselnya dari pengawalnya. Jika sudah


memaksa seperti itu, neneknya sudah tidak bisa di tolak lagi dan ancamannya


buka Cuma ancaman belaka, jika ia sudah mengatakan akan menghancurkan rumah


alex maka ia akan datang dengan membawa buldoser penghancur dan meratakan rumah


alex.


“Pagi nek …., ada apa?” tanya alex malas, ia masih dengan suara seraknya khas bangun


tidur.


“Hari ini kosongkan jadwal, nenek akan mengajakmu ke suatu tempat!”


“Kemana nek?”


“Ke pesantren!”


“Ada apa ke sana? Nenek kan tahu Alex ngagk suka ke sana!”


“Seperti bulan-bulan biasanya, nenek mendadi salah satu donatur di pesantren itu!"


“tapi nek….!”


“Nggak tapi-tapi, nenek tunggu di rumah jam 3 sore!”


Panggilan telpon terputus secara sepihak. Walau bagaimana pun Alex tetap tidak bisa


apalagi neneknya sekarang sudah sangat tua.


“Hehhhh …., nenek ada-ada aja sih …!” keluh Alex, ia melemparkan ponselnya begitu saja,


untung saja pengawalnya begitu sigap menangkapnya.


“Batalkan semua jadwal hari ini!”


“Baik tuan!”


Alex kembali melanjutkan tidurnya. Ia tidak mungkin datang terlambat menemui neneknya. Ia masih sangat mengantuk, ia memilih melanjutkan tidurnya dari pada


melakukan pekerjaan.


🌷🌷🌷🌷


Sore ini Alex sudah siap dengan penampilan rapinya, kehidupan alex dan neneknya


sungguh jauh berbeda. Alex lebih suka berada di daerah abu-abu, ia lebih dekat


dengan dunia hitam dan mafia sedangkan neneknya memilih dengan dunia sosialnya,


ia selalu berdoa dan berharap suatu saat akan ada yang bisa mengubah cucunya menjadi lebih baik.


Alex sudah bersiap menuju ke rumah neneknya tentu dengan beberapa pengawalnya,


karena dunianya yang sangat keras, pasti musuh pun bertebaran di mana-mana.


Setelah melakukan perjalanan selama setengah jam akhirnya sampai juga di depan rumah besar itu, rumah itu sebenarnya milik ayah alex. Alex sengaja tidak mau tinggal


di sana karena masih teringat dengan kenangan-kenangan indah bersama ayahnya.


Kedatangannya langsung di sambut sang nenek di depan pintu besar itu, dengan tongkat di tangannya dan kacamata tebal yang melekat di kedua matanya.


“Nenek…, bagaimana kabarmu?” sapa Alex pada neneknya dan segera memeluknya.


“Sungguh apa kau masih peduli pada nenekmu ini, aku tidak percaya!”

__ADS_1


“Sungguh nek!”


“bagaimana aku bisa percaya, sedangkan kau tersenyum saja tidak!”


“Nenek …!” ucap Alex sambil mengusap kedua pipi neneknya.


“Nenek hampir gila saat kau menyukai istri orang, jika kau ingin menikah nenek pasti


akan mencarikan mu gadis yang baik yang masih belum menikah, jangan mencari


masalah dengan menyukai istri orang!”


“Nenek…, sungguh bukan seperti itu! Aku hanya menyayangi mereka!”


“lalu bagaimana lagi, saat kau menyembunyikan istri dan anak orang kalau bukan kau mencintainya!”


“nenek …! Apa nenek akan terus memarahiku di sini?”


“baiklah karena kita sudah terlambat, nenek akan lanjutkan lagi nanti marahnya!”


Alex pun segera menuntun neneknya ke mobil, setiap pergi bersama sang nenek Alex


tidak pernah membawa pengawal, hanya seorang sopir dan asistennya.


Alex duduk di belakang bersama neneknya. Karena berangkatnya sebelum ashar nenek Alex meminta sopir meminggirkan mobilnya saat sampai di depan sebuah masjid besar


dekat dengan pesantren.


“Ayo turun!” ajak nenek Alex.


“katanya ke pesantren, kenapa ke sini nek?”


“Kita sholat dulu!”


Akhirnya Alex mengantar neneknya hingga di depan masjid. Melihat Alex berhenti di depan


neneknya segera menoleh kembali pada cucunya itu.


“Kenapa berhenti di sini? Ayo masuk!”


“Alex di luar saja nek!”


“Kenapa di luar? Ayo sholat!”


“Alex kapan-kapan saja nek sholatnya!”


“Dasar ….! Ya Allah beri hidayah pada cucu hamba ini, kirim seseorang yang akan


membimbingnya ke jalan-MU!” doa nenek alex sebelum meninggalkan Alex, Alex pun


hanya tersenyum kecut.


Tak berapa lama azan pun berkumandang, sholat ashar pun di mulai. Alex benar-benar


tidak tertarik untuk ikut masuk, ia malah asik dengan ponselnya dengan aerophone yang menempel di telinganya.


Hingga seseorang memegang pundaknya, membuat Alex menengadahkan wajahnya menatap siapa yang telah berani menggangunya. Alex segera melepaskan aerophone nya.


“Ada apa?” tanya alex kesal karena ada yang telah menggangunya.


“Apa anda tidak sholat?” tanya pria dengan wajah teduh itu.


“Apa kau mengabsen setiap orang yang sholat?” tanya Alex dengan angkuhnya.


“Aku hanya ingin menjadi umatnya yang baik dengan menasehati orang lain dalam kebaikan!”


“Maka nasehati orang yang mau kau nasehati!”


“baiklah …, maaf jika saya menggangu anda. Saya masuk dulu!”


“Silahkan!”


Setelah pria berwajah sejuk itu masuk ke dalam masjid, Alex kembali dengan kegiatannya.


Sambil menunggu neneknya keluar ia memilih menyelesaikan beberapa pekerjaannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2