Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Dua anak?


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makannya, Nino segera kembali ke kamar mandi untuk mengambil Wudhu.


Musholla nya sangat dekat, hanya berjarak lima rumah dari rumahnya.


"Ayo Ars ....!"


Nino segera menggendong Arsyi saat suara iqomah berkumandang. Ia sedikit berlari agar cepat sampai di sana.


"Ahhhh sampai!" gumamnya sambil menurunkan Arsyi tepat di depan tangga mushola. Hanya ada tiga anak tangga di sana.


Mushola itu hanya berukuran lima kali tujuh meter, hanya cukup untuk berjamaah satu RT saja.


"Lepas sendalmu!" ucap Nino sambil membantu Arsyi melepas sendal mungilnya bergambar Spiderman itu.


Nino segera menggandeng masuk ke dalam mushola, mereka tidak perlu duduk dulu karena imam sudah memintanya untuk meluruskan shof. Untung mereka berada di barisan tengah.


Saat imam sudah berada di tengah-tengah membaca surat alfatihah, seorang makmum masbuk datang dengan sedikit berlari, ia berada di barisan paling akhir dan mengikuti gerakan imam.


Setelah imam mengucap salam, tiba-tiba Arsyi menarik baju koko milih Nino.


"Ayah ...., ayah ....!"


"Apa sih Arsyi?" ucap Nino lirih karena imam sedang membacakan doa bersama setelah sholat.


"Arsyi pengen pipis!" ucapnya sambil tangannya memegang celananya.


"Isttttt, jangan ngompol ya, paman bisa malu, kita pulang aja ya!"


Nino pun segera berdiri dan menuntun tangan Arsyi, ia melewati beberapa jamaah di belakangnya.


"Permisi!"


"Permisi!"


"Permisi!"


Ucap Nino beberapa kali setiap melewati shof itu, hingga mereka berada di barisan terakhir, hanya ada dua orang, Nino tanpa sengaja mengamati seseorang yang tadi menjadi makmum masbuk itu, pria itu menunduk menghayati doanya.


"Ayo ayah, Ars sudah nggak tahan!" rengek Arsyi saat pamannya itu memilih berhenti, ia sudah memegangi celananya.


"Iya ...!"


Nino pun mengangkat tubuh Arsyi dalam gendongannya, tanpa memintanya untuk turun dan memakai sandalnya kembali. Ia memilih membawa sandal itu dan menggendong Arsyi kembali berlari.


Pria yang sedari tadi menunduk itu menoleh pada pria yang baru saja membawa lari anak kecil itu.


Pria itu adalah Alex, rumah sementaranya berjarak lima rumah dari mushola, berlawanan arah dengan rumah Nino.


Anak itu ....., sepertinya wajahnya tidak begitu asing, masih muda tapi sudah punya anak, batinnya lalu ia kembali fokus mengikuti doa yang di pimpin oleh imam.

__ADS_1


Nino akhirnya sampai juga di rumah, ia segera menurunkan Arsyi, dan Arsyi pun segera berlari ke kamar mandi.


Nino yang kelelahan karena terus berlari segera duduk di kursi kayu yang ada di ruang tamu sambil menyandarkan kepalanya, menengadah, nafasnya tersengal-sengal.


"Nih Minum!"


Aisyah membawakan segelas air minum untuk Nino, walau bagaimana pun adiknya hanya punya satu ginjal.


"Makasih mbak!" Nino segera meneguk air putih itu. Aisyah duduk di depan Nino, memperhatikan wajah lelah adiknya itu.


"Kenapa lari-lari?"


"Ars mau ngompol mbak, kalau nggak lari dia pasti ngompol di musholla!"


"Kan musholla ada kamar mandinya!"


Nino tercengang, ia menyesalkan kebodohannya. "Iya ya mbak, kenapa aku nggak kepikiran ya tadi!"


"Makanya, apa-apa itu jangan grusa grusu ..., repot sendiri kan jadinya!"


Nino pun kembali teringat dengan pria yang dua kali ini dia temui di tempat yang berbeda, sama tapi beda. Sama-sama di musholla, tapi musholla yang berbeda.


"Mbak, usia Kia lima tahun apa empat tahun to mbak?" tanya Nino tiba-tiba membuat Aisyah mengerutkan keningnya.


"Kenapa nanya kayak gitu?"


"Empat tahun, kenapa?"


"Sebenarnya tadi sudah dua kali loh mbak, Nino ketemu sama pria yang mirip banget sama mas Alex!"


Deg


Mendengar nama itu kembali di sebut, membuat jantung Aisyah kembali seperti berdetak. Ia jadi penasaran, tapi juga tidak ingin terlalu berharap.


"Kamu hanya sedang mikirin mas kamu aja itu Nino, makanya kebawa kemana-mana!"


"Mungkin ya mbak!"


"Tapi janji sama mbak, jangan pernah bahas ini depan Kia atau Arsyi ya, mbak nggak mau mereka penasaran sama sosok papanya!"


"Tapi kenapa mbak? Mereka kan punya hak buat liat muka papanya itu kayak gimana!"


"Biarkan mereka menerka-nerka sendiri! Aku tidak mau mereka menjadi begitu penasaran dengan sosok papanya!"


"Baiklah!"


...***"***...


Pagi ini Nino tidak begitu sibuk, ia menawarkan diri untuk mengantar Kia ke sekolah. Ia begitu semangat saat harus mengantar atau menjemput Kian karena saat itu ia bisa bertemu dengan bu guru Kinan.

__ADS_1


"Pakek helmnya Kia!"


"Iya!"


Kia pun melakukan apa yang di minta oleh pamannya itu.


"Kia berangkat dulu ya nek, ma!"


"Iya sayang, jangan nakal ya di sekolah, jangan bikin repot bu guru!"


"Iya ma, assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Kia terus melambaikan tangannya sampai sepeda motor itu keluar dari pagar rumahnya.


"Pegangan, jangan noleh terus!"


"Iya Ayah!"


"Sekarang boleh panggil ayah, tapi pas ada Bu guru Kinan nggak boleh panggil kayak gitu!"


Motor mereka melintasi musholla lalu rumah-rumah lainnya,


Di depan salah satu rumah itu sudah bersiap seorang pria lengkap dengan jas rapi ya hendak masuk ke dalam mobil. Tapi mendengar suara berisik seorang yang berada di atas mobil dengan berjalan pelan itu membuat Alex menunda untuk masuk ke dalam mobil.


Ia memilih menunggu siapa yang akan melintas, siapa yang begitu berisik hingga suaranya kedengaran meskipun jaraknya masih jauh.


"Anak itu lagi!" gumamnya saat mengenali pria yang barus saja melintas dengan seorang anak perempuan yang terlihat juga sangat cerewet karena anak perempuan itu terus bicara.


"Bukankah kemarin anak laki-laki, kenapa sekarang jadi perempuan? Atau memang anaknya dua?"


Alex tidak terlalu memperhatikan wajah pria muda itu, tapi di lihat sekilas memang dia orang yang sama.


Setelah sepeda motor itu melintas, Alex pun segera masuk ke dalam mobil. Ia sengaja berangkat lebih pagi agar bisa keliling mencari keberadaan Aisyah.


Ia masih punya waktu dua jam untuk mencari istrinya.


Bersambung


...Mungkin memang Dia ingin kita bertemu dalam keadaan yang sangat indah hingga kita tidak akan melupakan pertemuan kita ini...


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2