Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part (Rencana 2)


__ADS_3

Pagi sekali gus raka sudah bersiap-siap, dia sudah menunggu Nisa di samping mobil, awalnya masih ada perdebatan antara gus Raka dengan Nisa. Tapi gus Raka masih tetap dengan pendiriannya, ia tidak bisa membiarkan Nisa berangkat atau pulang sendiri, hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini. Selebihnya biarkan Allah yang menentukan semuanya, selepas dia sudah berusaha semaksimal mungkin.


"Jangan pulang sebelum aku jemput ya, aku akan menghubungi dokter Reza untuk menjagamu!"


"Tidak perlu seperti itu juga mas Raka, Nisa tidak terlalu nyaman jika di awasi, lagi pula mas Raka bukan suami Nisa yang bisa mengatur Nisa semau mas Raka!" sebenarnya sakit saat Nisa mengatakan hal itu, tapi gus Raka tidak bisa berbuat banyak.


"Jika bukan kamu, maka pikirkan kedua anak yang ada dalam kandungan kamu, jika sesuatu yang buruk terjadi padamu, maka mereka juga tidak bisa melihat dunia!"


Nisa diam mendengarkan ucapan gus Raka, sepertinya dia sedang menimbang-nimbang keputusannya.


"Aku akab menjemputmu nanti assalamualaikum!" gus Raka segera masuk kembali ke dalam mobil meninggalkan Nisa yang masih terdiam di tempatnya.


Nisa menatap mobil yang terus berlalu meninggalkannya. ia menyesali ucapannya yang mungkin sudah menyinggung gus Raka.


"Nis, pagi-pagi kok sudah bengong aja, kenapa?" suara seseorang yang bru saja turun dari motornya segera menghampiri Nisa yang masih terdiam di tempatnya.


"Asna, enggak, tadi laginungguin kamu!"


"Nggak biasanya nungguin aku, ya udah masuk yukk!"


Motor kamu?"


"Biarlah, ada pak satpam juga! ayoookkkk!"


wanita bertubuh mungil itu menarik lengan Nisa agar masuk ke dalam gedung.


***


Gus Raka segera sampai di toko, baru juga di depan toko ia sudah bertemu dengan orang yang mengantarkan paket untuknya.


"Itu paket untuk saya?"


"Iya pak!"


"Terimakasih!"


Setelah mendapatkan paketnya, gus Raka segera masuk. ia segera mengganti bajunya dengan baju yang baru saja dikirim, sebuah seragam cleaning service. dan melapisinya dengan sebuah jaket warna hitam agar tidak terlihat sebagai seragam cleaning service.


Tok tok tok

__ADS_1


Sebuah ketukan di pintu menyadarkannya, ia pun segera menari resleting jaket hingga pangkal leher.


"Masuk!"


Karyawan toko buku masuk, wajahnya tampak heran karena atasannya itu sudah mengganti bajunya hendak pergi.


"Ada apa?" tanya Gus Raka yang sudah bersiap untuk pergi dengan menyambar ponsel yang tadinya tergeletak di atas meja.


"Itu mas Raka, di depan ada orang yang nganter motor, katanya mas Raka yang beli!" karyawannya sedikit heran karena ia tahu jika atasannya itu sebelumnya memang sudah punya motor tapi akhir-akhir ini malah sering bepergian dengan mobil dan hari ini malah beli motor lain.


"Iya itu aku yang beli, ya sudah kamu jaga toko, aku pergi dulu! nanti sore saya datang lagi buat ambil mobil!"


Gus Raka segera meninggalkan ruangannya, menuju motor yang sudah terparkir di depan. Sebuah motor bebek bekas dengan kisaran harga tujuh jutaan, motor yang biasa di pakai oleh karyawan-karyawan nya.


Gus Raka segera mengendarai motornya menuju ke sebuah perusahaan yang namanya tertera di seragam cleaning servisnya.


Ini hari pertamanya masuk, di tempat barunya itu ia melakone profesi barunya sebagai cleaning servis.


Sepertinya Gus Raka tidak sabar untuk mencari ruangan pemilik perusahaan itu, ia segera berkeliling untuk mencarinya.


"Anak baru ya?"


"Iya pak!" Gus Raka segera menunduk. Ia menambahkan kumis palsu pada wajahnya dan juga sebuah kaca mata agar tidak ada yang mengenalinya, kehati-hatian sangat di perlukan saat ini karena ia berada di kandang macan saat ini.


"Itu ruangan bos besar, tidak sembarangan orang bisa masuk ke sana!" pria dengan tag nama Tono di bajunya itu menunjuk pada ruangan yang hampir saja di buka oleh Gus Raka.


"Ahhh iya, saya pikir tadi ini ruangan yang harus saya bersihkan!"


"Kalau mau bersihkan itu, jangan pas ada bos besar, pagi sekali, atau malam pas nggak ada orang! Lagi pula kamu anak baru, tidak punya pengalaman untuk membersihkan ruangan itu!"


"Baik, kalau begitu saya permisi!" Gus Raka tidak mau membuat orang itu semakin curiga, ia harus mencari kesempatan lain.


Gus Raka pun meninggalkan tempat itu, ia tidak akan pergi jauh karena ingin tahu gerakan apa saja akan di lakukan oleh orang-orang yang masuk ke dalam ruangan itu, selain itu dia juga harus mencari bukti kejahatan mereka.


Beberapa orang yang terlibat di dalamnya adalah pejabat, membuat Leon dan Alex sulit untuk mencari bukti kejahatannya.


Setelah pria bernama Toni tadi pergi, gus Raka segera masuk ke dalam ruangan itu dan untungnya tidak di kunci setelah sebelumnya ia Sudja men set ulang cctv agar menyala setelah dua jam dari ia memasuki lorong itu, saat ini mecanic sedang mencari sumber masalah yang menyebabkan beberapa area cctv mati dan salah satunya ruangan bos besar.


Gus Raka tidak bisa mengulur waktu, ia juga sudah dapat kabar jika bos besar akan segera sampai dalam waktu setengah jam dari sekarang.

__ADS_1


Tempat pertama yang Gus Raka kunjungi adalah laci meja kerja, mencari beberapa berkas, bukan seluruhnya, ia hanya akan mengambil bagian terpentingnya agar bos besar tidak menyadari jika berkasnya hilang.


Setelah menemukan apa yang di cari, Gus Raka segera melipat dan memasukkan ke dalam saku celana, tidak lupa sebelum keluar ia juga meletakka. benda kecil di antara rangka bunga plastik yang ada di atas meja, sebuah kamera pengintai dia menyadap suara.


Gus Raka segera mengembalikan berkas-berkas yang sudah dia acak-acak setelah mendengarkan sebuah langkah kaki yang hampir mendekat.


Ia pun segera berlagak sedang membersihkan ruangan itu saat pintu di buka.


"Siapa kamu?" suara berat seseorang, sepertinya ia mengenali suara itu. Gus Raka pun segera memutar tubuhnya dan menunduk.


Adi ...? Jadi dia sekarang bekerja di sini! batin Gus Raka saat melihat siapa pria yang berdiri di belakang pria bertubuh tambun dengan kumis tebalnya.


Untung saja dia sudah mempersiapkan semuanya dengan memakai kumis palsu dan kaca mata sehingga pria bernama Adi yang pernah menjadi sopir pribadi di rumah Leon itu tidak mengenalinya.


"Saya cleaning servis di sini tuan, saya sedang bersih-bersih tuan, maaf karena saya tidak tahu anda akan datang, kalau begitu saya permisi!" Gus Raka masih tetap menunduk dan dan segera meninggalkan ruangan itu sebelum mereka mengenalinya.


"Sepertinya dia_!" Adi sepertinya sedikit mengingat siapa pria yang baru saja keluar.


"Sudah jangan di pikirkan, dia hanya cleaning service di sini!" ucap pria itu sembari berjalan dan duduk di kursi kebesarannya, ia tidak mendapati sesuatu yang mencurigakan bahkan tempat kerjanya juga memang terlihat rapi.


"Bagaimana dengan saudaramu yang masih di sana, apa dia mendapatkan informasi baru?"


"Berdasarkan yang dia ketahui, pria kembaran Leon itu saat ini sedang memperketat penjagaan rumahnya, bahkan istri Leon pun berangkat dan pulang di antara oleh kembaran Leon!"


"Apa dia mulai mencurigai saudaramu?"


"Belum pasti, tapi saya tidak akan membiarkan hal ini ketahuan tuan!"


Ternyata di ujung tangga darurat, Gus Raka sedang mendengarkan pembicaraan mereka dari ponselnya yang tersambung dengan camera penyadap.


"Sudah ku duga, mereka pasti menyusupkan anak buahnya di rumah, aku harus lebih hati-hati! Tapi siapa orang itu?" Gus Raka sepertinya sedang berpikir keras mencari tahu siapa orang yang sebenarnya ada di rumahnya yang sedang mengintai keluarganya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2