Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Udara yang sama


__ADS_3

Jetpri milik Alex kini sudah mendarat di roof top salah satu gedung pencakar langit yang ada di kota Blitar.


Gedung dengan lima lantai yang di bangun di atas tanah seluas lima hektare yang sekarang gedung itu berfungsi sebagai kantor pusat pelayanan dan juga beberapa fasilitas umum seperti mini market, restauran, butik, gym, tempat bermain anak.


Gedung itu di gadang-gadang menjadi saingan mall baru yang di bangun di blitar.


Alex keluar, dia seorang diri tanpa Leon. Ia sengaja meninggalkan Leon di Surabaya karena perusahaan yang ada di Surabaya juga membutuhkannya.


Alex melepas kaca mata hitamnya, merentangkan tangannya, dan menengadahkan wajahnya menatap langit kota Blitar, sejuk dan tidak begitu banyak polusi. Itulah kenapa Blitar menjadi pilihan untuk mengembangkan bisnis, katena di sini banyak sekali karya anak bangsa yang belum terekspos.


Aisyah ...., sekarang kita bernafas dengan udara yang sama, udara kota Blitar yang selalu kamu rindukan ....


Setelah puas, Alex mengubah posisinya, menatap orang yang tengah berada di depannya. Orang baru baginya, karena selama ini Leon yang pulang dan pergi ke tempat ini, bukan dirinya.


"Sugeng rawuh teng kuto Blitar, pak Alex (Selamat datang di kota Blitar, pak Alex)!"


Seseorang sudah menyambutnya, dia adalah orang yang di beri wewenang untuk mengelola tempat itu, bertindak sebagai manager.


"Terimakasih!"


"Mari pak saya antar, monggo ....!" ucap pria itu dengan mengacungkan jempolnya sedikit menunduk meminta Alex untuk berjalan lebih dulu.


Walaupun tidak terlalu mengerti dengan adat jawa, tapi ia sedikit banyak faham dari bagaimana Aisyah berinteraksi selama ini dengan para tetangga.


Mereka pun mulai berjalan menuruni tangga, meninggalkan roof top itu,


Sebuah lift juga baru di pasang, "Ngapunten, Maaf pak jika kurang nyaman, karena semua yang ada di sini masih terbilang baru!"


"Ini sudah cukup bagus, its okey no problem, I like it!"


Pria itu tampak sangat gugup karena ia mendengar semua tentang Alex ini dari orang-orang yang dulu mengenal Alex, pria arrogant yang tidak mengenal kesalahan.


Tapi saat ini, Alex yang ini sungguh berbeda, tidak terlihat arrogant, tapi sebaliknya, sangat bersahaja.


"Di sini ada mushola?" tanya Alex membuat pria itu tersadar dari memperhatikan big bos itu.


"Wonten ..., eh maksudnya ada pak, mari saya antar jika pak Alex mau ke sana!"


"Iya kita sholat magrib dulu, sebentar lagi magrib!"


Pria itu berpikir mungkin orang-orang yang mengatakan jika big bos itu galak hanya cara mereka menakut-nakuti karyawan saja.


"Monggo pak, Mari saya antar!"

__ADS_1


Mereka pun menuju ke sebuah mushola yang letaknya di dasar lantai, hal itu mereka lakukan agar memudahkan mencari mushola, kalau berada di tengah atau di atas, tidak jarang banyak yang bingung. Tapi atas permintaan Leon, ruang sholat juga ada di setiap lantai, jadi jika malas untuk turun para pengunjung atau karyawan bisa sholat di sana.


Tepat saat sampai di lantai dasar, Muazin sudah mengumandangkan azan.


"Anda muslim?" tanya Alex.


"Tidak pak, saya kristen!"


"Baiklah kalau begitu, anda bisa menunggu saya di sana!"


"Baik pak!"


Alex pun berjalan sendiri ke mushola, beberapa karyawan juga terlihat melintasinya menuju mushola. Tidak ada yang menyapanya, karena mungkin mereka tidak menyadari jika pria itu adalah big bos yang baru datang dari Surabaya.


Mereka hanya mendengar berita itu, tapi mereka tidak tahu yang mana big bos nya. Karena memang Leon sengaja menutup rapat identitasnya atas permintaan Alex sendiri, bahkan jika di cari di laman pencarian, mereka tidak akan menemukan foto Kevin Alexander, hanya akan ada foto Leon Hansen tangan kanan Kevin Alexander.


Alex sudah berada di tempat wudhu untuk mengambil wudhu saat suara azan itu sudah berganti dengan iqomah. Alex mempercepat langkahnya dan mencari tempat, sudah sangat ramai di sana hingga ia hanya mendapatkan tempat di tengah.


Imam sudah berada di tempatnya dan meminta makmum untuk mulai meluruskan saf nya dan memulai sholat.


Setelah doa, satu persatu orang meninggalkan tempat itu. Seseorang sedari tadi mengamatinya tapi ia tidak yakin karena tidak mungkin jika mereka berada di tempat yang sama.


pria muda itu memilih mengakhiri doanya dan keluar dari dalam mushola.


"Ya Allah, aku sangat merindukan hambaMu itu, jadi percepat saja pertemuan kami ...., empat tahun bukan waktu yang singkat untuk memisahkan kami, jadi percepat urusan hamba-Mu ini, amiiiin ...., ya Allah hamba memaksa!"


Alex juga mengakhiri doanya dengan menakupkan kedua tangannya ke wajah.


Terdengar samar-samar dari luar dua orang yang sedang berbincang. Alex tidak langsung bangun, ia hanya merasa kenap dengan suara itu.


"Lain kali saya akan memanggil mu lagi!"


"Iya pak terimakasih ya, saya permisi dulu, assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Alex mengenali suara itu, sangat familiar di telinganya.


"Nino!" gumamnya.


Alex pun bergegas bangun dari duduknya, ia segera keluar dan melihat orang yang tadi menjadi imam sholat magrib sedang berdiri sendiri di sana.


"Maaf pak, bapak tadi bicara sama siapa ya?"

__ADS_1


"Oh yang baru pergi?"


"Iya pak!"


"Itu anak bengkel, tadi mesin pompa air di sini macet, makanya saya panggil dia kesini!"


"Bapak tahu alamat atau nomornya? Atau alamat bengkelnya?"


"Yang tahu anak saya, baru saja anak saya juga pergi! Saya nggak nyimpen nomornya!"


Hehhhhhhh


Alex mendesah, seharusnya ia bisa keluar lebih cepat dan menemuinya, tapi terlambat.


"Apa anak bapak keluarnya lama?"


"Kenapa ya mas?"


"Saya butuh alamat anak itu, dia seperti adik ipar saya pak!"


"Anak saya pulangnya besok siang, begini saja bagaimana kalau mas kembali lagi ke sini besok, saya akan mintakan alamat bengkel anak itu?"


"Baik pak, saya besok ke sini pas sholat magrib lagi pak!"


"Nggeh, saya tunggu! Ya sudah saya permisi ke dalam lagi ya, assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Alex tidak mungkin menunggu sampai waktu isya', kasihan orang yang sedang duduk menunggu di gasebo itu.


Alex pun segera memakai kembali sepatunya dan berjalan menghampiri orang itu.


Bersambung


...Kita semakin dekat, rasanya begitu nyaman saat kita bisa merasakan udara yang sama, udara yang menyatukan nafas kita...


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2