
...Allah itu maha membolak-balikkan hati manusia, jadi jangan buang waktu hanya untuk berlama-lama menjalin hubungan tanpa status, berilah dia sertifikasi kepemilikan dengan mengajaknya ke KUA...
...🌺Selamat membaca🌺...
Langkah Nisa terhenti di depan pintu saat tangannya sudah mampu mendorong pintu itu, seseorang sudah duduk di sofa bersama papa dan mamanya.
Nisa sampai menutup mulutnya karena tidak percaya.
"Assalamualaikum!" sapa pria itu sambil berdiri dan berbalik menatap Nisa.
"Waalaikum salam!" suara Nisa bahkan seperti tertahan di tenggorokan.
Bukan kedatangan pria itu yang menjadi masalah, tapi beberapa orang yang ada di sampingnya yang sekarang menjadi masalah dan barang-barang yang di bawanya saat ini.
Mama Nisa langsung menarik tangan Nisa dan membawanya duduk di sampingnya.
Pria yang seharusnya bertemu dengan kakaknya sekarang malah duduk di rumahnya dengan dua orang asing yang pernah Nisa temui di pesantren tempat kakak iparnya menyampaikan tausiyah beberapa waktu lalu.
"Mas Leon!" sapa Nisa lalu menatap papanya dan sang papa hanya mengangkat bahunya meminta Nisa untuk mendengarkan saja apa yang ingin di sampaikan oleh Leon.
"Kebetulan sekali kalau sekarang Nisa sudah datang pak!" ucap Leon kemudian.
Sepertinya Leon juga baru saja datang dan pembicaraannya belum di mulai.
"Karena saudara dari mas Leon ini sedang ada di luar kota, insyaallah juga akan kembali dalam waktu cepat! Saya Fahmi dan ini istrinya di minta mas Leon untuk mewakili keluarga beliau untuk melamar putri bapak yang bernama Nisa menjadi istrinya mas Leon, semoga kedatangan kami tidak menjadi beban bapak dan keluarga!" ucap Gus Fahmi. Di sampingnya ada Bianka, istrinya sahabat dari Aisyah!"
"Jadi maksudnya ini melamar ya?" tanya papa Nisa sambil menatap gus Fahmi dan Leon.
"Iya pak!" jawab Leon singkat. Tampak beberapa kali ia mengusap keningnya yang ternyata berkeringat meskipun berada di ruangan ber-AC.
"Tapi saya rasa tidak perlu seperti ini, cukup datang dan bicara dengan baik tidak usah membawa-bawa seserahan semacam ini!"
"Ini hanya hadiah saja untuk bapak dan ibu, tidak ada maksud lain!"
Secepat ini ...., batin Nisa. Ia mengira jika Leon akan datang lagi mungkin Minggu depan atau setidaknya lusa.
"Baiklah kami terima ya, dan terimakasih atas kedatangannya, jujur saya tadi terkejut. Saya kira tidak akan secepat ini, baru saja datang balasan dan nak Leon ini sudah datang saja!"
"Begitulah anak muda, pak!" ucap Gus Fahmi menimpali, "Lagi pula semakin cepat semakin bagus, insyaallah Allah juga suka yang seperti ini!"
"Gus Fahmi benar, sebenarnya saya juga tidak keberatan! Tapi saya benar-benar terkejut karena ada anak muda seperti mas Leon yang berani datang sendiri untuk meminta restu!"
"Saya hanya mengikuti apa yang di katakan buku, Kata ustad di buku 'Allah itu maha membolak-balikkan hati manusia', dan sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk melamar Nisa!"
Mendengar ucapan Leon, semua yang ada di situ tertawa begitupun dengan Nisa. Walaupun sedikit di tahan tapi tetap saja terlihat kalau Nisa juga tertawa.
"Baiklah ...., baiklah...!" papa Nisa sambil memegangi perutnya, "Saya setuju, suka dengan yang seperti ini! Kejutan sekali!"
"Lalu bagaimana pak jawabannya, apa kita bisa menikah Minggu ini juga?" tanya Leon yang terlihat tidak sabar.
__ADS_1
"Wow, jangan dong! Semua butuh persiapan, bagaimana kalau bulan depan di tanggal yang sama?" tanya papa Nisa.
"Bulan depan ya?" terlihat sekalian rona kecewa dari wajah Leon. padahal ia berharap besok atau lusa dia sudah bisa menikah.
"Iya nak Leon, soalnya saudara-saudara kami ada yang jauh. perlu banyak persiapan untuk mengundang mereka! Apalagi saudara papa Nisa ada yang di luar pulau juga!" ucap mamanya Nisa memberi pengertian.
"Iya, saya rasa satu bulan bukan waktu yang lama mas Leon!" Gus Fahmi pun ikut memberi pengertian.
"Saya siap satu bulan lagi!" ucap Leon akhirnya bisa menerima.
Akhirnya pembicaraan mereka pun berlanjut, Gus Fahmi terlihat sangat nyambung berbicara dengan papa Nisa apalagi jika membahas menantu pertama keluarga itu yang ternyata saya satu murid dari abinya Gus Fahmi.
Setelah cukup lama, mereka pun akhirnya berpamitan. Leon dan Gus Fahmi membawa mobil yang berbeda.
Gus Fahmi memegang bahu Leon saat sudah sampai di depan rumah, membuat Leon menoleh pada pemilik tangan.
"Semangat ya mas Leon, kapanpun kalau mas Leon butuh sesuatu bisa hubungi kami, kami pasti bantu!"
Leon pun tersenyum, "Terimakasih ya Gus, saya tidak tahu jika tidak ada Gus Fahmi dan Bianka hari ini, sekali lagi terimakasih!"
"Jangan sungkan, kalau begitu kami duluan ya mas, assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
Gus Fahmi dan Bianka mendahului langkah Leon dan menghampiri mobilnya. Setelah berhasil masuk dan memutar Mobilnya, Gus Fahmi melambaikan tangannya dari dalam mobil saat kembali melintas di samping Leon.
Leon pun ikut melambaikan tangan nya, ia bahkan tidak beranjak dari tempatnya berdiri hingga mobil itu meninggalkan halaman rumah Nisa.
Saat pemilik mobil itu keluar, dia terlihat terkejut saat melihat Leon di tempat itu.
"Assalamualaikum!" sapanya sambil berjalan cepat menghampiri Leon.
"Waalaikum salam!" jawab Leon sambil tersenyum, Leon seperti paham dengan maksud tatapan pria itu saat ini.
"Kamu kenapa sudah ada di sini saja?" tanyanya sambil mengedarkan pandangannya seperti sedang memastikan sesuatu, "Ini beneran rumah orang tua saya kan?"
Leon tersenyum, "Dokter Reza ada-ada saja!" ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Saya serius!"
"Iya dok!"
"Trus kamu kenapa di sini? Bukankah kita baru saja bertemu dan membicarakan soal surat?" ucap dokter Reza kemudian melihat jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangannya, "Masih jam sebelas siang, saya hanya mampir sebentar tadi di kafe!"
"Karena saya serius dengan adik dokter Reza!"
"Jadi maksudnya, baru saja melamar?" tanya dokter Reza lagi yang masih belum percaya dan Leon pun menganggukkan kepalanya.
"Amazing, wow .... you really are amazing! Aku suka gayamu!"
__ADS_1
"Terimakasih! Kalau begitu saya pergi dulu, sampai jumpa lagi lain waktu!" ucap Leon sambil masuk ke dalam mobil.
"Assalamualaikum!" ucap dokter Reza dan Leon tersenyum.
"Waalaikum salam!"
Dokter Reza memundurkan tubuhnya saat mobil Leon sudah berputar dan pergi dari tempat itu.
...🌺🌺🌺...
Semenjak hari ia melamar, kini Leon terlihat lebih sibuk mempersiapkan semuanya.
Hari ini adalah saat ia dan Nisa untuk fitting baju pengantin. Sebenarnya mereka berencana untuk menikah sederhana saja tapi orang tua Nisa ingin untuk anak perempuannya yang terakhir bisa mengudang semua kerabat jauh juga.
Leon harus meeting sebelum ke butik langganan mama Nisa. Sebelumnya Nisa sudah memberi tahu padanya.
"Meeting hari ini sampai di sini dulu, kita lanjut besok!" ucap Leon menutup meetingnya. Semenjak Alex di rumah binaan, Leon lah yang menggantikan Alex untuk memimpin meeting.
Satu persatu peserta meeting pun mulai keluar dari ruangan meeting. Leon pun segera melepas jasnya dan menggantikannya di lengan.
"Saya ada acara lain, mungkin tidak akan kembali, kalau ada berkas penting tolong minta seseorang untuk mengirimkannya ke rumah saya!" ucapnya pada sang asisten.
"Baik pak!"
Leon pun segera keluar dari ruang meeting. Ia segera menghampiri mobilnya yang sudah siap di depan.
"Terimakasih!" ucapnya saat seseorang sudah membukakan pintu mobilnya.
Hari ini begitu cerah, bahkan awan putih pun enggan untuk berada di antara langit yang biru. Mobil Leon sedang bersalip-salipan dengan mobil yang ada di samping kiri dan kanannya.
Leon sudah sangat terlambat, padahal ia berjanji akan datang sebelum makan siang dan kini sudah jam dua siang.
Hingga akhirnya setelah pertaruhannya yang cukup sulit berpacu dengan kendaraan yang lain sampai juga di depan sebuah butik. Ia hanya bisa berharap Nisa tidak pergi dulu.
Setelah turun dari mobil, langkah nya sedikit berlari memasuki butik yang cukup besar itu.
Nafasnya terdengar memburu dan langkahnya berhenti di depan pintu masuk. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok yang sebenarnya ingin ia katakan rindu setiap hari tapi belum bisa.
"Mas Leon!"
Suara lembut itu membuat Leon menarik sudut bibirnya, dari kejauhan terlihat Nisa sedang melambaikan tangannya ke arah dirinya.
...Aku denganmu adalah impian, dan kenyataannya adalah masa depan kita berdua dengan keluarga kecil yang bahagia...
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
...Happy reading 🥰🥰🥰...