
Satu persatu orang mulai meninggalkan ruang persidangan, Aisyah masih setia di tempatnya ia masih menunggu pria berbaju putih itu akan menghampirinya.
Dan benar saja, setelah pria itu berbicara sebentar dengan salah satu polisi yang mengantarnya tadi, pria itu mulai berjalan mendekati tempat duduk Aisyah.
"Assalamualaikum, Ay ...!" sapa Alex dengan senyum, senyumnya benar-benar tidak pernah lepas dari bibirnya walaupun dia duduk di kursi pesakitan itu.
Aisyah pun segera berdiri dan meraih tangan suaminya, menciumi punggung tangannya, lalu mendongakkan kepalanya dengan tangan yang masih memegang tangan suaminya itu.
"Waalaikum salam, mas! Aisyah senang mas Alex menyapa Aisyah lebih dulu!"
"Aku akan selalu menyapamu lebih dulu sampai kapanpun, walaupun nanti kamu sudah melupakan aku, aku tidak akan pernah melupakanmu dan akan menyapamu lebih dulu, lagi dan lagi ....!" ucap Alex sambil mengusap pelipis istrinya yang tertutup dengan hijab instan panjangnya.
"Mana mungkin Aisyah melupakan mas Alex!"
"Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi yang akan datang! Duduk sayang ...!"
Mereka pun duduk di kursi yang menjadi kursi pengunjung pengadilan, tangan mereka masih saling bertaut.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Alex sambil memperhatikan wajah istrinya itu.
"Saya baik mas!"
"Baby Kia?"
"Baby Kia juga baik, sekarang berat tubuhnya sudah lima kilo, sudah mulai aktif, Kia juga tersenyum saat aku ajak bermain, lihat ini fotonya!" ucap Aisyah menjelaskan tentang keadaan putrinya yang sudah di tinggalkan suaminya hampir satu bulan itu, Aisyah juga menunjukkan video Kia yang ada di ponselnya.
Alex melihatnya dengan begitu seksama, bibirnya selalu tersenyum saat melihat senyum yang merekah di bibir mungil baby Kia.
"Dia sangat cantik, pasti kalau besar nanti akan seperti kamu!"
"Dia lebih banyak mirip sama mas Alex!" ucap Aisyah.
Alex pun mengembalikan ponselnya pada Aisyah dan menatap istrinya itu dengan begitu serius.
"Sayang ...., mungkin aku butuh waktu lama untuk ku di sini, bisakah nanti kau mendidiknya dengan penuh cinta, jangan buat dia merasa kekurangan kasih sayang karena ayahnya!"
"Mas ...., kenapa mas Alex bisa bicara seperti itu!?" ucap Aisyah yang masih tidak ikhlas.
__ADS_1
"Kamu dengar sendiri kan tadi bagaimana hakim membacakan putusannya, lima belas tahun bukan waktu yang singkat, jika pun nanti bisa berkurang tidak akan kurang dari setengahnya, Ay ...!
Aku harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan ku di masa lalu, aku sudah terlalu banyak merugikan negara, tidak sedikit dan aku pantas untuk menerima nya!"
"Tapi mas ...., itu bukan sepenuhnya kesalahan mas Alex, mas Alex waktu itu tidak tahu apa apa ..., jadi mungkin hukuman buat mas Alex masih bisa di tangguhkan!"
"Jangan terlalu banyak berharap, aku nggak mau kamu nantinya akan kecewa ....!"
Mendengar ucapan suaminya, Aisyah hanya bisa diam. Ia tidak bisa lagi menangis. Ia juga tidak mau menangis di depan suaminya, pasti itu akan membuat suaminya semakin berat. Mereka kemudian hanya saling diam dengan pikirannya masing-masing.
"Sayang!" ucap Alex membuat Aisyah menoleh padanya.
"Bagaimana nenek?" tanya Alex dan Aisyah kembali terdiam. Ia tidak mungkin mengatakan keadaan nenek Widya yang sebenarnya.
Saat ini nenek Widya sedang berjuang dengan nyawanya, antara hidup dan mati. Tapi Aisyah tidak mungkin mengatakan hal itu, suaminya pasti akan semakin merasa bersalah.
"Sayang ....! Apa ada masalah dengan nenek?" tanya Alex lagi saat melihat istrinya hanya diam.
"Tidak mas ....!"
Maafkan aku mas jika Aisyah harus berbohong ....., batin Aisyah.
Alex pun juga ikut tersenyum, "Syukurlah ...., kalau begitu aku lega ...!"
Ruangan itu semakin sepi saja, tinggal beberapa pengacara, Leon dan juga polisi yang sedang berjaga untuk mengawal Alex. Dini dan Ajun sudah lebih dulu pulang karena Ajun masih ada pekerjaan yang harus ia kerjakan.
"Maaf, saudara Alex harus kembali ke ruang tahanan sekarang!" ucap salah satu polisi yang menghampiri mereka membuat Alex menoleh padanya.
"Sebentar ya pak!" ucap Alex, ia kembali menoleh pada Aisyah.
"Sayang ...., aku harus pergi! Jaga dirimu ya, salam buat baby Kia dan sampaikan maaf ku pada ibu ....!"
"Iya mas ...!"
Srekkkkk
Alex menarik kembali tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya, menciumi puncak kepala Aisyah hingga bertubi-tubi, begitu berat rasanya untuk berpisah kembali tapi ia sudah mengambil semua resiko ini. Ia hanya tidak mau di bayang bayangi rasa bersalah seumur hidupnya.
__ADS_1
Ia juga tidak mau suatu saat putrinya tahu jika ayahnya bukanlah pria yang bertanggung jawab. Ia mau menjadi idola bagi putra-putri nya kelak.
"Aku mencintaimu!" bisik Alex lalu melepaskan pelukan Aisyah.
Alex pun berdiri dan meninggalkan Aisyah yang masih terdiam di tempatnya.
Polisi itu membawa Alex berjalan meninggalkan ruangan, tapi saat langkah Alex sudah hampir mencapai pintu, Aisyah segera berdiri dan berbalik menatap punggung suami nya.
"Mas tunggu!" teriak Aisyah membuat langkah Alex dan dua polisi itu terhenti.
"Tunggu sebentar pak!" ucap Alex lalu membalik badannya.
Aisyah segera berlari menghampirinya dan menyerahkan selembar foto untuknya.
"Ini untuk mas Alex, semoga bisa sedikit mengobati rindu mas Alex sama baby Kia!"
Foto Aisyah dengan baby Kia yang tersenyum bahagia, Alex pun tersenyum.
"Terimakasih ya!" ucap Alex sambil mencium foto itu dan Aisyah pun mengangguk.
"Assalamualaikum, Ay!"
"Waalaikum salam, mas!"
Alex kembali berjalan meninggalkan Aisyah yang terdiam di tempatnya, setelah sekian lama menahan air matanya, kini air mata itu luluh juga.
"Mas Alex ....!" rancau Aisyah di sela isakan nya. Ia tidak berani terlalu keras karena masih berada di tempat umum.
Ternyata hal yang sama terjadi pada Alex juga, terlihat Alex sesekali menyeka sudut matanya dengan lengan kemeja panjangnya.
Bersambung
...Aku akan selalu menyapamu lebih dulu sampai kapanpun, walaupun nanti kamu sudah melupakan aku, aku tidak akan pernah melupakanmu dan akan menyapamu lebih dulu, lagi dan lagi ......
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰