
Aisyah masih terduduk di ujung tempat tidur dengan kali yang ia gantung di bawah. Matanya
sudah enggan terpejam, sudah hampir jam dua dini hari. Ia sibuk memperhatikan ornament
kamar khas pria itu, saat ini aisyah sudah berada di kamar Alex.
Ia tidak tahu berapa banyak rumah yang di miliki oleh pria arrogant itu, hingga di Jakarta pun ia tidak kebingungan tempat tinggal.
Leon mengajak Aisyah pulang dengan paksa mengatas namakan Alex, padahal jelas-jelas
Alex tidak ikut menjemputnya, entah kemana pria itu.
Aisyah pun memilih menuju ke kamar mandi, ia mengambil peralatan mandinya, ia
sebenarnya hanya ingin mencuci muka saja dan mengganti bajunya.
Usai dari kamar mandi, ia duduk di depan cermin meja rias khas pria itu dengan berbagai
peralatan pria, seperti parfum, pelembap, deodorant, minyak rambut, semuanya
milik pria.
Aisyah mengumpulkan rambutnya dan menguncinya asal tanpa jilbabnya, ia tidak mungkin memakai jilbab terus di dalam kamar.
Ceklek
Pintu kamar tiba-tiba terbuka, seorang pria yang sudah menjadi suaminya itu tiba-tiba
masuk, membuat aisyah menoleh padanya. Sepertinya Alex terpaku di tempatnya.
Deg
Alex tertegun karena melihat wanita itu begitu berbeda, shit …, apa-apaan ini …, Alex mengumpat di dalam hati.
“Mas Alex?!” sebenarnya Aisyah tidak kalah terkejutnya, ia belum terbiasa berpenampilan tanpa hijab di hadapan pria itu, tapi ia harus membiasakan hal ini.
Alex segera memalingkan wajahnya dan kembali berjalan, ia langsung menuju ke kamar
mandi. Saat melewati Aisyah, Aisyah bisa
mencium bau yang menyengat dari tubuh Alex, sepertinya pria itu habis minum.
Aisyah tidak begitu mempedulikannya, ia memilih untuk naik ke atas tempat tidur
dan merebahkan tubuhnya, tidak lupa ia juga meletakkan dua buah guling di tengah
sebagai pembatas nanti jika Alex juga ikut tidur.
***
Aisyah baru tidur satu jam, tapi hal itu tidak memberatkannya untuk bangun. Ia sudah
terbiasa bangun di waktu yang sama. Ia segera menyibakkan selimut yang menutupi
tubuhnya.
Sebelum beranjak ia menoleh ke sampingnya, ternyata pria arrogant itu sedang tidur di sama. Tapi Aisyah segera memalingkan wajahnya kembali saat ia melihat pria itu tidak menggunakan apapun di tubuhnya, hanya celana kolor pendek yang menutupinya.
Kenapa ia telanjang? Apa ini kebiasaannya juga? Aisyah pun tidak mau berpikir
banyak, ia memilih turun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi. Mengambil
wudhu dan melaksanakan sholat malamnya.
Sambil menunggu waktu sholat subuh biasanya Aisyah melantunkan beberapa ayat al-qur’an.
Saat hendak mengambil al-Qur’an yang berada di meja, ia melihat tubuh Alex bergetar
__ADS_1
dan keringat yang mengucur di sana.
Aisyah pun segera melepas mukenanya begitu saja, ia segera menghampiri pria yang sudah
menjadi suaminya itu. Ia masih ragu untuk menyentuh tubuh pria itu.
“Mas …, mas …., mas alex kenapa?” Aisyah memanggil tanpa berani menyentuh, tapi
sepertinya Alex mimpi buruk, tubuhnya bergetar dengan peluh yang semakin
banyak, membuat Aisyah semakin khawatir.
Akhirnya dengan mengumpulkan keberaniannya, Aisyah menyentuh tubuh alex dan menggoyangkannya, membangunkannya.
“Mas …, mas Alex bangun!” ucap Aisyah sambil terus menggoyang tubuh Alex agar pria itu bangun.
“eghhhh …, eghhh …!” Alex terus saja bergerak dan seperti meronta, hingga peluhnya
semakin banyak.
“Mas …, mas bangun!” Aisyah semakin keras menepuk-nepuk pipi pria itu, hingga
akhirnya pria itu terlonjak dari tidurnya.
“Tidaaaak!”
teriak Alex begitu terbangun dari tidurnya, hingga membuat Aisyah terperanjat
ke belakang.
Alex sudah terduduk dengan tubuh yang basah kuyup akibat peluhnya.
"Mas ....., minum mas!" Aisyah segera menyambar air minum di atas meja nakas dan memberikannya pada suaminya, Alex pun segera meneguk air minum itu hingga habis, memang tenggorokannya sangat kering.
“Mas …, mas Alex tidak pa pa?" tanya Aisyah lagi sambil memegang lengan Alex, tapi dengan cepat Alex mengibaskan tangan itu hingga membuat Aisyah terpelanting ke
belakang.
Alex melempar gelas itu ke lantai dengan begitu keras membuat Aisyah terkejut di buatnya.
Walaupun ketakutan tapi Aisyah tetap mencoba tegar dan menghadapi semuanya, tidak mungkin pria di depannya akan membunuhnya, batin Aisyah.
Alex menajamkan matanya, menatap Aisyah dengan amarah.
“Jangan pernah mencampuri urusanku!” ucap Alex dengan penuh penekanan. Alex pun segera turun dari tempat tidur dan meninggalkan kamar.
Aisyah masih terdiam di tempatnya sambil memegangi tangannya yang terasa nyeri karena Alex begitu keras mengibaskannya.
“Ada apa dengan mas alex sebenarnya? Kenapa dia seperti itu?”
Setelah rasa penasarannya hilang, ia kembali ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu
karena azan subuh sudah berkumandang. Aisyah segera melaksanakan sholat subuh
dan tidak lupa ia berdoa.
Alex tidak juga kembali ke kamarnya, padahal sebelumnya Alex selalu kembali dengan
wajah segarnya karena sudah mandi. Mungkin ini yang membuat mas Alex mandi
sepagi ini, batin Aisyah.
Aisyah pun memutuskan untuk keluar kamar, ia ingin melihat-lihat rumah itu. Mas leon
sudah di sini sepagi ini? Apa memang ia selalu tinggal dengan mas Alex?, batin
Aisyah saat melihat Leon sedang duduk di meja makan. Aisyah pun melanjutkan
__ADS_1
langkahnya dan menghampiri leon.
“Assalamualaikum, mas leon!”
Leon tampak terkejut melihat Aisyah sudah keluar dari dalam kamarnya, “Bu Aisyah!”
Leon segera berdiri, “Waalaikum salam, bu!”
“Apa mas Leon ada waktu?”
“Ada apa bu?’
“Aku ingin menanyakan sesuatu!”
‘Silahkan bu Aisyah bertanya!”
“Apa yang sebenarnya terjadi dengan mas Alex?”
Leon terdiam mendengar pertanyaan Aisyah, ia mungkin bingung harus menjawab
bagaimana.
“Apa pun yang terjadi pada tuan Alex, tolong cintai tuan Alex dengan sepenuh hati bu
Aisyah. ada banyak luka yang mungkin akan sulit di sembuhkan, tapi cinta bu
Aisyah cukup untuk menjadi penawarnya!”
Deg
Aisyah terkejut dengan ucapan Leon, setahu apa pria di depannya ini tentang suaminya,
kenapa dia bisa mengatakan hal itu, lalu luka seperti apa yang telah membuatnya
bermimpi buruk.
“Saya tahu jika bu Aisyah tidak mencintai tuan Alex, tapi saya bersyukur karena
dengan Anda tuan Alex menikah!”
Aisyah masih terdiam mendengarkan ucapan Leon. Ia tidak punya sanggahan untuk ucapan
Leon ini.
“Anda akan menemukan hal yang berbeda nanti dari tuan Alex, cukup bersabar dan cintai
dia, kehidupan yang begitu keras yang membuat tuan Alex menjadi seperti saat
ini. Tapi ketahuilah bu, di balik sikap dan perilakunya yang seperti itu. Tuan Alex
adalah pria yang baik, cukup cintai tuan alex dan anda akan menemukan kebaikan
dalam dirinya.”
Aisyah masih saja terdiam, ia tidak mungkin mencintai pria yang menjadi suaminya itu
setelah ia melihat beberapa brengseknya pria itu. Hatinya masih milik orang
lain saat ini.
Aisyah membiarkan Leon pergi setelah mendengarkan ucapan leon. Aisyah segera ,memasak untuk mereka bertiga. Karena ia tidak melihat orang lain di rumah itu.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰😘❤️❤️