
PoV Alex
Rasanya begitu berat mengatakan itu pada wanita yang aku cintai, tapi aku harus melakukannya demi dia dan putriku. Nanti suatu saat, saat kami bertemu kembali, dia akan mengenalku bukan sebagai narapidana tapi papa yang menjadi cinta pertama seorang putri.
"Tapi mas ...., Aisyah nggak mungkin sanggup mas! Bagaimana bisa mas?"
Aisyah terus memohon agar aku tidak pernah menyuruhnya untuk pergi, tapi aku harus bisa.
"Kamu bisa, aku tahu kamu wanita yang kuat, Leon yang akan mengurus semuanya! Semua keperluan kalian. Demi baby Kia, Ay ....! Kamu pasti bisa!"
Kata-kata itu sebenarnya untuk diriku sendiri, aku harus kuat tanpanya. Aku harus bisa, sampai nanti kita bertemu lagi.
"Tapi berjanjilah mas...., berjanjilah untuk menemukan kami lagi!"
"Pasti ...., dan kamu ingat, aku pernah mengatakannya padamu, jika nanti kamu lupa, aku yang akan mengingatkanmu, jika kamu tidak menyapaku, maka aku yang akan menyapamu lebih dulu ...! Aku yang akan mengucapkan salam padamu!"
Itu adalah hari terakhir kami bertemu, hari-hari ku selanjutnya tanpa dia, tanpa Kia, adalah hampa.
Saat ini yang aku punya hanya Allah, di setiap doa dan sujud ku aku titipkan rinduku pada hambanya yang aku cintai.
"Ya Allah ...., aku tahu aku selalu memaksamu ...., tapi kali ini aku meminta hal yang berbeda ya Allah ..., biarkan aku yang memupuk rindu ini untuknya, tapi jangan biarkan dia bersedih karena rindu yang tidak berujung ini ya Allah ...., hamba Mu itu terlalu baik untuk aku yang seorang pendosa, pertemukan aku lagi dengannya saat waktunya telah tiba ....!"
Mungkin Allah jenuh mendengar doa ku yang selalu sama. Tapi aku terus berharap nanti bisa bertemu dengannya lagi, suatu saat nanti.
Dinding kamar ku yang dingin itu sudah penuh dengan coretan spidol warna hitam, ku hitung hari demi hari yang telah ku lewatkan tanpa mereka.
Setiap minggu aku selalu meminta spidol baru agar aku bisa membuat tanda. Satu tahun sudah ku lewati hari ku tanpa 'Aisyah'. Nama yang selalu ada dalam doa ku.
Beberapa bulan lalu, Tito benar-benar menjalani eksekusinya, beberapa bulan terakhir dia menjadi begitu dekat denganku.
Gus Fahmi juga, dia menjadi guru spiritual kami, dia ya v mengajari kami tentang agama di tempat ini.
Tito sebenarnya begitu beruntung, dia bahkan bisa menyiapkan kematiannya sendiri di saat semua orang sedang antri, bahkan tidak tahu kapan ajal akan menjemput.
__ADS_1
Saat kita bahagia, kita akan merasa jika ajal kita masih lama, tapi suatu ketika kita merasa ajal kita begitu dekat seperti pagi dan malam. Tapi tidak tahu kapan pastinya.
Tito, pria itu dapat mempersiapkan semua amalnya sebelum mati. Hingga kami benar-benar di pisahkan oleh nya saat senapan itu menembak tepat mengenai jantung nya.
"Selamat jalan Tito ...., selamat jalan sahabat yang sempat tertunda, semoga nanti kita di pertemukan lagi di surga-Nya!"
Banyak hal yang sudah aku lewatkan di tempat ini, setahun rasanya seperti seratus tahun. Siang menjadi begitu lama dan malam menjadi begitu sunyi.
Hanya Leon yang menyapaku setiap minggu, dia mengirimiku makanan dan beberapa berkas. Ia sudah persis seperti ibuku, membawakan ku obat saat aku demam dan menanyakan keadaanku setiap kali bertemu.
"Padahal kamu bisa pergi kalau mau pergi, kenapa mengurusi ku terus!"
Aku tidak mau terus menyusahkan nya, dia sampai tidak menikah-menikah gara-gara sibuk mengurusi ku terus, padahal kalau dia mau, dia bisa menguasai perusahaan.
"Jangan berbicara seperti itu tuan, hanya tuan sekarang keluar saya, kalau saya pergi, saya pergi ke mana!" ucap Leon.
"Kamu bisa menikah dan membina rumah tangga, jika kamu mau, ambilah perusahaan, jangan mencemaskan aku!"
Aku sudah tidak bisa memikirkan perusahaan lagi, bahkan aku menawarkan padanya untuk mengambil surat kuasa atas perusahaan, aku tahu Leon yang sudah menjaga nenek selama ini, tanpa aku ataupun ayah. Seharusnya dia yang lebih berhak atas harta nenek, bukan aku.
"Maaf tuan, saya akan menikah nanti tapi atas ijin tuan! Tuan Alex sudah seperti kakak bagi saya, bagaimana bisa saya menikah saat kakaknya berada di tempat ini!"
Aku tahu dia sangat menghormati ku, Leon adalah anak yang di ambil oleh nenek dari jalanan. Dia begitu pintar dan mudah paham, sangat menyayangi nenek. Tidak heran jika sekarang dia juga begitu baik padaku.
"Bagaimana kabar mereka?"
Aku sudah berusaha keras untuk menahan agar tidak menanyakan hal itu, tapi ternyata aku tidak sanggup. Bibir dan hatiku begitu ingin untuk bertanya.
"Nona Aisyah benar-benar menutup akses tentang mereka tuan!"
Hehhhhhj
Aku menghela nafas, kecewa. Benar aku sangat kecewa sekaligus lega, setidaknya tidak akan ada yang mengenali mereka dan mengenal istri siapa mereka.
__ADS_1
"Apa perlu saya mencari tahu tentang nona Aisyah tuan?"
"Jangan ...., biarkan saja, aku mau mereka tetap aman! Masih ada empat tahun lagi untuk mencarinya!"
Aku tidak mau membuatnya terlalu mengingatku, dia pasti sudah bersusah payah untuk bisa hidup tanpa aku, jadi biarkan saja seperti itu.
Aku yakin Allah sudah menjodohkan aku dengan Aisyah di langit, dan jeruji besi ini tidak akan pernah memisahkan kami.
Setiap hari jum'at gus Fahmi selalu datang ke tempat ini, entah apa sebenarnya yang sedang ia cari, tapi ia selalu mendekatiku.
"Bagaimana kabar mas Alex?"
Setiap kali ia bertemu selalu menanyakan kabarku,
"Saya baik!" jawabku, "Terimakasih selalu datang untukku, tapi aku tidak mau merepotkan anda lagi, Tito juga sudah tiada kan!"
"Tapi saya sudah bilang sejak awal jika saya sengaja ke sini untuk mas Alex!"
"Kenapa anda memilih saya dari sekian banyak narapidana di sini?"
"Karena anda murid abi saya, karena anda suami Aisyah, karena anda suami sahabat istri saya, karena saya mengenal anda, bagi saya itu sudah cukup menjadi alasan untuk saya membantu anda lebih dekat dengan sang pencipta!"
Ternyata pria yang biasa di panggil gus Fahmi itu sama keras kepalanya, itulah mungkin yang sampai saat ini aku merasa cocok dengannya.
Sekeras apapun aku menolaknya, tetap saja dia datang dan mengajariku.
Bersambung
...Aku mencintaimu karena Allah, saat aku merindukanmu aku akan menitipkan rindu ku pada Allah di setiap doa ku...
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰🥰