Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Tanpa ijin


__ADS_3

“Aku di jodohin Ay, tapi aku nggak mau! Dia kasar, Ay!”


“Bi…!”


Aisyah mengeratkan kembali pelukannya, ia tidak mau memaksa Bianka untuk bercerita. Ia


masih begitu terguncang.


Aisyah tahu bagaimana orang tua Bianka, orang tua Bianka bukan orang yang begitu dekat dengannya karena Bianka adalah korban broken home. Ayahnya yang suka main perempuan dan ibunya memilih pergi bersama keluarga barunya. Dan meninggalkan Bianka hidup sendiri.


Setelah Bianka sedikit tenang, Aisyah mengusap punggung Bianka sejenak, kemudian  segera beranjak mencari obat  di kamar Bianka, akhirnya ia menemukan obat


luka di atas meja rias bianka.


Aisyah membawa kembali ke ruang tengah dan segera mengobati luka Bianka. Kemudian


mengajak Bianka ke kamarnya, sudah sangat larut, Bianka harus tidur.


“temani aku ya, Ay!” ucap Bianka sambil memegangi tangan Aisyah.


“Iya pasti!”


Aisyah tidak berani meninggalkan Bianka, ia ikut tidur di samping Bianka.


***


Aisyah hampir saja tertidur di samping Bianka. Ia sampai lupa jika ia belum mengabari Alex jika ia menginap di rumah Bianka.


Karena begitu mengantuk, Aisyah pun ikut terlelap di samping Bianka.


Brrrt brrrt brrrt


Suara getar ponselnya, membuat matanya yang mulai terpejam kembali terbuka, ia


menatap jarum jam sudah menunjuk ke angka 2, sudah lebih dari tengah malam.


Kemudian ia menyambar ponselnya dam melihat siapa yang menelponnya tengah malam.


"mas Alex!” ia begitu terkejut, ia lupa memberi kabar pada pria itu, apa lagi ia tidak minta ijin dulu tadi.


Mata Aisyah menatap sahabatnya. Sahabatnya itu sudah terlelap.


Aisyah segera keluar kamar dan menjawab telpon Alex,


“Aa_!”


Belum sempat Aisyah melanjutkan katanya, alex sudah lebih dulu menyambar,


 “Dimana kamu?”


“Di rumah Bianka, mas!”


“tetap di situ, dan jangan kemana-mana!”


Ucap Alex lalu mematikan sambungan telponnya begitu saja.


“memang malam-malam begini aku mau ke mana?” Atau jangan-jangan mas Alex mau nyusul ke sini?!”


Dan benar saja, belum sampai setengah jam, pintu rumah Bianka sudah di ketuk. Tapi


Aisyah tidak berani membuka pintu itu karena ia tidak tahu itu siapa, ia jika suaminya kalau bukan.


Ting


Notif pesan masuk, Aisyah kembali menyambar ponselnya.


“Mas Alex!”


//Buka pintunya, aku di luar//


Setelah mengetahui jika yang di luar rumah suaminya, barulah aisyah berani membuka


pintu. Alex masuk begitu saja sebelum aisyah memintanya masuk.


“Mas…!”

__ADS_1


“Apa begitu aturan wanita yang sudah menikah?”


“Maksudnya?”


“Bukankan meminta ijin suami adalah wajib?”


Hahh …, sejak kapan dia mengerti aturan itu?


Alex tidak menunggu jawaban dari aisyah, ia segera duduk di sofa. Menatap Aisyah


dari sana, aisyah hanya bisa berdiri terdiam.


“Apa mas Alex tidak pernah tidur kalau malam? Suka sekali berkeliaran?”


“Apa seorang wanita yang sudah bersuami di benarkan meninggalkan rumah tanpa ijin


suami?”


“Maaf …, tapi tadi tiba-tiba Bianka menelpon dan dia sepertinya sangat terluka. Saat


melihat ruang baca, pintunya tertutup, aku berniat untuk memberitahu mas Alex


saat sampai di rumah Bianka!”


“Tapi tidak hingga aku yang menelpon kan?”


“maaf!”


“Lupakan, bukannya aku mencemaskan mu, ingat bukan karena aku mencemaskan mu!!! tapi jika nenek tahu kamu pergi dari rumah malam hari, nenek pasti akan memarahiku!”


"Iya tahu!"


"Lain kali jangan mengulang kesalahan yang sama!"


“Maaf!”


“sudah sana, aku mau tidur!” ucap Alex sambil merebahkan tubuhnya di sofa, aisyah pun


hanya bisa mendengus kesal. Ia kembali ke kamar Bianka dan mengambilkan selimut


Aisyah kembali lagi ke ruang tengah dan menyelimuti tubuh suaminya. Sebenarnya Alex


hanya pura-pura tidur.


Aisyah sudah tidak bisa memejamkan matanya lagi, sudah jam setengah empat sebentar


lagi subuh. Ia melihat Bianka masih terlelap, ia sudah sering ke rumah Bianka,


ia juga sudah tahu di mana letak musholanya.


Aisyah keluar rumah, tapi keadaannya masih begitu gelap, lampu jalanan masih menyala.


Aisyah mulai melangkahkan kakinya menapaki paving perumahan.


Sebenarnya nyalinya tidak sebesar itu, tapi ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri jika ia


bisa melawan rasa takutnya.


jalan perumahan itu terlihat begitu sepi, langkah demi langkah ia percepat agar segera sampai di mushola.


Akhirnya ia sampai juga di depak mushola, Aisyah mulai memperlambat langkahnya saat


menemukan beberapa orang yang juga berjalan ke mushola.


Aisyah sampai tepat saat azan sudah terdengar, ia segera menuju ke tempat wudhu untuk berwudhu dan bergegas masuk ke dalam mushola yang memang tidak terlalu besar itu, jama'ahnya juga tidak begitu banyak, mungkin karena sholat subuh.


Usai sholat subuh tak membuat Aisyah segera beranjak pergi, tangannya yang memeluk


mukena dan duduk di teras mushola, masih sangat gelap, batinnya.


“Kenapa malah duduk?”


Dengan cepat Aisyah memutar kepalanya, “Mas Alex?” alex berdiri tepat di belakangnya.


“Ayo …!” ucap Alex lalu berjalan menuruni tangga mushola dan memakai kembali

__ADS_1


sepatunya.


“kenapa masih diam?” pertanyaan Alex berhasil membuat Aisyah berdiri tapi ia masih di


buat bingung dengan keberadaan Alex di mushola, apa yang di lakukan mas Alex di


mushola? Sholat?


Pria arrogant itu sudah berjalan jauh di depannya, Aisyah hanya bisa terus menatap


punggung pria itu dengan begitu bingung, tapi pria arrogant itu sama sekali tidak menoleh lagi ke belakang.


Apa mas Alex sengaja menemaniku tadi? Apa tadi dia tidak jadi tidur? Pertanyaan itu terus saja terngiang di pikiran, tapi ia tidak berani menanyakannya pada suaminya itu.


Aisyah tidak mau pusing memikirkan hal-hal yang tidak mungkin,


“Mas aku masak dulu buat Bianka ya, kasihan dia pasti lapar nanti pas bangun!”


“Iya!”


jawab Alex seperti biasanya tanpa menatap Aisyah.


Aisyah pun segera pergi ke dapur, membuka lemari es, mencoba mencari bahan makanan di


sana. Aisyah mengeluarkan bahan makanan yang bisa di masak, sambil memasak


Aisyah sesekali memperhatikan suaminya yang terlihat begitu sibuk dengan ponselnya.


“Apa memang dia tidak pernah tidur?” gumamnya.


Tepat saat masakannya matang, Bianka keluar dari kamarnya. Ia cukup terkejut karena


mendapati orang asing di rumahnya, tapi saat menatap Aisyah ia baru ingat jika itu suami sahabatnya.


“Bi …, kamu sudah bangun?”


 Bianka segera berjalan mendekati Aisyah tanpa menyapa Alex.


“Sedang apa?”


“aku buatkan sarapan untukmu! Bagaimana keadaanmu?”


“sudah lebih baik, makasih ya, Ay!”


“Makan dulu, Bi!” kata Aisyah sambil menyiapkan piring untuk Bianka dan Alex.


“Mas …, makan sekalian di sini ya?!” Aisyah sedikit berteriak memanggil suaminya agar ke dapur.


Alex berdiri dari sofa dan menghampiri Aisyah dan Bianka. Aisyah mengambilkan makanan untuk Bianka.


“Makasih ya, Ay!”


Aisyah hanya tersenyum,


"Aku ambilin makanan ya mas!?"


"Nggak usah kita makan di rumah aja!"


"Tapi mas, Ay masih harus nemenin Bianka!"


"Baiklah ...., aku tungguin!"


"Ya udah berarti Ay ambilkan makanannya!" ucap Aisyah memaksa, ia meraih piring Alex dan mengambilkan nasi yang sama,


“Segini cukup mas?” tanya Aisyah lagi.


‘"Terserah!”


Aisyah kembali meletakan piring Alex yang penuh dengan nasi dan lauk itu tepat di


depan Alex.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰


__ADS_2