Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part (Nisa 9)


__ADS_3

...Kita berdua saling mendoakan satu sama lain, sedikit yang aku tahu bahwa Allah SWT mungkin sudah menentukan takdir kita bahkan sebelum kita dilahirkan. Di dalam kitabnya yang tersimpan di langit"...


...🌺Selamat membaca🌺...


Leon sudah menyelesaikan pekerjaannya lebih awal hari ini, ia bersiap-siap dengan merapikan penampilannya.


Menyiapkan penampilannya sebaik mungkin.


Tampak sekali kalau dia sudah sangat tidak sabar untuk segera berangkat ke rumah Nisa,


Bukannya segera pergi dari ruangannya, Leon malah sibuk mondar-mandir di dalam ruangnya.


Hehhhh


Begitu banyak helaan nafas yang sudah ia keluarga untuk mengurangi rasa gugupnya. Ini untuk pertama kalinya ia akan menyatakan kesanggupannya pada seseorang tentang ibadah seumur terlamanya.


Banyak wejangan dari para ustad yang mengajarinya tentang agama dan memintanya untuk menyegerakan jika sudah mantap dengan keputusannya.


"Ya Allah, kenapa juga jantung begini sekali!" gumamnya hingga ia bisa mendengarkan detak jantungnya sendiri.


Beberapa kali ia harus bolak balik ke kamar mandi cuma gara-gara ia terlalu banyak meminum air seharian ini, rasa cemasnya sama sekali tidak berkurang.


"Aku harus bisa!" ucapnya meyakinkan dirinya sendiri.


...🌺🌺🌺...


Di tempat lain sepertinya hal yang sama juga terjadi pada Nisa,


Walaupun tubuhnya sekarang sedang di rumah sakit tapi hati dan pikirannya sedang berada di tempat lain.


"Mas Leon jadi nggak ya nanti!" gumamnya perlahan saat sudah keluar dari dalam ruang pasien. Ia terus menggenggam ponselnya seolah-olah ia sedang menanti jawaban yang kemarin malam.


Dorrrrr


Seseorang mengejutkan Nisa,


"Astagfirullah!"


Rekan kerja Nisa yang juga ruangan dengannya sudah berdiri di sampingnya saat ini.


"Nglamun aja ya mau nikah!" godanya.


Nisa mengerutkan keningnya, ia tidak pernah bercerita pada siapapun kecuali kedua kakaknya.


Sekarang Nisa sudah bukan perawat magang lagi, dia sudah jadi staf tetap di rumah sakit tempatnya magang, sudah menjadi rahasia umum jika dia adalah adik dari kedua dokter hebat di rumah sakit itu.


"Kamu kok tahu sih?"


"Tahu dong!"


"Siapa yang ngasih tahu?"


"Sini aku bisikin!"


Nisa pun mendekatkan daun telinganya itu pada teman kerjanya itu, walaupun ia sudah bisa menduga kalau itu pasti dari kakak-kakaknya tapi ia tetap saja penasaran.


"Mas Leon!" bisik wanita dengan tubuh mungil itu membuat mata Nisa membulat sempurna.


"Mas Leon?" tanya Nisa dengan suara yang keras.


Dan wanita bertubuh mungil dengan tag nama Asna di bajunya itu pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Tahu dari mana? Maksudku kapan ketemu sama mas Leon?"


"Kemarin!"

__ADS_1


"Kemarin?"


"Iya, waktu itu jam istirahat! Tiba-tiba dia datang dan menanyakan kamu trus aku bilang kalau kamu lagi libur, trus aku tanya dong ngapain cari kamu!"


"Trus jawabnya apa?"


"Ingin membicarakan hal mengenai tujuan hidup bersama, baper nggak Nis?"


"Serius mas Leon ngomong gitu?"


"Nggak percaya banget, aku Sampek nanya tahu sama dokter Reza trus katanya iya kamu mau nikah, ya langsung lah aku berpikir kalau mas Leon calon suami kamu! Bukan kebetulan kan?"


Ingin rasanya mengatakan iya dan mas Leon yang jadi suaminya, tapi ia hanya bisa menerima takdir yang akan di berikan Allah untuk mereka.


"Aku pulang dulu ya!" ucap Nisa setelah sampai lokernya, ia mengambil tas dan melipat jas putihnya.


"Seriusan nggak mau mampir ke mana dulu gitu?"


Nisa tersenyum dan menylempangkan tasnya di bahu kirinya.


"Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Nisa meninggalkan temannya begitu saja, taksi online pesanannya sudah menunggu di depan.


Apapun yang terjadi nanti, Nisa siap untuk menerimanya. Takdir Allah lebih dari apapun yang kita rencanakan sekarang.


...🌺🌺🌺...


Masih jam setengah tiga dan Leon pun memutuskan benar-benar untuk meninggalkan ruangannya.


Leon menghampiri sekretarisnya sebelum meninggalkan kantor.


"Reni!"


"Sebenarnya saya mau ke rumah seseorang, apa kamu tahu buah tangan apa yang baik di bawakan?"


Sekretaris itu pun akhirnya memberi beberapa saran di antara camilan atau buah segar dan juga bunga.


"Apa menurutmu tidak berlebihan jika saya membawa bunga?" tanya Leon lagu, yang di tuju sekarang bukan Nisa, tapi orang tua Nisa. Rasanya aneh saja kalau dia harus membawa bunga.


"Atau mungkin pak Leon bisa membawa kue, karena biasanya kue lebih netral pak, bisa untuk siapa saja!"


Kali ini Leon lebih setuju dengan usul sekretarisnya.


"Terimakasih!"


"Sama-sama pak!"


Leon pun keluar dari kantor, seseorang sudah menyambutnya di samping mobil miliknya,


"Saya pergi sendiri!" ucapnya pada sopir yang biasanya mengantar Leon.


"Baik pak!"


Leon segera masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobilnya sendiri meninggalkan gedung kantor.


Suasana jalan raya masih tidak begitu padat, para karyawan belum waktunya untuk pulang saat ini.


Setelah menempuh perjalanan selama seperempat jam akhirnya ia sampah juga di depan sebuah toko kue.


Ia terlebih dulu mampir ke sebuah toko kue dan membeli beberapa kue untuk buah tangan.


Leon keluar dari toko kue dan suara azan ashar berkumandang.

__ADS_1


Leon pun akhirnya memutuskan untuk mencari masjid terdekat, setelah beberapa meter mobilnya berjalan akhirnya ia bisa menemukan masjid yang cukup dekat dengan jalan raya.


Leon pun kembali mengehentikan mobilnya di bahu jalan yang dekat dengan masjid.


Langkahnya begitu pasti memasuki area masjid, ia segera mengambil wudhu dan duduk di barisan paling belakang sembari menunggu iqomah.


Baru beberapa menit ia duduk dan muadzin mengumandangkan iqomah. Leon pun bersama jama'ah yang lain merapatkan shafnya.


Hingga selesai sholat, ia pun menyempatkan untuk duduk sejenak di serambi masjid, ia ingin sejenak menata hatinya kembali.


Leon bersandar di pilar yang ada di dekat tangga memasuki masjid, sambil memakai kembali kaos kakinya ia mengamati seseorang yang juga sedang duduk di depannya.


Pria itu mengingatkannya pada seseorang.


Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi di mana?


Sepertinya pria itu menyadari jika Leon sedang memperhatikannya, dia tersenyum pada Leon dan menyapanya,


"Assalamualaikum mas!"


"Waalaikum salam! Maaf saya sudah membuat anda tidak nyaman!" ucap Leon yang merasa bersalah.


Pria itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Tidak pa pa, saya senang ada orang yang memperhatikan saya, mas orang sini?" tanyanya pada Leon.


Leon pun menggelengkan kepalanya, "Bukan, saya hanya sedang ada tujuan datang ke sini!"


"Semoga Allah melancarkan tujuan mas jika itu dalam hal kebaikan!" ucap pria berpeci itu, sebuah kemeja berwarna coklat tua dan celana hitam menempel di tubuhnya, tampak begitu pas dengan pembawaannya yang tidak terlalu kalem tapi juga bersahaja.


"Amin, anda sendiri? Apa juga bukan orang sini?"


Kalau dari penampilannya dan tas rangsel di sampingnya mungkin mereka juga sama, hanya orang yang kebetulan lewat atau memang ada tujuan di daerah itu.


"Saya juga sama, saya bukan orang sini, saya memiliki tujuan ke daerah ini!"


"Semoga Allah juga melancarkan urusan anda!"


Pria itu tersenyum dan memakai kaos kaki nya,


"Terimakasih doanya!" dan kembali mendongakkan kepalanya menatap Leon, "Sepertinya kita memiliki tujuan yang sama!"


Leon mengerutkan keningnya, "Anda tahu tujuan saya?"


"Mungkin berhubungan dengan seorang gadis!"


"Hahh?"


"Wajah mas terlihat begitu tegang, insyaallah jika gadis itu jodohnya mas, Allah akan mempermudah jalannya mas!" ucap pria asing itu sok tahu, walaupun memang benar seperti itu kenyataannya.


"Saya duluan ya mas, semoga Allah mempertemukan kita lagi, assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Leon masih bergeming di tempatnya, menatap punggung pria yang semakin menjauh darinya.


Pria itu masuk ke dalam sebuah mobil yang ternyata terparkir di samping mobil Leon.


"Dapat di tebak sekali wajahku!" gumam Leon sambil melanjutkan memakai kaos kakinya.


**Bersambung


...Dua tahun ini waktuku ku habiskan untuk mengagumimu dari kejauhan, berikhtiar di sepertiga malam ku agar Allah mendekatkan namanya dengan namaku**."...


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2