Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part (Nisa 15)


__ADS_3

...**Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."...


...- QS Al-Baqarah: 216**...


...🌺Selamat membaca🌺...


Di tempat lain, Nisa dengan hijab instannya yang melekat di kepala, terlihat sedang sibuk di dapur, bukan untuk memasak. Hari ini ia ingin membawa bekal karena beberapa hari perutnya kurang baik.


"Ma, maaf ya hari ini aku tidak bisa bantu mama masak!"


"Nggak pa pa, mama juga nggak minta kamu bantu, tapi awas ya nanti kalau sudah punya suami kalau masih males-malesan buat masak!" ucap mamanya sambil mengacungkan sendok sayur ke arah Nisa.


"Semua butuh proses ma, Nisa belajarnya nggak bisa nih langsungan!"


"Iya, mama percaya!"


"Ya udah ma, Nisa ke kamar dulu ya! Mau siap-siap!"


Setelah merapikan kotak makannya, Nisa pun segera berlari ke kamarnya yang ada di lantai dua.


Ia segera mengganti dress rumahannya dengan baju semi resmi dan memakai hijabnya yang lebih panjang.


Ia pun memasukkan beberapa benda ke dalam tas kecilnya, dompet, bedak, lipstik dan terakhir ponselnya.


Ia mengurungkan niatnya untuk memasukkan benda pipih itu saat melihat ada notif pesan masuk ke dalam ponselnya.


Nisa pun memutuskan untuk sejenak duduk membaca pesan itu, bibirnya langsung melengkung sempurna saat melihat siapa yang sedang mengiriminya pesan.


"Mas Leon!"


Matanya beberapa kali berkedip saat membaca pesan singkat itu, hingga beberapa kali pesan itu masuk. Nisa mencoba mencerna pesan singkat itu.


Tampak sekali kalau Nisa begitu bahagia tapi sekaligus bingung. Papanya masih menempatkan Gus Raka di pilihan tertingginya saat ini.


"Apa yang harus aku lakukan?" gumamnya sambil menggenggam ponsel begitu erat di tangannya.


Nisa pun akhirnya mempercepat kegiatannya untuk mengemas beberapa barang bawaannya dan berjalan cepat keluar kamar.


Ia bisa mendapati mamanya sedang berada di ruang makan saat ini,


"Mau berangkat sekarang?" tanya mamanya saat melihat Nisa yang terburu-buru.


"Papa udah berangkat ya ma?" tanyanya sambil mengedarkan pandangannya, ini hari Sabtu seharusnya papanya di rumah. Nisa juga tidak lembur tapi memang dapat jaga pagi.


"Iya, katanya mau ambil berkas! Nggak Sampek siang udah pulang katanya, ada apa?"


"Nisa mau nyusulin papa deh ma, ada yang mau Nisa omongin!"


"Di bawa dulu bekalnya, kan nggak sempet sarapan!"


"Iya ma, makasih! Assalamualaikum!"


Nisa pun mencium punggung tangan mamanya dan mengambil kotak makan siangnya di atas meja.


"Waalaikum salam!"


Nisa dengan cepat keluar rumah, kali ini ia membawa mobilnya sendiri agar tidak perlu menunggu lama memesan taksi atau naik angkot.


Tujuannya berbeda, ia pun menghubungi Asna agar menggantikannya hari ini. Kebetulan sekali Asna mendapat jatah jaga sore.


Kini mobilnya sudah berada di depan kantor pengacara atas nama Dimas Geraldi.

__ADS_1


Nisa harus menghampiri resepsionis dulu untuk janji bertemu dengan papanya.


"Maaf mbak, bisa saya bertemu dengan pak Dimas?" tanya Nisa.


"Apa sudah membuat janji sebelumnya?"


"Belum, tapi saya putrinya!"


"Baiklah, tunggu sebentar ya mbak, saya tanyakan dulu Sam pak Dimas nya!"


"Iya!"


Nisa pun menunggu beberapa menit hingga wanita itu memanggilnya kembali.


"Anda di persilahkan masuk!"


"Terimakasih mbak!"


Nisa sudah tahu di mana ruangan papa nya, walaupun jarang datang ke tempat papanya.


Ia hanya akan datang ke tempat kerja papanya kalau sama mama.


Hingga ia sampai juga di depan ruangan yang ada tulisannya 'Pengacara Dimas Geraldi'.


"Wisss, kerena papa!" gumamnya. Ia selalu saja masih merasa keren melihat ruangan papanya. walaupun sudah tidak muda lagi tapi papanya masih aktif bekerja. Bahkan semangatnya luar biasa.


"Assalamualaikum pa!" sapa Nisa saat melihat papanya sibuk memilah beberapa berkas yang ada di depannya.


Pria dengan usia kisaran enam puluh tahun itu pun segera mendongakkan kepalanya dan tersenyum melihat kedatangan Nisa.


"Waalaikum salam, tumben banget putri papa mau mampir ke sini?"


Nisa pun berjalan cepat dan mencium punggung tangan papanya.


"Enggak sayang, papa cuma sedang mengambil beberapa berkas yang nanti sore di ambil klien ke rumah!"


Mereka pun duduk di sofa yang biasanya di gunakan untuk menyambut tamu.


"Ada apa sayang?"


"Pa, ini soal mas Leon!"


Papa Nisa mengerutkan keningnya, "Jadi pilihanmu masih sama?"


"Sejenak Nisa sempat memikirkan omongan papa waktu itu! Papa benar soal Gus Raka, dia baik, agamanya bagus, ilmunya tinggi, keluarganya baik, seperti tidak ada celah keburukan baginya! Bukankah itu terlalu sempurna untuk Nisa yang masih terlalu banyak kekurangan ini pa! Nisa nikah untuk belajar, Nisa ingin pasangan Nisa belajar sama-sama sama Nisa!"


"Tapi Raka bisa menjadi guru yang baik buat kamu, membimbing kamu!"


"Nisa bukan cari guru pa, Nisa cari pasangan yang mau sama-sama belajar dari awal, aku atau dia tidak saling mendominasi!"


"Begitu?"


Nisa mengangukkan kepalanya dengan begitu yakin, "Iya pa!"


"Jika memang itu keputusanmu dan sudah yakin, ijinkan papa untuk meyakinkan papa kalau dia memang tepat untukmu!"


"Maksud papa?"


"Hari ini papa mau mancing di danau, suruh Leon temui papa di sana!"


"Yakin pa?"

__ADS_1


"Iya!"


Nisa bisa bernafas lega sekarang, "Terimakasih ya pa!"


"Kenapa terimakasih, papa kan belum ngasih jawaban iya!"


"Tapi Nisa yakin setelah papa ketemu sama mas Leon, papa akan yakin! Sudah Nisa bilang pertemuan pertama sama berikutnya pasti memberi kesan yang berbeda!"


"Yakin sekali!"


"Iya harus dong pa!"


Akhirnya papa Nisa pun meminta Leon untuk menemuinya hari ini, ia ingin berbicara berdua saja dengan Leon untuk meyakinkan dirinya kalau pria itu benar-benar tepat untuk putrinya.


...🌺🌺🌺...


Setelah pagi yang panjang hari ini, Leon pun memutuskan untuk tetap pergi bekerja. Dengan bekerja ia bisa sedikit mengurangi rasa kedepannya. Di hidupnya memang tidak pernah ada hari Sabtu ataupun hari Minggu.


Menurutnya semua hari adalah sama, ia hanya bekerja dan bekerja.


Saat ini Leon sudah kembali berkutat dengan berkas-berkas yang ada di depannya. Semalam ia tidak tidur nyenyak, ia habiskan waktu malamnya untuk membaca buku dari Gus Raka, bahkan ia sampai membawa buku itu ke kantor.


Hingga sebuah notif pesan muncul di layar ponselnya, Leon terlihat meregangkan ototnya sejenak lalu melihat siapa yang mengirimkan pesan untuknya.


"Hehhh, dasar keras kepala, sudah di bilang jangan kirim balasan sekarang!" gumamnya. Walaupun menggerutu tapi tetap saja bibirnya tersenyum. Hanya dengan menyebut namanya saja, tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat.


"Dia benar-benar seperti magnet!" gumamnya lagi. Ia pun menggeser layar ponselnya dan membuka pesan dari Nisa.


//Assalamualaikum mas, maaf ini bukan jawaban atas apa yang mas Leon kirim tadi pagi. Nisa akan tetap mengirimkan jawabannya besok sesuai dengan kesepakatan. Tapi ini pesan yang dari papa, kalau mas Leon tidak keberatan sore ini papa pengen ketemu mas Leon di danau sambil mancing//


Leon menarik sudut bibirnya, kali ini lebih lebar lagi. Sepeti mendapatkan setengah dari jawabannya selama ini. Tinggal bagaimana dia saat ini, bisa menyakinkan papa Nisa atau tidak.


...🌺🌺🌺...


Leon sudah siap-siap dengan alat memancingnya, sudah lama sekali semenjak papanya Alex meninggal, ia tidak pernah memancing.


Dulu setiap hari Minggu, papanya Alex selalu mengajaknya memancing untuk mengurangi kejenuhan. Hanya Leon yang bisa di ajak, Alex sibuk dengan kuliah dan kehidupannya.


Sudah sepuluh tahun semenjak hari itu, Leon bahkan sudah lupa cara mengoperasikan pancingannya.


Tepat ba'dha ashar Leon pun menuju ke danau tempat papa Nisa memancing,


Dari kejauhan ia sudah bisa melihat papa Nisa yang duduk di tepi danau dengan anak pancing yang mengarah ke sungai.


Leon pun berhenti tepat di samping papa Nisa,


"Assalamualaikum, pak!"


Papa Nisa menoleh,


"Waalaikum salam! Duduklah saya sudah memunggumu!"


"Maaf saya sedikit terlambat!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2