Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Jangan campuri urusanku


__ADS_3

Aisyah masih terduduk di ujung tempat tidur dengan kali yang ia gantung di bawah. Matanya


sudah enggan terpejam, sudah hampir jam dua dini hari. Ia sibuk memperhatikan ornament


kamar khas pria itu, saat ini aisyah sudah berada di kamar Alex.


Ia tidak tahu berapa banyak rumah yang di miliki oleh pria arrogant itu, hingga di Jakarta pun ia tidak kebingungan tempat tinggal.


Leon mengajak Aisyah pulang dengan paksa mengatas namakan Alex, padahal jelas-jelas


Alex tidak ikut menjemputnya, entah kemana pria itu.


Aisyah pun memilih menuju ke kamar mandi, ia mengambil peralatan mandinya, ia


sebenarnya hanya ingin mencuci muka saja dan mengganti bajunya.


Usai dari kamar mandi, ia duduk di depan cermin meja rias khas pria itu dengan berbagai


peralatan pria, seperti parfum, pelembap, deodorant, minyak rambut, semuanya


milik pria.


Aisyah mengumpulkan rambutnya dan menguncinya asal tanpa jilbabnya, ia tidak mungkin memakai jilbab terus di dalam kamar.


Ceklek


Pintu kamar tiba-tiba terbuka, seorang pria yang sudah menjadi suaminya itu tiba-tiba


masuk, membuat aisyah menoleh padanya. Sepertinya Alex terpaku di tempatnya.


Deg


Alex tertegun karena melihat wanita itu begitu berbeda, shit …, apa-apaan ini …, Alex mengumpat di dalam hati.


“Mas Alex?!” sebenarnya Aisyah tidak kalah terkejutnya, ia belum terbiasa berpenampilan tanpa hijab di hadapan pria itu, tapi ia harus membiasakan hal ini.


Alex segera memalingkan wajahnya dan kembali berjalan, ia langsung menuju ke kamar


mandi. Saat melewati Aisyah, Aisyah bisa


mencium bau yang menyengat dari tubuh Alex, sepertinya pria itu habis minum.


Aisyah tidak begitu mempedulikannya, ia memilih untuk naik ke atas tempat tidur


dan merebahkan tubuhnya, tidak lupa ia juga meletakkan dua buah guling di tengah


sebagai pembatas nanti jika Alex juga ikut tidur.


***


Aisyah baru tidur satu jam, tapi hal itu tidak memberatkannya untuk bangun. Ia sudah


terbiasa bangun di waktu yang sama. Ia segera menyibakkan selimut yang menutupi


tubuhnya.


Sebelum beranjak ia menoleh ke sampingnya, ternyata pria arrogant itu sedang tidur di sama. Tapi Aisyah segera memalingkan wajahnya kembali saat ia melihat pria itu tidak menggunakan apapun di tubuhnya, hanya celana kolor pendek yang menutupinya.


Kenapa ia telanjang? Apa ini kebiasaannya juga? Aisyah pun tidak mau berpikir


banyak, ia memilih turun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi. Mengambil


wudhu dan melaksanakan sholat malamnya.


Sambil menunggu waktu sholat subuh biasanya Aisyah melantunkan beberapa ayat al-qur’an.


Saat hendak mengambil al-Qur’an yang berada di meja, ia melihat tubuh Alex bergetar

__ADS_1


dan keringat yang mengucur di sana.


Aisyah pun segera melepas mukenanya begitu saja, ia segera menghampiri pria yang sudah


menjadi suaminya itu. Ia masih ragu untuk menyentuh tubuh pria itu.


“Mas …, mas …., mas alex kenapa?” Aisyah memanggil tanpa berani menyentuh, tapi


sepertinya Alex mimpi buruk, tubuhnya bergetar dengan peluh yang semakin


banyak, membuat Aisyah semakin khawatir.


Akhirnya dengan mengumpulkan keberaniannya, Aisyah menyentuh tubuh alex dan menggoyangkannya, membangunkannya.


“Mas …, mas Alex bangun!” ucap Aisyah sambil terus menggoyang tubuh Alex agar pria itu bangun.


“eghhhh …, eghhh …!” Alex terus saja bergerak dan seperti meronta, hingga peluhnya


semakin banyak.


“Mas …, mas bangun!” Aisyah semakin keras menepuk-nepuk pipi pria itu, hingga


akhirnya pria itu terlonjak dari tidurnya.


“Tidaaaak!”


teriak Alex begitu terbangun dari tidurnya, hingga membuat Aisyah terperanjat


ke belakang.


Alex sudah terduduk dengan tubuh yang basah kuyup akibat peluhnya.


"Mas ....., minum mas!" Aisyah segera menyambar air minum di atas meja nakas dan memberikannya pada suaminya, Alex pun segera meneguk air minum itu hingga habis, memang tenggorokannya sangat kering.


“Mas …, mas Alex tidak pa pa?" tanya Aisyah lagi sambil memegang lengan Alex, tapi dengan cepat Alex mengibaskan tangan itu hingga membuat Aisyah terpelanting ke


belakang.


Alex melempar gelas itu ke lantai dengan begitu keras membuat Aisyah terkejut di buatnya.


Walaupun ketakutan tapi Aisyah tetap mencoba tegar dan menghadapi semuanya, tidak mungkin pria di depannya akan membunuhnya, batin Aisyah.


Alex menajamkan matanya, menatap Aisyah dengan amarah.


“Jangan pernah mencampuri urusanku!” ucap Alex dengan penuh penekanan. Alex pun segera turun dari tempat tidur dan meninggalkan kamar.


Aisyah masih terdiam di tempatnya sambil memegangi tangannya yang terasa nyeri karena Alex begitu keras mengibaskannya.


“Ada apa dengan mas alex sebenarnya? Kenapa dia seperti itu?”


Setelah rasa penasarannya hilang, ia kembali ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu


karena azan subuh sudah berkumandang. Aisyah segera melaksanakan sholat subuh


dan tidak lupa ia berdoa.


Alex tidak juga kembali ke kamarnya, padahal sebelumnya Alex selalu kembali dengan


wajah segarnya karena sudah mandi. Mungkin ini yang membuat mas Alex mandi


sepagi ini, batin Aisyah.


Aisyah pun memutuskan untuk keluar kamar, ia ingin melihat-lihat rumah itu. Mas leon


sudah di sini sepagi ini? Apa memang ia selalu tinggal dengan mas Alex?, batin


Aisyah saat melihat Leon sedang duduk di meja makan. Aisyah pun melanjutkan

__ADS_1


langkahnya dan menghampiri leon.


“Assalamualaikum, mas leon!”


Leon tampak terkejut melihat Aisyah sudah keluar dari dalam kamarnya, “Bu Aisyah!”


Leon segera berdiri, “Waalaikum salam, bu!”


“Apa mas Leon ada waktu?”


“Ada apa bu?’


“Aku ingin menanyakan sesuatu!”


‘Silahkan bu Aisyah bertanya!”


“Apa yang sebenarnya terjadi dengan mas Alex?”


Leon terdiam mendengar pertanyaan Aisyah, ia mungkin bingung harus menjawab


bagaimana.


“Apa pun yang terjadi pada tuan Alex, tolong cintai tuan Alex dengan sepenuh hati bu


Aisyah. ada banyak luka yang mungkin akan sulit di sembuhkan, tapi cinta bu


Aisyah cukup untuk menjadi penawarnya!”


Deg


Aisyah terkejut dengan ucapan Leon, setahu apa pria di depannya ini tentang suaminya,


kenapa dia bisa mengatakan hal itu, lalu luka seperti apa yang telah membuatnya


bermimpi buruk.


“Saya tahu jika bu Aisyah tidak mencintai tuan Alex, tapi saya bersyukur karena


dengan Anda tuan Alex menikah!”


Aisyah masih terdiam mendengarkan ucapan Leon. Ia tidak punya sanggahan untuk ucapan


Leon ini.


“Anda akan menemukan hal yang berbeda nanti dari tuan Alex, cukup bersabar dan cintai


dia, kehidupan yang begitu keras yang membuat tuan Alex menjadi seperti saat


ini. Tapi ketahuilah bu, di balik sikap dan perilakunya yang seperti itu. Tuan Alex


adalah pria yang baik, cukup cintai tuan alex dan anda akan menemukan kebaikan


dalam dirinya.”


Aisyah masih saja terdiam, ia tidak mungkin mencintai pria yang menjadi suaminya itu


setelah ia melihat beberapa brengseknya pria itu. Hatinya masih milik orang


lain saat ini.


Aisyah membiarkan Leon pergi setelah mendengarkan ucapan leon. Aisyah segera ,memasak untuk mereka bertiga. Karena ia tidak melihat orang lain di rumah itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰😘❤️❤️


__ADS_2