
...Walau digenggam kuat, andai dia bukan milik kita, dia terlepas juga. Walau ditolak ke tepi, andai dia untuk kita, dia datang juga. Itulah namanya jodoh. Saat kita merasa kita bukan orang yang pantas untuknya, tapi ternyata dia jodoh kita maka Allah yang akan menuntun kita untuk menjadi pantas baginya...
...🌺Selamat membaca🌺...
Seperempat jam kemudian, setelah puas mengamati buku-buku itu, seseorang menghampirinya.
"Assalamualaikum!"
Leon begitu terkejut saat melihat orang itu,
"Waalaikum salam!" karena ternyata pemilik toko itu adalah Gus Raka. Leon berdiri perlahan dan tersenyum menyambut kedatangan Gus Raka.
"Anda?" tanya Leon dan Gus Raka masih tersenyum seperti biasanya.
"Senang bisa bertemu dengan mas Leon lagi, silahkan duduk!"
Leon pun akhirnya kembali duduk dan di susul oleh Gus Raka.
Kebetulan macam apa yang sebenarnya tengah terjadi?? batin Leon. Ia benar-benar tidak menyangka jika Gus Raka yang akan menjadi partner kerja samanya.
Pasti semua akan semakin sulit ...
Ia sudah bisa membayangkan bagaimana nantinya saat Gus Raka dan Nisa bersatu dan dia masih terus bertemu dengan gus Raka karena kerja samanya belum selesai. Kerja sama ini akan terus berlanjut hingga empat tahun ke depan dan empat tahun bukanlah waktu yang singkat.
"Anda tahu kalau saya yang akan datang?" itu pertama kali yang ingin Leon tanyakan.
Gus Raka tersenyum, "Awalnya tidak, tapi setelah membaca kontrak kerja sama ada nama mas Leon di sana, saya cukup terkejut karena mas Leon berada di antara nama-nama di perusahaan besar itu!"
Kenapa aku tidak membacanya ...
Leon baru sadar jika di perjanjian kerja sama yang lama ada nama Raka di dalamnya. Dulu bukan dia perwakilannya mungkin karena masih repot dengan masalah hukum yang menimpa Alex waktu itu, ia mengirim orang lain.
"Ternyata nama Leon yang aku baca sama dengan mas Leon yang aku temui akhir-akhir ini!" tambah Gus Raka.
Ini sudah kali kedua mereka melakukan kerja sama dan akan berlangsung untuk empat tahun kedepan. Semacam pembaharuan kerja sama.
"Pertemuan yang tidak di duga! Mungkin Allah ingin melihat kita saling mengenal satu sama lain!" lagi-lagi Gus Raka menambahkannya.
"Mungkin!" jawab Leon singkat, bukan karena ia tidak ingin menanggapi ucapan Gus Raka yang panjang lebat tapi ia terlalu terkejut dengan semua ini.
"Silahkan minumnya mas!" seseorang tiba-tiba mengantarkan dua gelas minuman hangat untuk mereka. Cocok sekali untuk udara yang sedikit dingin karena sedari pagi turun hujan.
"Di minum mas Leon, itu teh jahe racikan sendiri!" ucap Gus Raka.
__ADS_1
"Terimakasih!" Leon pun tidak sabar untuk segera meneguknya. Rasa jahe yang hangat segera mengalir ke tenggorokan dan masuk ke dalam perut, sangat terasa hangatnya.
"Gus Raka ini serba bisa ya?" puji Leon, Leon bukan orang yang gampang memuji jadi rasanya begitu kaku di dengar.
Gus Raka tersenyum kembali, "Bukan serba bisa tapi beberapa alasan membuat saya jadi mempelajari banyak hal, saya rasa mas Leon juga seperti itu tapi mungkin mas Leon hanya sedang menggali banyak informasi tentang saya!" ucap Gus Raka seperti tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Leon saat ini.
"Gus Raka pasti tahu jika pertemuan-pertemuan kita yang tanpa di sengaja ini sudah membuat saya terkejut! Banyak alasan yang membuat saya ingin tahu tentang Gus Raka dan semakin saya tahu saya semakin takut untuk mengetahuinya lagi!" ucap Leon dengan begitu jujurnya.
"Mas Leon belum tahu saja, jika orang lain yang melihat mas Leon. Sama persis seperti mas Leon melihat saya saat ini.
Saya belum tentu bisa seperti mas Leon begitupun sebaliknya,
bahkan banyak kelebihan kita yang bahkan kita sendiri tidak tahu,
biarkan orang lain yang menilai kita dan kita lakukan sebisa kita,
tidak perlu mempedulikan omongan orang, karena tidak ada manusia yang benar-benar sempurna!"
Entah kenapa lagi-lagi perkataan Gus Raka semakin membuat dia bertambah istimewa di matanya.
Ia merasa begitu kecil, saat bersama anak buahnya dan beberapa klien bisnisnya ia bisa merasa tinggi dan sangat di hormati tapi saat bersama dengan Gus Raka, ia seperti seseorang yang benar-benar tidak punya ilmu.
Apa yang ia pelajari selama ini seperti tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan apa yang di miliki oleh Gus Raka.
"Bisa kita mulai bicarakan kerja sama kita?" tanya Gus Raka saat melihat bagaimana Leon terus diam. Ia tidak mau membaut Leon semakin merasa kecil karena beberapa perkataannya yang tidak sengaja.
"Baiklah!"
Dan sekarang gantian Gus Raka yang terkesima melihat bagaimana Leon menangani semua kerja samanya. Leon punya kelebihan di bidangnya, kemampuannya untuk membuat orang lain percaya dengan kinerja perusahaan membuat Gus Raka semakin mengagumi Leon.
"Saya setuju untuk melanjutkan kerja sama ini!" ucap Gus Raka kemudian setelah Leon mempersilahkan Gus Raka untuk mengajukan pertanyaan.
Leon menatap gus Raka tidak percaya, "Anda boleh bertanya atau mengajukan keberatan pada beberapa poin kerja sama kita!" ucap Leon.
"Saya sangat tertarik dengan semua poin yang mas Leon ajukan, tidak ada yang perlu di tanyakan lagi atau sesuatu yang membuat saya keberatan!"
"Anda seyakin itu?" tanya Leon lagu memastikan.
"Iya! Baiklah mana yang perlu saya tanda tangani?"
Leon pun menyodorkan berkasnya. Matanya tidak henti-hentinya mengamati pria yang ada di depannya itu. Jika dia seorang wanita sudah pasti dia jatuh cinta dengan pria yang ada di depannya itu.
"Sekarang saya tahu apa kelebihan mas Leon di banding saya!" ucap Gus Raka setelah menyelesaikan kerjasamanya.
__ADS_1
Leon menghentikan kegiatannya untuk merapikan semua berkas-berkas nya dan menatap gus Raka.
"Saya adalah seorang pendakwah, saya seorang pengajar tapi mas Leon adalah seorang pebisnis, saya ahli dalam hal berdakwah dan mas Leon ahli dalam hal bisnis!"
"Anda berlebihan Gus dalam memuji saya!"
"Ini bukan sebuah pujian, tapi ini adalah penilaian saya! Beberapa hal memang tidak bisa di dapat dengan cara instan, saya tahu mas Leon baru saja memulai hijrah menjadi muslim yang baik, semoga semua di lancarkan dan mas Leon di pertemukan dengan wanita yang baik yang mampu membantu mas Leon!"
Leon lagi-lagi terdiam, ia mencoba mencerna ucapan Gus Raka. wanita yang dia maksud itu siapa? Apa artinya mungkin bukan Nisa.
"Terimakasih jika Gus Raka berpikir demikian, semoga itu bisa menjadi doa!"
Gus Raka pun berdiri dari duduknya, "Mari saya tunjukkan beberapa buku yang mungkin mas Leon suka, insyaallah gratis buat mas Leon!"
"Benarkah? Saya sangat suka buku, bagaimana kalau saya mengambil banyak?" tanya Leon yang juga sudah ikut berdiri.
Mereka pun akhirnya mengurusi rak-rak buku yang sedari tadi menarik perhatian Leon.
"Saya aku dengan senang hati memberikannya!"
"Bagaimana kalau saya minta yang lain?" tanya Leon sambil tangannya sibuk memilih beberapa buku.
"Seperti?" tanya Gus Raka memastikan.
"Nisa!" ucap Leon tanpa menatap gus Raka. Ia tidak mau memastikan bagaimana ekspresi pria itu sekarang.
Gus Raka terdiam sejenak, ia bahkan menghentikan langkahnya, tapi beberapa detik kemudian dia tersenyum,
"Kalau dia jodoh mas Leon, mau ada saya atau mungkin pria lain yang lebih dari saya, tetap mas Leon yang akan di pertemukan dengannya, tapi jika buka, makan Allah pasti sudah mempersiapkan jodoh terbaik untuk mas Leon!"
Selalu jawaban ambigu yang dia dapat. Ia tidak bisa menentukan mana yang benar-benar di pilih untuknya.
"Jika akhirnya saya tidak bersama dengan orang yang sering saya sebut dalam doa ku, mungkin saya akan dibersamakan dengan orang yang diam-diam sering menyebut namaku dalam doanya!" ucap Gus Raka sambil menyerahkan sebuah buku kepada Leon. Sebuah buku yang bertuliskan 'Menanti jodoh dari Tuhan'.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1