Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Penghormatan terakhir


__ADS_3

Tim dokter pun mulai bersiap-siap, mereka memasuki ruangan itu dengan segala peralatannya.


Terlihat dari jendela kaca besar itu bagaimana dokter satu persatu mulai melepaskan peralatan medis yang ada di tubuh nenek Widya.


Kyai Hamid dan bu Nyai Sarah juga sudah datang untuk memberikan penghormatan terakhirnya pada nenek Widya.


Kyai Hamid sudah menganggap nenek Widya seperti ibunya sendiri, nenek Widya adalah ibu dari sahabatnya. Ayahnya Alex.


Aisyah terus memeluk Alex, Leon yang menyambut kedatangan Kyai Hamid dan bu Nyai Sarah.


"Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam, Kyai!" jawab Leon.


"Bagaimana bu Widya?"


"Dokter sedang melepaskan semua alat bantu medisnya!"


Kyai Hamid pun sedikit maju dan melihat prosesnya.


Seorang perawat sudah menutup wajah nenek Widya dengan selimut, dan tidak berapa lama para tim dokter pun keluar.


"Keluarga bisa mengurus administrasi nya!" ucao dokter pada Leon.


"Baik dok!"


Alex sudah tidak lagi menangis, ia hanya sedang berusaha untuk tegar. Setelah Leon menyelesaikan proses atministrasi. Nenek Widya pun di bawa ke rumah duka.


Bu Santi dan beberapa tetangga sudah bersiap di rumah.


Ambulance yang membawa jasad nenek Widya pun sudah meninggalkan rumah sakit. Yang menemani di dalam Ambulan itu Leon dan pak Kyai.


Alex, Aisyah dan bu Nyai sarah berada di mobil lain, Aisyah terus saja menangis hingga Alex tidak berani melepaskan pelukannya, sepanjang perjalan Alex terus memeluk istrinya.


Jasad nenek Widya di semayamkan di rumah duka untuk di suci kan dan sholatkan sebelum akhirnya di makamkan di pemakaman umum.


Alex melarang Aisyah untuk ikut ke makam, ia meminta bu Nyai sarah dan bu Santi untuk menemani Aisyah di rumah.


Nek ...., sebesar cinta nenek pada Alex ...., semoga yang Alex lakukan di peristirahatan terakhir nenek bisa membuat nenek bangga ....


Alex sudah turun di dalam lubang makan, ia menerima jasad nenek Widya dengan hati-hati.

__ADS_1


Alex tersenyum untuk terakhir kalinya sebelum nenek Widya bersatu dengan tanah.


Masyaallah ...., Allahu Akbar ...., dulu Alex tidak pernah berpikir akan memberikan penghormatan terakhir Alex sama nenek ...., dan hari ini cita-cita nenek terkabul, Alex yang mensholati nenek, dan membawa nenek sampai di sini ...


Alex benar-benar bersyukur karena sudah mengenal agama sebelum neneknya pergi, ia masih di beri kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir untuk neneknya dengan cara yang Allah sukai.


Setelah Alex di tarik ke atas, tanah pun mulai menutup lubang itu, memisahkan nenek Widya dari dunia ini.


Kyai Hamid pun mulai memimpin doa untuk almarhumah nenek Widya.


Satu per satu pelayat mulai meninggalkan makam, Alex masih di sana di temani oleh Alex.


Cukup lama, Alex hanya terdiam di sana, dia atas pusaran neneknya, Alex melihat di sebelah makan neneknya, itu makan kakek nya, dan di sebelahnya makam ayahnya, di sebelahnya lagi makan kakaknya dan yang terakhir makam ibunya yang juga belum kering.


Satu per satu orang yang di cintainya meninggalkannya. Ia tidak mau hal itu juga akan terjadi pada Aisyah dan putrinya. Rasanya ia masih belum siap untuk kehilangan yang ke sekian kalinya.


Leon masih setia berdiri di belakangnya.


"Leon!"


"Iya tuan!"


"Aku mau setelah ini, bebaskan Aisyah dan baby Kia!"


"Berikan tabungan untuk Aisyah yang bisa ia gunakan untuk hidup sampai aku bebas dan aku tidak mau membebani Aisyah dengan segala macam urusan perusahaan!"


"Baik tuan!"


Alex pun kembali memakai kaca mata hitamnya, ia berdiri dan berlalu meninggalkan pusaran sang nenek. Leon hanya bisa mengikuti di belakangnya, ia masih bingung dengan apa yang di katakan oleh Alex barusan.


...***...


Di rumah besar itu, orang-orang mulai menyiapkan untuk acara tahlilan nanti malam, selama tujuh malam akan tetap di adakan tahlilan di rumah untuk mendoakan nenek Widya.


Alex yang baru pulang dari makam segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dulu sebelum menemui istri dan putrinya.


Ia masih punya waktu sampai besok pagi sebelum kembali ke tahanan.


Setelah mandi dan mengganti pakaiannya yang bersih, Alex pun segera menemui putrinya.


"Assalamualaikum Ay ...!" sapa Alex membuat Aisyah yang masih menangis dalam pelukan ibunya segera mendongakkan kepalanya.

__ADS_1


"Waalaikum salam!" ucap Aisyah dan bu Santi bersama-sama.


"Suamimu sudah datang, ibu tinggal dulu ya!" ucap bu Santi. Bu Santi pun segera meninggalkan kamar itu dan menutupnya dari luar.


Rasanya begitu aneh hanya berdua seperti ini setelah sekian lama, baby Kia juga sedang di bawa keluar oleh Nino.


Langkah Alex begitu pelan, ia begitu merindukan wanita itu. Tapi rasanya akan kurang pas jika meluapkan kerinduannya dalam keadaan berduka seperti ini.


Alex sudah berada di depan Aisyah, Aisyah pun segera memeluk suaminya itu.


"Aku sangat merindukan mas Alex!" ucap Aisyah.


"Mas juga ....!"


Mereka pun kembali duduk, rasanya sangat canggung, dadanya bergetar hebat saat suaminya menyentuh tangannya, lima minggu bukan waktu yang singkat bagi mereka. Itu sangat sulit.


"Mana Kia?" tanya Alex saat tidak melihat putri nya bersama Aisyah.


"Kia sama Nino, mas!"


"Boleh aku ...?" tanya Alex sambil menggenggam tangan Aisyah.


Aisyah bisa tahu bagaimana suaminya itu telah begitu lama menahannya, sejak baby Kia lahir, saat ia sudah siap lagi tapi malah polisi membawanya pergi.


Aisyah pun hanya bisa mengangguk.


Dengan cepat Alex merengkuh tubuh istrinya itu, istri yang sudah sangat lama ia rindukan.


Bibir Alex segera menyesap bibir merah jambu Aisyah, menghilangkan sisa-sisa air mata Aisyah dengan bibirnya,


Tangannya menarik jilbab Aisya hingga terlepas dan mengabsen leher jenjang Aisyah dengan bibirnya.


Aisyah terus menahan bibirnya agar tidak mengeluarkan suara *******, tangan Alex kembali bergerilya, ia mulai melepas kancing baju Aisyah satu per satu hingga baju Aisyah terlepas dari tubuhnya.


Mereka melupakan kesedihan mereka untuk beberapa saat, saling meluapkan kerinduan yang seakan tidak terbendung lagi.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰


__ADS_2