Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Tumbuh cinta


__ADS_3

Alex mengajak nenek Widya untuk segera masuk ke dalam mobil setelah mengucapkan


salam pada pak Kyai dan bu Nyai.


"Langsung ke rumah nenek kan?" tanya Alex sebelum mobil itu mulai berjalan.


"Kenapa kamu seakan-akan takut jika nenek ke rumah kamu, atau jangan-jangan kamu membawa pulang wanita itu dan anaknya ya?" nenek Widya begitu curiga dengan sikap Alex.


"Nenek ...., bukan seperti itu, Alex besok harus ke Jakarta, ada pekerjaan penting!"


"Nenek nggak suka ya kamu terus mengurusi mereka, mereka itu punya keluarga sendiri!"


"Iya nek, Alex mengerti!"


Kali ini nenek Widya tidak lagi menanggapi ucapan Alex, ia tahu jika cucunya itu hanya ingin membuatnya senang saja dengan mengatakan ya.


"Ayo jalan!" perintah Alex.


"Baik tuan!"


Mereka memutar mobilnya meninggalkan pesantren.


Sepanjang jalan nenek Widya memberikan banyak wejangan pada cucunya itu. Tapi Alek tetaplah Alex, ia tetap dengan sikap arrogantnya, tidak mempedulikan orang


lain. Apa yang di anggap benar tetaplah benar.


“Kamu jangan terlalu kaku kayak gitu, nggak ada yang bakal mau nikah sama kamu jika


sikapmu seperti itu! Ingat nanti kalau ada cewek yang dekat sama kamu


bersikaplah yang manis!”


“Nek, sudahlah …, Alex tidak tertarik!"


"Jangan bilang kalau kamu mau mengejar cinta wanita yang bernama Nadin itu!?"


"Nenek ...., bertemulah dengannya sesekali, nenek akan menyukainya!"


"Nenek tidak membenci wanita itu, tapi nenek membenci keputusanmu untuk menahannya tetap bersamamu!"


"Alex sudah dewasa nek!"


"Tapi kamu belum dewasa dalam menentukan pasangan hidupmu, jadi nenek memutuskan untuk mencarikannya untukmu!"


"jadi itu rencana nenek sama pak Kyai tadi?”


“Iya…, nenek nggak mau kamu terus mikirin anaknya orang! Bikin anak sendiri, jangan


di kira nenek nggak tahu ya apa yang kamu pikirkan!”


Alex hanya mendengus kesal tapi ia tidak bisa marah pada neneknya. Ia masih sangat


berharap bisa terus bersama beby El, bagaimanapun caranya. Tapi status Nadin yang masih menjadi istri Rendi membuatnya berpikir dua kali untuk mengutarakan perasaannya pada Nadin.


🌺🌺🌺🌺


Harusnya Aisyah sudah pulang sejak satu jam yang lalu, tapi karena acara tadi membuatnya tidak enak langsung pulang tanpa membatu Nyai Sarah untuk beres-beres.


Karena sudah malam, aisyah pun berpamitan pada Nyai Sarah, ia tidak mungkin menginap


di pesantren karena ia sudah berjanji pada ibunya akan segera pulang untuk menjaga


adiknya.


“Kamu beneran mau pulang Nak? Nggak nginep saja di sini, biar saya yang bilang sama


ibu kamu!” ucap Nyai Sarah, ia begitu khawatir jika sampai Aisyah pulang seorang diri malam-malam begitu.


“Maaf Ummi…, saya sudah janji sama ibu untuk pulang!”


“Ya kalau begitu, kamu bawakan ini untuk adik kamu ya!" Nyai sarah menyerahkan sebuah rantang yang berisi lauk pauk dan sayur.


"Nggak perlu repot-repot, ummi!"

__ADS_1


"Ini nggak repot, malah ummi tadi yang ngrepotin kamu!"


"Terimakasih ummi, kalau begitu Aisyah pamit ummi!"


"Jangan pulang sendiri, kamu pulangnya biar di anter sama Fahmi saja ya!”


“Hah …., jangan ummi. Biar saya pulang sendiri!” ia tidak mungkin menerima tawaran


itu walaupun hati kecilnya mau. Tapi pasti gus Fahmi tidak mau, mereka bukan


muhrim, tidak mungkin jalan berduaan di malam hari lagi.


“Jangan khawatir, ummi tahu apa yang kamu pikirkan! Bukan cuma sama Fahmi, ummi akan


minta Ratna juga untuk menemani kalian!”


Ratna adalah sepupu gus Fahmi, tapi ia jarang di pesantren karena sedang kuliah


semester akhir, banyak sekali tugas yang harus ia kerjakan.


Nyai Sarah pun memanggil Ratna dan juga gus Fahmi, sebenarnya Aisyah merasa tidak


enak tapi ia juga tidak mampu menolak permintaan Nyai Sarah. Untung saja gus


Fahmi sudah selesai tausyiahnya jadi bisa mengantar Aisyah.


"Antarkan Aisyah pulang ya!" perintah Nyai Sarah saat gus Fahmi menghampiri mereka. Gus Fahmi segera menatap Aisyah, tapi dengan cepat Aisyah menundukkan tatapannya.


Belum sampai gus Fahmi menyanggupi, seseorang dari arah dalam mengucapkan salam, "Assalamualaikum, ummi!"


"Waalaikum salam!"


"Alhamdulillah kamu sudah datang, ummi minta tolong ya!"


"Minta tolong apa ummi?"


"Tolong temenin mas kamu nggantar Aisyah!"


Dia adalah Ratna, walaupun usianya lebih tua dari Aisyah, tapi mereka sangat akrab. Selain bertemu di pesantren mereka juga kerap bertemu dalam sebuah organisasi kampus.


“Mari….!” Ucap gus Fahmi mempersilahkan Aisyah dan Ratna untuk berjalan lebih dulu.


“Saya ambil sepeda dulu Gus!” ucap aisyah tanpa berani menatap pria berwajah teduh


itu.


“Biar saya saja yang membawa sepedanya, kalian jalan saja!” ucap gus Fahmi sambil


mengedarkan tatapannya. “yang mana sepedanya?”


“Itu!” tunjuk Aisyah pada sepeda yang sedang bertengger di pohon dekat pos satpam. Gus


Fahmi pun berjalan mengambil sepada itu. Aisyah dan Ratna lumayan akrab, mereka


juga sering melakukan kegiatan keagamaan di kampus.


Aisyah dan Ratna saling ngobrol asik sepanjang jalan dan sesekali gus Fahmi pun ikut menimpali, setelah mengenal gus Fahmi tidak sesuai dengan yang Aisyah pikirkan,


Aisyah pikir yang namanya Gus Fahmi itu orangnya suka serius tapi ternyata ia


juga suka bercanda, membuat suasana berjalan mereka cukup cair, tidak kaku


seperti yang ia bayangkan sebelumnya.


Akhirnya mereka sampai juga di depan rumah aisyah.


“Sudah sampai!” ucap aisyah, gus Fahmi mengamati rumah Aisyah yang sudah gelap itu.


“Sepertinya ibu kamu sudah tidur!” ucap gus Fahmi setelah meletakkan sepedanya. Aisyah pun melihat memang rumahnya sudah gelap, tapi tak biasanya ibunya tidur. Jelas saja ini sudah pukul sepuluh, pasti ibunya sudah berangkat ke pasar untuk berbelanja, Aisyah jadi membayangkan Nino, bagaimana keadaan Nino? Dia pasti ketakutan dalam tidurnya.


“Iya mungkin! Biar nanti Ais saja yang bilang sam ibu!” ucap Aisyah melihat kecemasan


di wajah pria itu.

__ADS_1


“Apa tidak apa-apa?” tanya Gus Fahmi masih enggan meninggalkan aisyah karena uminya


sudah menyerahkan tanggung jawab mengantar Aisyah hingga menemui ibunya.


Aisyah pun mengangguk.


“Baiklah…, kalau begitu kami pulang. sampaikan salam ku pada ibumu!”


Sebenarnya mau mengatakan jangan, tapi bibirnya tak mampu berucap hal itu.


“Iya!”


“Assalamualaikum!”


“Waalaikum salam!”


Aisyah menatap punggung gus Fahmi dan Ratna hingga menghilang di balik gelapnya malam, setelah mereka tidak terlihat lagi barulah aisyah masuk ke dalam rumah.


Sepanjang jalan Ratna terus menggoda gus Fahmi, mereka sudah seperti adik kakak, Ratna


adalah putri dari adik Kyai Abdul Hamid yang berada di jawa barat yang bernama


Kyai Hanafi, Kyai Hanafi juga mendirikan pesantren di sana, Ratna sengaja di


kirim ke Surabaya supaya bisa belajar ilmu agama dari pak puh-nya.


“Mas Fahmi suka ya sama aisyah?” tanya Ratna di tengah candaannya. Mendengar


pertanyaan itu gus Fahmi terdiam, ia tidak bisa mengingkari jika ia juga mengagumi gadis itu, tapi ia tidak mau kekagumannya pada makluk Allah melupakan cintanya pada Allah.


“Iya kan?” tanya Ratna lagi memastikan!”


“Mas nunggu keputusan allah saja!” ucap gus Fahmi sabil tersenyum menatap adik


sepupunya itu.


“Maksudnya?”


tanya Ratna tidak mengerti, memang gus Fahmi suka sekali bicara dengan penuh


isyarat.


“Bersabar dan ikhtiar, jika dia memang yang di takdirkan berjodoh dengan ku, makan allah


akan mendekatkannya!”


“Gimana mau dekat kalau mas Fahmi nggak berusaha!”


“Jangan khawatir, karena seringkali yang di kejar-kejar menjauh dan yang tak sengaja


mendekat akan menetap!”


“romantis banget mas Fahmi ini, aku yakin aisyah juga menyimpan rasa sama mas fahmi!’


“jangan sok tahu!”


“Beneran mas, beberapa kali aku melihat Aisyah mencuri pandang sama mas Fahmi, percaya deh sama Ratna!”


‘percaya itu sama Allah, bukan sama kamu! Assalamualaikum!” ucap gus Fahmi sabil


berlalu meninggalkan Ratna karena mereka sudah memasuki gerbang pesantren,


Ratna harus kembali ke kamarnya bersama santriwati-santriwati yang lain,


sedangkan gus Fahmi menuju ke dalam.


spesial visual gus Fahmi



Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

__ADS_1


__ADS_2